Pages

IBX5B48708796EE3

SOCIAL MEDIA

Kamis, 05 Juli 2018

Mengenal Nilai Uang Melalui Kurikulum Cha-Ching

Soal nilai uang, sejak 3F masih usia 4-5 tahunan, saat mereka masuk TK, sudah mulai saya kenalkan. Bukan sengaja dipaksa belajar, tapi dikenalkan nilainya melalui kegiatan sehari-hari. Paling mudahnya sih mereka mulai kenal uang saat terima THR kalau pas lebaran, walau belum tahu persis nilai uangnya. 


Mengenalkan Nilai Uang


Anak-anak juga belajar mengenal uang lewat kegiatan membantu bunda belanja atau membayar uang di kasir. Hehehe. Kalau lagi repot ga bisa bela beli sesuatu ke warung, saya biasa meminta tolong anak-anak membelikan sesuatu. Misalnya minta tolong beliin terigu, gula, garam, or telur.

Awalnya mah anak-anak mungkin belum tahu nilai uang yang dibelanjakannya. Dikasih uang 5000 untuk beli terigu seperempat kilo dan terima kembalian 2000 pun ya pasrah aja. saat saya tanya,

"harga terigunya berapa? 3000?"
"Ga tahu, bund".

Padahal harga terigu seperempat kilo cuma 2000. Berarti kan kembaliannya kurang 1000.

"Fal, harga terigu itu cuma 2000, berarti ini kembaliannya kurang 1000"

Saya sih ga marahin anak-anak untuk kembalian yang kurang. Ga juga menyalahkan ibu warung yang mungkin sedang sibuk atau lieur dengan konsumen lain sehingga salah menghitung kembalian.

Ajang seperti itu justru saya jadikan sarana untuk belajar mengenalkan nilai uang pada anak-anak. Bahwa dengan sejumlah uang tertentu, ada berapa benda yang bisa mereka dapatkan. Akhirnya secara ga langsung jadi tahu harga tiap barang. Dengan konsisten meminta belanja seperti ini, mereka akhirnya jadi tahu dan bisa berhitung-hitung. Jika ingin membeli sesuatu, mereka harus menyiapkan dana berapa.

Ini juga yang membuat mereka bisa belajar mengatur uangbelajar bersepakat, hingga bisa belajar menimbang dan membandingkan harga.


Mengapa Pendidikan Dini Dasar Keuangan Penting


Rupanya, sebuah penelitian dari University of Cambridge mengungkapkan bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun (sumber : https://www.telegraph.co.uk/finance/personalfinance/10075722/Money-habits-are-formed-by-age-seven.html). Artinya, pada usia ini, mereka sudah mulai membentuk kebiasaan menggunakan uang. 



Apakah nantinya anak-anak akan menjadi orang yang terbiasa menunda membelanjakan uang dan memilih menabung untuk membeli sesuatu? Atau menjadi orang impulsif yang dengan mudah membelanjakan uang yang didapatnya untuk sesuatu yang diinginkan? Semua kebiasaan penggunaan uang ini telah terbentuk sejak usia 7 tahun.

Karena itu lah. penting banget memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia dini. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya nilai uang, sehingga anak-anak dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik saat dewasa.

Sejalan dengan itu, Prudential Indonesia pun mengenalkan kurikulum “Cha-Ching” pada komunitas edukasi di Jabodetabek pada 30 Juni 2018 di Taman Edukasi Mataram, Jakarta Selatan, untuk membantu menanamkan keterampilan pengelolaan uang dasar pada anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun.


Komunitas-komunitas yang ikut hadir antara lain Komunitas Belajar Sejahterakan Indonesia, Komunitas Jendela, BEBEK Berkarya, Komunitas Kampung Vietnam dan Mari Mengajar. Kegiatan ini berlangsung sebagai salah satu bentuk dukungan Prudential Indonesia terhadap upaya peningkatan literasi keuangan sejak dini, sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.76/POJK.05/2016, melalui edukasi keuangan pada masyarakat Indonesia.


Suasana Workshop Kurikulum Cha-Ching di Taman Mataram
Suasana Workshop Kurikulum Cha-Ching di Taman Mataram


Kurikulum Cha-Ching


Cha-Ching adalah platform pendidikan keuangan global dari Prudential yang di kembangkan di Asia. Hingga tahun 2017 telah sukses menjangkau lebih dari satu juta orang di Indonesia melalui media online serta kegiatan off air. 

Pada tahun 2012, Prudential Indonesia mulai mengenalkan Kurikulum Cha-Ching. Cha-Ching menggunakan berbagai saluran untuk menjangkau masyarakat Indonesia melalui media sosial (Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube), Website, dan segmen yang ditayangkan di saluran TV Cartoon Network.






Dasar pengajaran dari kurikulum Cha-Ching adalah menanamkan empat konsep utama pengelolaan uang.


Earn (Memperoleh)

Anak-anak perlu tahu, bagaimana uang diperoleh. Bagaimana cara mendapatkan uang. Darimana uang bisa mereka dapatkan. 

Dengan kurikulum ini, anak-anak diajak berpikir, cara menghasilkan uang. Apa yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan uang? Bisa dengan menjadi penyanyi, menjual barang-barang, membuat sebuah karya dan menjualnya, dan sebagainya. 

Intinya sih anak-anak perlu belajar bahwa uang tidak datang dengan mudah begitu saja, tapi perlu usaha lebih.


Save (Menyimpan)


Setelah tahu cara berjuang untuk menghasilkan uang, anak-anak kemudian perlu belajar cara menyimpannya. Kenapa sih belajar menyimpan dulu, bukan membelanjakan? Ini untuk membentuk kebiasaan baik pada anak agar terbiasa menyisihkan pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain. 

