Lomba Blog Asus

Ferdi Si Anak Kidal

Ferdi, anak keduaku tuh kidal, tapi kalau makan otomatis menggunakan tangan kanan, terutama kalau mau makan dengan tangan. Kalau lagi makan menggunakan sendok, kadang berganti-ganti tangan, tergantung mana yang sreg, bisa dengan tangan kiri, kadang dengan tangan kanan. 




Sejak kecil kami ga pernah meminta berubah penggunaan tangan sih, bahkan guru-guru di sekolah sudah kami wanti-wanti untuk tidak melarang Ferdi menggunakan tangan kirinya. Mungkin karena melihat kebiasaan di sekelilingnya, terutama sejak masuk pondok, Ferdi jadi merasa ga enak sendiri kayaknya, jadi lama-lama dia belajar menggunakan tangan kanan. 

Kalau dulu makan pakai sendok masih sering menggunakan tangan kiri, sekarang mostly kanan. Urusan menulis dan menggambar aja yang udah pasti menggunakan tangan kiri. Pokoknya mengerjakan sesuatu yang lebih rumit dan butuh skill, Ferdi baru menggunakan tangan dominannya, kiri.

Ada yang bilang, anak kidal biasanya lebih kreatif. Kog ya kebetulan begitu, dari dulu Ferdi suka banget gambar, desain. Waktu SD gurunya sering laporan kalau isi buku atau ujiannya, gambar-gambar ๐Ÿ˜‚. Kadang disuruh ngerjain tugas malah gambar๐Ÿ˜‚. Aku yang dilaporin cuma senyam senyum ๐Ÿคญ, inget almarhum oomnya juga dulu kecilnya gitu.

Almarhum adikku waktu SD buku-bukunya banyak gambar, saat kuliah pilih fakultas seni rupa dan jurusan desain interior dan berkarir sebagai desainer interior.

Nah saat di Pondok memasuki tingkat MA, Ferdi banyak kebagian kerjaan-kerjaan desain. Buku tahunan sekolah, festival tahunan pun ga luput dari sentuhannya, desain panggung, logo angkatan, desain kaos, sampai video liputan juga Ferdi yang kerjain๐Ÿ˜. 

Kog kayak semua diborong? 

Iya, sampai begadang-begadang, libur-libur pun masih ngerjain, sampai aku bilang 

"Fer, itu semua Ferdi yg kerjain? Ga ada temen yg bisa bantuin?"

"Pada ga ada yg bisa bund"

"Ya diajarin lah, paling ngga 1-2 orang"

"Udah, tapi banyak yg ga mudeng"

"Ya kasih kerjaan yg ringan-ringan kayak masukin data atau apa yg sekiranya mereka bisa atau mudah diajarinnya"

"Udah, kalo yang remeh-remeh Ferdi suruh mereka kerjain"

"Nah itu, biar ga capek sendiri, namanya kerja tim, ya harus sama-sama capek"

Pengalaman-pengalaman selama sekolah ini dia masukkan CV, dan jadi "jualan"nya sekarang ๐Ÿ˜‚.

Alhamdulillah pas lulus pondok jadi mudah dapat kerjaan-kerjaan desain. Bisa diterima kerja di beberapa perusahaan tanpa perlu ngelamar, cuma modal referensi dari temen ke temen. Ya kerjaannya ga jauh-jauh dari desain. 

Beberapa kali dia dipercaya memimpin project desain di sebuah perusahaan, "anak-anak" buahnya malah yang lulusan sarjana, sementara Ferdi, kuliah aja belum ๐Ÿคฃ. Perusahaannya beneran mengedepankan skill, bukan sekedar gelar.

Nah, temen-temen punya anak kidal juga? Atau ada ponakan yang kidal? Kira-kira sama ga karakteristik umumnya? Kreatif juga kah?

Share yuuk di komen

1 komentar

  1. Jarang-jarang ada anak kidal, luar biasa banget buat menginspirasi anak-anak lain. Anak cowok sering dinilai buruk, tapi ada dari mereka yang memiliki prestasi seperti Ferdi ini. Memang beda yang satu ini, patut diacungi jempol. Terima kasih sharing-nya!

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Kirim email ke siswadi.maya@gmail.com