Lomba Blog Asus

KITA Perempuan Bermakna yang Mengedukasi

Pada hari Perempuan Internasional, International women's day, 8 Maret 2023 lalu, saya bersama teman-teman blogger dari KEB menghadiri acara #KITAPerempuanBermakna yang inspiratif. 

Banyak sekali komunitas perempuan yang hadir saat itu, komunitas kami, Komunitas Emak-emak Blogger (KEB) menjadi salah satu komunitas eksklusif yang diundang menghadiri acara KITA, Kesehatan dan Literasi Keuangan Keluarga.

Acara berdurasi hampir 5 jam itu diawali dengan makan siang dan mingle bersama teman-teman perempuan di Tamarind & Lime yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saya dan teman-teman blogger yang kebetulan sudah lama tak berjumpa jadi serasa difasilitasi buat kumpul-kumpul, ahahaha πŸ˜‚.

Eits, tapi bukan cuma kumpulnya doang sih yang kami dapat, ilmu dan insight yang didapat juga bertaburan, sampai bingung mau nyimpen memorinya di kepala πŸ˜‚.

Saya jadi dapat banyak insight yang membuka wawasan terutama dalam hal mengelola keuangan keluarga dan kesehatan.


Sesi Pertama 


Pada sesi pertama, ada talkshow bareng mom Anindita dari Asuransi Astra dan mom Nucha Bachri dari Parentalk yang sering Wira Wiri di timeline Instagram bahas tentang serba serbi parenting, kali ini membahas pengelolaan keuangan keluarga. 

Mom Nucha bahas pentingnya transparansi keuangan keluarga, ini tentu supaya mudah dalam pengelolaannya. Nah yang seru, ketika mom Anin bahas tentang pengelolaan keuangan, bagaimana pentingnya proteksi kesehatan keluarga, supaya kalau sakit ga perlu galau, bisa konsultasi dengan mudah.


Talkshow bareng mom Anindita dan mom Nucha Bachri
Talkshow bareng mom Anindita dan mom Nucha Bachri 


Ternyata asuransi astra tuh punya loh proteksi kesehatan yang premi setahunnya lebih murah dari jajan kopi/boba seminggu atau sebulan😭. 

Kalau preminya setahun cuma 300rb, berarti sebulan ga sampai 25rb loh. Lah kan mending uang buat jajan Boba/kopi kekinian itu dialokasikan untuk membayar premi setahun, jauh lebih berguna buat proteksi kesehatan kan. 

Emang lah, urusan jajan ini secara ga sadar bisa bikin neraca keuangan keluarga tuh bocor alus. Kalau ga pandai-pandai mengelolanya, ya udah aja keuangan bocor terus, ga terkumpul  terus tuh duitnya. Duitnya mah udah aja ilang, manfaatnya ga dapat πŸ˜‚.

Coba kalau uangnya dialokasikan ke sesuatu yang lebih bermanfaat, kan sama-sama keluarnya, tapi manfaatnya bisa dirasakan kapan pun.


Sesi Kedua


Sesi berikutnya adalah talkshow bareng Mona Ratuliu, dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp. GKn, dan chef Andry Abboud.


Talkshow bareng Mona Ratuliu, dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp. GKn, dan chef Aboudd.

Melalui sesi kedua ini, saya dapat insight menarik lagi, kalau kandungan natrium di dalam MSG ternyata jauh lebih tinggi dibanding garam. Penggunaan MSG yang tepat justru bisa mengurangi konsumsi garam berlebih, tentu berguna buat mencegah hipertensi dan stroke ya. 

Asli, ini ga pernah terpikir oleh saya. Mama dan keluarganya punya riwayat hipertensi, jadi kudunya sih diet garam. Saya juga kudunya juga diet garam, karena walau lebih sering tensi rendah, bukan ga mungkin mewarisi bakat hipertensi dari keluarga mama kan?

Tapi, selama ini kami justru jarang sekali menggunakan MSG sebagai pengganti natrium pengurang garam, kecuali lagi menikmati mie instan, atau jajanan di luar rumah. Bukan karena mitos MSG bikin bodoh loh ya, dr. Raissa membantah isu itu, ga ada buktinya πŸ˜‚.  Jangan salahkan MSG.

Saya memang ga bisa konsumsi MSG berlebih, karena punya riwayat migrain. Alarm tubuh saya biasanya jalan kalau konsumsi MSG kebanyakan, langsung migrain dan badan greges-greges. 

Kata dr. Raissa, bagi yang punya riwayat alergi, bisa mengurangi takaran atau meniadakan kog. Kayak saya, walau jarang menggunakan MSG ketika memasak, tapi terpapar juga ketika konsumsi mie instan, menggunakan kecap asin, saus tiram, dsb, entah kenapa kalau begitu aman-aman saja, ga kumat pusingnya πŸ˜‚.

Kalau masak mie instan, penggunaan bumbunya saya kurangi sampai setengah. Buat pengabdi MSG, mie instan olahan saya pasti disebut ga ada rasa 🀣.


Sesi Demo Masak


Siang hingga sore itu saya dapat banyak ilmu, termasuk belajar pengelolaan hidangan Ramadan dari chef Abboud menggunakan Masako @dapurumami.id kemasan 40gr yang lebih ramah lingkungan.

Sesi demo masak
Sesi demo masa


Menurut Chef Abboud yang siang itu mendemokan cara memasak Sop Bakso, dengan menggunakan Masako yang cukup, bisa mengurangi konsumsi garam. Sore itu chef Abboud mendemokan cara memasak Sop Bakso dan ayam (filet) kecap yang mudah dan cepat dimasak untuk hidangan saat sahur atau berbuka. Resep lengkap bisa cek di instagram chef @andryabboud.

Ah, banyak sekali ilmu yang didapat hari itu, terima kasih Asuransi Astra dan Ajinomoto Dapur Umami yang sudah mengundang kami 😍


1 komentar

  1. Menarik ini acaranya, ada memasak juga memang di hari perempuan kemarin spesial banget jadi sadar kalau memiliki peran besar. Semoga bisa jadi perempuan yang lebih kedepannya dan berharap setiap hari perempuan diperlakukan dengan baik. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Kirim email ke siswadi.maya@gmail.com