Pages

Categories

IBX5B48708796EE3

SOCIAL MEDIA

Selasa, 13 November 2018

Bingung Ngeprint Dimana? Cek Printerqoe

Saat menyelesaikan tesis tahun lalu. Beberapa kali saya dibuat kalang kabut. Printer yang biasa dipakai mendadak rusak, tintanya mengering dan head printer atau cartridgenya yang terganggu *cmiiw. Kata suami sih, kalau benerin printer. benerin head printer atau cartridge bakal mahal, mending beli baru aja. 

Hadudu saya kan jadi bingung. Saya butuh ngeprint sewaktu-waktu. Mana jumlahnya ga bisa dibilang sedikit. Sekali ngeprint untuk konsultasi dengan dosen pembimbing, saya akan ngeprint setidaknya 60-70 halaman.

Oke lah ga masalah deh soal harga ngeprint-nya, Kalau lagi kepepet, harga berapa aja ya dijabanin kan? Yang lebih bikin galau sebenarnya, kalau harus ngeprint pagi-pagi atau malam-malam. 

Dekat rumah tuh ga ada jasa print yang cocok. Tutupnya kecepetan, bukanya kesiangan, dan harganya agak mahal. Padahal seringnya saya musti udah harus siapin dokumen pagi-pagi sebelum jam 6, atau setidaknya sekitar jam 8an di seputar kampus. 

Kadang sampai terpaksa terima nasib ngeprint agak siangan di dekat kampus, ngantri pulak (karena murah kali ya) dan ketemu dosennya pun tertunda jadi agak siangan. Ga enak banget kan. Kalau udah siang gitu ngantri juga ketemu dosennya.

Andai aja saat itu udah ada Printerqoe, saya pasti akan terbantu banget. Tinggal buka aplikasinya, cari tempat print terdekat yang udah buka pagi-pagi. Atau ngeprint kapan pun trus dikirim pakai jasa delivery.

Mungkin Printerqoe melahirkan aplikasi ini berdasarkan masalah orang-orang seperti saya ya. Susah nemu jasa print yang terdekat.

Sekarang sih saya udah ga bingung lagi urusan print ngeprint, tinggal buka printerqoe, cari jasa print yang terdekat, order deh. Serasa punya printer pribadi, bisa print 24 jam.





Pada 31 Oktober 2018 lalu, berlokasi di 101 Eats & ; Bar Hotel Atlet Century Park, secara resmi dilakukan peluncuran aplikasi printerqoe, sebuah platform yang menghubungkan jaringan printer di seluruh Indonesia secara online.

Kelebihan aplikasi ini adalah, bisa print 24 jam, tanpa antri, cepat, dan berkualitas.

Mau cari percetakan murah di Jakarta? Bisa! Tinggal buka aplikasi, cari deh tempat print terdekat. Saat datang, tinggal ambil deh dokumen yang sudah dicetak rapi, ga perlununggu-nunggu lagi.



Yah beginilah era digital printing, bisa dimanfaatkan untuk memudahkan hidup.

Saat ini, printerqoe memang masih dalam versi beta dan sedang dikembangkan agar bisa berfungsi sepenuhnya. Area pelayanan sejauh ini masih wilayah Jabodetabek.

Oh ya, menurut mba Fiona, head of product Printerqoe, saat sesi Talkshow mengatakan bahwa pengiriman dokumen yang akan diprint bisa dilakukan melalui cloud. Dokumen akan terkirim, tercetak di lokasi pencetakan terdekat.




Jangan khawatir bocor ya datanya, dijamin aman, begitu dokumen selesai dicetak, filenya akan langsung terhapus otomatis dari system.

So, gimana teman-teman, dah nyobain platform yang satu ini?

Minggu, 04 November 2018

Baran, Energi Alternatif Listrik

Bicara tagihan listrik, biasanya banyak yang menjerit. Ada beberapa teman yang tagihan listriknya mencapai jutaan. Bahkan adiknya suami aja tagihan listriknys 1,5jt per bulan. Huaduuh, bikin sesak banget.

Andai nih, ada alternatif energi yang bisa menggantikan listrik sehingga ga perlu lagi dipusingkan bayar listrik tiap bulan, asyik kali ya?

Emang ada gitu?

Ada dong!

Tak lama lagi, sebuah karya anak bangsa akan hadir di Indonesia sebagai alternatif energi, selain listrik.

Pada Selasa, 30 Oktober 2018 lalu, saya dan beberapa teman blogger diundang oleh Pak Victor Wirawan, CEO Aldebaran Indonesia. Aldebaran adalah perusahaan yang akan menelurkan energi terbarukan.




Pagi itu kami ngobrol-ngobrol santai tentang alternatif energi, selain listrik. Tagihan listrik yang makin tinggi, membuat banyak orang mengeluhkan tagihan listrik.

Alternatif energi terbarukan ini menggunakan kekuatan powercell yang bisa memberi energi pada perlengkapan listrik.

Karya anak bangsa ini bernama Baran. Ada 3 produk utama Baran


1. Baran Power


Baran power ini ada 2 jenis :

A. Baran PowerWall yang cocok untuk sumber energi skala rumahan. Bisa dipasang di dinding rumah, jadi hiasan cantik, sekaligus bisa memberikan energi untuk berbagai peralatan elektronik.



Kapasitasnya 8800wh, daya tahannya bisa 8 jam. Dayanya bisa diisi dengan menggunakan solar panel saat di siang hari. Solar panel ini akan menyerap energi dari cahaya matahari, menyimpannya ke dalam sel-sel ion.

B. Baran Cube

Baran cube ini bentuknya besar dan kokoh. Ya kira-kira setara kontainer. Energi yang bisa disimpan dan dihasilkan cukip besar, cocok untuk digunakan oleh kalangan industri, pebisnis, maupun digunakan saat acara outdoor.




2. Baran EV (Electric Vehicle)


Pengen dong punya mobil yang hemat energi. Nah, mobil listrik yang satu ini menggunakan teknologi energi Baran. Jadinya murah dan irit.