Pengelolaan keuangan yang baik itu hendaknya membiasakan untuk langsung menyisihkan uang untuk ditabung atau diinvestasikan. Baru lah sisanya bisa dibelanjakan. Bukan sebaliknya!

Anak-anak juga diajarkan cara menabung untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Mereka diajarkan untuk menabung dengan tujuan tertentu. Misalnya menabung dengan tujuan untuk sekolah S2 di luar negeri. 

  Belajar Menabung dengan Tujuan
Belajar Menabung dengan Tujuan


Jika ingin sukses menabung, harus jelas tujuannya. Anak-anak perlu belajar menabung dengan Tujuan yang jelas. 

Dengan adanya tujuan jangka panjang yang jelas, semangat menabung akan lebih besar, lebih mudah konsisten. Ga mudah tergoda untuk menggunakan uang yang ada untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan dan masih bisa ditunda pembeliannya.

Spend (Membelanjakan) 


Setelah menyisihkan uang untuk ditabung, bayar ini itu, selanjutnya anak-anak diajarkan cara membelanjakan uang dengan bijak. Menyisihkan uang hanya untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan. 

Anak-anak belajar memilah mana kebutuhan, mana keinginan. Belajar cara berhitung-hitung uang yang mereka perlukan untuk berbelanja sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan.

Anak-anak juga diajak belajar menunda membeli sesuatu yang belum mereka perlukan. Belajar mengendalikan diri, tidak terburu-buru ingin membeli sesuatu tanpa berpikir sebelumnya.


Donate (Menyumbangkan)


Terakhir, pelajaran yang juga tak kalah penting, anak-anak dikenalkan untuk menggunakan uang untuk sesuatu yang bersifat sosial. Anak-anak diajarkan untuk menyumbangkan apa yang mereka miliki. Mereka diajarkan untuk berempati terhadap korban gempa misalnya.


Salah satu bagian dari lembar kerja dalam kurikulum Cha-ching
Salah satu bagian dari lembar kerja dalam kurikulum Cha-ching


Sejak tahun 2015 lalu, Cha-Ching juga bekerja sama dengan lebih dari 20 Sekolah Dasar sekitar Jabodetabek melalui program ‘Cha-Ching Goes to School.


Pada tahun 2017, nilai-nilai pengelolaan uang dasar “Cha-Ching” juga dimasukkan ke dalam kurikulum Sekolah Dasar di Sidoarjo, Jawa Timur. Kurikulum Cha-Ching sudah diberikan di 602 sekolah di Sidoarjo. Sudah lebih dari 29.000 siswa Sekolah Dasar dan sekitar 1.000 guru yang mendapatkan literasi keuangan ala Kurikulum Cha-Ching ini.


Karakter grup band Cha-Ching di Taman Mataram Jakarta.


Seneng banget bisa ikutan Workshop kurikulum Cha-Ching ini. Awalnya sih saya sempat underestimate, apa istimewanya kurikulum ini. Tapi begitu mempelajari, saya malah tertarik mengimplementasikan kurikulum ini untuk anak-anak di sekolah. Kalau tertarik menerapkannya di sekolah-sekolah, bisa menghubungi Prudential Indonesia.

Senin, 25 Juni 2018

Wakaf Qur'an, Upaya Menebar untuk Negeri

Islam di Indonesia menjadi agama mayoritas. Umat muslim di Indonesia ini jumlahnya sangat banyak. Tapi, dari sekian banyak umat muslim itu, hanya sedikit yang mempunyai Alquran. Bahkan ada juga yang buta Qur'an. Sedih ga sih?

Wakaf Quran





Nah, sejak tahun 2008, PT. Sinar Mas, melalui anak perusahaannya, Asia Pulp & Paper (APP) melakukan Wakaf Quran untuk Negeri. 

Apa saja yang sudah disalurkan?
800 ribu mushaf Alquran 
50.000 buku panduan membaca Alquran dan Juz Amma 
300 set Alquran Braille untuk tuna netra. 

Bulan Mei 2018 lalu, PT APP melakukan wakaf Quran kepada beberapa lembaga, mulai pemerintah kota, kepolisian, hingga pondok pesantren. Salah satunya Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. 

Penyaluran Wakaf Quran ini dilakukan melalui mitra, maupun pilar bisnis Sinar Mas yang tersebar di berbagai wilayah. Semua Alquran yang diwakafkan itu dicetak di atas kertas Sinar Tech. 

Qur'an Paper


Kertas yang digunakan untuk wakaf quran ini dikenal juga sebagai Quran Paper (QPP) yang dikembangkan oleh Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang, khusus digunakan untuk pencetakan kitab suci dan buku agama. 

Oh ya, agar layak digunakan sebagai kertas dalam sebuah kitab suci, kertas yang digunakan harus memenuhi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia. Apalagi untuk digunakan mencetak Al-Quran yang berisi kalam, firman Allah SWT.
Ga bisa main-main kan? 

Qur’an paper (QPP) dikembangkan dengan mengutamakan aspek halalan toyyiban atau produk yang halal dan baik. Sebuah produk halal terjadi lewat rangkaian proses panjang.

Apa saja yang harus halal?
1. Halal bahan baku 
Bahan baku pembuat kertas yang digunakan harus lah dari bahan yang halal
2. Halal proses pembuatan dan peralatan yang digunakan 
3. Halal pula proses penyimpanannya 

Prinsipnya, mulai dari mesin, harus terbebas dari najis. hingga dalam penggunaan bahan baku. 

Barang yang baik harus dihasilkan melalui proses yang baik

Berhubung bahan baku dan proses produksinya sudah memenuhi kaidah kehalalan, 90 persen produksi APP ini sampai di ekspor ke berbagai negara Asia dan Afrika lho. Keren kan?

Qur’an paper (QPP) Sinar Tech yang diproduksi oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang Mill, merupakan kertas berwarna dengan tekstur halus, daya serap tinta yang baik, dengan tingkat pencerahan warna yang maksimal. 

