Pages

Categories

HIN

HIN
Hijab Influencer Network
IBX5B48708796EE3

Sabtu, 05 Oktober 2019

Wakaf Produktif, Mulai dari 10ribu

Mendengar kata wakaf, rasanya masih jauh dari bayangan. Bisa dibilang, wakaf ini seolah jadi ibadah eksklusif yang hanya mampu dijalankan oleh orang yang punya kemampuan wakaf. Mungkin mindset kebanyakan masyarakat masih sampai 3M. Wakaf hanya sebatas Masjid, Makam, Madrasah. Seolah wakaf itu hanya bisa diberikan dalam bentuk bangunan atau tanah. Lha ya siapa yang mampu mewakafkan bangunan dan tanah kalau bukan orang yang punya kelebihan harta? Tanah dan bangunan?

Jumat, 20 September 2019

Mengapa Kuliah di Luar Negeri?

Kalau ditanya pengen, siapa sih yang ga kepengen kuliah di luar negeri? Saya aja rasanya pengen bisa meneruskan kuliah lagi di luar negeri. Bukan kenapa-kenapa. Kuliah di luar negeri itu bukan sekedar mengejar gengsi. Andai pun punya kesempatan kuliah di luar negeri, saya mendapat ilmu dan wawasan lebih. Bukan berarti di dalam negeri ga dapat lho ya. Tetap dapat, hanya sensasinya berbeda. Kuliah di luar negeri menambah wawasan tentang karakter dan budaya yang beragam. Walau awalnya mungkin akan ada berbagai culture shock, tapi lama lama kan belajar beradaptasi.

Minggu, 15 September 2019

Wajah dan Tampilan Baru Setkab.go.id

Ada yang pernah berkunjung ke websitenya Sekretariat Kabinet? Setkab.go.id? Ada yang berbeda? Kalau teman-teman menemukan ada yang berbeda, berarti kalian sudah berada pada jalur yang benar *ehhh.

Minggu, 01 September 2019

PRAJA 2019, Dorong Koperasi Digital

Koperasi? Haah? Di era ini masih eksis ya koperasi? Hmm, terus terang, saya aja rasanya ga yakin kalo koperasi masih eksis. Bahkan mungkin generasi milenial tak banyak yang kenal istilah koperasi. Bisa jadi mereka cuma paham istilah koperasi dari pelajaran sekolah, tapi secara prakteknya mungkin mereka tak sepenuhnya paham, karena tak lagi mengalami dunia koperasi. 

Eh ini mungkin cuma saya aja ya yang kurang paham? Hahahah.

Ternyata, dalam lima tahun terakhir ini koperasi menunjukkan gejala peningkatan kualitas yang luar biasa berkat kerja sama dari berbagai pihak. Reformasi total koperasi telah berhasil meningkatkan PDB Koperasi terhadap PDB Nasional. Luar biasa kan ya? Salah satu yang pernah saya tahu, koperasi desa wisata.

Kalau pada tahun 2014 PDB Koperasi hanya 1,71%, pada tahun 2018 sudah meningkat menjadi 5,1%. Kemudian juga berkembangnya koperasi-koperasi besar yang memiliki usaha dan mutu layanan yang lebih baik dan mendapatkan apresiasi dari organisasi dunia menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa koperasi bisa hidup di dalam perekonomian modern yang sarat teknologi.

Saat ini isu revolusi industri 4.0 menuntut setiap badan usaha untuk mampu mengikuti perkembangan. Revolusi terjadi dengan fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Oleh karena itu, diperlukan gebrakan untuk mendorong kalangan milenial memberikan terobosan baru di dunia koperasi dan bisnis model yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha ke depannya.

"Kami percaya bahwa koperasi akan selalu menjadi pilar ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan, saat ini terasa sangat relevan dengan esensi bisnis zaman now, Ekonomi Kolaborasi. Oleh karena itu, menjadi sangat strategis untuk bisa memahami dan menempatkan koperasi dalam konteks tantangan kekinian dengan melakukan transformasi organisasi", ujar Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah pada acara Peluncuran PRAJA 2019 di JW Marriott, Rabu (28/8).