Wah, kapan dong ini diluncurkan? Duh, bikin ga sabar banget ya, secara mobil listrik Indonesia ini pastinya bakal irit bahan bakar kan. Dalam sekali charge, Baran EV ini akan kuat daya tahannya untuk jarak tempuh hingga 300Km. Lumayan banget, jarak tempuhnya cukup 


3. Baran Properti


Pengen punya rumah yang sudah dilengkapi baran Powerwall dan solar panel berikut instalasinya?




Ok, sabar ya, semua produk Baran ini baru akan resmi launching di awal tahun 2019 nanti. Huaaa, masih lama. Padahal mah udah penasaran banget pengen punya produk Baran yang memenuhi standar lifestyle, simple, namun powerfull.

Dalam memasuki reovolusi industri, era industri 4.0, musti dibuat terobosan, inovasi agar biaya listrik bisa ditekan, bahkan kalau bisa, listrik gratis. Ga selamanya kita bisa bergantung terus pada listrik, suatu saat bisa saja sumber dayanya habis?

So, kita musti siap-siap dengan energi alternatif kan?



Kapan dong energi alternatif ini akan hadir di Indonesia? Sabar, nanti dikabari kog. Pengen banget kan bisa merasakan listrik gratis.

Follow dulu aja sosial medianya supaya ga ketinggalan info terkini.

IG @baranenergy
IG @VictorWirawan

Selasa, 30 Oktober 2018

Futri Zulya, "Working Mom Tetap Bisa Waras"

Menjadi wanita bekerja, Working Mom, seringkali dihadapkan pada masalah pengaturan waktu dan hidup seimbang. Seorang wanita yang bekerja, tidak hanya mengurusi "pekerjaan kantornya", tapi juga, mau ga mau, wajib mengurusi berbagai hal terkait rumah tangganya. 

Mau bagaimana pun kodrat perempuan, tetap saja hal ini ga bisa dipungkiri. Mau setinggi apapun tingkat pendidikannya, mau setinggi apa pun jenjang jabatannya, mau sebanyak apa pun kesibukannya, tetap saja, pada akhirnya wanita akan dihadapkan pada komitmen ini "Hei, mom, mana tanggung jawabmu sebagai ibu? Mana tanggung jawabmu sebagai istri?

Seorang perempuan bekerja, terutama pada kultur budaya Indonesia yang umumnya Patriarki, mewajibkan perempuan untuk mengurusi segala kebutuhan rumahtangganya. Sesibuk apa pun yang bersangkutan! 

Seorang perempuan, baru bisa dianggap sukses, jika ia mampu menjadi ibu yang baik, punya anak sukses berprestasi, suami terurus, dan kehidupan rumahtangganya berjalan lancar. Mau yang bersangkutan bekerja atau tidak, tetap saja tolak ukurnya akan seperti itu. Mau sesukses apapun karirnya, tetap saja balik-baliknya ke situ lagi, lagi, dan lagi. Ukuran sukses perempuan Indonesia itu ya memang begitu. Ini udah jadi budaya, dan memang sulit diubah. Mau nangis darah juga tetap aja segalanya jadi urusan perempuan, hiks.

Menjadi perempuan di Indonesia itu berat jenderal *ehhk *plak *curhat

Jika seorang wanita memilih aktif, memaksimalkan potensi diri, tetap saja ada hal yang tak boleh ia lupakan, tanggung jawabnya terhadap keberlangsungan rumahtangga. Saat suami memberinya ijin untuk bekerja, maka ia pun harus sanggup menjadi seorang MOM, Master of multitasking. Mulai dari mengurus anak-anak, suami, hingga tetek bengek pekerjaan rumahtangga. 

Ini lah yang disampaikan oleh Futri Zulya Savitri, CEO PT. Batin Eka Perkasa (BEP), pemasar produk Haneda, pada Sabtu, 27 Oktober 2018 lalu di kantornya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.



Putri pertama ketua MPR/DPR Zulkifli Hasan ini menyebutkan "perempuan disebut MOM, karena memang ia adalah seorang master of multitasking". Kekuatan perempuan ini lah yang mustinya bisa dimanfaatkan untuk membuatnya lebih sukses.

Istri dari Mumtaz Rais yang sukses mengelola banyak bisnis (termasuk bisnis kecantikan, Z beauty) ini menyebutkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan working mom untuk tetap waras dalam menjalankan karir dan mengurus rumahtangga.

1. Let's Go off Your Guilt. Bangun Support system




Ini hal utama dan paling penting yang perlu dilakukan seorang ibu, ketika ia memutuskan untuk bekerja. Buang jauh-jauh rasa bersalah kurang bisa mendampingi keluarga sepenuhnya, komunikasikan pada orang terdekat tentang keputusan untuk bekerja, minta dukungan dan bantuan dari mereka. Minta support.

Ketika support system sudah terbangun, mom akan bisa bekerja dengan tenang. Mereka juga akan dengan sukacita membantu kelancaran dalam bekerja.

Support system itu ada banyak. Yang utama tentu saja suami, kemudian orangtua, saudara, kakak adik, dsb. Selain keluarga, support system yang lain bisa juga berupa asisten rumahtangga, baby sitter, karyawan, dsb.

Saat akan merekrut asisten rumah tangga maupun baby sitter, tak ada salahnya untuk melakukan interview dan tracking record yang bersangkutan. Cek latar belakang keluarganya, riwayat kerjanya, dsb. Kenapa ini perlu dilakukan? Asisten ini akan mempengaruhi kelancaran mom dalam bekerja. Dengan merekrut orang yang bisa dipercaya, mom akan bisa dengan tenang bekerja.

Walaupun sudah mendapatkan orang yang bisa dipercaya, bukan berarti para mom bisa lepas tangan begitu saja. Menurut menantu Amien Rais ini, seorang ibu harus lah tetap yang menjadi pemegang kendali rumahtangga dan pengasuhan anak-anak.