Dengan desain khusus untuk bahan dasar kitab suci Al-Qur’an, yang memiliki spesifikasi :
High Smoothness, tingkat kehalusan sangat tinggi, 
High Opacity, menjadikan tulisan
tidak berbayang meski dicetak bolak-balik, 
High Average, pori-pori kertas menyebar secara merata, menjadikan setiap titik dan huruf Al-Qur’an dapat tercetak maksimal di setiap bagian. 

Walaupun halus, QPP sanggup mendukung percetakan hingga 15.000 lembar per jam dengan ketahanan dan warna kertas yang bisa bertahan sampai 100 tahun jika pemakaian normal. Wuiih, lama juga ya bisa bertaham sampai 100 tahun.

Kehalalan dan berbagai kelebihannya terjamin melalui sertifikat Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ISO 9706 yang telah dilabelkan pada produk QPP Sinar Tech.


Sejarah Nama Qur'an Paper (QPP)


Nama QPP muncul tahun 2002-2003, saat IKPP Tangerang berinovasi mengembangkan dan memasarkan kertas bewarna, salah satunya pastel, creamish paper.


Saat creamish paper mulai ditingkatkan kualitasnya memasuki pasar Timur Tengah, belum ada nama yang terpilih. Klien dari Pakistan mencetuskan ide untuk memberi nama sesuai peruntukannya, mencetak Al-Quran. Akhirnya, terciptalah nama Qur’an Paper (QPP). 

Untuk memenuhi ketentuan ekspor yang mensyaratkan produk dengan 3 huruf, maka dipatenkanlah nama QPP. Dalam perkembangannya, merek ini menjadi salah satu yang paling dominan, seperti tampak dari konsumen yang juga menyebut produk sejenis dari perusahaan lain dengan nama sebagai QPP.

Minggu, 24 Juni 2018

Pentingnya Merencanakan Keuangan Keluarga

Hallo Moms, lebaran sudah berlalu kan ya, ada yang masih mudik? Bagaimana mudiknya? Asyik ga? Lancar ga mudiknya? Sekarang, udah back to normal kah? Bagaimana dengan keuangan mom? Aman?


Biasanya, masalah besar setelah lebaran dan mudik itu bukan cuma cucian menumpuk, kerjaan rumah segambreng, atau ART yang ga balik-balik. Yang lebih serem lagi biasanya adalah kondisi kantong, alias keuangan.


Masalah Setelah Lebaran


Setelah lebaran, banyak keluarga yang mengeluhkan kondisi keuangan yang sekarat. Habis buat keperluan mudik dan lebaran. Sementara tanggal gajian masih beberapa hari atau minggu lagi. Tanggal tua istilahnya. 

Gajian masih lama, tapi dompet udah tiris, ATM sudah berteriak-teriak minta diisi, dan kulkas yang minta direstock. Makan dirit-irit dan jajan udah distop. Mau pergi jalan, mikir dulu beribu kali, berhitung-hitung ongkosnya cukup ga buat pulang pergi. Jangan sampai bisa pergi, tapi ga bisa pulang. Berabe kan?

Sounds familiar?

Hayooo, siapa yang ngalamin begini?

Sayaaa *tunjuk tangan

Ini saya lagi ngalamin banget keuangan yang sekarat. Uang menipis, lirik ATM cuma tersisa 15ribu, beras abis, persediaan bahan mentah di kulkas kosong. Huaaaa..setreeeesss..Kepala sampai pusing berhari-hari mikirin caranya bertahan sambil cari celah supaya bisa punya uang lagi.


Masak nasi jadi bubur, biar irit
Masak nasi jadi bubur, biar irit

Anak-anak udah disuruh bersabar untuk makan dengan lauk dan nasi seada-adanya, tahu tempe or paling banter telor ceplok tanpa lauk lainnya. Saking pengen iritnya, nasi sedikit pun diolah jadi bubur, biar cukup untuk dimakan berlima. Ayam sepotong dua potong disuwir-suwir, telor sebutir didadar dan diiris-iris, biar ada hiasan lauknya. Hiyaaa *nyesek.  

Kalau udah kondisi begini, kadang merasa bersalah sama anak-anak. Mereka pulang berlibur dari Pondok, tapi ayah bundanya ga bisa menyuguhkan apa-apa. Ga bisa kasih lauk yang layak. Padahal di pondok juga mereka udah makan seada-adanya, 5T kalau istilah Faldi. Tahu, tempe, telor, terong, tauge. Masa saat liburan di rumah pun disuguhkan makanan yang sama? Ga bisa perbaikan gizi. Ga bisa ajak jalan-jalan. "Masa liburan di rumah aja bund?" protes Faldi.

Dulu, jaman anak-anak masih kecil, saya bisa sih bikin anak-anak betah di rumah dengan mengajak mereka main atau beraktifitas. Tapi sekarang saat mereka beranjak remaja, udah ga cukup mempan cuma dikasih kegiatan aja. Ya, untungnya sih mereka masih mau dikasih pengertian kalau keuangan ayah bundanya sedang babak belur.


Tersentil Sitkom 


Saat menyaksikan sitkom web series #KeluargaSurya episode 1 yang ada di Youtube @Sunlife_ID, saya kog jadi kayak ngaca sama diri sendiri. Lha, ini keluarga saking ekstrimnya sampai lebaran cuma sama menu nasi goreng dan telor ceplok!

Padahal mereka sebelumnya digambarkan punya uang THR cukup banyak. Beda sama saya yang memang ga punya THR. Cuma, si Keluarga Surya ini ternyata sebegitu terlenanya dengan THR yang di dapat, sampai punya mindset kalau uang THR itu untuk dihabiskan. Gawat kan? Mereka lupa, uang kan ga cuma dibutuhkan 1 hari itu saja. Butuh juga di hari lainnya, butuh buat masa depan juga.

