Tetap Tenang Saat Anak Demam

Rasanya tak ada orangtua yang bisa tetap tenang saat mengetahui anaknya demam. Ya, orangtua mana sih yang bisa tenang-tenang saja kala suhu tubuh anaknya mulai beranjak dari 37 derajat celsius, menjadi 38 derajat celsius. 


Saat Falda Demam
Saat Falda Demam

Berbagai bayangan buruk dan perasaan was-was langsung muncul seketika. Apalagi di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang sedang mewabah ini. Bayangan demam berdarah dengue yang juga sedang banyak terjadi, bayangan sakit tifus, bayangan kejang demam, dsb. 

Keterbatasan pengetahuan orangtua sebagai orang awam terhadap penyakit memang selalu memunculkan rasa was-was dan khawatir. Bayangan-bayangan menakutkan tentang efek buruk suatu penyakit yang biasa menyertai demam membuat orangtua punya kewaspadaan tingkat tinggi ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda demam.

Walau sudah 18 tahun lebih menjadi orangtua, tak membuat saya menjadi lebih expert dan lebih mudah mengatasi kecemasan akibat anak yang mengalami demam. Begitu melihat anak menunjukkan kelesuan, badannya terasa hangat seperti kompor, menunjukkan suhu hampir 38 derajat celsius lebih, tetap berhasil membuat saya dan suami kalang kabut. Lebih-lebih jika terjadi tengah malam. Kami bergantian tak tidur, demi mengupayakan suhu tubuhnya turun.

Beberapa tahun lalu, kami terpaksa membawa Falda ke IGD karena khawatir dengan suhunya yang nyaris mencapai 40 derajat celsius. Kami khawatir Falda kejang karena berkali-kali kami kompres air hangat dan diberi paracetamol, tak kunjung turun suhunya. 

Dokter melakukan observasi hingga pagi dan boleh pulang, hanya meresepkan kami obat penurun panas berjenis steroid yang harus dimasukkan di dubur jika panasnya kembali lebih dari 40 derajat celsius. Falda memang pernah punya riwayat kejang demam sekali, jadi rasa was-was kami selalu meningkat tiap kali ia demam.

Kami juga tak ingin Falda sampai mengalami Tifus seperti yang pernah diderita kakaknya, Ferdi. Dulu, Ferdi bolak balik panas saat malam hari. Menjelang siang, suhunya membaik dan kami tenang. Tapi, setelah nyaris 3 hari seperti itu, kami tentu was-was. Akhirnya kami bawa ke RS, ternyata harus dirawat karena Tifus dan infeksi pencernaan.


Demam Tanda Awal

Memang, demam bukan lah penyakit khusus. Tapi, selalu menjadi warning, tanda awal kehadiran suatu penyakit. Bisa banyak penyakit yang ditandai oleh demam ini.

Umumnya, penyakit yang disebabkan oleh virus hampir selalu ditandai oleh demam. Sebut saja flu, demam dengue, dan yang terbaru, virus Corona (Covid-19). Demam sendiri merupakan tanda tubuh sedang bekerja melawan virus. Virus yang tak ada obatnya, akan membuat tubuh bekerja dan menerapkan mekanisme pertahanan diri. Menaikkan suhu adalah cara tubuh berperang melawan virus atau bakteri yang masuk. Virus tak mampu bekerja pada suhu tinggi *cmiiw.

Bukan hanya Virus saja yang dapat menyebabkan tubuh menjadi demam. Berbagai infeksi pun dapat menyebabkan tubuh menaikkan suhunya dan menyebabkan demam. Infeksi bakteri, sampai enfeksi karena adanya gangguan atau luka pada tubuh. Misalnya luka pada lambung, luka pada tenggorokan, atau luka infeksi lainnya.

Penyebab demam yang cukup banyak dan sulit dikenali ini lah yang sering membuat banyak orang selalu meningkatkan kewaspadaannya ketika demam datang. Berbagai cara dilakukan untuk menyamankan diri agar demam berlalu. 


7 Langkah Pertolongan Pertama Pada Demam

Seberapa pun paniknya orangtua ketika menghadapi anak yang sedang demam, sebisa mungkin perlu tetap tenang. Jangan sampai kehilangan akal sehat. Ketika panik, otak biasanya langsung blocking, jadi sulit mencari solusi dan jalan keluar yang masuk akal. Buru-buru ke dokter. Padahal, beberapa penyakit belum bisa dideteksi dengan tepat sebelum 72 jam.

Lha, terus, kalau anak demam, musti gimana dong?

1. Tetap tenang, keep cool

Tenang akan membuat orang tua lebih mudah memikirkan jalan keluar dan tidak lupa langkah-langkah mengatasi demam yang pernah dipelajari atau pernah ia baca.

2. Berikan Cukup Cairan

Pada saat suhu tubuh meningkat, cairan yang keluar akan meningkat juga, seiring tubuh berusaha mengeluarkan cairan dan mendinginkan tubuh. So, penting sekali menjaga asupan cairan agar anak tetap hydrate, terhidrasi, cukup cairan. Jika cairan kurang, bahaya dehidrasi akan mengancam, dan ini cukup berbahaya. 