Bekali para asisten dengan tugas-tugas dan pengetahuan tentang kebiasaan yang biasa mom terapkan dalam pengasuhan anak. Jangan lepaskan mereka begitu saja. 

Begitu juga jika kegiatan pengasuhan diberikan ke kakek nenek, cara pengasuhan orangtua tetap perlu diinfokan ke mereka. Agar tidak terjadi cara pengasuhan yang berbeda, yang membuat anak-anak bingung dan mengacaukan pola asuh orangtua.


2. Let's Get Organize. Buat Semua Terencana




Saat tersibuk para working mom itu biasanya ada di pagi hari. Seolah-olah semua harus bisa tercapai bersamaan di pagi hari. Menyiapkan sarapan, menyiapkan perlengkapan sekolah dan kerja, menyiapkan bekal, dsb. 

Padahal, kalau direncanakan dengan baik, semua bisa lho disiapkan sejak semalam atau beberapa hari sebelumnya. Yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan menjadwalkan segala sesuatunya dengan baik.

Misalnya nih, menyiapkan seragam dan perlengkapan sekolah di malam sebelumnya. Menyiapkan bumbu-bumbu dan bahan untuk masak bekal sekolah atau sarapan, bisa disiapkan di malam sebelumnya, pagi-pagi tinggal srang sreng sebentar. Kalau rajin, bisa deh buat nugget dan stok di kulkas pada hari libur, saat hari sekolah tinggal masak sebentar di pagi hari.

Saya sendiri biasa masak bumbu balado yang banyak untuk stok 1-2 minggu. Pada hari H dibutuhkan, saya tinggal goreng ayam/ikan, tambahkan balado deh. Kalau lagi rajin juga biasanya saya buat nugget.

3. Communicate With Your Employer. 




Nah ini sarannya Futri, kalau bisa, cari lah tempat bekerja yang ramah ibu bekerja. Sebutkan status kita sebagai ibu yang mempunyai suami dan anak. Tanyakan tentang kemungkinan untuk izin jika ada hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan anak. Apakah boleh ijin untuk ambil raport atau mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. Tempat bekerja yang ramah terhadap ibu akan membuat working mom bisa bekerja dan berkarya dengan tenang.

4. Set Your Priority, Limit Time Waster Activity




Nah ini, salah satu kelemahan working mom, waktunya terbatas. So, harus pintar-pintar membagi waktu. Kurangi melakukan hal-hal ga penting yang dapat mencuri waktu. Kurangi hang out ga penting, ga ada tujuan, kurangi browsing hal ga jelas. Perbanyak waktu untuk keluarga. Futri mengaku, sejak menikah dan menjalankan berbagai bisnis, waktunya untuk kumpul-kumpul menjadi berkurang, teman-temannya menyusut. Waktu luangnya lebih banyak dihabiskan untuk keluarga.

Saran Futri, biasa kan untuk melakukan switch mode. Saat di kantor, tanggalkan status ibu rumah tangga, switch ke mode ibu bekerja. Sebaliknya, saat sudah berada di rumah, tanggalkan deh segala atribut ibu bekerja. Sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah. Switch mode to a mom. Temani anak dan suami beraktifitas di rumah.

Walau harus membatasi banyak hal, Futri tetap menyarankan agar para mom menyediakan waktu untuk me time. Yes, jadi working mom harus tetap bisa waras. Luangkan waktu, manjakan diri. Misalnya pergi ke salon, merawat diri, dsb.

5. Cermat Merencanakan Keuangan Keluarga




Masih berkaitan dengan peran wanita yang menuntutnya untuk jadi mom, master of multitasking, para mom memang mau ga mau harus bisa mengatur keuangan rumahtangga. Ngurusan printilan bayar segala macam tagihan, spp, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Agar memudahkan, Futri menyarankan agar para mom membuat list kebutuhan rumahtangga, membuat post-post budget. Jika memungkinkan, buat bank tersendiri untuk tiap post. Jika tidak mungkin, pakai cara konvensional, masukkan tiap budget ke dalam amplop! Jangan diutak atik jika tidak diperlukan. Disiplin kuncinya.

Urusan pembayaran tagihan, Futri menggunakan fasilitas auto debet dari bank. Hal ini untuk memudahkan dalam mengorganisasi semuanya, jadi ga dipusingkan lagi urusan kapan harus bayar ini itu, semua sudah terjadwal.

Fiuuh, banyak ya urusannya working mom ini. Udah lah ngurusin kerjaan kantor, masih harus ngurusin kerjaan rumah juga. Hahaha.

Nah, berhubung topik hari itu adalah tentang working mom, Futri juga ngasih tips menggunakan make up yang simpel untuk ke kantor nih.



Sst, Futri kasih bocoran, kunci make up yang bagus itu ada pada primer atau base make up, foundation, dan setting spray. Tak ada salahnya investasi agak mahal pada foundation, karena ini akan membuat kulit wajah kita menjadi lebih halus dan terlihat bagus. Primer, atau base make up berguna untuk menjadi dasar make up dan membuat make up lebih nempel, jadi lebih tahan lama. Setting spray gunanya untuk mengunci make up yang sudah jadi, agar tak mudah luntur.

Seru kan acara hari itu. Saya dapat banyak sekali masukan dan insight. Sebagai working mom juga, walau ga full time, tetap aja saya mengalami banyak strugling yang kadang suka bikin pusing. 

Moga-moga tips dari Futri ini bisa membantu menyeimbangkan hidup kita ya, para working mom. Semangat

Minggu, 28 Oktober 2018

Film 3 Dara 2, Perkara Komunikasi & Harga Diri

Saya termasuk jarang-jarang nonton film ke bioskop. Terutama sejak punya anak. Entah kenapa suami susah banget diajak me time berdua. Selalu alasannya "kasihan anak-anak kalau ditinggal". Mengajak anak-anak ke bioskop bukan lah opsi hiburan bagi kami. Selain jarang ada film anak-anak, kami ga ingin merusak suasana menyenangkan menjadi neraka.