Andai mereka lebih bijak mengelola THR, uang tersebut bisa digunakan untuk banyak hal. Sunlife Financial Indonesia, dalam salah satu artikel di webnya, cara kelola THR menyebutkan, THR harusnya dipisahkan dengan gaji. 

Gunakan gaji untuk kebutuhan rutin harian dan bulanan, sementara THR, bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih besar, misalnya melunasi utang dan cicilan, jadi beban keuangan ga terlalu berat di masa akan datang. Bahkan, untuk keperluan mudik, ambil lah dari dana bulanan jauh-jauh hari, jadi ga utak atik THR.


Literasi Keuangan ala Sunlife


Terus terang saya salut dengan cara Sunlife mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan melalui websitenya, www.sunlife.co.id, dan komedi situasi (sitkom) #KeluargaSurya ini. Masyarakat Indonesia memang masih rendah banget literasi keuangannya. 

Kebanyakan masyarakat kita masih berpikir untuk kebutuhan masa kini. Sulit banget untuk diajak berpikir jangka panjang, untuk masa depan. "Halah, kumaha engke" atau "wis ta lah, mengko wae". Lihat aja lah gimana nanti. Bukan berpikir, bagaimana ya nantinya?

Saking komitnya ingin mengedukasi melalui sitkom web series, per tanggal 21 Juni 2018 lalu, sudah lahir kembali episode 3. So, dalam jangka waktu tak sampai sebulan, sejak 30 Mei 2018, sudah lahir 3 episode. Keren ya.



Sitkom Web Series #KeluargaSurya



Melalui episode ketiga ini, ada satu hal menyentil yang membuat saya berpikir. Kenapa sih mama Mentari yang diperankan Karina Nadira ini sampai segitu ngototnya melarang suami, ayah Surya yang diperankan Edo Borne dan anak laki-lakinya, Fajar, yang diperankan Bima Azriel, begadang nonton Piala Dunia.


Belakangan baru saya ngeuh kalau mama Mentari melakukan itu ya demi kesehatan. Kalau anak dan suaminya terus begadang tiap hari, kan waktu tidurnya jadi kurang, istirahatnya kurang. Kalau kurang istirahat, akibatnya kan jadi kurang fokus dalam belajar dan bekerja. Apalagi kalau nontonnya di hari-hari kerja, bisa berantakan kan kerjaannya ayah Surya. 
"Nanti kalau ayah dan Fajar sakit, ga bisa nonton bola lagi dong", sahut Cahaya yang diperankan Sandrina Michelle.

 
Kalau ayah Surya sampai sakit, pasti akan lebih repot lagi. Gak cuma kesehatan yang terganggu, tapi juga keuangan keluarga, akan ikut terganggu juga kan.

So, sometimes, kalau emak-emak rada bawel seperti mama Mentari ini bawelin suami dan anaknya, maklumin aja ya. Selain khawatir dengan kesehatan keluarga, ya khawatir juga kan dengan efek jangka panjangnya, keuangan keluarga yang terganggu.

Demi memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, mama Mentari sampai kasih tantangan supaya ayah Surya dan Fajar ga begadang lagi tiap malam. Akhirnya ayah dan anak ini berhasil melewati tantangan, walau akhirnya ayah Surya juga yang keki. Hahaha.

Nonton tiap episodenya sitkom web series #KeluargaSurya ini membuat saya banyak merenung, sekaligus belajar, harusnya saya lebih baik lagi dalam mengelola keuangan keluarga. Jangan sampai deh lebaran cuma sama nasi goreng. 

Harusnya mah saya mikir jangka panjang dalam merencanakan keuangan keluarga. Mustinya mikir bagaimana ya nantinya, bukan pasrah aja ngikutin arus "gimana entar aja ah". Harusnya mah saya lebih perduli dan mikirin kesehatan juga, supaya keuangan keluarga ga terganggu.


Rencanakan Keuangan Keluarga, Sekarang


Ah, merencanakan keuangaan keluarga itu bukan cuma untuk urusan hari ini. Tapi juga untuk masa depan. Anak-anak masih butuh melanjutkan sekolah, kehidupan keluarga masih terus berjalan, dan kesehatan keluarga juga tak boleh diabaikan. Seiring berjalannya umur, ga bisa dibohongi kalau berbagai penyakit akan makin sering mampir. 

Namanya hidup terus berputar kan? Ga mungkin juga selamanya orangtua bisa tetap produktif, right? Ini yang harus dipikirkan. Bagaimana masa depan anak-anak jika orangtua sudah tak mampu lagi mencari nafkah? Sering sakit-sakitan? Biaya berobat itu lebih mahal kan ketimbang upaya mencegahnya? 

Anak-anak masih butuh biaya sekolah, tapi orangtua sakit-sakitan dan tak produktif lagi mencari nafkah? Mudah-mudahan hal ini tak terjadi pada kita ya mom. 

Semoga dengan uang yang ada saat ini, yang dikelola dengan baik, dapat mencukupi kebutuhan di masa depan. Mampu membiayai sekolah anak-anak hingga selesai, mampu membiayai kesehatan di masa depan.

So, mom, yuk, #LebihBaik Sekarang mulai merencanakan keuangan keluarga, agar di masa depan kehidupan kita tetap terjamin, ga terpuruk karena salah pengelolaan. 

Rabu, 20 Juni 2018

Skin Dewi Organic Skincare for Dry Skin

Punya kulit wajah kusam dan berwarna warni, alias belang belentong *ehh, jadi masalah banget buat saya. Bikin ga pede kalau harus foto-foto bare skin

Kulit wajah saya ga kusam banget, walau ga putih juga. Sejak sering pergi acara panas-panasan naik ojek, kulit jadi makin eksotis dan kusam. Apalagi kadang suka malas perawataan wajah, tambah hancur lah wajah ini.