Hal ini juga diamini oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. Rully Indrawan. Menurut Prof Rully, koperasi saat ini tengah berada dalam fase menghadapi tantangan untuk melakukan reposisi. Fase ini menjadi sangat penting sebagai persiapan berikutnya menghadapi tantangan reinkarnasi eksistensi organisasi koperasi.

Koperasi tidak lagi hanya bercirikan berbentuk badan hukum koperasi, namun harus dikembangkan dalam spirit kolaborasi yang menjadi pondasi perubahan model bisnis yang sedang terjadi saat ini: Ekonomi Kolaborasi. Memanfaatkan teknologi digital adalah model bisnis kekinian yang banyak dilakukan oleh kalangan milenial, jelas Prof. Rully yang juga Ketua Dewan Juri PRAJA 2019.

Subhan Novianda, Chief Information Officer MIS & CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) menyebutkan, Presiden Joko Widodo berharap kegiatan perekonomian berbasis teknologi (digital economic) harus terus didorong. Hal ini harus dijawab dengan mengubah paradigma bisnis jika koperasi masih ingin bertahan dan eksis di era digital. Persaingan bisnis telah bergeser menjadi kemitraan bisnis, di mana peluang bisnis digarap melalui kemitraan yang mengedepankan value chain.



Koperasi Digital

Koperasi di era industri 4.0 harus memiliki website atau aplikasi yang memudahkan anggota dan pengurusnya saling berhubungan. Pelayanan kepada anggotanya dilakukan secara online. Pembelian barang, peminjaman, cek SHU, dan sebagainya saatnya dipermudah dengan layanan online, sebut Subroto, anggota Dewan Juri PRAJA 2019.

Selaras dengan Subroto, Subhan mengatakan bahwa MDB mengembangkan aplikasi finansial bagi koperasi secara online bernama coopRASI. Melalui aplikasi ini anggota dapat melihat simpanan, pinjaman, hingga Sisa Hasil Usaha (SHU) melalui smartphone. Diharapkan dengan aplikasi ini operasional koperasi dapat dilakukan secara digital dan praktis.

Berbagai kisah sukses koperasi dan kewirausahaan telah bermunculan dari berbagai penjuru Tanah Air. Lebih dari 400 karya jurnalistik pernah terkumpul dari puluhan media massa di Indonesia melalui ajang kompetisi PRAJA 2018 yang diinisiasi oleh Multi Inti Sarana Group (MIS Group), sebuah kelompok usaha yang juga memiliki komitmen mendorong tumbuhnya koperasi digital di Indonesia.


Kompetisi PRAJA 2019

Kini kompetisi PRAJA 2019 hadir kembali untuk menjadi jendela informasi dan inspirasi gerakan perkoperasian di Indonesia dalam merespons proses transformasi ekonomi di Indonesia; yang ditandai oleh ketersediaan infrastruktur yang baik serta semangat transparansi pemerintahan yang semakin kuat dalam mentransformasi etos kerja bangsa Indonesia melalui revolusi mental agar kualitas dan kemampuan anak bangsa bisa sejajar bahkan lebih dari negara lain.

Ajang PRAJA 2019 bertujuan mendorong pertumbuhan Koperasi Digital

PRAJA 2019 menyuguhkan sisi bisnis positif koperasi yang selama ini luput dari pengamatan masyarakat. Bagi generasi milenial, koperasi bisa menjadi alternatif terhadap penumbuhan iklim bisnis yang baru karena basisnya sudah lebih dulu tumbuh di tengah mereka, yaitu kekuatan komunitas, jelas Irsyad Muchtar, Pakar Koperasi yang juga anggota Dewan Juri PRAJA 2019.




Kategori Kompetisi PRAJA 2019


Pada ajang kompetisi PRAJA 2019 ini terdapat lima kategori yang dikompetisikan 
Karya Tulis Jurnalistik 
Karya Foto Jurnalistik 
Karya Video Kreatif 
Karya Tulis Blog 
Ide Bisnis Koperasi 

Periode Kompetisi PRAJA 2019


Karya yang diikutsertakan harus sudah dipublikasikan di media massa dan/atau media sosial peserta selama periode 1 November 2018 hingga 20 Oktober 2019. 