Kami sadar anak-anak bukan tipe anteng. Pastinya mereka ga akan bisa diam di tempat, banyak tanya, lasak. Daripada sibuk menjaga mereka ke sana ke mari, sibuk menyuruh mereka diam dan mengganggu penonton lain, kami memilih untuk mencari hiburan lain saja. Jadi ya udah lah terima nasib, ga pernah ke bioskop bertahun-tahun, jarang nonton film Indonesia. Cukup puas nonton film setelah masuk TV nasional. Hiks. Kog ga nonton sendiri aja? Hm, ga segitunya butuh ke bioskop sih sampai harus nonton sendirian, hahaha

Untung lah, beberapa tahun terakhir mulai agak lumayan. Sudah mulai bisa nonton ke bioskop, walau tetap aja jarang-jarang nonton. Hahaha. Itu pun nontonnya ga bareng suamik. Hiks. Kalau ga bareng sama anak-anak, ya sama teman-teman blogger.

Hadeuuh, kenapa mau ngomongin film aja jadi ngalor ngidul sik. Hahaha, ini sih sebenarnya karena saya happy banget dapat kesempatan bisa nonton bareng teman-teman dari Komunitas ISB dan MNCP Movie. Senangnya lagi, dapat kesempatan nonton film drama komedi. Genre favorit saya.

Sabtu, 27 Oktober 2018 lalu, saya nonton film 3 Dara 2 di Blok M Square, Jakarta Selatan. Ternyata, sore itu memang jadwalnya nobar road show di beberapa Bioskop. Beberapa pemain turut hadir di beberapa bioskop. Ada Adipati Dolken dan Tanta Ginting. Tora Sudiro hadir di Surabaya. Seru banget bisa meet n greet bareng mereka. Sayang ga sempat minta foto bareng, penuh orang.





Film 3 Dara 2


Dalam film 3 Dara 2 ini ada 3 karakter utama. Tiga orang sahabat, Affandi (Tora Sudiro), Richard (Tanta Ginting), dan Jay (Adipati Dolken) yang saling bahu membahu.



Affandi yang paling senior dan dituakan, selalu menjadi yang paling menonjol dan didengar pendapatnya. Di rumah pun, Affandi diperlakukan bak raja oleh sang istri, Aniek. Sayangnya, sang ibu, alias eyang putri, tak pernah suka sama sang menantu yang dianggapnya mokondo.

Terus menerus disindir-sindir mertua membuat Affandi "panas", harga dirinya tercabik-cabik. Akhirnya ia mencari-cari cara agar bisa naik "kelas" di mata mertua.

Bersama sahabat-sahabatnya, Affandi kasak kusuk ke sana kemari mencari peluang bisnis, hingga bertemu pengusaha kaya bernama Bowo (Dwi Sasono) yang rada antik. Dari sini lah semua petualangan dan keseruan bermula.

Mulai dari gadai rumah, sewa hacker, sewa menyewa perabot, hingga jadi bapak rumah tangga dan pasien dokter jiwa.

Seperti apa keseruannya? Nonton sendiri aja deh biar ga spoiler ya.


Review Film 3 Dara 2


Awalnya, saya ga punya ekspektasi apa-apa tentang film ini. Tapi, setelah nonton sendiri, dibuat tertawa geli dan sakit perut berkali-kali, saya patut mengacungkan jempol pada Monty Tiwa sang sutradara.

Sebuah film komedi butuh pemain karakter kuat untuk bisa menyampaikan pesan, sesuatu yang bisa jadi ironi dan menjadi sebuah kelucuan. Tanpa perlu membanyol, memaksa penonton tertawa, or try to be funny. Karakter pemain dan skenario yang kuat, sudah cukup membuat sebuah adegan menjadi layak untuk ditertawakan. 

Cut Mini yang berperan menjadi mertua alias eyang putri yang super kaya, punya banyak perusahaan, menyebalkan dan suka meremehkan ini menjadi sentra cerita. Karakter eyang putri yang super annoying dan bolak balik menyebut Affandi mokondo ini lah yang menjadi kekuatan cerita dan menimbulkan berbagai konflik.

Tora Sudiro sang tokoh utama juga bermain apik, menjadi suami yang tercabik-cabik harga dirinya. Selalu berusaha show off, mau menunjukkan "kelaki-lakiannya" yang mampu menjadi pemecah masalah.

Tanta Ginting dan Adipati Dolken pun tak kalah ciamik. Adegan Richard dipaksa "mengemis" pada ayahnya, berhasil mengocok perut.




Belum lagi munculnya karakter Jentu (Soleh Solihun) yang super tengil, berhasil menciptakan konflik-konflik tak terduga di film ini. Antara pengen kesel, marah, nangis, ketawa.

Ya, yang pasti sih saya suka film komedi semacam ini. Walau sedikit terganggu pada scene-scene dokter jiwa (kenapa bukan psikolog?) yang sedikit menggurui, saya tetap suka. 

Menghibur tanpa memaksa lucu. Gak try to be funny!


Moral of The Story Film 3 Dara 2


Dalam sebuah rumah tangga, seringkali masalah ekonomi menjadi kendala yang dapat berpotensi merusak hubungan suami istri. Namun, dengan komunikasi yang baik, masalah seberat apa pun tak akan jadi batu sandungan.

Film 3 Dara 2 ini secara tak langsung mengangkat masalah ini. Komunikasi. Seringkali suami istri kurang mampu mengkomunikasikan masalah yang mereka hadapi, sampai jadi konflik.

Ketika ada masalah, suami takut dimarahi atau berantem sama istri, lantas diam-diam menyelesaikan masalah sendiri. Giliran muncul konflik, istri juga yang puyeng. Padahal kalau didiskusikan, istri bisa saja membantu, kan? Begitu juga sebaliknya. Apa pun masalahnya, jika ada komunikasi antara suami dan istri, bisa dicari jalan keluarnya.

Itu sih yang saya lihat dari film 3 Dara 2, selain isu kesetaraan gender. Dibalik kelucuan ceritanya, ada selipan moral yang disampaikan dalam bentuk sentilan-sentilan ringan nan menghibur. 