Berikan anak cairan apa saja, mulai air putih, jus, buah, sup hangat, bahkan es krim pun diperbolehkan jika memang itu membuatnya nyaman dan cukup cairan *cmiiw.

3. Enyahkan jaket, selimut, berikan anak baju tipis dan minim 

Lha kog? Iyes, jika anak diberikan segala selimut, jaket, dan baju tertutup rapat lainnya, malah akan membuat tubuhnya makin panas.  Ya, ibarat dikerangkeng atau dikerukupin, panasnya malah ditutupi, ditahan, kan bahaya.

Padahal, pada kondisi panas begitu, tubuh butuh pori-porinya selalu terbuka agar lebih mudah mengeluarkan uap dan cairan, sehingga suhu tubuhnya bisa menjadi lebih rendah.

4. Lakukan Skin To Skin Contact

Jika khawatir dengan suhu tubuh anak, coba lah buka bajunya, buka baju orangtua (bisa ayah), dan tempelkan dada ayah dan dada anak. Treatment seperti ini akan menyalurkan suhu tubuh anak ke orangtua. Selain karena kontak antar kulit, bonding yang terjadi membuat anak jauh lebih tenang. Pelukan orangtua membuat anak lebih nyaman dan ini bisa membantu menurunkan suhunya.

5. Kompres Hangat

Saat demam melanda, orangtua bisa memberikan kompres hangat pada anak untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya. Kenapa harus kompres hangat? Karena tubuh akan mebaca bahwa kondisi luar panas, sehingga tubuh perlu menurunkan suhu agar seimbang.

Celupkan handuk kecil bersih ke dalam baskom berisi air hangat, lalu tempelkan pada dahi anak. Hati-hati jika terlalu panas ya. Anak bisa jadi kaget atau cranky.

Cuma, metode ini agak merepotkan. Biasanya air di baskom akan cepat sekali dingin dan harus berkali-kali menuang untuk bisa mengompres dengan suhu hangat yang tepat.

Metode ini biasanya akan kurang nyaman juga buat anak. Falda selalu kesal kalau sedang saya kompres hangat. Karena bolak balik ditempelkan handuk hangat dan basah itu memang gak nyaman. Kadang air dari handuk mengalir ke sana sini walaupun sudah diperas dengan kencang. Ini makin bikin anak ga nyaman. Tak jarang saya sampai berantem kalau Falda menolak saya kompres. Saya khawatir dengan suhu tubuhnya, sementara ia tak mau saya bantu. Drama banget kan.

Untungnya sih sekarang sudah ada Hansaplast Cooling Fever. Hansaplast Cooling Fever ini bisa membantu menurunkan demam dengan lebih enak, gak pake drama. Dengan aroma peppermint dan Wintergreen oil yang menenangkan, plus karakter Disney, Frozen dan Marvel Avengers yang bisa dipilih, membuat anak lebih happy, gak pake drama. Cuma sekali tempel, bisa tahan hingga 8 jam.


Cara pakainya juga mudah:
* Bersihkan dahi atau bagian tubuh yang mau ditempel dari pasir,kotoran  atau keringat. Pastikan area yang akan ditempel bersih dan kering. 
*Buka plastik perekatnya
*Tempelkan di dahi, biarkan sampai suhu anak lebih stabil.

Oh ya, Hansaplast Cooling Fever ini sudah bisa didapatkan di beberapa minimarket dan apotik dekat rumah. Jika khawatir keluar rumah di masa Corona ini juga bisa didapat di beberapa marketplace ya.

Info lebih lengkap tentang Hansaplast Cooling Fever bisa didapat di websitenya www.hansaplast.co.id, IG officialnya @hansaplast_ID

6. Mandi Air Hangat

Jika di pagi atau siang hari anak demam, bisa juga diajak mandi air hangat. Prinsipnya sama dengan kompres hangat, membuat tubuh mengira suhu di luar kulitnya panas, lalu tubuh akan menyesuaikan dengan cara menurunkan suhu.

7. Minum Obat Penurun Panas

Ini sebenarnya langkah terakhir sih. Saya sebisa mungkin melakukan 6 langkah awal terlebih dahulu. Jika masih belum berhasil juga menurunkan suhu tubuh anak, baru langkah terakhir ini saya lakukan, minum obat penurun panas. 

Jika memang ga perlu banget, langkah ini jadi yang terakhir ketika usaha lain belum menunjukkan hasil. 

Jika setelah 3 hari, alias 72 jam demam tak kunjung mereda, segera lah ke dokter, Rumah sakit, atau fasilitas kesehatan terdekat. Biasanya akan diminta test darah untuk memastikan penyebabnya.

Ok mom, semoga tidak panik lagi ya kalau anak demam. Tetap bisa tenang dan keep cool 🌕

Tidak ada komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Kirim email ke siswadi.maya@gmail.com