Pendaftaran dan pengiriman karya dimulai sejak 28 Agustus sampai dengan 22 Oktober 2019 melalui microsite praja2019.multiintisarana.com

Total hadiah mencapai 204 juta rupiah.

Pengumuman Pemenang PRAJA 2019

Pemenang kompetisi PRAJA 2019 akan diumumkan melalui akun media sosial PRAJA 2019, yaitu Instagram @praja.misgroup, Twitter @prajamisgroup, dan Facebook PRAJA MIS GROUP, serta website multiintisarana.com.

Dewan Juri PRAJA 2019 


Siapa saja dewan juri PRAJA 2019 ini?

Berikut adalah nama-nama dewan juri yang akan melakukan penilaian dalam PRAJA 2019

Prof. Dr. Rully Indrawan  
Sekretaris Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah RI

Asnil Bambani  
Ketua AJI Jakarta & Redaktur Tabloid Kontan

Hariyanto Boejl  
Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia

Irsyad Muchtar  
Pakar Koperasi & Pemred Majalah Peluang

Ita Luthfia  
Head of Corporate & Marketing Communication MIS Group

M Kh. Rachman  
Pakar Koperasi dan Kewirausahaan & CMO Sygma Innovation

Saptono Soemardjo  
Senior Photo Editor ANTARA

Sheila Timothy  
Produser Film, Pendiri Lifelike Pictures

Subroto  
Redaktur Pelaksana Republika

Malam Penganugerahan PRAJA 2019 akan diadakan pada tanggal 28 November 2019 di The Sultan Hotel Jakarta dan akan disebarkan melalui situs web multiintisarana.com dan media sosial PRAJA MIS Group.

Jumat, 30 Agustus 2019

Jika Anak Tak Cocok Konsumsi Susu Sapi

Sering dengar stunting kan ya bu ibu? Akhir-akhir ini pemerintah, terutama Kementrian Kesehatan, sedang giat-giatnya menyuarakan tentang stunting. Sedang giat mengedukasi masyarakat tentang bahaya stunting dan perlunya menjadi perhatian semua pihak.

Fokus Presiden Joko Widodo terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dimulai dari hal dasar semacam ini. Mencegah terjadinya stunting dan memastikan setiap anak terpenuhi kebutuhan gizinya dalam 1000 hari pertama kehidupan.

Itu sebabnya, pemberian ASI, terutama ASI eksklusif sangat ditekankan. Selain untuk pemenuhan gizi, juga untuk mencegah berbagai macam penyakit di kemudian hari. Anak-anak yang mendapatkan ASI biasanya akan lebih tahan banting. 

Anak yang mendapatkan ASI biasanya tidak mudah menderita alergi *cmiiw. Ini lah yang disebutkan oleh Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), dokter konsultan tumbuh kembang anak dari RSCM. Menurut Prof Rini, pemberian ASI menjadi salah satu cara pencegahan alergi.



Lantas, apakah anak ASI pasti dijamin ga menderita alergi? Ya ga juga sih, ini tergantung genetik juga.

Nah, menyangkut alergi ini harus bener-bener dipastikan masalahnya. Ada baiknya orang tua tidak coba-coba dengan masalah alergi anak. Anak alergi bukan berarti terbatas asupan gizinya. Mereka tetap butuh asupan yang sesuai usianya.

Jika orang tua mendeteksi anak menderita alergi susu sapi, coba pastikan dulu ke dokter ya. Ini yang disarankan Prof. Rini, maupun Prof. Dr. dr. Budi dari RS. Hasan Sadikin, Bandung, ahli imunologi pada workshop blogger dan momfluencer di acara Peluncuran SGM Advance Excelnutri+ Soya pada 28 Agustus 2019 lalu di Double Tree Hotel by Hilton.



Menurut Prof Budi, alergi sebenarnya kelainan tubuh dalam mengenali benda yang tak berbahaya bagi tubuh.