Kebetulan banget saya dapat kesempatan mencoba produk organiknya Skin Dewi Skincare dari Beautynesia. Kabarnya, Skin Dewi Organic Skincare ini ampuh banget mengatasi jerawat dan beberapa masalah kulit lain. 

Kulit wajah saya ga terlalu bermasalah dengan jerawat, kecuali menjelang haid atau kurang teliti membersihkan wajah, baru deh beberapa jerawat nongol, selebihnya jarang nongol. Udah lewat juga masanya jerawatan macam remaja yang kulitnya masih berminyak kan. Masalah kulit saya sekarang lebih ke kulit yang mulai kering, kusam, belang dan tidak merata. Bukan masalah putih atau ngga, tapi kurang bersih bersinar.


Skin Dewi Organic Skincare
Skin Dewi Organic Skincare

Rupanya, mba Dewi Kauw, peracik produk Skin Dewi, paham banget permasalahan kulit saya. So, saya diberikan paket perawatan khusus kulit kering dengan formula anti aging dan pencerah kulit, Skin Dewi Organic Skincare for Dry Skin, mulai dari cleansing milk, night cream, sampai day cream.

Skin Dewi Organic Skincare for Dry Skin
Skin Dewi Organic Skincare for Dry Skin


Kita bahas satu-satu yuuk


Raspberry Cleansing Milk


Produk yang satu ini merupakan susu pembersih yang lembut dan diperkaya ekstrak pepaya yang dapat membantu mencerahkan. Mengandung anti oksidan dan purifying oils

Kalau baca di kemasan, produk ini juga berfungsi sebagai exfoliate yang mengangkat sel kulit mati, tapi ga membuat kulit kering.

Berhubung Skin Dewi merupakan produk organik, pembersih yang satu ini pun soap free, alias bebas sabun. 

Beneran bebas sabun, sampai saya bingung kog ini produk sama sekali ga ada busa-busanya *jangan diketawain please. Sempet ragu awalnya, ini beneran pembersih muka yang harus dibilas dengan air? Kog sama sekali ga ada busa-busanya acan? Beneran bisa bersih? 

Lantas ingat kalau Skin Dewi adalah produk organik, green product, ya udah pasti ga ada zat kimianya kan? Pasti ga ada kandungan detergent atau sabun yang biasanya menghasilkan busa. Hm, jadi saya percaya kalau Raspberry Cleansing Milk mampu membersihkan hingga ke pori-pori, menjaga kelembaban kulit sekaligus mencerahkan, walau ga ada busanya. Toh bersih atau nggak bukan karena ada busa.

Raspberry Cleansing Milk
Raspberry Cleansing Milk

Kemasan

Raspberry Cleansing Milk 50 gr ini ringan dan cocok buat dibawa travelling, jalan-jalan. Ringan.

Kemasannya terbuat dari botol pump berbahan plastik yang tahan pecah. Jadi ga gampang pecah. Udah beberapa kali botolnya jatuh tapi aman, ga gompal atau retak.


Konsistensi

Konsistensi produknya creamy dan agak sedikit oily saat digunakan. Justru sensasi oily ini yang membuat kulit wajah lebih lembab, cocok untuk kulit kering.




Cara Pakai

Cara pemakaiannya mudah kog :
1. Basahkan wajah
2. Tuang Raspberry Cleansing Milk secukupnya ke tangan
3. Usap dan pijat dengan gerakan memutar di seluruh wajah
4. Bilas dengan air

Menurut petunjuk di kemasanagar hasilnya maksimal, setelah wajah dibersihkan dengan Raspberry Cleansing Milk, lanjutkan dengan penggunaan Skin Dewi Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment. 


Aroma

Oh ya, satu yang awalnya tak terlalu saya sukai dari produk ini, sama sekali ga ada wangi-wangi bunga atau parfum. Tapi, lama-lama, saya justru suka dengan wangi rempah dan kayu-kayuan yang menguar dari produk ini tiap saya usapkan di wajah. Aroma rempah ini justru menenangkan, macam pakai aromatherapy.


Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment


Produk yang satu ini merupakan night cream yang mengandung ekstrak Rosehip dan Kakadu Plum. Fungsi utamanya adalah sebagai brightening corrector serum untuk kulit wajah yang kusam dan tak merata. 

Kandungan vitamin Cnya dapat menjadikan kulit wajah bersih berkilau plus membantu regenerasi kulit.

Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment
Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment 

Konsistensi

Konsistensi Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment ini creamy tapi sedikit cair, ini membuatnya mudah diserap wajah dan ga meninggalkan kesan lengket, asal digunakan dengan cara yang tepat.


Cara Pakai

Untuk menggunakan night cream, pastikan dulu wajah bersih ya, agar hasilnya maksimal.

1. Bersihkan wajah, keringkan, gunakan toner akan lebih baik
2. Ulaskan produk secukupnya pada tangan
3. Pijat perlahan (perlahan aja ya) dengan gerakan melingkar ke arah atas pada seluruh area wajah dan leher
4. Fokuskan pijatan pada daerah alis, garis senyum, dagu.


Kemasan

Kemasan night cream berukuran 30 gr ini berupa plastik pump bertutup yang cukup kuat dan tidak mudah pecah atau retak. Ringan untuk dibawa-bawa, tak khawatir pecah.


Aroma

Oh ya, sama dengan Raspberry Cleansing Milk, Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment juga didominasi aroma rempah dan kayu-kayuan. Semacam aromatherapy gitu jadinya. Menenangkan. Memang cocok dipakai malam hari, tidur jadi lebih nyenyak.


