Pages

Categories

HIN

HIN
Hijab Influencer Network
IBX5B48708796EE3

Jumat, 12 Juli 2019

Ibukota Baru Indonesia

Pernah ga sih ngebayangin Indonesia bakal punya ibukota baru? Pernah membayangkan ibukota Indonesia bukan lagi Jakarta? Sebagai orang yang suka kenyamanan, rasanya agak sulit membayangkan Indonesia bakal pindah ibukota. Membayangkan repotnya pindahan, repotnya boyongan, hingga repotnya merubah beberapa system yang sudah berjalan di ibukota.

Indonesia akan pindah ibukota bukan lah jadi wacana baru. Rencana pemindahan ibukota pemerintahan ini rasanya sudah lama jadi wacana di Indonesia. Hanya saja, pelaksanaannya yang sampai sekarang belum terjadi. 


Bukan karena ga mau, tapi karena memindahkan ibukota pemerintahan pusat itu bukan lah perkara gampang, semudah membalik telapak tangan. Efek-efek pindahnya ibukota ke daerah lain ini lah yang masih menjadi kajian hingga saat ini. Apakah dengan pindahnya ibukota, akan berdampak pada perekonomian? Pada birokrasi, dsb.

Kalau melupakan efek jalur birokrasi, mungkin ibukota sudah pindah sejak dulu kali ya.

Kenapa sih pindahnya ibukota kembali menjadi topik pembahasan dalam beberapa bulan terakhir?






Topik menarik ini lah yang jadi bahan diskusi bersama FMB9 di gedung Bappenas bersama dengan Menteri Bappenas, Duta besar Brasil, hingga duta besar Indonesia untuk Brasil

Penduduk Indonesia selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sekitar 160 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Padahal jumlah penduduk Indonesia seluruhnya sekitar 250juta penduduk. Berarti hampir 58% penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa! 

Yang lebih timpang lagi, 20%nya tinggal di seputar Jabodetabek! Gila ga tuh? Roda perekonomian pun akhirnya ya terpusat di Pulau Jawa saja. Padahal, luas pulau Jawa ini tidak lah seluas pulau-pulau lainnya.

Pusat pemerintahan hendaknya tidak menjadi satu dengan pusat perekonomian, agar jalannya pemerintahan lebih lancar, tanpa kemacetan, keriweuhan, lebih tenang, dsb.

Jakarta sebagai ibukota negara memang menanggung beban yang cukup berat. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian, Jakarta kini diliputi berbagai permasalahan, mulai rawan banjir, tanah yang turun, muka air laut yang naik, hingga buruknya kualitas air sungai, 96% air kali Jakarta tercemar. 

Belum lagi, padatnya kendaraan di ibukota menyebabkan kemacetan tiada henti, tak mengenal waktu. Dengan kemacetan yang parah begini, memang agak sulit juga melakukan berbagai kegiatan pemerintahan dengan lancar, ya kan?

Menurut Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro. wacana pemindahan ibukota ini bukan hal baru. Bappenas sudah mengkajinya selama 1,5 tahun ini. Diharapkan pada tahun 2024 sudah terealisasi seutuhnya.

Tujuan Pemindahan Ibukota

Sebenarnya, apa sih tujuan penindahan ibukota ini?

1. Menurunkan kesenjangan

Diharapkan, pindahnya ibukota ke wilayah yang penduduknya lebih sedikit, akan menurunkan angka kesenjangan. Jadi masyarakat di luar Pulau Jawa bisa ikut merasakan pembangunan. Perekonomian tak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa dan kota Jakarta.

2. Mendorong Perdagangan Antar Wilayah

Dengan adanya ibukota baru, perdagangan di luar wilayah pusat diharapkan mendorong perdagangan semakin dinamis. Perdagangan antar wilayah akan semakin meningkat.

3. Mewujudkan Indonesia Sentris

Munculnya ibukota baru akan membuat pembangunan dan perekonomian lebih merata, tak hanya terpusat di ibukota saja

4. Mendukung Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 

Pada tahun 2045 nanti diharapkan Indonesia sudah menjadi negara maju *Aamiin. Pindahnya ibukota negara akan membuat pemerintah lebih fokus mengurusi pemerintahan

Duta besar Brasil untuk Indonesia menyebutkan. Brasil pun pernah mengalami masa "galau" saat akan memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro. Tapi pada akhirnya, dengan berbagai pertimbangan yang mirip dengan Indonesia, akhirnya mereka meneguhkan tekad untuk memindahkan ibukota.



Menurut pak Bambang, ibukota baru nantinya akan jadi kota satelit mandiri yang baru sama sekali, dibangun khusus sebagai ibukota. Jumlah penduduk ditargetkan tak lebih dari 1,5juta jiwa.

Biaya Pemindahan Ibukota


Bicara biaya, memindahkan ibukota tentunya butuh biaya yang cukup besar. Bahkan diperkirakan biayanya mencapai 400an T. Hmmm, dengan biaya sebesar itu, efektif ga ya?

Hm, walau diperkirakan membutuhkan biaya cukup besar, pak Bambang menjamin kalau pembiayaannya tidak akan banyak menggunakan APBN. Soal pembiayaan kan ga harus semuanya menggunakan anggaran negara. Bisa dari sumber lain, dari sponsor misalnya.

Kota tujuannya udah ada belum ya? Sejauh ini sih belum dipilih secara pasti akan pindah ke daerah mana. Tapi kemungkinan besar pindah pulau.

So guys, Kalina sendiri setuju ga sih dengan pemindahan ibukota ini? Kasih pendaapat dong dikomen.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com