Saya bolak balik kesentil film 3 Dara 2 ini. Jadi merasa, "kog ini kayak masalah gue ya, cuma kebalik aja contohnya". Kesentil masalah komunikasi. 

Suami merasa saya kurang mau mendiskusikan masalah-masalah yang saya hadapi. Sok kuat menghadapi semua masalah sendirian. Efeknya bikin saya stres dan marah-marah ke suami dan anak-anak. Belakangan, saya mulai belajar melibatkan suami dan berdiskusi dengannya. Walau sungkan, takut merepotkan, justru ia suka, bisa membantu meringankan masalah yang saya hadapi. 

So, tak ada salahnya nih suami istri nonton bareng film 3 Dara 2. Yakin ga rugi buang waktu 1,5 jam duduk di bioskop, tertawa geli dan bolak balik sakit perut. Menghibur sekaligus mencerahkan. 

Buat yang mau nonton dan ketemu pemain-pemainnya, ikutan nobar aja. Cermati jadwalnya di akun instagram @film_3dara2





Keseruan tadi sore abis nobar #Film3Dara2 . Ketemu @tantaginting @adipatidolk yang jadi salah dua pemeran utamanya. Sayang ga ketemu @t_orasudi_ro , padahal suka aktingnya yang berhasil bikin saya mules, gemes, kesel, tapi juga terharu. Ok, saya jarang-jarang nonton bioskop, jarang nonton film Indonesia. Tapi, nonton garapan Monty Tiwa dan @mncp_movie ini, saya perlu acungin jempol. Sebuah film komedi butuh pemain karakter kuat untuk bisa menyampaikan pesan, sesuatu yang bisa jadi ironi dan menjadi sebuah kelucuan. Tanpa perlu memaksa lucu, ngebanyol, or "try to be funny". Karakter pemain dan skenario yang kuat akan membuatnya "hidup". Haiyah, ngomong opo thoo. Ya wis, yang jelas saya akan bahas ini di blog. Pokoknya saya suka banget film ini, Rasanya sih pengen nonton lagi bareng suami. Wajib tonton buat yang pengen menghibur diri sekaligus mendapat hikmah kehidupan *tsaaah Buat yang pengen nonton dan pengen ketemu pemain2nya, coba ikutan nobar, pantengin deh jadwalnya di @film_3dara2
A post shared by Maya Siswadi (@mayasiswadi) on

Selasa, 23 Oktober 2018

Faldi dan Rencana Liburannya

"Bund, beliin handphone dong, liburan ini"
"Hadeuh kakak, ini bunda aja ngos-ngosan mau bayaran sekolah kalian, nambah beli handphone lagi...hwaa
" emaknya tepok jidat.

"Yah, besok kan kakak liburan terakhir di rumah"
"Liburan terakhir? Maksudnya gimana?"
"Kan liburan semester tahun depan kakak udah ga boleh pulang ke rumah, harus jaga di pondok. Liburan (akhir tahun) ini terakhir kakak (ngerasain) liburan di rumah"

Deg...perut emaknya langsung mules.

Walau udah SMA, Faldi memang ga punya handphone sendiri. Maklum lah, anak pondok (pesantren) kan ga boleh pegang gadget saat sedang di asramanya. Cuma boleh kalau sedang kunjungan orang tua ke pondok (mudib) atau sedang berlibur.



Dulu Faldi sempat punya handphone sendiri, beli bekas hasil ngumpulin angpau lebaran. Sayangnya umurnya ga lama, handphone itu jatuh dari atas tempat tidur dan layarnya blank sebagian. Kami ga mau benerin karena ongkos service 300ribu lebih. Setengah dari harga belinya. 





Kami biarkan Faldi menerima resiko dan belajar bersabar menggunakan handphone ayah dan bundanya bergantian ;). Toh hanya selama mereka libur aja. Hiburan lain masih banyak. Kenapa harus tergantung pada handphone.

Baca : Memilih Resiko yang Sanggup Dihadapi

Nah, menjelang libur akhir tahun ini Faldi kembali merengek minta dibelikan handphone

"Bund, belikan kek. Potong uang jajan Faldi deh sampai liburan!"
"Lah, emang Faldi mau beli handphone yang harga berapa? Spek apa? Liburan kan tinggal berapa bulan lagi. Mau ngumpulin duit berapa?"


"Ya berapa kek, ga perlu yang mahal-mahal, yang 700an juga gapapa. Potong uang jajan Faldi sampai liburan"


"Lah, mana cukup uangnya kalau potong uang jajan"
"Ya sisanya bunda yang nambahin lah"
"Lha kog enak?"
"Iya lah bund"

Duh, emak cuma bisa ngelus dada. Nyesek.

Di satu sisi kami ga sanggup harus menambah budget untuk membelikan handphone yang hanya dipakai saat liburan. Tapi, mengingat jenjang sekolahnya yang sudah kelas 2 SMA, kog rasanya ga lucu juga. Anak SMA mau janjian atau jalan sama temannya, ga pegang handphone? Bagaimana janjiannya? Bagaimana komunikasinya? Bagaimana kami menghubunginya jika perlu komunikasi?

Saat sedang liburan gitu kan Faldi model anak yang ga bisa diam di rumah. Keasyikan berteman di pondok membuat dia dan teman-temannya selalu pengen ngumpul dan bikin agenda liburan bersama. Entah liburan ke Banten, Anyer, dsb. Ga mungkin mereka pergi tanpa alat komunikasi. Bagaimana ngobrol dengan kami orangtuanya? Sedang ada dimana, lagi ngapain, dsb.

Baca: Menjadikan Anak Pertama Proyek Percontohan?

Ok. Memikirkan ini cukup bikin saya pusing. Hahaha. Perut mules karena waktunya ga sampai 2 bulan lagi.

