Pages

IBX5B48708796EE3

SOCIAL MEDIA

Kamis, 10 Mei 2018

Kaum Muda Invest Properti? Why Not? Cek PropertyExpo.id

Beberapa waktu lalu, saya menulis status di facebook "emang bener deh, kalau mau punya rumah itu, baiknya sebelum nikah/sebelum punya anak/sebelum anak-anak mulai sekolah"




Pemikiran ini tiba-tiba datang begitu saja, karena teringat kondisi saya. Setelah menikah lebih dari 13 tahun, baru punya rumah. Saat anak-anak sudah bersekolah. Terbayang donk besarnya biaya bulanan yang kami tanggung, ditambah cicilan rumah. Uang sekolah, uang buku, uang kegiatan, seragam, uang belanja, uang jajan, listrik, telpon, transport, dan sebagainya. 


Saya lantas berkhayal, andai waktu bisa diputar dan ditarik mundur, mustinya dari dulu-dulu saja kami punya rumah. Saat anak-anak masih kecil, belum sekolah, dan tanggungan belum banyak. 

Bahkan, harusnya punya rumah atau setidaknya properti, jauh sebelum menikah. Entah sudah ada jodoh, atau belum. Saat sudah punya penghasilan sendiri dan uangnya asyik dibelanjain ini itu, tanpa mikir tanggungan. Sayangnya, yang mikir begini mungkin masih sedikit banget, seperti diskusi saya dengan Oline ini.





Tapi, kalo rejekinya baru ada, bagaimana donk? Hihihi, ini yang diributkan teman-teman yang mengomentari status saya. Ada yang ga setuju, walau ada banyak juga yang paham dengan maksud saya menulis status tersebut. 


Kendala Membeli Properti


Biasanya, yang menjadi kendala dalam membeli rumah adalah minimnya dana untuk uang muka pembayaran rumah, alias ga cukup untuk membayar DP (Down Payment). Musti nabung dulu, bertahun-tahun. 


Sayangnya, kenaikan harga rumah ga sebanding dengan kecepatan menabung (konvensional). 

Niat hati mau mencicil uang muka. Nabung dikit-dikit supaya terkumpul buat DP. Giliran udah terkumpul, dirasa cukup untuk membayar uang muka rumah yang dulu diintip-intip dan ditaksir, eh, uang tersebut sudah tak cukup lagi untuk membayar DP, karena harganya sudah meningkat berkali-kali lipat


Itu sebabnya saya sampai menulis status seperti itu di facebook. 

Dengan kata lain, saya menyesal, kenapa ga dari dulu aja beli rumah. Andai memulai investasi lebih awal, kami pasti dapat rumah lebih murah, cicilan lebih ringan, dan harga rumah itu pasti sudah tinggi sekarang.

Sayangnya, dulu kami terlalu naif, mau beli rumah dengan nabung uang muka secara konvensional. Alhasil tabungan ga kunjung cukup untuk membayar DP, hiks. Karena ya itu tadi, harga rumahnya naik terus dengan cepat!

Nah, pengalaman kami ini sebaiknya jadi pelajaran buat para kaum muda, generasi milenial. Membeli properti jangan ditunda-tunda. Selagi punya penghasilan, segera kan. Ga harus mikir properti tersebut untuk calon pasangan, invest aja dulu untuk diri sendiri. Daripada uang yang ada habis tanpa disadari. Ketika saatnya butuh tempat tinggal, uang yang ada sudah tak cukup lagi untuk membeli properti.

Kenaikan Harga Properti


Tingginya kenaikan harga properti, di satu sisi bikin sesak. Di sisi lain, sangat menguntungkan bagi yang suka investasi. Mungkin saat membeli akan membuat sesak dan berdarah-darah, tapi nilainya selalu naik. Saat cicilan lunas, harga rumah atau apartemen sudah naik bahkan sampai 1000x dari harga saat beli. 



Konon, menurut pak Ali Tranghanda pada detikFinance, kenaikan harga properti bisa 8-10% per tahun, bahkan ekstrimnya, bisa sampai 20% per tahun! Ckckck... 

Beli rumah harga 50 juta, dalam 1-2 bulan harganya udah naik jadi 70-80 juta. Apalagi kalau beli rumah di tempat yang strategis dan banyak peminatnya, kenaikannya bisa lebih cepat lagi. 

Beda dengan beli gadget atau otomotif, belinya harga tinggi, ga sampai setahun harganya udah turun sampai lebih dari 50%. Beli smartphone harga 7 juta, ga sampai sebulan harganya turun jadi 3-4 juta, bahkan kalau dijual second, dijual 2 juta aja udah bagus.

So, invest gadget/otomotif atau properti?


Kalau kata Safir Senduk, mencicil rumah itu hampir sama dengan menabung. Justru lebih untung menabung properti, karena ada kenaikan nilai. 

Beneran deh, membeli properti lebih awal itu banyak banget untungnya. 


Keuntungan Beli Properti


* Uang jadi jelas habisnya (untuk cicilan) dan jelas wujudnya
* Secara ga sengaja jadi dipaksa menabung (jika mencicil)
* Investasi Jelas dengan keuntungan tinggi
* Balik modal cepat (baru beli, dalam hitungan bulan harganya sudah naik, saat dijual kembali sudah untung)

Properti seperti apa yang menguntungkan? Properti yang disewakan harian! Nah lho? Maksudnya gimana? Saya pernah mengulas hal ini di Bijak dalam Mengelola keuangan.


