Kamis, 14 September 2017

Mari Diskusi Tentang Bermacam-macam Susu

Bicara tentang susu, pasti ga ada habis-habisnya. Rasanya ini adalah topik yang paling populer dan disukai banyak orang *ehh. Termasuk saya yang penggemar segala macam susu.

Ada banyak sekali ragam susu yang beredar di Indonesia. Mulai susu UHT, susu steril, susu kedelai, evaporated, susu kental manis (SKM), sampai susu formula.

Jangan ditanya deh soal macam-macam susu formula. Ada yang untuk anak umur sekian-sekian, ada susu formula untuk anak alergi, ada susu formula (sufor) untuk ibu hamil, penderita diabetes, pertumbuhan, dan sebagainya. Produsen susu formula memang jeli melihat berbagai kebutuhan calon konsumennya *oops

Serba Serbi Susu

Siang itu, saya dan beberapa teman blogger terlibat perbincangan dan diskusi seru. Diskusi yang membahas serba serbi susu di Sleepyhead coffee, 12 September 2017 lalu. Dr. Martin Leman, Sp. A yang praktek di RS. Harapan Bunda, menjadi narasumber diskusi asyik ini.

Dr. Martin Leman, Sp.A
Dr. Martin Leman, Sp.A

Sebelum memulai tanya jawab, Dr. Martin menjelaskan dulu tentang salah kaprah penggunaan istilah ASI eksklusif.

ASI Eksklusif

Menurut Dr. Martin
"Istilah ASI eksklusif, hanya sampai usia bayi maksimal 6 bulan. Setelah 6 bulan, ASI sudah tidak memadai lagi bagi bayi, tidak cukup hanya ASI Eksklusif saja. Harus ditunjang dengan makanan pendamping atau MPASI, dengan tetap memberikan ASI. Setelah usia 1 tahun, bisa mengkonsumsi makanan keluarga, sambil tetap melanjutkan pemberian ASi hingga 2 tahun"

Nah, terkait MPASI, Dr Martin menjelaskan kaitannya dengan GTM (gerakan tutup mulut)

"Salah satu penyebab bayi malas makan, alias GTM, karena sudah keburu kenyang. Selain karena suasana, rasa, dsb. Jadi, kalau mau bayi lahap makan, jangan disusui dulu menjelang jam makan. Kalau keburu bolak balik disusui, pada saat jam makan ya udah pasti kenyang, perutnya penuh, akhirnya malas makan"

Hiahahaha, pantesaaaan. Ya sama deh kayak kita. Kalau udah keburu kenyang, atau perutnya full, jadi ga nafsu makan lagi kan? Seenak apa pun makanannya.

Noted ya guys!

Prinsip penundaan pemberian ASI menjelang jam makan ini, sama dengan prinsip pemberian susu formula. Menjelang jam makan, stop pemberian susu atau cemilan yang akan bikin anak kenyang sebelum waktu makan utama.

Jelas ya guys?

Susu Kental Manis

Kenapa Dr. Martin mau bahas SKM, alias susu kental manis?

Karena banyak masyarakat yang terjebak menjadikan SKM sebagai susu biasa yang dikonsumsi tiap hari, layaknya susu cair atau formula biasa!

Duh, memprihatin kan, bukan?
"Susu kental manis itu, rasanya manis dan kadar gulanya tinggi. Anak-anak tentu suka rasanya yang manis. Tapi ga bisa dijadikan susu biasa yang rutin dikonsumsi, bahaya diabetes atau terganggunya fungsi ginjal"

SKM cuma cocok dijadikan toping, campuran minuman, pelengkap dessert, atau bahan campuran cake atau puding

Sayangnya, banyak yang salah kaprah, atau mungkin kepepet ingin memberikan susu pada anaknya, lantas memberikan SKM yang dicairkan karena harganya yang murah.

"SKM itu tinggi gula, rendah gizi, kalau diencerkan, akan makin berkurang gizinya"

Susu Kedelai

Hal menarik lain yang dibahas Dr. Martin adalah tentang susu kedelai. Susu kedelai biasa sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan oleh anak laki-laki. Kenapa? Susu kedelai mengandung fitoestrogen yang bisa menyebabkan risiko kemandulan dan anak laki-laki jadi kewanita-wanitaan.

Waduh!

Saya jadi ingat pernah membahas ini, benarkah makanan anak alergi terbatas?

Lantas, kalau anak alergi susu sapi bagaimana? Berikan susu formula (sapi) terhidrolisat atau susu formula soya, susu khusus soya yang kandungan fitoestrogennya sudah dieliminir.

So, mom, kalau anak alergi, jangan asal kasih susu kedelai aja ya, lihat-lihat dulu.

Susu UHT & Pasteurisasi

Dr. Martin juga membahas susu uht. Menurutnya, susu in hanya cocok untuk anak di atas usia 1 tahun, tidak cocok untuk bayi. Itu pun,
"Setelah 1 tahun, jika kebutuhan gizinya sudah terpenuhi melalui makanan, susu tidak wajib dikonsumsi.

Susu UHT adalah susu yang dipanaskan dengan suhu tinggi dalam hitungan waktu singkat, dikemas dalam kemasan yang kedap udara sehingga lebih tahan lama.

Ada pula istilah susu pasteurisasi, susu yang dipanaskan di suhu 70 derajat hanya untuk mematikan kuman dan sebisa mungkin tidak merusak kandungan gizinya. Sayangnya, susu pasteurisasi ini daya tahannya tidak selama UHT. Itu sebabnya, susu pasteurisasi ini diletakkan di rak berbeda jika di supermarket. Biasanya di jejeran lemari pendingin.

Susu Formula

Khusus susu yang satu ini, Dr Martin tidak banyak memberikan penekanan, maklum, susu ini sudah banyak dibahas dan peruntukannya beda-beda, sesuai target susunya. Sila dibaca saja petunjuk pemakaian pada tiap susu ya guys. Cuma yang perlu diingat, ketika menyeduh, gunakan air hangat bersuhu 70 derajat saja. Kalau diseduh di air mendidih, kandungan gizinya jadi rusak.

So, itu ya beberapa hal yang jadi bahasan menarik siang itu.


Beberapa teman blogger yang hadir, dapat hadiah keren nih dari @kompenisehat yang mengelola acara. Selamat ya semua, mau doonk dijajanin *ehhh.

Susu memang banyak ragamnya, tapi yang penting, kita tahu peruntukannya plus kelebihan kekurangannya. Jangan sampai salah konsumsi ya guys.


5 komentar:

  1. tapi iklan SKM itu mereka diminum yah, harusnya iklan juga memberikan edukasi yah, hiks. thanks mbak sharingnya

    BalasHapus
  2. SKM itu buat es campur aja deh :)

    BalasHapus
  3. masih banyak yang belum tau, semoga banyaknya artikel membahas susu jadi masyarakat lebih mengerti kebutuhan

    BalasHapus
  4. Jadi seorang ibu emang kudu update ya dengan jenis-jenis susu biar ngga salah kasih minum.

    BalasHapus
  5. Lahhh, saya dulu juga termasuk emak yg salah pilih susu mba. anakku sering kubikinin susu dari SKM hoahahaha
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com