"Ayo lah bund, liburan ini rencana kakak mau ke Cirebon atau Kuningan sama teman-teman"
"Lah kakak ga ikut bunda ke Malang? Ini adek-adeknya udah pada ngumpulin duit buat liburan"
"Ga ah, kakak mau liburan sama teman-teman"

Baca : 
Begini rasanya punya anak remaja

Emaknya makin mules kan tuh. Udah lah ketemunya cuma pas liburan, giliran libur, malah pergi jalan sama teman-temannya.

"Udah lah bund, biarin aja, anaknya kan udah gedhe ini, udah bisa jaga diri" timpal suami.

Yaelah pak, dari dulu juga kan emang ga pernah dilarang kaleee *emakkesel. Masalahnya bukan ga mau kasih ijin, bukan ga mau ngebebasin, tapi, bundanya kan juga pengen kangen-kangenan sama anaknya, liburan sama anaknya. Huhuhu. Tapi, anaknya mau liburan sama teman-temannya. Bagaimana dong? Perlu dibelikan handphone?

Peernya ini yang bikin puyeng. Cari handphone yang murah tapi ga jelek-jelek amat. Speknya lumayan dan bisa buat komunikasi dan hiburan.

Flash Sale Tokopedia?




Saat lagi galau-galaunya, dapat bocoran flash sale Advan S50 4G Unlimited di Tokopedia. Wah, sebagai anak Tokopedia *ngaku-ngaku, ga boleh ketinggalan ini. Harganya 777ribu. Duuh. Apa ini jawabannya ya?

Intip-intip speknya sih lumayan, operating systemnya sudah Android Go dengan processor 1.3Ghz. Bisa lah buat main sosmed dan nonton YouTube Go Unlimited.



Unlimited?


Iya, soalnya paket ini dibundling dengan IM3 Indosat Ooredo yang ngasih akses gratis YouTube dan Sosial media selama 24 jam, selama setahun (unlimited). Dapat 12Gb kuota tambahan (untuk browsing dan download) selama setahun. Ok, bagian ini lumayan, bakal bikin irit banget, ga pusing beli pulsa.

RAMnya sih memang cuma 1GB dengan ROM 8GB, tapi ya lumayan lah, masih bisa intal dan jalanin banyak aplikasi.

Kamera depannya 2MP, belakangnya 5MP. Lumayan lah buat foto ala-ala. Ukuran layarnya juga sedang 5". Ga terlalu besar, ga terlalu kecil. 






Spek segitu untuk ukuran anak-anak udah lumayan sih.

Hm, bunda menggalau. Apa iya perlu kasih tahu Faldi soal ini? Apa iya perlu mantengin flash sale di Official storenya Advan di Tokopedia tanggal 26 Oktober ini?

Belinya disini ya

Kalau dirangkum, ini dia kelebihannya

8 Kelebihan Advan S50 4G Unlimited Smartphone:


1. Layar 5” dengan OS Android Go

2. Unlimited Youtube 24jam, Setahun!

3. Unlimited Sosmed (social media) 24 jam, Setahun!

4. Plus Kuota Tambahan 12GB, Setahun!

5. Unlimted Gratiss, Tanpa Potong Pulsa, Setahun Penuh!

6. Free VIP iflix

7. Free Spotify

8. Free telp juga





Senin, 22 Oktober 2018

Begini Cara Order Pengiriman Paxel

"Mba, aku udah download, tapi ga ngerti cara pakenya"
"Ntar aku tulis di blog ya"

Begitulah janji saya pada seorang teman saat cerita kelebihan Paxel dan membagikan kode promo di sosial media. 

Beberapa teman pelaku online shop, terutama bakulan kue, penjual frozen food, antusias banget dengan adanya jasa kiriman, yang bisa pick up dan sampai di hari yang sama (same day delivery) dengan tarif flat. Bagi mereka ini angin surga. Apalagi sedang ada promo berbagi kode promo referral @mayasiswadi dapat saldo 100ribu.

Awalnya saya pun ga kenal Paxel dan ga tahu cara penggunaannya. Berhari-hari mencoba mengirim paket untuk mba Aal, gagal terus. Duh, ini salah di mana sih? Hari terus berjalan dan waktu udah mepet banget deadline.

"Duuh, ini kalau paketnya belum terkirim, terpaksa dibawa ke gathering deh!" gumam saya gemas.

Akhirnya, pada hari Selasa, 16 Oktober 2018, saya datang menghadiri Blogger Gathering Paxel di kantor utamanya, daerah Kampung Melayu. Jam 08.30 saya sudah tiba di lokasi, berjalan kaki dari stasiun Tebet! Hahaha. Biar sehat, right? ;)

Salah satu dinding di kantor Paxel
Salah satu dinding di kantor Paxel

Paket yang sudah berhari-hari saya tenteng ke sana kemari untuk dikirim, saya bawa serta ke acara gathering. Untung paket kecil, jadinya ga berat.

Setelah mendengar kata sambutan dari pak Brian dan pembeberan latar belakang didirikannya Paxel oleh pak Djohari Zein, CEO Omiyago, pusat oleh-oleh online, saya langsung mengajukan pertanyaan begitu mendapat kesempatan.

Pak Djohari Zein, sedang menjelaskan trend pertumbuhan ekspedisi
Pak Djohari Zein, sedang menjelaskan trend pertumbuhan ekspedisi

"Saya sudah berhari-hari mencoba mengirim paket, tapi gagal terus. Pertama daerah rumah saya di luar jangkauan, kemudian saya coba pindah lokasi, ga terdeteksi. Tapi saya penasaran pengen nyoba. Akhirnya paketnya saya bawa ke sini, pengen nanya langsung aja cara ordernya"

Mba Ica sang MC spontan merespon, "nanti saya coba bantu ya mba"

Saya hampir lupa dengan paket itu karena kami diajak office tour dan makan siang. Saking takjub lihat suasana kantornya yang asyik. Banyak mural cantik-cantik buat foto, hahaha.

Bahas soal teknis bantuan pengiriman buat ke Palu-Donggala juga. Menurut Pak Alex yang memandu office tour kali itu, para donatur sebaiknya mengirim paket bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi, bukan sekedar "ngosongin lemari". Dengarkan kebutuhan mereka.

