Pages

SOCIAL MEDIA

Minggu, 22 April 2018

Saat Mengunjungi Anak-anak di Pesantren

"Bund, ntar kalau ke sini lagi, bawain lauk ya bund"
"Bund, besok bawain roti ya"
"Bund, bawain rendang donk"
"Bund, bawain aku cemilan donk"

Hiyaaaahh. Begitulah permintaan anak-anak saat kami mengunjunginya di pesantren. Walau sudah dibawakan makanan, mereka tetap saja request makanan lain untuk dibawakan pada kunjungan berikutnya.





Sebenarnya Faldi dan Ferdi bukan lah tipe anak yang rewel dan banyak permintaan. Mereka ga pernah menuntut apalagi memaksa kami untuk membawakan sesuatu. Seringnya kami datang dengan tangan kosong, tak membawa apa-apa untuk mereka. Untungnya mereka ya asyik-asyik aja. Sebagai kompensasi, anak-anak saya ajak jajan murah meriah di seputar pondoknya.


Jika sedang kelebihan makanan, kami bawakan ke Pondok dan saat itu juga kami santap ramai-ramai. Tapi, kalau sedang tak punya waktu banyak, makanan yang kami bawakan hanya kami serahkan saja untuk mereka santap beramai-ramai bersama teman-temannya.



Makan Bersama


"Bund, kalau bawain makanan, jangan dikit, kan buat teman-teman juga, Ga enak kan kalau makan sendiri. Mereka juga dibawain makanan bagi-bagi Faldi kog" protes Faldi suatu kali ketika saya membawakan sedikit makanan. 


Faldi yang punya teman lebih banyak ini sering kali protes kalau saya membawakannya makanan yang jumlahnya kurang memadai.


"Mending ga usah dibawain lah bund kalau cuma dikit gitu"


Hahaha..makjleb...


Anak-anak pondok ini memang tingkat kebersamaannya tinggi sekali. Hampir tidak ada sekat dan kata kepemilikan. Dilarang egois. Semua ditanggung dan dirasakan bersama. Kalau makan pun ya sama-sama, ramai-ramai. 


Dulu aja awal-awalnya Faldi dan Ferdi masih bawa tempat makan dan minum sendiri karena memang diwajibkan pihak Ponpes. Makan dan minum dengan perlengkapannya masing-masing. Belakangan? Itu gelas dan piringnya entah ke mana. Mereka tak lagi makan dengan perlengkapan masing-masing, mereka sudah berbaur bersama. Makan sepiring beramai-ramai, keroyokan.


Beberapa kali saya pergoki 5-7 orang anak mengelilingi sebuah tampah berisi nasi dan aneka lauk, lalu mereka makan dengan serunya. Tak ada protes, yang seru justru sensasi berebut makanan dan makan bersama ini. Tampaknya hal ini lah yang selalu dikangeni anak-anak saat mereka berada di Pondok.



Mencari Buah Tangan Favorit


Mengingat pesan Faldi untuk selalu membawakan makanan lebih, seringnya saya malah bingung mau membawakan buah tangan apa untuk mereka. Faldi dan Ferdi itu berbeda 180 derajat. 

Faldi penggemar makanan berat, camilan basah, ga suka biskuit atau makanan ringan. Sebaliknya, Ferdi sama persis kayak emaknya, doyannya ngemil. "Bund, bawain apa kek buat ngemil". Ngemil versi Ferdi beda dengan ngemil versi Faldi. Kalau Faldi ngemilnya kelas berat, kalau versi Ferdi ya biasanya biskuit.


Saat jalan-jalan ke Indomaret, saya girang banget ketemu Julie's Peanut Butter Sandwich 90 gr yang sedang promo. Buy 2 get 1 free. Woho, ga pakai mikir, langsung angkut. Lumayan, bisa jadi oleh-oleh buat dibawa ke Pesantrennya anak-anak.





Julie's Peanut Butter Sandwich kemasan 90 gr ini pas banget buat jadi oleh-oleh. Ukurannya tidak terlalu besar maupun kecil, jumlah isiannya juga cukup banyak, sehingga gak akan jadi rebutan juga, teman-teman sekamarnya bisa kebagian.



Rasa yang Seimbang


Bicara rasa, Peanut Butter yang satu ini mempunyai rasa manis asin yang seimbang. Biscuit crackernya terasa asin dengan taburan garam, sementara isian selai kacangnya manis dan lembut. Perpaduan asin dan manis dalam sekali gigitan ini menghasilkan rasa manis dan asin yang pas. 

