Pages

Categories

IBX5B48708796EE3

SOCIAL MEDIA

Selasa, 30 Oktober 2018

Futri Zulya, "Working Mom Tetap Bisa Waras"

Menjadi wanita bekerja, Working Mom, seringkali dihadapkan pada masalah pengaturan waktu dan hidup seimbang. Seorang wanita yang bekerja, tidak hanya mengurusi "pekerjaan kantornya", tapi juga, mau ga mau, wajib mengurusi berbagai hal terkait rumah tangganya. 

Mau bagaimana pun kodrat perempuan, tetap saja hal ini ga bisa dipungkiri. Mau setinggi apapun tingkat pendidikannya, mau setinggi apa pun jenjang jabatannya, mau sebanyak apa pun kesibukannya, tetap saja, pada akhirnya wanita akan dihadapkan pada komitmen ini "Hei, mom, mana tanggung jawabmu sebagai ibu? Mana tanggung jawabmu sebagai istri?

Seorang perempuan bekerja, terutama pada kultur budaya Indonesia yang umumnya Patriarki, mewajibkan perempuan untuk mengurusi segala kebutuhan rumahtangganya. Sesibuk apa pun yang bersangkutan! 

Seorang perempuan, baru bisa dianggap sukses, jika ia mampu menjadi ibu yang baik, punya anak sukses berprestasi, suami terurus, dan kehidupan rumahtangganya berjalan lancar. Mau yang bersangkutan bekerja atau tidak, tetap saja tolak ukurnya akan seperti itu. Mau sesukses apapun karirnya, tetap saja balik-baliknya ke situ lagi, lagi, dan lagi. Ukuran sukses perempuan Indonesia itu ya memang begitu. Ini udah jadi budaya, dan memang sulit diubah. Mau nangis darah juga tetap aja segalanya jadi urusan perempuan, hiks.

Menjadi perempuan di Indonesia itu berat jenderal *ehhk *plak *curhat

Jika seorang wanita memilih aktif, memaksimalkan potensi diri, tetap saja ada hal yang tak boleh ia lupakan, tanggung jawabnya terhadap keberlangsungan rumahtangga. Saat suami memberinya ijin untuk bekerja, maka ia pun harus sanggup menjadi seorang MOM, Master of multitasking. Mulai dari mengurus anak-anak, suami, hingga tetek bengek pekerjaan rumahtangga. 

Ini lah yang disampaikan oleh Futri Zulya Savitri, CEO PT. Batin Eka Perkasa (BEP), pemasar produk Haneda, pada Sabtu, 27 Oktober 2018 lalu di kantornya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.



Putri pertama ketua MPR/DPR Zulkifli Hasan ini menyebutkan "perempuan disebut MOM, karena memang ia adalah seorang master of multitasking". Kekuatan perempuan ini lah yang mustinya bisa dimanfaatkan untuk membuatnya lebih sukses.

Istri dari Mumtaz Rais yang sukses mengelola banyak bisnis (termasuk bisnis kecantikan, Z beauty) ini menyebutkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan working mom untuk tetap waras dalam menjalankan karir dan mengurus rumahtangga.

1. Let's Go off Your Guilt. Bangun Support system




Ini hal utama dan paling penting yang perlu dilakukan seorang ibu, ketika ia memutuskan untuk bekerja. Buang jauh-jauh rasa bersalah kurang bisa mendampingi keluarga sepenuhnya, komunikasikan pada orang terdekat tentang keputusan untuk bekerja, minta dukungan dan bantuan dari mereka. Minta support.

Ketika support system sudah terbangun, mom akan bisa bekerja dengan tenang. Mereka juga akan dengan sukacita membantu kelancaran dalam bekerja.

Support system itu ada banyak. Yang utama tentu saja suami, kemudian orangtua, saudara, kakak adik, dsb. Selain keluarga, support system yang lain bisa juga berupa asisten rumahtangga, baby sitter, karyawan, dsb.

Saat akan merekrut asisten rumah tangga maupun baby sitter, tak ada salahnya untuk melakukan interview dan tracking record yang bersangkutan. Cek latar belakang keluarganya, riwayat kerjanya, dsb. Kenapa ini perlu dilakukan? Asisten ini akan mempengaruhi kelancaran mom dalam bekerja. Dengan merekrut orang yang bisa dipercaya, mom akan bisa dengan tenang bekerja.

Walaupun sudah mendapatkan orang yang bisa dipercaya, bukan berarti para mom bisa lepas tangan begitu saja. Menurut menantu Amien Rais ini, seorang ibu harus lah tetap yang menjadi pemegang kendali rumahtangga dan pengasuhan anak-anak.

Bekali para asisten dengan tugas-tugas dan pengetahuan tentang kebiasaan yang biasa mom terapkan dalam pengasuhan anak. Jangan lepaskan mereka begitu saja. 

Begitu juga jika kegiatan pengasuhan diberikan ke kakek nenek, cara pengasuhan orangtua tetap perlu diinfokan ke mereka. Agar tidak terjadi cara pengasuhan yang berbeda, yang membuat anak-anak bingung dan mengacaukan pola asuh orangtua.