Ginkgo Biloba Firming Facial Cream


Produk yang satu ini merupakan day cream yang mengandung ekstrak Raspberry dan Hibiscus. Fungsi utamanya adalah pelembab anti aging yang dapat mengencangkan, menguatkan, melembutkan, mencerahkan, plus membuat kulit terlihat lebih muda.

Gingko Biloba Firming Facial Cream
Gingko Biloba Firming Facial Cream


Konsistensi

Konsistensi Gingko Biloba Firming Facial Cream ini creamy tapi cukup cair, jadi lebih mudah diserap dan ga meninggalkan kesan lengket, terutama jika digunakan dengan cara yang benar.  




Cara Pakai

Day cream Ginkgo Biloba Firming Facial Cream bisa digunakan di pagi hari, setelah mandi pagi atau setelah membersihkan wajah.


1. Bersihkan wajah, kering kan, gunakan toner akan lebih baik
2. Ulaskan produk secukupnya di tangan
3. Pijat perlahan-lahan dengan gerakan melingkar ke atas pada seluruh area wajah dan leher
4. Fokuskan pijatan pada daerah alis, garis senyum, dan dagu.

Kemasan

Kemasan day cream berukuran 20 gr ini berwarna putih. Bentuknya berupa plastik pump dengan tutup transparan yang cukup kuat dan tak mudah pecah. Ringan untuk dibawa-bawa, tak khawatir pecah.


Aroma

Berbeda dengan 2 produk sebelumnya yang mengeluarkan wangi rempah dan kayu-kayuan, Ginkgo Biloba Firming Facial Cream ini mengeluarkan aroma jeruk segar, semacam wangi jeruk peras bubuk. Terasa berenergi jadinya. Cocoknya memang dipakai di siang hari, bikin semangat dalam beraktifitas.

Oke, setelah secara teratur menggunakan rangkaian produk Skin Dewi Organic Skincare for Dry Skin selama hampir sebulan, mulai dari cleansing milk, day cream, sampai night cream, bagaimana ya hasilnya? 

Berikut review saya.

Setelah Pemakaian Rutin


Produk Skin Dewi ini merupakan produk organik, jadi tak bisa dilihat hasilnya hanya dalam waktu sehari dua hari. Dengan pemakaian rutin selama lebih dari 2 minggu, kulit wajah akan menjadi jauh lebih baik kondisinya.

Berikut adalah foto bare face saya tanpa menggunakan produk apa-apa di pagi hari, cuma pakai lipstik tipis-tipis aja biar ga pucat.


foto tanpa menggunakan make up atau produk apapun kecuali lipstik tipis

Coba bandingkan dengan foto saya yang ini. Beda banget kan?



Kulit saya yang kusam dan tak merata warnanya, jadi lebih bersih dan cerah kan? Abaikan kerutan di sana sini ya, itu karena usia dan saya yang telat menggunakan produk skincare dengan rutin.

Tiap bangun tidur pagi, kulit wajah saya jadi jauh lebih lembut, terasa lebih kenyal.

Kalau diperhatikan lebih detail lagi, pori-pori saya juga jadi jauh lebih halus dibanding sebelumnya. 

Seneng rasanya tiap pagi langsung pegang-pegang pipi yang kenyal. Bahagia banget tiap berdiri di depan kaca, melihat kulit wajah makin bersih. Senyam senyum sendiri memperhatikan pori-pori yang makin rapat *ehhmm.


Cara Mendapatkan Produk


Kalau teman-teman mau info lebih lanjut tentang produk Skin Dewi, langsung ke websitenya aja www.skindewi.com ya. 

Bisa langsung order via website Skin Dewi juga, ada keranjang belanjanya kog. 

FYI, kalau teman-teman suka produk organik dan pengen belajar membuat produk skincare organik sendiri, Skin Dewi mengadakan workshop meracik skincare organik sendiri, sesuai kondisi kulit masing-masing. Cuss intip website dan instagram @skindewi.

Minggu, 10 Juni 2018

Dissy Reborn, Konsep Baru Dissy Kosmetik

Pernah dengar tentang Dissy Kosmetik? Yap, brand kosmetik yang diluncurkan oleh pasangan artis Ussy Sulistiawaty dan Andika Pratama. Potongan nama anDIka dan uSSY menjadi brand name kosmetik Dissy.


Sebagian produk Dissy Kosmetik
Sebagian produk Dissy Kosmetik, paling depan Lip Velvet

Pada 3 Juni 2018 lalu, bertempat di Agneya Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa teman blogger dan media diundang menghadiri soft launching Dissy Reborn.


Dissy Reborn? 


Yup, Dissy hadir kembali. Loh, sebelum-sebelumnya ke mana? 

Ga ke mana-mana sih. Sejak awal kehadirannya pada tahun 2014, Dissy tetap hadir memenuhi permintaan customer. Hanya saja, Ussy mengakui, tahun lalu, saat hamil anak keempat, ia tidak melakukan apa-apa. 

Bisnisnya nyaris stagnan. Entah pengaruh hamil, entah sedang malas, yang pasti sangat-sangat slow. Ussy dan Anddika memang langsung turun tangan menangani bisnisnya ini sendiri. So, naik turunnya usaha memang tergantung campur tangan mereka.

Jika dalam keadaan biasa, dalam waktu 1 tahun Dissy pasti mengeluarkan produk-produk baru. Tapi, sepanjang 2017, tak ada 1 produk baru pun yang ia keluarkan. Entah kenapa saat hamil, Ussy tak punya gairah melakukan apa-apa terkait usahanya ini. Bahkan saking slownya, Andika sempat memintanya untuk menyudahi saja bisnis kosmetiknya ini.

Kini, di medio 2018, setelah anak keempatnya lahir, Ussy seolah mendapat energi baru untuk kembali menggarap Dissy dengan serius. Ussy yakin, asal digarap dengan baik, bisnis kosmetiknya akan tetap berjalan.