Satu lagi, biskuit crackernya pun renyah dan garing. Pada saat digigit, yang pertama terasa dilidah adalah garingnya biskuit yang asin, diikuti lembutnya selai kacang yang manis. Rasa asinnya si cracker, melengkapi rasa manisnya si selai kacang. 

Suami yang penggemar selai kacang pun mengakui. 


"Ini enak bund, selain ada manis dari isinya, ada rasa asin dari biskuitnya, jadinya ga manis-manis banget"


Julie's Peanut Butter Sandwich kemasan 90 gr
Julie's Peanut Butter Sandwich 90 gr

Ah, anak-anak pasti suka jika saya bawakan Julie's Peanut Butter Sandwich. Mudah-mudahan teman-temannya juga suka.


Oh ya, buat teman-teman yang suka jeprat jepret dan jago motret, ada lomba foto lho dari Julie`s. 



Lomba Foto


Lomba foto berhadiah microwave, peralatan masak, hingga Voucher belanja senilai total jutaan rupiah. Info selengkapnya tentang lomba bisa dilihat di http://bit.ly/BuahTanganPenuhCintaDariJulies , atau facebook Julies Indonesia dan instagram @Julies.ind



Juara 1
1 pcs Modena microwave senilai Rp 5.000.000 + Shopping voucher senilai Rp 1.000.000 dan product package
Juara 2
Cooking set senilai 2.000.000 + Shopping voucher Rp 1.000.000 dan product package
Hadiah hiburan
10 pemenang akan mendapat shopping voucher senilai @ Rp 250.000 dan product package
Asyik ya hadiahnya, jadi mupeng ikutan.
Oh ya, jangan lupa dibaca syarat dan ketentuannya ya. Untuk ikut lombanya harus menyertakan struk pembelian. So, kalau mau beli produknya buat difoto-foto, simpan struknya.
Lomba ini masih bisa diikuti sampai tanggal 30 April 2018 ya teman-teman. Masih bisa ikut mumpung masih ada waktu, yuk.

Sabtu, 21 April 2018

Membangun Indonesia dari Desa, SharingHappiness 3.0

"Membangun Desa, sama dengan Membangun Indonesia" 

- Nur Efendi, CEO Rumah Zakat-

Kata-kata ini begitu melekat dalam pikiran saya. Berkali-kali CEO Rumah Zakat ini, Nur Efendi, menyebutkan bahwa membangun desa, sama dengan membangun Indonesia. Kalau dipikir-pikir ya bener sih. Kalau desa-desa di Indonesia sudah berdaya, Indonesia juga kan akan jadi berjaya. Membangun Indonesia, mulai dari desa.

Rumah Zakat memang sedang fokus untuk membina 1.234 desa di seluruh Indonesia hingga menjadi desa berdaya. Desa berdaya adalah proses pemberdayaan wilayah berdasarkan pemetaan potensi lokal di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.

Bu Hikmah sedang bercerita tentang kegiatannya
Bu Hikmah sedang bercerita tentang kegiatannya

"Untuk mewujudkan desa berdaya, kami bermitra dengan para fasilitator, relawan Rumah Zakat yang menjadi pendamping, pemberdaya, penggerak desa. Salah satunya adalah bu Hikmah Fitria " tutur Nur Efendi pada para media dan blogger pada acara peluncuran SharingHappines 3.0 di restauran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, pada 17 April 2018 lalu.


Bu Hikmah yang mempunyai 2 orang putri ini menjadi Fasilitator di desa Purworejo, Kendal. Bu Hikmah dengan tekun mendatangi masyarakat desa, mengajarkan berbagai ketrampilan, mendampingi mereka membuat berbagai karya hingga mampu memasarkan karya tersebut. Salah satu ketrampilan yang diajarkan bu Hikmah adalah merajut. Masyarakat desa diajak membuat rajutan dalam bentuk handbag, dompet, dsb. 

Hasil rajutan masyarakat Purworejo ini tak kalah lho kualitasnya dengan tas rajutan terkenal asal Jogja yang sempat booming pada tahun 2016 lalu. Hasilnya dijual dan keuntungannya untuk mereka bersama. Masyarakat desa yang sebagian besar awalnya merupakan pekerja migran ini, kini tak lagi mau kembali ke negara migran. Mereka sekarang percaya diri dengan potensi yang mereka miliki dan terus mengasah ketrampilan dan kreativitas untuk terus maju.