2. Let's Get Organize. Buat Semua Terencana




Saat tersibuk para working mom itu biasanya ada di pagi hari. Seolah-olah semua harus bisa tercapai bersamaan di pagi hari. Menyiapkan sarapan, menyiapkan perlengkapan sekolah dan kerja, menyiapkan bekal, dsb. 

Padahal, kalau direncanakan dengan baik, semua bisa lho disiapkan sejak semalam atau beberapa hari sebelumnya. Yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan menjadwalkan segala sesuatunya dengan baik.

Misalnya nih, menyiapkan seragam dan perlengkapan sekolah di malam sebelumnya. Menyiapkan bumbu-bumbu dan bahan untuk masak bekal sekolah atau sarapan, bisa disiapkan di malam sebelumnya, pagi-pagi tinggal srang sreng sebentar. Kalau rajin, bisa deh buat nugget dan stok di kulkas pada hari libur, saat hari sekolah tinggal masak sebentar di pagi hari.

Saya sendiri biasa masak bumbu balado yang banyak untuk stok 1-2 minggu. Pada hari H dibutuhkan, saya tinggal goreng ayam/ikan, tambahkan balado deh. Kalau lagi rajin juga biasanya saya buat nugget.

3. Communicate With Your Employer. 




Nah ini sarannya Futri, kalau bisa, cari lah tempat bekerja yang ramah ibu bekerja. Sebutkan status kita sebagai ibu yang mempunyai suami dan anak. Tanyakan tentang kemungkinan untuk izin jika ada hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan anak. Apakah boleh ijin untuk ambil raport atau mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. Tempat bekerja yang ramah terhadap ibu akan membuat working mom bisa bekerja dan berkarya dengan tenang.

4. Set Your Priority, Limit Time Waster Activity




Nah ini, salah satu kelemahan working mom, waktunya terbatas. So, harus pintar-pintar membagi waktu. Kurangi melakukan hal-hal ga penting yang dapat mencuri waktu. Kurangi hang out ga penting, ga ada tujuan, kurangi browsing hal ga jelas. Perbanyak waktu untuk keluarga. Futri mengaku, sejak menikah dan menjalankan berbagai bisnis, waktunya untuk kumpul-kumpul menjadi berkurang, teman-temannya menyusut. Waktu luangnya lebih banyak dihabiskan untuk keluarga.

Saran Futri, biasa kan untuk melakukan switch mode. Saat di kantor, tanggalkan status ibu rumah tangga, switch ke mode ibu bekerja. Sebaliknya, saat sudah berada di rumah, tanggalkan deh segala atribut ibu bekerja. Sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah. Switch mode to a mom. Temani anak dan suami beraktifitas di rumah.

Walau harus membatasi banyak hal, Futri tetap menyarankan agar para mom menyediakan waktu untuk me time. Yes, jadi working mom harus tetap bisa waras. Luangkan waktu, manjakan diri. Misalnya pergi ke salon, merawat diri, dsb.

5. Cermat Merencanakan Keuangan Keluarga




Masih berkaitan dengan peran wanita yang menuntutnya untuk jadi mom, master of multitasking, para mom memang mau ga mau harus bisa mengatur keuangan rumahtangga. Ngurusan printilan bayar segala macam tagihan, spp, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Agar memudahkan, Futri menyarankan agar para mom membuat list kebutuhan rumahtangga, membuat post-post budget. Jika memungkinkan, buat bank tersendiri untuk tiap post. Jika tidak mungkin, pakai cara konvensional, masukkan tiap budget ke dalam amplop! Jangan diutak atik jika tidak diperlukan. Disiplin kuncinya.

Urusan pembayaran tagihan, Futri menggunakan fasilitas auto debet dari bank. Hal ini untuk memudahkan dalam mengorganisasi semuanya, jadi ga dipusingkan lagi urusan kapan harus bayar ini itu, semua sudah terjadwal.

Fiuuh, banyak ya urusannya working mom ini. Udah lah ngurusin kerjaan kantor, masih harus ngurusin kerjaan rumah juga. Hahaha.

Nah, berhubung topik hari itu adalah tentang working mom, Futri juga ngasih tips menggunakan make up yang simpel untuk ke kantor nih.



Sst, Futri kasih bocoran, kunci make up yang bagus itu ada pada primer atau base make up, foundation, dan setting spray. Tak ada salahnya investasi agak mahal pada foundation, karena ini akan membuat kulit wajah kita menjadi lebih halus dan terlihat bagus. Primer, atau base make up berguna untuk menjadi dasar make up dan membuat make up lebih nempel, jadi lebih tahan lama. Setting spray gunanya untuk mengunci make up yang sudah jadi, agar tak mudah luntur.

Seru kan acara hari itu. Saya dapat banyak sekali masukan dan insight. Sebagai working mom juga, walau ga full time, tetap aja saya mengalami banyak strugling yang kadang suka bikin pusing. 

Moga-moga tips dari Futri ini bisa membantu menyeimbangkan hidup kita ya, para working mom. Semangat

1 komentar :

  1. Ternyata kunci make up bagus primer dan foundation, huhu baru tahu.

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com