Ussy Sulistiawaty menjelaskan dengan penuh semangat
Ussy Sulistiawaty menjelaskan dengan penuh semangat


Kelahiran kembali Dissy, Dissy reborn, lebih dimaksudkan sebagai bangkitnya semangat Ussy untuk selalu melahirkan inovasi-inovasi baru.

Pada peluncurannya kali ini, Ussy menghadirkan banyak produk baru. Mulai BB Cushion, Cheek Pallete, Lip Pallete dan beberapa produk skincare.


"BB cushion ini impian saya banget. Dulu mupeng lihat artis-artis Korea mukanya kinclong-kinclong. Ternyata pakai BB Cushion. Tapi harganya mahal banget bisa sampai 1 juta lebih. Saya ingin menghadirkan BB cushion versi lokal yang harganya lebih terjangkau. Ga apa-apa deh untungnya dikit, yang penting temen-temen bisa menjangkau produknya

Wuidiih, kece kan ya. Ussy memang tampak bersemangat sekali menjelaskan produk-produk impian yang kini dihadirkannya. Sampai-sampai Andika menyindirnya berkali-kali "Dia memang pedagang sejati"... hahaha.

Dan memang saya jadi tersihir dengan kata-kata Ussy. Saya jadi terbayang-terbayang si BB Cushion itu. Sayangnya masih dalam tahap produksi. Hiks.



"Kalau ini, Cheek Pallete, produk blush on, bronzer, dan highlight, jadi satu, asyik kan? Ga perlu bawa terpisah"
Salah satu produk baru, Cheek Pallete


New Produk New Strategi


Berbekal semangat baru, produk baru, Ussy pun merancang banyak strategi baru dalam menjalankan bisnisnya. 

Salah satu yang akan dilakukannya adalah menarik semua produk Dissy yang selama ini ada di toko dan melakukan distribusi hanya melalui reseller atau instagram resmi Dissy, @dissy.id.

Dissy memang benar-benar memperlakukan para reseller yang sebagian besar adalah penggemarnya dengan istimewa. Saat acara soft launching ini mereka juga diundang hadir. Para reseller ini pula lah yang berperan membesarkan Dissy dan mendongkrak penjualan saat bisnis sedang slow sekali pun.

Mulai tahun ini, Ussy akan konsentrasi melakukan promosi dan penjualan hanya melalui sosial media dan beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Elevenia, Lazada, termasuk penjualan melalui reseller.

Kalau teman-teman tertarik dengan produknya, bisa langsung ke instagram aja, cari hestek reseller Dissy, pasti banyak bertebaran.

Di akhir acara, sebagai bentuk rasa syukur, Ussy dan Andika melakukan prosesi doa plus pemotongan tumpeng.

Andhika melakukan pemotongan tumpeng
Andhika melakukan pemotongan tumpeng  

Selamat ya Ussy dan Andika, semoga makin berkibar brand-nya, dan produknya terus berkembang dan diminati masyarakat.

Ssst, diantara produk barunya ini, saya suka lip velvet yang diklaim Ussy "lip velvet ini produk impian saya, lip cream yang matte, tapi gak cracking dan kering banget. Hasil akhirnya matte, tapi tetap smooth dan ga cracking". Yes, indeed, saya setuju, lip velvet ini lembut dan hasilnya seperti kain velvet yang halus. 

Senin, 04 Juni 2018

Clinelle Caviar Gold Firming Review

Sebulan lalu, saya galau. Night cream dan day cream yang biasa saya pakai, tinggal seujung jari. Hm, udah mau habis gini, beli lagi apa nyobain skincare baru ya? Rasa hati pengen coba yang baru aja, mupeng lihat macam-macam skincare seliweran di timeline.

Dalam hati terbersit do'a, "semoga ada brand skincare yang iseng menghire saya untuk mereview produknya". Hiyaaahh, pede banget ga sih. Asa ga mungkin banget. Siapa guwe? Beauty blogger bukan, selebgram apalagi. Hahahaha.

Eh, tapi namanya Allah punya jalan cerita itu kan ga pernah bisa ditebak manusia. Awalnya cuma kepikiran pengen beli skincare, sekalian nyoba skincare baru, eh kog tahu-tahu dapat jawaban. Saya dikirimi email oleh Clozette.id untuk mereview produk yang akan dikirim ke alamat saya. 

Ya Allah, Alhamdulillah. Tahu banget saya lagi butuh skincare. Namanya rejeki itu, bentuknya bisa apa aja, yes?

Merawat kulit yang sudah dianugerahkan Allah itu jadi bagian dari mencintai dan mensyukuri pemberian Allah. Ya kan? So, merawat wajah itu wajib *ehh. Kan kalau dirawat, penampilan kulit akan lebih baik. Memperlambat proses penuaan kulit.

Kelemahan saya selama ini, ga konsisten merawat kulit. Kadang kalau udah kecapekan, cuci muka ala kadarnya, sholat, trus bablas. Huhuhu, jangan ditiru ya. Akibatnya ya gitu deh, kulit saya macam kulit tak terawat. Kadang suka diomelin temen-temen, dibilang kusam.

Nah, saat dapat kiriman email dari Clozette.id, saya langsung bersiap-siap menghentikan semua produk perawatan kulit lain sambil menunggu datangnya Clinelle.




Saat skincare asal Korea, Clinelle Caviar Gold Firming tiba, malamnya langsung saya coba. Menurut klaimnya, tidak ada kriteria khusus harus digunakan siang atau malam, so bisa digunakan kapan saja.

Sekarang, mari kita bahas tentang produknya ya.