Ah, saya selalu terharu mendengar kisah-kisah menginspirasi semacam ini. Semoga dengan kehadiran para relawan-relawan inspirasi ini, akan membuat banyak desa makin berdaya.

Menurut Nur Efendi, hingga April 2018 ini, Rumah Zakat bersama stake holder lokal dan nasional sudah membina 1.118 desa berdaya di 191 kabupaten dan kota di Indonesia. Target Rumah Zakat adalah terjadinya perbaikan kualitas hidup, baik secara pribadi, maupun komunitas, dari segi ekonomi maupun perubahan perilaku.

Sepanjang tahun 2017, Rumah Zakat berhasil mengumpulkan 217.000 donatur yang berdonasi, 38% dari donasi tersebut terkumpul di bulan Ramadhan. Yang uniknya, 77% donasi dilakukan secara cashless lho. Wuih, keren ya, bukti bahwa Indonesia sudah semakin melek digital. Entah dilakukan by bank transfer, atm transfer, internet banking, maupun mobile banking. 15% dari transaksi cashless tersebut dilakukan melalui platform SharingHappiness.org.

Percaya ga sih, sejak diluncurkan pada tahun 2016, SharingHappiness.org sudah berhasil mengumpulkan dana hingga 24 miliar dari 25.000 donatur dan mendanai 280 proyek sosial hingga Maret 2018. Wuih, luar biasa ya. Tuh, kalau dipikir-pikir, jika dilakukan secara bersama-sama, Insya allah Indonesia bisa berjaya. 

Menjelang Ramadhan 1439 Hijriah ini, Rumah Zakat mempersiapkan berbagai program istimewa untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa. Mulai 14.300 paket kado lebaran yatim, hingga 300 penerima manfaat janda berdaya. Janda? Yups, janda. Menurut pak Nur Efendi, para janda, terutama yang suaminya telah tiada, perlu dibantu dan diberdayakan. karena mereka berjuang seorang diri untuk menafkahi keluarga. "Bukan dinikahi dan dijadikan istri kedua", seloroh pak Nur



Target Program Ramadhan Berdaya
Target Program Ramadhan Berdaya


Pada hari itu juga Rumah Zakat meluncurkan lahirnya SharingHappines 3.0 yang kini sudah ada di aplikasi dan bisa didownload melalui apps store. Melalui aplikasi terbaru ini, semakin banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari crowdfunding /penggalangan dana, berbagai pilihan program sosial kemanusiaan, kemudahan berdonasi kapan saja di mana saja, membuat wish list program favorit, hingga kemudahan dalam melihat perkembangan program.




Semoga ya, dengan berbagai kemudahan berdonasi ini, akan membuat masyarakat semakin meningkat gairahnya untuk berdonasi dan saling membantu sesama. Apalagi di bulan Ramadhan, bulan baik untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Semoga dengan donasi dari masyarakat ini, akan membuat banyak masyarakat desa yang berdaya. Membangun Indonesia mulai dari desa. "Desa berdaya, Indonesia Berjaya"


Berbagai program donasi kemanusiaan di SharingHappiness.org 3.0 yang bisa dipilih
Berbagai program donasi kemanusiaan di SharingHappiness.org 3.0 yang bisa dipilih

Jumat, 20 April 2018

Cara Menumbuhkan Karakter Positif Anak

Pengen dong punya anak yang karakternya positif? Ya iya kaliiiik. Orang tua mana yang ga mau punya anak yang baik, manis, baik budi, suka berbagi, ramah, dsb. Orang tua di belahan dunia mana pun pastinya selalu mengharapkan anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, mempunyai karakter positif. Sabar-sabar, saya juga pengen punya anak yang diimpikan semua orang tua. Cuma masalahnya, bagaimana sih menumbuhkan karakter positif pada anak?

Selasa, 10 April 2018

Rise & Shine, Bangkit dan Menginspirasi

"Saya sempat down"

Saya tertegun saat mendengar pernyataan itu keluar dari bibir mba Gita Widya, perancang asal Jakarta yang mengawali karirnya dari hoby membuat doodle.

Ah, doodle, jadi ingat mak neng Tanti. Doodle, gambar semi abstrak yang mengutamakan menggambar tanpa aturan khusus, lebih mengikuti keinginan hati dan gerakan tangan pembuatnya.

Saya kenal istilah doodle dari mak Neng Tanti yang kini lebih fokus jadi pengajar doodle di beberapa komunitas.

