Pages

Categories

HIN

HIN
Hijab Influencer Network
IBX5B48708796EE3

Sabtu, 04 Mei 2019

Menabung Emas Bersama Teman Treasury

Baru beberapa minggu lalu saya kasak kusuk dengan emak-emak di sebuah WAG tentang emas. Saya pengen tahu, bagaimana cara mereka membeli atau invest emas. Saya pengen tanya pengalaman mereka, dimana beli emas dan bagaimana cara mereka menabung emas. Soalnya, emak-emak di grup WAG ini rata-rata pemilik online shop yang luar biasa pintar mengelola keuangan. Mereka selalu update soal harga-harga bahan pokok dan diskon promo brand apa aja. Saya pengen belajar dari mereka soal invest emas.

Awalnya sih saya ingin menanyakan soal pembelian emas secara online yang sering ditawarkan sebuah marketplace setiap kali saya membayar tagihan. Sayangnya sih mereka juga ga terlalu familiar dengan tabungan emas online ini. Rata-rata mereka membeli emas secara offline atau ikut arisan emas.

Hm, saya sebenarnya sempat tertarik dengan arisan emas yang diadakan oleh beberapa teman. Tapi, waktu itu saya belum tertarik untuk melakukan investasi. Bukan karena ga percaya pada mereka, tapi karena memang uang buat investasinya yang belum ada. Hiks.


Alokasi Penghasilan


Padahal ini salah banget lho ternyata. Menurut Melvin Mumpuni, financial planner dan founder financialku, seharusnya tabungan dan investasi itu dialokasikan di awal, setelah bayar Pajak dan Donasi.




Kenapa sih tabungan dan investasi justru harus dialokasikan diawal, jauh sebelum pengeluaran rumah tangga? 

Agar pengeluaran tidak habis hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Namanya kebutuhan rumah tangga itu memang ga ada habis-habisnya guys. Kalau selalu diikuti, pasti akan habis terus. Yang ada kita ga akan pernah bisa nabung. Boro-boro mau donasi.

So, Melvin menyarankan agar alokasi tabungan dan investasi justru sebaiknya dilakukan di awal, setelah melakukan pajak, potongan dan donasi. Melvin malah menyarankan, jika di masa yang akan datang punya kebutuhan dana yang besar, sebaiknya budget tabungan dan investasinya juga dibuat besar.

Misalnya saya nih yang akan menyiapkan dana untuk kuliah Faldi dalam setahun ke depan, maka ga akan cukup jika saya hanya menyisihkan budget tabungan dan investasi sebesar 2 juta sebulan. Dalam setahun saya baru bisa mengumpulkan 20jutaan aja kan? Kurang dong buat biaya kuliah? So, saya perlu memperbesar anggaran tabungan dan investasi supaya cukup buat biaya kuliah anak-anak nantinya. Kecuali saya sudah punya cadangan investasi dan dana tabungan lainnya.

Menurut Warren Buffet, penghasilan yang bisa kita dapat itu hendaknya jangan hanya dari satu pintu. Melvin menyebutkan, semakin banyak pintu pemasukan, akan lebih baik. Bisa berupa penghasilan aktif, jika kita aktif, maka dapat penghasilan. Bisa juga berupa penghasilan pasif, walau sedang tak aktif pun, penghasilan tetap mengalir.

Emas bisa jadi salah satu bentuk tabungan atau investasi yang aman. Mungkin fluktuasinya tak terlalu tinggi, tapi kestabilan harganya bisa jadi jaminan investasi. Harga emas cenderung stabil dan naik. 

Saat ini, sudah banyak yang memfasilitasi masyarakat untuk bisa memulai tabungan emas. Misalnya pegadaian, online marketplace, atau yang sedang booming, aplikasi tabungan emas, Treasury.


Teman Treasury


Baru-baru ini, Fahlevi Dzulfikar, Business Analyst Executive Treasury meluncurkan sebuah fitur yang dapat memberikan penghasilan tambahan.




Teman treasury ini membuat kita bisa dapat penghasilan tambahan dengan memberikan kode referral ke teman-teman. Bonus yang diterima lumayan lho, mulai emas 0,003gr, sampai emas 0,05gr.

Jika ada sahabat kita yang tertarik bergabung di Teman Treasury, kita sebagai orang yang mengajaknya akan mendapatkan bonus. Jika sahabat tersebut mengajak kawan lainnya, kita juga kecipratan bonusnya. 

Bonus akan bertambah jika sahabat kita juga melakukan transaksi emas di Treasury. Itu belum termasuk poin yang akan kita dapatkan dan bisa diredeem dengan berbagai hadiah, termasuk emas gratis. Wuihiii, bikin mupeng yaaa.

Tapi, aman kah bertransaksi dan invest emas di Treasury? 

Tenang, Treasury merupakan anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia), asosiasi yang memayungi perusahaan dan institusi keuangan yang berbasis teknologi. Selain menjadi anggota AFTECH sebagai syarat utama, terdaftar di OJK (otoritas jasa keuangan) juga jadi syarat mutlak Treasury agar tetap bisa beroperasi.



Dalam hal emas, Treasury bekerja sama dengan UBS (Untung Bersama Sejahtera) yang menjadi penyedia dan pencetak emas yang ditransaksikan. So, jika sewaktu-waktu kita mau cetak fisik emas yang sudah ditabung di Treasury, bisa kog.

Bahkan jika sewaktu-waktu emas yang kita tabung di Treasury pengen dicairkan langsung ke rekening, bisa juga. Harganya akan mengikuti harga emas saat dicairkan. Asyik kan? 

So, kalau sekarang saya beli emas harganya 590ribu, setahun lagi saya mau cairkan emas saat harganya 650ribu, ya langsung dikonversi saat itu juga. 



Wuihii, jadi semangat nih nabung emas. Yaa, walau termasuk terlambat dalam urusan investasi, yang penting punya kemauan. Siapa tahu bisa jadi bukit, ya ga sih? Semangat!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com