Pages

Categories

IBX5B48708796EE3

Sabtu, 08 Desember 2018

Harapan Hidup Penyintas HIV Aids

Apa sih yang teman-teman tahu tentang HIV - Aids? Penyakit mematikan? Penyakit yang tak ada obatnya? Penyakit yang mengerikan?

Well, mustinya sih ga perlu segitu takutnya sama penyakit yang satu ini ya guys. Walaupun penyakit ini menular, tapi, penularannya ga semudah penularan virus flu atau virus lainnya. Walau HIV juga virus, tapi penularannya ga sembarangan. Dekat-dekat dan beraktifitas dengan ODHA (istilah untuk orang dengan HIV Aids), ga akan bikin kamu ujug-ujug ketularan kog.



Penularan HIV AIDS

Lantas bagaimana dong penularannya? Simak baik-baik ya
HIV AIDS cuma bisa menular melalui media berikut ini

1. Darah


Virus HIV Aids hanya bisa menular melalui jaringan atau peredaran darah, oleh sebab itu, penularannya biasanya melalui media berikut

a. Donor atau Transfusi Darah

Melalui donor atau transfusi darah, virus HIV akan leluasa masuk ke tubuh. Itu sebabnya, saat akan memberikan darah, petugas donor akan melakukan screening dan pengujian secara ketat. Jadi jangan khawatir ya soal ini. Insya Allah darah donor atau darah transfusi sudah aman berkat screening awal.

b. Pemakaian Jarum yang Tak Steril dan Berganti-ganti

Teman-teman, jarum suntik hendaknya hanya dipakai sekali, karena jika dipakai lebih dari sekali dan dipakai bergantian, bisa jadi pemakai berikutnya akan tertular oleh pemakai sebelumnya yang bisa jadi pembawa HIV. Jadi, perhatikan pemakaian jarum suntik ya.

2. Lendir

Hadeuh, maafkan kalau istilahnya agak kurang enak dibaca yaa. Tapi ini benar adanya. Sebenarnya mau saya tuliskan cairan tubuh, tapi nanti takutnya malah salah persepsi, dikira semua cairan tubuh bisa jadi media penularan, gawat kalo salah gini.

So, istilah lendir saya gunakan untuk menunjukkan bahwa penularan HIV melalui hubungan seksual. Cairan sperma dan cairan pada vagina bisa menjadi media pembawa virus HIV masuk ke tubuh calon korban. Itu sebabnya, disarankan agar melakukan hubungan seks yang aman dengan tidak berganti-ganti pasangan. Jika ingin lebih aman lagi, sebaiknya suami istri pun menggunakan "sarung pengaman". *cmiiw

3. Kelahiran

Ibu yang positif HIV, bisa berpotensi menularkan virus melalui anak. Tapi ini hanya terjadi melalui proses kehamilan dan persalinan. Virus akan masuk melalui pertemuan darah ibu dan bayi. Jadi ibu hamil yang positif HIV, bisa menularkan virus ini ke bayinya.

Nah, sebenarnya cuma dengan cara di atas virus HIV bisa berpindah atau menular, selebihnya ga akan menularkan guys. So jangan takut beraktifitas dengan ODHA ya. Mereka manusia biasa yang punya hak asasi untuk diperlakukan sama dengan yang lain.




Nah, bicara virus HIV, bagaimana cara mengetahuinya? 

Menurut Dr. Wiendra Waworuntu. M.kes, Direktur Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, "Satu-satunya cara mengetahui seseorang terkena HIV Aids adalah dengan melakukan tes HIV Aids!"


Jangan takut melakukan tes HIV Aids ya guys terutama jika kamu beresiko tinggi. Saat ini, virus HIV Aids sudah ada obatnya. Sudah bisa dikendalikan.


Obat HIV Aids

Jika pada jaman dulu kala HIV Aids itu identik dengan kematian. Kini, penyintas HIV Aids sudah bisa berbahagia dengan ditemukannya obat khusus bernama ARV, Anti RetroViral. Dengan meminum obat ARV secara teratur, sesuai jadwal, maka angka harapan hidup penyintas HIV menjadi semakin besar.

Salah satu penyintas HIV yang sudah merasakan hal ini adalah ibu Neneng dari Yayasan Sayap Kasih. Ibu Neneng tertular HIV dari suaminya yang meninggal sekitar 15 tahun lalu. Saat itu bu Neneng yang sedang hamil 4 bulan, baru tahu dirinya tertular HIV dan memeriksakan diri. Ternyata positif HIV. 

Sejak tahun 2003 bu Neneng secara rutin melakukan pengobatan. Pada masa itu belum ada ARV, tapi ada beberapa macam obat-obatan yang harus rutin ia konsumsi hingga muncul ARV. Alhamdulillah berkat disiplin mengkonsumsi obat, bu Neneng masih sehat hingga kini. Dua anak yang dilahirkannya pun dinyatakan negatif HIV. Subhanallah.

So, teman-teman, jika ada diantara kalian atau teman-teman kalian menjadi penyintas HIV, jangan takut tes darah, jangan takut konsultasi dokter, dan jangan takut berobat rutin. Harapan hidup kalian masih tinggi. Jangan sia-siakan hidup. Tetap semangat!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com