"Jangan aji mumpung, mengosongkan isi lemari, memberikan baju bekas yang sudah tidak ingin dipakai. Sesuatu yang belum tentu mereka butuhkan. Lebih baik memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan. Uang bantuan pun sebaiknya langsung dibelikan barang-barang yang diperlukan pengungsi. Misalnya selimut, tenda, tikar, handuk bersih, pembalut, popok, susu, makanan, obat-obatan, dsb" Ya ampun, makjleb banget ini pak Alex.

Pak Alex, Head of Marketing Paxel, sedang menjelaskan teknis pengiriman bantuan melalui Paxel
Pak Alex, sedang menjelaskan teknis pengiriman bantuan melalui Paxel

Setelah puas berkeliling dan melihat Paxel Drop Box, saya baru ingat tentang paket yang saya bawa, lupa belum tanya cara order. Saat itu Pak Alex, Head of Marketing Paxel, sedang menjelaskan strateginya menggunakan tagline #AntarkanKebaikan. "Hero, penjemput dan pengantar paket Paxel, bertugas mengantar paket yang dinanti-nanti. Paket yang membuat penerimanya bahagia"

Mumpung ingat, walau pak Alex masih menjelaskan banyak hal, saya buru-buru mendatangi mba Ica di samping panggung. Mba Ica langsung berinisiatif membantu proses order. 

Cara Order Paxel


1. Create Shipment (Buat Pengiriman)

"Begini caranya mba. Klik Create shipment dan aktifkan GPSnya"





2. Masukkan Lokasi Penjemputan dan Pengiriman

"Trus masukkan deh lokasi penjemputan (pick up) dan pengiriman (send)"


"Masukkan sampai alamat atau lokasi tersebut terdeteksi GPS ya"

"Oh, berarti memang harus tunggu sampai lokasinya muncul di gps ya mba?"

"Iya mba, kalau ngga, ya ga bisa diproses."

"Oh, pantesan kog ga bisa-bisa dari kemaren, saya nulis alamat yang ga ada di gps"

"harus ketemu dulu lokasi di gpsnya mba"

Ya, akhirnya saya paham, kenapa kemaren-kemaren saya ga bisa order, hahaha. Aplikasi ini memang mutlak terhubung dengan gps dan harus online realtime.


3. Masukkan detail alamat dan gedung 

Klik tanda kotak di kanan kolom isian untuk memasukkan alamat lengkap.

Jika semua data dan detail sudah lengkap, klik lanjutkan, sampai muncul halaman yang menunjukkan rincian alamat dan pilihan paket seperti ini


Terrlihat harga paketnya yang flat kan?

4. Klik pilihan paket yang sesuai 

Pilih paket sesuai ukuran dan dimensi paket yang akan dijemput. Jangan khawatir harus bungkus-bungkus, pihak Paxel akan membungkus paket kita ke dalam box. 

Jika ukuran paket tidak masuk kategori small, medium, large, pilih customized.

5. Pilih Type Pengiriman

Geser layar ke bawah dan pilih jenis kirimannya, apakah masuk kategori food, pakaian, dsb.



Setelah pilih terapkan (apply), layar akan kembali menunjukkan layar konfirmasi order.

6. Pilih jam dan hari penjemputan

Jangan lupa memilih waktu penjemputan paket ya, agar sesuai hari dan jam yang diinginkan di lokasi penjemputan.



Nah udah deh proses order tinggal klik lanjutkan aja. Gampang kan?

Paxel ini memang start up logistik berbasis aplikasi. Layanan utama Paxel adalah same day delivery. 

Kelebihan Paxel ada pada layanan sampai di hari yang sama, same day delivery, dengan tarif jauh dekat sama, flat! Ini macam layanan ekspedisi reguler tapi rasa pengiriman ojek online.

Bahagia banget lah para bakul-bakul kue atau makanan. Terutama teman-teman bakulan frozen food. Terpecahkan masalah mereka dalam urusan antar mengantar makanan yang harus sampai dalam sehari, supaya ga keburu basi. Seperti pengalaman pengusaha pempek Kinkin di acara blogger gathering ini.


Mba Sarah merasakan omzetnya semakin meningkat sejak ia bisa kirim-kirim makanan ke lokasi yang lehih jauh dengan ongkos kirim yang jauh lebih murah. Jangkauan konsumennya menjadi lebih luas.

Ngomong-ngomong, apa kabar paket yang saya kirim ya?

Paket yang dikirim ke kabupaten Tangerang itu berhasil sampai hari itu juga. Mantul deh. Mantab betul. Dalam waktu 3-8 jam, paket sejauh apapun, selagi masih wilayah jabodetabek dan Bandung, sampai juga di hari yang sama. 



Ahh, bahagia banget nemu solusi pengiriman frozen food atau makanan yang harus sampai hari itu juga dengan harga flat. Bayangkan, kirim paket kecil dari Jakarta Timur ke Tangerang yang jaraknya nyaris 50 km, cuma kena charge 18.000. Murmer banget kan? Kirim ke Bogor atau Bandung pun bisa sis!

Buat yang penasaran pengen coba kirim-kirim, download aplikasinya di play store atau apple store. Masukkan kode promo @mayasiswadi untuk mendapatkan saldo awal 100ribu yang bisa digunakan untuk kirim barang. 

Update, noted
Buat temen-temen bakulan yang mau kirim-kirim makanan, sebaiknya minta dipickup sebelum jam 12 siang ya, untuk memastikan dikirim pada hari yang sama. 

Normalnya sih pengiriman antara 3-6 jam, tapi bisa jadi sampai 8 jam. Kalau lebih dari 8 jam bisa jadi dihold buat besok, ga mau ambil resiko basi kan? So, better make order under 11am.

