Pages

Categories

HIN

HIN
Hijab Influencer Network
IBX5B48708796EE3

Kamis, 31 Oktober 2019

Yuk Hidup Sehat, Waspadai 3 Tanda Stroke!

Stroke! Mendengar kata yang satu ini rasanya bikin deg-degan. Stroke dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat dekat dengan kematian. Menurut data Kemenkes, Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi. Sekitar 21,1% kematian di Indonesia disebabkan oleh Stroke. 


Data JKN bahkan menyebutkan jika pembiayaan untuk pasien Stroke pada tahun 2018 mencapai IDR 2,5 Triliun. Waw, luar biasa ya. Andai angka ini bisa ditekan lebih rendah lagi, angka sebanyak itu tentu bisa digunakan untuk hal lain. 

Menurut dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, stroke sangat bisa dicegah. Caranya pun sangat mudah.


Dalam rangka hari stroke sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 Oktober, Kemenkes terus berusaha meningkatkan awareness tentang Stroke. Harapannya tentu saja agar pasien stroke semakin menurun dan kesadaran akan hidup sehat meningkat. 

Selama ini Kemenkes sudah melakukan beberapa kebijakan dalam penanganan stroke. Mulai dari promosi kesehatan (Informasi-edukasi), deteksi dini dengan mendorong aktifnya posbindu untuk para lansia guna mendeteksi tekanan darah, gula darah sementara, hingga pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang. 

Mama saya termasuk yang selalu rajin mengingatkan para tetangga dan kerabatnya untuk ikut posbindu dan melakukan kontrol setiap jadwal posbindu berlangsung. Saya termasuk orang yang selalu didorong-dorong untuk ikut kontrol :D.


Waspadai Gejala Stroke Ini

Berikut  ini adalah 3 gejala utama yang menunjukkan bahwa penderitanya sudah terkena stroke. Tak harus mengalami ketiga gejala, salah  satu tanda atau gejala saja sudah cukup sebagai penanda stroke sudah menyerang, terutama jika salah satu gejala muncul secara tiba-tiba!



Face Dropping
Wajah yang tiba-tiba miring, turun sebelah, patut dicurigai kalau ini adalah tanda stroke. Misalnya mata tiba-tiba turun sebelah, pipi turun sebelah, dst. Ketika menemukan salah satu orang yang kita kenal mengalami ini, segera rujuk ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Jangan ditunda-tunda.

Arm Weakness
Jika tiba-tiba salah satu tangan tiba-tiba lemah, tidak dapat digerakkan, tidak dapat diangkat, segera ke dokter. Ini salah satu tanda stroke!

Pak Iwan, salah satu survival stroke yang hadir memberikan testimoni pada Blogger Gathering Hari Stroke Sedunia yang diadakan di Gedung Kemenkes Kuningan pada 28 Oktober 2019 lalu menyebutkan, bahwa suatu ketika ia bangun pagi dalam keadaan salah satu tangannya tiba-tiba lemah dan tak dapat diangkat. Untung ia langsung ke Rumah Sakit. Penanganan yang termasuk cepat ini membuat pak Iwan lebih mudah pulih. Pak Iwan mengingatkan untuk selalu mengontrol tekanan darah dan hidup sehat.

Speech Difficulty
Ini juga salah satu tanda bahwa stroke sudah terjadi dan saatnya untuk membawa pasien ke dokter. Saat melihat gejala seseorang tiba-tiba mengalami kesulitan bicara, mendadak bicara pelo dan gak nyambung, segera bawa ke Rumah sakit ya teman-teman.

Time To Call
Ketiga gejala diatas sudah cukup kuat untuk menjadi pendorong agar segera telpon ambulan atau berangkat ke Rumah Sakit. 



Semakin cepat ditangani, semakin mudah pemulihan stroke terjadi.


Faktor Resiko Stroke

Ada beberapa hal yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stroke dibanding orang lainnya.

Merokok
Alkohol
Narkotika
Hipertensi
Diabetes
Sakit jantung
Pola makan buruk
Kurang aktifitas fisik

Ehhkk, ternyata yaaa, mager itu sangat berbahaya saudara-saudara.

Hayok hayook, mari hidup sehat, atur pola makan, rajin olahraga, enyahkan asap rokok, kurangi gula garam, jauhi stress, selalu kontrol tekanan darah dan kadar gula.

Coba deh ikuti pola GERMAS ala kemenkes, itu salah satu cara mudah untuk menjauhi berbagai penyakit tidak menular yang berpotensi merenggut nyawa. 

Tak hanya orangtua saja, anak-anak muda masa kini pun sama resikonya. Banyak kasus anak-anak muda yang mati di usia lebih muda. Entah karena pola makan buruk atau kurang aktifitas fisik dan gaya hidup yang tak sehat. 

Yuk deh, mulai hidup sehat. Kalau bukan untuk kita, minimal untuk anak-anak. Mereka butuh orangtua yang sehat dan bisa mendampingi mereka melalui berbagai tahap kehidupannya kan?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com