Pages

Categories

IBX5B48708796EE3

SOCIAL MEDIA

Rabu, 17 Oktober 2018

Menghadapi Suami yang Sedang Sakit

Menghadapi suami yang sedang sakit itu memang butuh kesabaran. Entah kenapa, pada saat-saat seperti itu mereka berubah menjadi super manja. Manjanya ga tanggung-tanggung, ngalahin anak-anak.

Mulai minta diambilin ini itu lah, tidur mulu lah, ngeluh ini itu lah. Wis pokoknya kalau lagi sakit, seolah-olah cuma dia yang paling menderita dan merasakan sakit yang teramat sangat.

Apalagi modelnya suami saya yang paling jago urusan mendeskripsikan "penderitaan" yang dialaminya.




"Bund, ini dada kog rasanya kayak ketarik-tarik ya kalau batuk, kayak ditusuk-tusuk ratusan paku!"

Belum cukup mengeluh seperti itu, kali lain ia juga akan menghiba-hiba dengan wajah memelas, curhat tentang rasa "sakitnya".

"Ya Allah bund, ini tulang rasanya kayak mau copot, kepala belakang kayak digandoli beras ribuan ton. Wajar ga sih?"

Kalau udah curhat gitu, laki-laki gagah perkasa bisa mendadak layu, lemes, minta dimanja, minta diperhatiin.

Sebagai istri yang baik *hoeek, saya pastinya akan berusaha melayaninya kan ya. Pengennya sih cuek, masa bodo, tapi mana berani. Ntar dipecat jadi istri *ehh.

Suami minta ambilin minum, siap ambilin. Suami minta dimasakin, siap masakin yang enak, sesuai kebutuhan sakitnya. Suami minta kerokin, siap sedia corat coret punggungnya pakai koin dan balsem. Yihaaa, ada yang bisa dijadiin pelampiasan *ehhh.

"Bund, ambilin air anget dong, tenggorokan aku kering banget"
"Iya, bentar ya yah"
"Ya Allah ini batuk kapan sembuhnya ya, dada kayak ketarik-tarik"

Begitulah keluhan suami berkali-kali kala ia dilanda batuk, beberapa minggu lalu.

"Tenggorokan aku ga enak banget bund. Enaknya diapain ya?"
"Biasanya sih kalau papa batuk suka dibuatkan air jahe sama mama"
"Hm, boleh juga. Enak juga kali ya minum air jahe"
"Kalau lagi batuk gini biasanya emang enak minum air jahe mas, anget dan nyaman buat tenggorokan"
"Ya udah mau deh, buatin air jahe ya"

Saya pun beranjak ke kulkas, membongkar koleksi bumbu dapur yang saya punya. Lha kog ga ada?

"Maaaasss, ini jahenya cuma secuil gini, bisa ga ya buat bikin air jahe?"
"Ya udah gapapa deh bund, buatin aja, udah ga enak banget ini tenggorokan"

Akhirnya, berbekal seruas jahe, saya rebus segelas air bersama jahe yang sudah dibersihkan. Saya belum pernah buat air jahe, jadinya ya ngira-ngira aja. Sengaja ga dipakaikan gula merah, suami kurang suka minuman manis.

Saat air jahe sudah siap disajikan, segera saya sodorkan ke suami

"Mas, nih minum air jahenya. Mudah-mudahan bisa enakan tenggorokannya"

Byuuurr...
Tiba-tiba suami menyemburkan air jahe yang baru saya buatkan

"Kenapa mas? Kepanasan ya? Pelan-pelan aja minumnya"
"Bukaaan, ambaaar. Ga ada rasa jahenya"
"Waduh"
"Yah maaf mas. Itu tadi emang jahenya cuma dikit, ga punya stok jahe"

Tiba-tiba pandangan saya tertumbuk pada kotak-kotak herbadrink yang ada di atas kulkas. 

Stok yang biasa saya siapkan, jaga-jaga kalau sewaktu-waktu perlu diminum saat sedang sakit seperti ini, atau saat sedang ga enak badan. Ada temulawak buat memperbaiki nafsu makan yang biasanya menurun saat sakit, lidah buaya buat melancarkan pencernaan dan sari jahe yang biasa saya minum hangat-hangat buat mengusir masuk angin. 

Ya ampuuun, kog ga kepikiran dari tadi sih soal stok ini *tepokjidat.

"Maaaaaas, ini ada sari jahe herbadrink nih. Aku buatin ini aja ya. Enak ini rasa jahenya kerasa  hangat dan ga terlalu manis" seru saya gembira

"Hmm..ga usah deh..ntar ga enak"
"Enak, kan mas pernah nyobain waktu radang sendi. Inget ga?"
"Ga ah, masih mual ini, ntar malah ga keminum"
"Aku buatin ntar sorean gimana?"
"Ya udah boleh deh"

Sore itu pun mas suami pun saya buatkan sari jahe sesuai janji.

"Ini mas, minum ya, biar enakan"




"Alhamdulillah, enakan ini bund. Makasih ya say"

Ah, lega rasanya suami mau meminum sari jahe buatan saya. Eh, bukan ding, ngaku-ngaku banget. Maksudnya sari jahe seduhan saya, hahaha. Sudah deg-degan dia ga mau minum atau komplain rasanya ga enak.

Alhamdulillah sari jahe seduhan saya berhasil diminum dan membuat suami menjadi lebih nyaman dan ga ngeluh lagi. Ya setidaknya kerewelannya tentang sakit jadi jauh berkurang. Semoga setelah ini ga rewel lagi. Kalau masih ngeluh tentang batuknya, tinggal sodorkan lagi sari jahe *tring

Menghadapi suami yang sedang sakit memang suka bikin panik kalau udah mulai ngeluh ini itu. Sampai lupa musti ngapain saking keburu sibuk menenangkan dan berusaha membuatnya merasa nyaman. Hal kecil sepele yang ada di depan mata pun bisa terlewat dan ga terpikirkan.

Saat menghadapi suami yang sedang sakit, istri memang musti sabar dan telaten. Musti waras dan fit juga. Jangan sampai dua-duanya tumbang dan ga bisa mikir, bisa gawat urusannya. Siapa yang merawat dan dirawat kalau sudah begitu?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com