Pages

SOCIAL MEDIA

Rabu, 10 Januari 2018

Dari Guru Kimia Sampai Dosen Favorit

Sejak tadi nyari inspirasi mau nulis apa soal sosok guru atau dosen inspirasional ini. Sampai buka-buka web kampus. Hahahaha. Banyak yang mau ditulis tapi bingung mau mulai dari mana.

Soal sosok guru atau dosen inspirasional, rasanya banyak yang mau diceritain. Hahahahaa. Tapi mungkin saya mau cerita aja soal pengajar yang banyak memberi pengaruh dalam hidup saya ya. Saya orangnya agak susah memilah-milah, hahaha. Jadi saya cerita aja beberapa pengajar, ga papa kan?

Guru Ekonomi Koperasi

Saya ga tahu, mata pelajaran ini masih ada ga sih sekarang? Yang pasti sih jaman saya masih kelas 1 SMA dapat mata pelajaran ini. Apa yang berkesan dari guru galak bersuara cempreng dan sering dijuluki teman-teman, "bebek", karena bibirnya yang ehm...ya begitulah. Walau banyak teman-teman yang ga begitu suka dengan guru yang satu ini, tapi saya selalu mengikuti pelajarannya dengan senang hati sehingga punya nilai cukup bagus dan dipercaya menjadi salah satu pengurus koperasi sekolah. Berkat ibu yang satu ini saya jadi punya kepercayaan diri yang lumayan dalam bersosialisasi dan menghadapi "pembeli".

Saya sempat kehilangan masa-masa bermain dan bersosialisasi di jam istirahat karena harus buru-buru kabur ke koperasi untuk membuka dan melayani pembeli. Tapi di sisi lain, karena aktifitas ini pula saya jadi dapat banyak sekali pelajaran yang susah dibeli. Ibu guru mengajarkan saya tentang cara menginventarisir barang, menyusun pembukuan, mencatat pengeluaran, dsb. Ilmu mahal.

Sayangnya saya ga terlalu tertarik dengan keuangan dan koperasi, tapi ilmu pembukuan itu memberi banyak ilmu yang bisa saya terapkan sehari-hari.

Guru Kimia



Pelajaran ini baru saya dapat jaman SMA kelas 2 karena masuk kelas IPA-Biologi. Sebenarnya ga sengaja jadi suka pelajaran ini. Tapi entah kenapa dulu pelajaran ini rasanya saya kuasai banget karena sang guru yang mengajar dengan cara yang menyenangkan. Saya sampai dijuluki anak emas saking nilai-nilai saya untuk pelajaran ini yang paling bagus.

Sang guru sampai membuat buku dan salah satunya diberikan ke saya dengan tulisan Untuk Maya belajar yang rajin ya"

Yang selalu saya ingat dari guru satu ini, kesabarannya yang luar biasa. Pemaklumannya terhadap siswa juga membuat saya terkagum-kagum dan ini mbembuat saya lebih fleksible ke mahasiswa. Cara si ibu mengajar menginspirasi saya saat kini juga jadi pengajar.

Sayangnya, walau saya selalu dapat nilai bagus, dan si ibu guru menaruh harapan cukup besar mendapat generasi penerus, saya ga tertarik berkarir di bidang Kimia, hahaha. Sejak kelas 1 SMA saya sudah memutuskan akan memilih jurusan Psikologi nantinya. Itu sebabnya saya berjuang agar bisa masuk kelas IPA, karena fakultas Psikologi UNPAD itu masuknya ke science/eksakta.

Lanjut ceritanya ke dosen kuliah saya ya.

Dosen Pembimbing Favorit


Sebenarnya ada banyak dosen yang berkesan jaman saya kuliah. Kebanyakan sih dosen-dosen yang berhibungan dengan mata kuliah statistik Psikologi dan metodologi penelitian. Entah kenapa mata kuliah tersebut menarik.

Singkat cerita, saya terkesan banget sama dosen Pembimbing tesis saya. Dosen yang satu ini memang faham banget urusan metodologi penelitian. So, urusan metodologi, selalu konsultasinya ke beliau. Mulai SPSS sampai Lisrel saya konsultasinya ke beliau. 

Saya sempat mengalami kendala biaya saat menyelesaikan tesis dan membuat saya menunda menyelesaikannya. Hampir 2 tahun saya vakum, padahal tesis sudah setengah jalan. Sempat pesimis, apa mungkin saya bisa lanjut? Biaya darimana? 

Tak dinyana, teman seangkatan menyolek saya di WA

"mbaa, gimana tesis? Dirimu ditanyain Pak X"

Deg..

"Emang dia masih inget aku?"
"Iya, ditanyain mulu mba, disuruh cepet nyelesain"

Ya Allah, antara percaya dan ngga. Dosen sibuk dan punya banyak mahasiswa bimbingan begitu masih inget saya? Saya penasaran, kog beliau bisa ingat? Perhatian banget ya, padahal kan mahasiswanya banyak

"Itu temen kamu kemaren udah cepet, kog sekarang malah mandeg, ke mana dia, ada masalah apa?" 

Kata-kata sang dosen seperti yang diceritakan temen saya itu berhasil membuat saya segera menemuinya dan berusaha menyelesaikan tesis. Alhamdulillah semua dimudahkan, termasuk biaya.

Ah, perhatian-perhatian kecil dari guru dan dosen itu bisa sangat membekas dan menginspirasi. Semoga saya juga bisa menjadi sosok pengajar yang menginspirasi.

2 komentar :

  1. Dosen dan guru mempunyai sesuatu yang spesial diganti murid nya. Termasuk guru yang galak

    BalasHapus
  2. Guru miss teman sekampung kakek. Jadi Miss di suruh melulu maju. Olahraga.

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com