So teman-teman, jika masih mikir-mikir mau beli properti, coba pertimbangkan ulang. 

Jika memang tak cukup uang untuk depe, coba deh pinjam orang tua atau saudara untuk membantu bayar depe, nanti bisa bayar dengan mencicil. 

Ini yang disarankan oleh Pak Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch saat perkenalan propertyexpo.id, pada 8 Mei 2018 lalu di Golden Tulip Passer Baroe, Jakarta.


Pak Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, sedang menjelaskan propertyexpo.id
Pak Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, sedang menjelaskan propertyexpo.id


Propertyexpo.id


Propertyexpo.id sesungguhnya merupakan bentuk lain pameran properti konvensional, tapi dalam bentuk online. Nah, lho, online? Maksudnya?

Jadi gini, jika pameran properti konvensional biasanya menampilkan berbagai proyek pengembang. Pameran online yang diusung propertyexpo.id ini pun mengusung konsep sama, menampilkan beberapa proyek pengembang. Hanya saja, bentuknya online.


Tampilan propertyexpo.id via pc/laptop
Tampilan propertyexpo.id via pc/laptop


Kenapa online?

Tahu sendiri dong, pameran properti biasanya diadakan di pusat-pusat kota atau tempat-tempat strategis, yang rawan macet, susah parkir, dan penuh sesak. 

Beberapa orang akhirnya enggan datang ke pameran-pameran properti, karena sudah membayangkan malesnya macet dan susahnya cari parkir. Kaum muda apalagi, daripada ribet ke pameran properti, mending ke tempat lain, ngopi misalnya *ehhh.

Hal ini tak lepas dari pengamatan Indonesia Property Watch. Mengapa gairah membeli dan mendatangi pameran properti kian menurun? Salah satunya ya itu tadi, macet, penuh, dan susah parkir.

So, Indonesia Property Watch pun menggagas sebuah terobosan, membuat pameran properti secara online. Dalam satu periode waktu, ada beberapa proyek pengembang yang berpameran secara online di situs propertyexpo.id. 


Yippie, ada voucher diskon

Banyak keuntungan yang bisa didapat dengan mengunjungi pameran online ini. Ga perlu pusing cari parkir, bayar mahal buat bensin, parkir, dan jajan, dan ga perlu juga desak-desakan dengan pengunjung lain.

Selama periode pameran, calon konsumen bisa browsing berbagai proyek pengembang yang ada di display. Tinggal memilih mau investasi di kota mana. Bisa ngobrol juga dengan marketingnya via chat whatsapp yang disediakan. Plus bisa dapat diskon banyak juga dengan adanya voucher diskon, layaknya pameran properti konvensional.





Nah, keuntungan bagi para marketing dan pengembang ya jelas, hemat waktu dan hemat biaya promosi. Ga perlu sengaja menyediakan waktu pameran, marketing bisa menyediakan waktu kapan pun sambil melakukan hal lain, ga cuma fokus menunggu di pameran. Pengembang juga ga perlu lagi harus mengeluarkan budget lebih untuk menyewa ruang untuk pameran.

Mulai 1-31 Mei 2018, sedang berlangsung pameran online di propertyexpo.id. Ada lebih dari 20 pengembang di berbagai kota yang ikut berpameran. Mulai dari Bogor, Bekasi, Jakarta, Makassar, Tangerang, Maja, Serang, dsb.

Seru ya? Saya sampai bolak balik ngintipin propertyexpo.id ini nih buat lihat-lihat rumah dan harga-harganya. Kali-kali bisa invest lagi *ehh. 

Lumayan lho, harganya memang disesuaikan dengan kebutuhan kaum milenial, ga lebih dari 750 juta. Rumah sederhana pun ada, seperti di Maja yang harganya cuma 130 jutaan aja. Padahal pengembangnya Ciputra, yang terkenal jago mengembangkan perumahan kelas atas. Siapa ga mupeng?

Baru pertama nih ada pameran properti online seperti ini. Semoga dengan adanya propertyexpo.id ini kembali meningkatkan gairah kaum muda, generasi milenial, untuk membeli properti, menginvestasikan uangnya dengan lebih bijak.

5 komentar :

  1. Ga perlu capek-capek samperin ke mall atau property expo exhibition ya. Tinggal klik aja.

    BalasHapus
  2. Sekarang gak perlu macet-macetan lagi kalau mau lihat-lihat pameran property ya mbak. Sudah ada property expo online

    BalasHapus
  3. Kalau membeli properti by online itu memang anti macet dan memudahkan banget. Penting banget untuk investasi

    BalasHapus
  4. bener mba, mulai mikirin dari sebelum nikah. maksain diri buat membeli rumah dengan nabung. kalau gakk gitu buat jajan melulu

    BalasHapus
  5. Menabung buat beli rumah itu katanya susah banget. Tp kayaknya kalo dari muda banget dan fokus kesitu bisa deh ya. Kl uda terlanjut berkeluarga kan tambah banyak keperluannya

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com