Waktu acara fashion show terbaru Gita Widya di Marketing Gallery The Elements, kawasan Rasuna Epicentrum, mak neng iseng bertanya ke mba Widya "mba Gita, desain-desainnya bagus, kenapa ga dibuat doodle aja?"

"Loh, justru saya mengawali karir desain dari doodle"
"Oooo"

Dan kami bertiga, saya, mak neng, dan mba Tuty dibuat bengong sekaligus takjub, trus kami semua bergumam "pantes cakep-cakep kreasinya, ternyata hasil doodle"


"saya memang suka doodle, trus saya tuangkan jadi desain. Kalau sekarang sudah ada ilustrator khusus yang membantu menyempurnakan desain LT-luxuryscarf "


"wah, dari doodle bisa jadi perancang dan sukses ya. Kapan aku bisa gitu" gumam mak Neng

"nanti juga sukses kayak mba Gita mak", seru saya menyemangati
"aamiin"
"kan sekarang juga udah beken dan sukses mak Neng"
"ah Maya bisa aja"

Para customer mba Gita dan pakaian desainnya


Dapat kesempatan melihat acara fashion show itu selalu menyenangkan. Lihat perempuan cantik, tinggi, langsing, melenggak lenggok membawakan busana indah rancangan seorang desainer, itu memang menyenangkan. Bikin saya membayangkan akan cantik juga mengenakan rancangan yang sedang diperagakan.

Tapi, sore itu, 7 April 2018, saya justru melihat sesuatu yang berbeda. Mba Gita Widya, seorang perancang, desainer kenamaan, tidak hanya fokus pada desain bagi perempuan-perempuan cantik dan langsing saja. Mba Gita membuat beberapa rancangan yang tidak hanya bisa digunakan perempuan-perempuan bertubuh lansing, tapi juga perempuan dengan size plus.

Uniknya, perempuan-perempuan yang melenggak lenggok membawakan rancangan mba Gita ini adalah para customer setianya mba Gita lho. Salah satunya mba Vina, teman yang saya kenal melalui jeng Sri. Ah, dunia sempit emang. Hahaha. Para customer setianya mba Gita ini tampil anggun membawakan rancangan desainer favoritnya yang lebih fokus ke ready to wear.






Tak hanya fokus pada pakaian ready to wear yang banyak disukai, mba Gita juga akhirnya meluncurkan rancangan kain dan kebaya. 


"Beberapa customer minta dibuatkan kebaya yang bisa digunakan pada hari bahagianya. Selama ini beberapa customer agak kesulitan jika ingin membeli kebaya untuk acara formal"




"Semua rancangan ini memang saya dedikasikan untuk para customer setia. Saya ingin bangkit kembali dan memberikan karya terbaik, setelah sempat down. Customer-customer saya ini lah yang terus memberikan semangat. Saya akhirnya termotivasi untuk bangkit. Itu sebabnya, tema kali ini saya beri nama Rise & Shine. Semoga bisa bangkit dan bersinar kembali"




Aiihhh, so sweet banget mba Gita, semoga selalu bersinar dan menginspirasi ya. Sampai jumpa di rancangan berikutnya. Ditunggu selalu karya-karya kerennya mba. Teman-teman yang tertarik dengan rancangannya mba Gita, sila follow akun instagram berikut ini ya @lt_luxuryscarf


Jumat, 06 April 2018

Memulai Bisnis Dengan Pegadaian Digital Service

Pegadaian dan bisnis apa hubungannya sih? Sssstt, pegadaian itu erat lho hubungannya sama bisnis. Ga percaya? Coba perhatiin deh, banyak cabang-cabang pegadaian berada di dekat pasar, dekat pusat pertokoan, atau dekat ruko atau rukan. Ya ini karena pegadaian dan bisnis itu sudah seperti saudara *halah.

Senin, 02 April 2018

Hadiah Lebaran Mukena Untuk Orang Tersayang

Hadiah Lebaran Mukena Untuk Orang Tersayang
Sering bingung mau kasih hadiah apa pada seseorang? Mau kasih baju, takut kekecilan. Mau kasih celana, ga tahu ukurannya. Mau kasih sepatu, apalagi, belum tentu cocok. Hahaha, ribet ya.
Sebenarnya ga usah bingung. Kalau seseorang itu wanita, muslimah, hadiah paling gampang yang bisa diberikan padanya adalah hadiah-hadiah yang berguna untuk muslimah tersebut. Misalnya kerudung, pashmina, gamis, atau mukena.
Memberikan hadiah mukena sebenarnya yang paling netral. Mukena ga ada ukurannya. So, bisa digunakan berbagai ukuran tubuh. Mau yang bertubuh besar, atau yang bertubuh mungil, ga ada masalah menggunakan mukena yang sama.
Macam-macam Mukena
Sekarang ini, varian mukena udah banyak banget. Ga monoton lagi seperti jaman dulu yang hanya ada katun berwarna putih polos. Paling banter hiasannya pakai renda atau bordir.
Kalau mau mukena yang bagusan, kelas premium, dengan bahan satin dan bordiran halus, ada mukena  yang harganya bahkan hingga jutaan lho. 