So, daripada orang tua coba-coba mengendalikan tanpa mengenali masalah yang sebenarnya, ada baiknya berkonsultasi dulu ke dokter.


Bunda Tanggap Alergi dan 3K


Tindakan 3K, Kenali gejala alerginya, Konsultasikan ke dokter tentang gejala dan upaya mengatasinya, dan Kendalikan alerginya menjadi mandatory bagi orang tua yang mempunyai anak yang mempunyai riwayat Alergi.

Kenapa?

Soalnya jangan sampai orang tua merasa tahu alergi yang dialami anak, lantas berusaha mengendalikan dengan menghindari alergen, pencetus alergi, lalu si anak jadi kurang asupan. Better dikonsultasikan dulu ke dokter ya. Akan lebih baik lagi jika konsultasinya ke dokter ahli alergi. 



Misal anak yang alergi susu sapi, ga mungkin juga kan anak dibiarkan tanpa konsumsi susu sama sekali? Kasihan kan kalau kebutuhan makro dan mikro nutriennya tak terpenuhi.

Jika memang anak terdeteksi alergi susu sapi dan dokter memang menyebutkan sang anak menderita alergi susu sapi, orang tua tetap bisa memberikan susu lho. Bedanya, susu yang diberikan ya bukan susu sapi. 

Menurut Prof Rini, maupun Prof. Budi, susu alternatif yang bisa diberikan untuk anak yang menderita alergi susu sapi adalah susu hidrolisat protein susu sapi. Jika susu jenis ini tak terjangkau untuk konsumsi rutin, bisa diganti susu yang mengandung isolat protein soya. 


Susu isolat protein soya adalah susu soya yang sudah difortifikasi sedemikian rupa agar kandungan makro dan mikro nutriennya setara dengan susu formula sapi, agar anak yang menderita alergi susu  sapi ga kekurangan asupan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembangnya.


SGM Eksplor Advance+ Soya




Meutia Athaya, Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, menyebutkan, SGM akhirnya meluncurkan SGM Soya terbaru ini dalam rangka memenuhi kebutuhan para orang tua yang anaknya alergi susu sapi. SGM Eksplor Advance+ Soya dengan Complinutrisoy+ mengandung 5 kebaikan.

SGM Eksplor Advance+ Soya mengandung
1. Minyak Ikan Omega 3 dan 6
2. 13 vitamin dan 7 mineral
3. Sumber serat
4. Isolat Protein Soya
5. Bebas Laktosa

Pada acara kali ini, Natasha Rizki, istri Presenter Desta, berbagi kisah tentang masalah alergi yang dialami oleh anak keduanya, Misha. Natasha berdua Desta sempat kasak kusuk kebingungan dengan masalah alergi yang dialami Misha. 

Natasha dan Desta sempat ga terima awalnya, kog anaknya ini bisa mengalami alergi. Padahal keduanya tak memiliki riwayat alergi. Setelah berkonsultasi pada dokter ahli alergi, akhirnya keduanya bisa menerima dan melakukan tindakan pengendalian alergi dengan memberikan Misha susu SGM Soya. Alhamdulillah Misha tumbuh menjadi anak yang sehat.

Nah, para orang tua mungkin bisa meniru langkah-langkah yang dilakukan Natasha Rizky tersebut dalam mengendalikan alergi yang dialami si kecil. 

  • Coba deh pelajari alergi anak dan gejalanya di website www.alergianak.com atau di Facebook page Aku Anak SGM dengan #SoyaUntukGenerasiMaju. Mudah-mudahan dapat banyak insight dan sharing bermanfaat.

Rabu, 14 Agustus 2019

Review Lakme Mini Matte, Serunya Beauty Class

Perempuan mana yang mau terlihat tak menarik? Rasanya semua perempuan pasti ingin tampil cantik, menarik, disukai banyak orang. Bukan untuk menarik perhatian laki-laki lho ya. Karena pada hakikatnya, perempuan bersolek itu sebenarnya untuk dirinya sendiri dan kaumnya, kaum perempuan.

Percaya?