Rabu, 17 Oktober 2018

Menghadapi Suami yang Sedang Sakit

Menghadapi suami yang sedang sakit itu memang butuh kesabaran. Entah kenapa, pada saat-saat seperti itu mereka berubah menjadi super manja. Manjanya ga tanggung-tanggung, ngalahin anak-anak.

Mulai minta diambilin ini itu lah, tidur mulu lah, ngeluh ini itu lah. Wis pokoknya kalau lagi sakit, seolah-olah cuma dia yang paling menderita dan merasakan sakit yang teramat sangat.

Apalagi modelnya suami saya yang paling jago urusan mendeskripsikan "penderitaan" yang dialaminya.




"Bund, ini dada kog rasanya kayak ketarik-tarik ya kalau batuk, kayak ditusuk-tusuk ratusan paku!"

Belum cukup mengeluh seperti itu, kali lain ia juga akan menghiba-hiba dengan wajah memelas, curhat tentang rasa "sakitnya".

"Ya Allah bund, ini tulang rasanya kayak mau copot, kepala belakang kayak digandoli beras ribuan ton. Wajar ga sih?"

Kalau udah curhat gitu, laki-laki gagah perkasa bisa mendadak layu, lemes, minta dimanja, minta diperhatiin.

Sebagai istri yang baik *hoeek, saya pastinya akan berusaha melayaninya kan ya. Pengennya sih cuek, masa bodo, tapi mana berani. Ntar dipecat jadi istri *ehh.

Suami minta ambilin minum, siap ambilin. Suami minta dimasakin, siap masakin yang enak, sesuai kebutuhan sakitnya. Suami minta kerokin, siap sedia corat coret punggungnya pakai koin dan balsem. Yihaaa, ada yang bisa dijadiin pelampiasan *ehhh.

"Bund, ambilin air anget dong, tenggorokan aku kering banget"
"Iya, bentar ya yah"
"Ya Allah ini batuk kapan sembuhnya ya, dada kayak ketarik-tarik"

Begitulah keluhan suami berkali-kali kala ia dilanda batuk, beberapa minggu lalu.

"Tenggorokan aku ga enak banget bund. Enaknya diapain ya?"
"Biasanya sih kalau papa batuk suka dibuatkan air jahe sama mama"
"Hm, boleh juga. Enak juga kali ya minum air jahe"
"Kalau lagi batuk gini biasanya emang enak minum air jahe mas, anget dan nyaman buat tenggorokan"
"Ya udah mau deh, buatin air jahe ya"

Saya pun beranjak ke kulkas, membongkar koleksi bumbu dapur yang saya punya. Lha kog ga ada?

"Maaaasss, ini jahenya cuma secuil gini, bisa ga ya buat bikin air jahe?"
"Ya udah gapapa deh bund, buatin aja, udah ga enak banget ini tenggorokan"

Akhirnya, berbekal seruas jahe, saya rebus segelas air bersama jahe yang sudah dibersihkan. Saya belum pernah buat air jahe, jadinya ya ngira-ngira aja. Sengaja ga dipakaikan gula merah, suami kurang suka minuman manis.

Saat air jahe sudah siap disajikan, segera saya sodorkan ke suami

"Mas, nih minum air jahenya. Mudah-mudahan bisa enakan tenggorokannya"

Byuuurr...
Tiba-tiba suami menyemburkan air jahe yang baru saya buatkan

"Kenapa mas? Kepanasan ya? Pelan-pelan aja minumnya"
"Bukaaan, ambaaar. Ga ada rasa jahenya"
"Waduh"
"Yah maaf mas. Itu tadi emang jahenya cuma dikit, ga punya stok jahe"

Tiba-tiba pandangan saya tertumbuk pada kotak-kotak herbadrink yang ada di atas kulkas. 

Stok yang biasa saya siapkan, jaga-jaga kalau sewaktu-waktu perlu diminum saat sedang sakit seperti ini, atau saat sedang ga enak badan. Ada temulawak buat memperbaiki nafsu makan yang biasanya menurun saat sakit, lidah buaya buat melancarkan pencernaan dan sari jahe yang biasa saya minum hangat-hangat buat mengusir masuk angin. 

Ya ampuuun, kog ga kepikiran dari tadi sih soal stok ini *tepokjidat.

"Maaaaaas, ini ada sari jahe herbadrink nih. Aku buatin ini aja ya. Enak ini rasa jahenya kerasa  hangat dan ga terlalu manis" seru saya gembira

"Hmm..ga usah deh..ntar ga enak"
"Enak, kan mas pernah nyobain waktu radang sendi. Inget ga?"
"Ga ah, masih mual ini, ntar malah ga keminum"
"Aku buatin ntar sorean gimana?"
"Ya udah boleh deh"

Sore itu pun mas suami pun saya buatkan sari jahe sesuai janji.

"Ini mas, minum ya, biar enakan"




"Alhamdulillah, enakan ini bund. Makasih ya say"

Ah, lega rasanya suami mau meminum sari jahe buatan saya. Eh, bukan ding, ngaku-ngaku banget. Maksudnya sari jahe seduhan saya, hahaha. Sudah deg-degan dia ga mau minum atau komplain rasanya ga enak.

Alhamdulillah sari jahe seduhan saya berhasil diminum dan membuat suami menjadi lebih nyaman dan ga ngeluh lagi. Ya setidaknya kerewelannya tentang sakit jadi jauh berkurang. Semoga setelah ini ga rewel lagi. Kalau masih ngeluh tentang batuknya, tinggal sodorkan lagi sari jahe *tring

Menghadapi suami yang sedang sakit memang suka bikin panik kalau udah mulai ngeluh ini itu. Sampai lupa musti ngapain saking keburu sibuk menenangkan dan berusaha membuatnya merasa nyaman. Hal kecil sepele yang ada di depan mata pun bisa terlewat dan ga terpikirkan.

Saat menghadapi suami yang sedang sakit, istri memang musti sabar dan telaten. Musti waras dan fit juga. Jangan sampai dua-duanya tumbang dan ga bisa mikir, bisa gawat urusannya. Siapa yang merawat dan dirawat kalau sudah begitu?