Secara ga sengaja saya pernah melihat mukena semacam ini di sebuah pusat perbelanjaan atau departemen store. Biasanya, mukena-mukena semacam ini buat hadiah ibu-ibu pejabat, para sosialita, atau artis. Bisa jadi juga buat seserahan untuk diberikan kepada calon pengantin perempuan, atau bahkan dijadikan mas kawin? “seperangkat alat sholat, dibayar tunai!” *jiaaah
Tapi, jangan khawatir, selain mukena premium, banyak juga kog mukena murah meriah. Ada yang harganya puluhan ribu, hingga ratusan ribu aja. Tinggal pilih deh, mau yang putih polos, polos berwarna, polos bermotif, atau mau yang bermotif bunga-bunga?



Mukena Murah

Mukena murah biasanya bisa didapat di berbagai pusat grosir. Cuma, sayangnya, kalau jadwal lagi padat, ga sempat hunting mukena murah di pusat grosir.  Cara paling aman berburu mukena murah bisa dilakukan via online. Tinggal browsing deh, mukena murah. Enaknya pembelian yang dilakukan via online, hadiah bisa dikirimkan langsung ke penerima hadiah. Lha kog bisa? Ya bisa lah, alamat pengiriman kan tinggal di tulis alamatnya penerima hadiah. Gampang kan?
Menjelang lebaran dan kenaikan kelas, biasanya kebutuhan untuk membeli mukena akan meningkat drastis. Banyak yang berniat membelikan mukena, entah untuk anak, menantu, mertua, orang tua, nenek, tante, wali kelas, guru ngaji, hingga dosen.
Salah seorang mahasiswa saya, memberikan mukena sebagai hadiah. Eiiiit, jangan salah, hadiah diberikan setelah mahasiswa tersebut lulus lho ya, bukan pada saat perkuliahan. Yang ngasih ke saya ini mahasiswa padahal, bukan mahasiswi. Kog ya kepikiran aja ngasih saya mukena. Sepasang pula mukena untuk saya dan Falda. Saking senangnya dihadiahi mukena, mukena tersebut saya pakai hanya pada moment tertentu.
Mukena sarimbit (sepasang) yang diberikan itu biasanya saya pakai kalau ada acara khusus. Malah kadang-kadang saya pakai cuma pas lebaran. Saking sayangnya sama mukena itu. Eh, itu sayang atau malas sih? hahaha.
Oh ya, suka perhatiin ga sih, kalau sedang sholat di beberapa musholla kecil, mukenanya udah pada jelek-jelek dan jumlahnya sedikit. Agak ga layak sebenarnya. Nah, ga ada salahnya nih memberi sumbangan dalam bentuk mukena, ya kan? Bisa ke musholla, atau tempat sholat di persinggahan, atau bahkan mungkin untuk rumah yatim.
Memberikan hadiah mukena sebagai sedekah, bisa memberikan pahala yang mengalir *cmiiw. 
Maksudnya? 
Selagi mukena tersebut digunakan oleh penerima hadiah, maka pahalanya akan terus mengalir ke si pemberi hadiah. Ya, semacam ilmu lah. Semakin ilmu yang diberikan guru terus berguna bagi murid-muridnya, maka pahalanya akan terus mengalir, ya ga sih?
Nah, gimana guys. Sudah kepikiran mau hunting mukena murah di mana?

Sumber foto : Mataharimall.com

Minggu, 18 Maret 2018

Kata-kata Motivasi Pembangkit Gairah Hidup

Kata-kata Motivasi Pembangkit Gairah Hidup. Bolak balik mengalami kegagalan dalam hidup, biasanya akan membuat orang merasa terpuruk, kehilangan harapan, merasa paling menderita sedunia, dan mudah putus asa. Bahkan saking putus asanya, ada yang sampai memutuskan untuk mengakhiri hidup. Naudzubillah min dzalik.