Kelebihan Caviar Gold Firming Series



Formula "7 NOs", tidak mengandung bahan berbahaya :
• Tanpa pewarna buatan
• Tanpa pewangi buatan
• Tanpa lanolin
• Tanpa minyak mineral
• Tanpa SD-alkohol
• Tanpa kandungan komedogenic
• Tanpa paraben

Clinelle tidak menggunakan kandungan berbahaya yang dapat menyebabkan kulit iritasi, penuaan dini dan menurunnya kesehatan kulit.

Keunggulan Clinelle Caviar Gold :
• Diformulasi dengan Triple Gold Lifting and Firming Complex yang memiliki kandungan mewah yang mampu menghasilkan efek jangka panjang pada kulit wajah: Caviar, 24K Nano Gold dan Phtyo Plant Gold.
• Mengencangkan dan meratakan warna kulit wajah
• Meningkatkan tingkat kelembapan kulit wajah
• Meningkatkan tingkat kekenyalan kulit wajah


Mengapa Caviar bagus untuk kulit?

· 
Ekstrak Caviar (dari Ikan Sturgeon Rusia) dikenal sebagai “Emas Hitam”. Terkenal sebagai makanan tertua dan termahal di dunia. Paling disukai para raja dan bangsawan, mulai masyarakat Yunani kuno, Romawi, hingga Kaisar Rusia. 


 Caviar memiliki susunan sel yang menyerupai struktur kulit manusia. Ekstrak caviar memiliki struktur yang dapat mengirimkan nutrisi langsung ke sel kulit, memadatkan kandungan penting dan berharga untuk kulit sehingga menjaga keseimbangan diet kulit.


Caviar memiliki susunan sel yang menyerupai kulit manusia dan kaya akan kandungan nutrisi termasuk protein, mineral, vitamin (A, D, E dan K), anti-oksidan dan lipid, yang mengandung limpahan lemak tak jenuh seperti Omega 3. 

Ekstrak caviar memiliki stuktur unik yang mampu mengirimkan seluruh kandungan nutrisi langsung ke sel kulit dan memberikan diet seimbang untuk kulit. Kandungan terpenting dari ekstrak caviar adalah kemampuannya dalam melawan kerutan, melembapkan, menutrisi dan menjaga kulit dari penuaan dini – dimana seluruh kemampuan yang dimiliki ekstrak caviar dapat membantu menunda proses penuaan.

24K NanoGold

Generasi terbaru dari Golden-Collagenine yang mampu memberikan efek luar biasa untuk menstimulasi kolagen sintesis hingga 300% sehingga dapat meningkatkan kekenyalan kulit wajah. Mengencangkan dan meratakan warna kulit, membantu mencegah munculnya garis-garis ekspresi dan kerutan.

Plant PhytoGold

Tumbuhan PhytoGold yang diperoleh dari ekstrak alami Golden Bell memiliki khasiat tanpa tandingan dalam mencerahkan kulit wajah, digabungkan untuk melengkapi formulasi pengencangan kulit wajah. 

Terbukti 80x lebih efektif dibandingkan Arbutin dalam mencerahkan dan menyamarkan flek hitam. Langsung menuju akar permasalahan, memperbaiki dan mengurangi perubahan warna kulit wajah dan flek-flek hitam dengan cara menghambat pembentukkan melanin serta memasukkan sinar dan energi ke dalam kulit yang berfungsi untuk mencerahkan dan membuat warna kulit lebih merata.

Clinelle Caviar Gold Firming Lotion





Lotion dari Clinelle ini konsistensinya cair dan mudah banget menyerap di kulit. Digunakan sesaat setelah wajah dibersihkan. Fungsi lotion ini untuk memudahkan penyerapan serum dan cream, jadi wajib dipakai sebelum penggunaan serum dan cream ya. Oh ya, kalau diperhatikan, ada butiran emas dan caviar yang sangat halus pada lotion ini.

Clinelle Caviar Gold Firming Eye Serum





Eye serum yang satu ini kabarnya jadi favoritnya para beauty blogger karena efeknya yang cukup cepat. Ada yang klaim bahwa kantung matanya menjadi berkurang dalam 1 hari. Nah, saya sendiri sih belum bisa klaim seperti itu. Mungkin karena bertahun-tahun mengabaikan perawatan mata, jadi perlu waktu agak panjang untuk bisa melihat hasilnya.



Hal yang saya sukai dari eye serum ini adalah konsistensinya yang cair dan mudah diserap. Cara pemakaiannya setelah lotion ya, plus lakukan pemijatan ringan ala Clinelle yang disebut eyerobic. Sila intip instagramnya clinelle @clinelleid.

Clinelle Caviar Gold Firming Cream




Nah, cream  yang satu ini bisa dipakai kapan aja, ga harus malam, siang pun bisa. Tapi, ada baiknya, dipakai untuk siang dan malam juga ya.

Hasil Pemakaian


Setelah 2 minggu menggunakan, terasa sekali khasiatnya. Kulit wajah saya jadi lebih lembut dan terasa kenyal. Terutama ketika saya gunakan saat malam hari. Saat saya bangun pagi, terasa kulit wajah jadi kenyal.

Pori-pori pun jadi lebih rapat dan kantung mata sedikit berkurang. Ya, sebagai produk yang baik, tidak ada yang instan kan? 

Saya memang telat memulai perawatan kulit wajah, jadi kulit wajah saya sudah terlanjur kurang baik kondisinya. Kalau mau hasilnya ok, memang harus terus konsisten digunakan, tak cuma 2 minggu aja.




Ini adalah bare face saya tanpa menggunakan apa pun (bedak dsb) kecuali lipstik (biar ga pucat) setelah pemakaian rutin seri Clinelle Caviar Gold Firming selama kurang lebih 2 minggu. 

Bagi teman-teman yang mengenal saya, pasti tahu banget kondisi kulit saya kalau lagi males touch up. Sekarang Alhamdulillah. Sudah jauh lebih baik kan?


Ini difotoin Falda anak saya dari bawah, jadinya begini deh fotonya