Coba deh, sekali perempuan keluar rumah, bertemu perempuan lain, ikut acara, tanpa berdandan, kira-kira gimana? Berani? Yang ada mah dibawelin euyyy. 

"Ih, loe ga pake bedak ya? Ga lipstikan?" 
"Ya ampun, kucel amat sih loe, b dakan dikit kek"
"Pucet amat sih, ga lipstikan ya?"

Familiar dengan komen-komen begini? Saya nih, kenyang dikomenin gini :D.

Yap, saya nih orangnya suka malesan. Males dandan. Sering banget pergi trus lupa bedakan n lipstikan. Alhasil yang ngomelin banyak. Hahaha.

So, demi bisa tampil lebih "mendingan", saya pun ikut lah Beauty Class yang diadakan oleh IFB, Indonesian Female Blogger bareng Mint n Mingle.


Beauty Class


Beauty Class kami di Minggu sore 30 Juli 2019 itu diadakan di 626 by Pholim. 



Produk yang digunakan untuk jadi ajang uji coba hari itu adalah Lakme by Unilever. Baru kali ini nih nyobain produknya Lakme. Mulai dari primer, CC Cream, foundation, powder, sampai lip Cream.





Nah yang keren, mamak founder kita, IFB, Yonna Kairupan pun dibuat jatuh cinta loh sama produknya Lakme. Mami merekomendasikan primer, CC Cream sama foundationnya. Termasuk juga eyeshadow & highlighternya. 

Menurut mami Yonna (Mayo), paduan primer, xc Cream n foundationnya ini Joss banget bikin make up tahan lama. Terbukti, walau saat itu sedang terjadi musibah mati lampu massal, kami yang kepanasan dan bersimbah keringat, tetap stay bagus tuh make up-nya. Ya ampun, cinta banget deh ahh.

Okeh, berkat ikut beauty Class ini, jadi nambah lagi deh ilmu per make up an saya. Nambah lagi produk most wanted nih.


Gimana hasilnya?

Ehmm, berhubung saya suka soft make up, jadi hasil make up jadi seperti ini guys.



Gimana girls? Lumayan ya hasilnya :D *maksa. Ini hasil make up setelah kami bersimbah keringat dan abis wudhu lho. Tetap kece kan?

Puas banget dengan Lakme make up class sore itu, lebih bahagia lagi ketika pulang kami pun dioleh-olehi seperangkat lipstik terbarunya Lakme. Ya ampun, terhormat banget ga sik?

Ok, karena senang, saya mau review nih lipstik terbarunya Lakme ini.  Apa kelebihannya ya? Yuuk kita bahas.


Review Lakme Mini Matte


Lakme Mini Matte ini merupakan salah satu produk terbarunya Lakme. 


Add caption

Lakme Mini Matte yang satu ini punya beberapa kelebihan :

1. Bentuknya compact, tak memakan tempat, enak buat dikantongi

2. Formulanya Matte tapi ga terlalu kering, cocok buat bibir kering

3. Varian warnanya mostly nude, warna favorit yang banyak disukai kaum muda. Warna-warna ini cocok buat anak kuliahan atau remaja yang baru belajar make up. Cocok juga sih buat buibu berkulit putih yang ga suka warna mencolok.

4. Harganya sangat-sangat affordable, terjangkau banget buat anak kuliahan. Harga di pasaran sekitar 52ribuan. Terjangkau kan?

5. Bentuknya unik. Walau namanya lipstik, Liptick Mini Matte ini berbentuk crayon yang bisa diputar bagian bawahnya. So, ga perlu diserut, jadi ga butuh rautan.

Bagaimana dengan pigmentasi?

Pigmentasinya bagus nih,  sesuai dengan warna kemasannya. Ya, sesuai dengan warna-warna nude yang diwakilinya.

Berikut hasil Swatch di tangan saya


Taffy - Fiery - Mauvey - Peachy 

Lumayan kan pigmentasinya.

Nah, itu sih review singkat saya tentang Lipstick Mini Matte ini. Mudah-mudahan bisa membantu sedikit ya.

Ok, semoga teman-teman suka ya.

Selasa, 30 Juli 2019

Harga Teman Giant Hadir Kembali

Yuhuuu, Harga Teman Giant kembali lagi. Jika teman-teman mengikuti beberapa tulisan di blog Bunda3f ini, mungkin masih ingat tulisan tentang Asyiknya Dapat Harga Teman di Giant yang pernah saya tulis. Atau tulisan saya tentang Harga Teman Giant lainnya, Harga Teman Giant, Hemat Uang Belanja.


Diluncurkan pertama kali pada Agustus 2018 lalu, program Harga Teman Giant begitu diminati masyarakat. Terbukti, secara berkala, tiap 3 bulan sekali, Giant selalu mengevaluasi dan menambahkan beberapa produk yang akan dikenakan Harga Teman.



Pada 24 Juli 2019 lalu, Giant kembali meluncurkan Program Harga Teman dengan produk yang lebih banyak dan promosi yang semakin kece. 

Bertempat di Giant CBD Bintaro, para awak media dan blogger yang hadir mendapat kesempatan untuk ikutan games. Ada yang harus menjawab pertanyaan, ada yang disuruh joged-joged, ada yang ikutan games.

Di lokasi acara juga disediakan booth untuk foto-foto selfie. Rupanya ini pun dilombakan dan pemenangnya langsung diumumkan di akhir acara. Sayangnya saya telat melakukan posting, udah keburu acaranya berakhir dan pemenangnya diumumkan, hahaha.

Harga Teman Giant

Apa yang istimewa dari Harga Teman Giant kali ini?


Harga Teman kali ini tidak hanya memperbarui dan menurunkan harga dari 800 lebih produk favorit yang disukai masyarakat Indonesia, tapi juga memberikan promosi tambahan.





* Ada promosi Fresh Iconic, produk favorit masyarakat Indonesia yang dijual dengan harga sangat-sangat murah! 

Contohnya udang Vanamae yang dijual hanya dengan harga Rp 7990/100gr. Wuuaaah, ini produk favorit saya banget nih. Produk ini lah yang jadi salah satu alasan kenapa saya pengen belanja ke Giant. Bayangin aja, belanja udang 1/2 kg ga sampe 50ribu!

Kalau lagi pengen bikin balado udang kan modalnya jadi murah meriah. Anak-anak bisa dapat protein lebih *ehh

* Promosi lainnya adalah 5 SIP. Setiap minggu, ada 5 buah dan sayuran Segar, Istimewa, dan terpilih untuk diPromosikan dengan harga murah dan kualitas yang SIP. Contohnya Anggur Red Globe Cina, Jeruk Mini Afourer, Mangga Harum Manis, dan Jagung Manis Kupas.

* Promosi yang lebih asoy adalah, beli produk gratis produk. Ya semacam beli 2 produk favorit, gratis 1 produk favorit. Atau beli 3 produk, gratis 1 produk. Contohnya gratis 1 pcs Vita Puding Coklat tiap beli 3 pcs. Atau, beli keset lokal CUT LOP 40x60 cuma seharga Rp 50.000 kalau beli 2 pcs. Harga satuannya Rp 39.900. Murah kan?

Promo yang ini juga ga kalah seru, beli 2 pcs CERES Milk Choc Hazelnut Duo Spread 350gr seharga Rp 41.200/pcs, gratis 1 pcs produk yang sama. Asyik kan?


Menurut mba Irene Putri Sitanggang, Management Representative Giant, Harga Teman ini merupakan bentuk terima kasih Giant kepada masyarakat Indonesia yang selama ini setia berbelanja dan ingin selalu mendapatkan harga terbaik. Dengan belanja produk harga teman, para ibu tentu bisa irit uang belanja kan?

Hahaha, mba Irene tahu aja sih kalau saya sangat perhitungan sama uang belanja. Kalau memang ga perlu-perlu amat, ngapain dibeli? Kalau masih bisa belanja irit, kenapa juga bayar lebih mahal? Ya kan? *ehhh

So, buat teman-teman yang suka belanja ke Giant, cuss langsung intip, promo apa aja yang sedang berlangsung disana ya.