Kamis, 29 Juni 2017

Kenali Masalah Pencernaan Bayi

Pernah tahu bayi yang rewel, menangis tanpa sebab, atau cranky ga jelas? Biasanya, masalah-masalah ini bersumber dari gangguan pencernaan. Entah kembung, sakit perut, mual/muntah, susah buang air besar, dsb.

Dulu, waktu Faldi masih bayi, saya pernah mengalami kejadian itu. Tengah malam Faldi rewel ga jelas. Sudah diganti popok, sudah disusui, bahkan sudah digantiin baju, tetep ga mempan, tetep aja nangis, sulit ditenangkan. Dari beberapa literature yang saya baca, ada kemungkinan bayi yang rewel seperti ini karena colic. Biasanya colic terjadi karena bayi tidak nyaman pencernaannya. Entah karena gas berlebih atau pencernaan sedang bermasalah.


Masalah Pencernaan Bayi

Menurut Dr.dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) yang merupakan spesialis gastrohepatologi di RSAB Harapan Kita ini, ada beberapa masalah pencernaan pada bayi.

Umumnya, 50%, akibat ketidaknyamanan system pencernaan (GI Discomfort)

Akibat Nutrisi :
Gas dalam usus berlebih,
Adanya gangguan penyerapan karbohidrat,
Cara pemberian minum yang kurang tepat (misalnya terlalu banyak dan sering),
Atau alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa (lactose intolerance).

Atau bisa juga akibat non nutrisi :
Motilitas,
GER,
Hormon usus,
atau Gangguan flora usus

Masalah Pencernaan Tak Selalu Alergi

Masih menurut dr. Ariani, bayi yang berusia kurang dari 1 tahun mempunyai ukuran lambung yang sangat kecil. Lambung kecilnya belum mampu menampung banyak. Itu sebabnya bayi menyusu sedikit-sedikit, menyesuaikan kapasitas lambungnya. Jika terlalu banyak, bisa jadi bayi jadi kembung dan gumoh.

Oleh sebab itu, Asi merupakan makanan tepat untuk bayi. Asi mempunyai kandungan laktosa dan rantai protein sederhana yang mudah dicerna dan tepat untuk pencernaan bayi.

Pencernaan bayi di usia ini umumnya belum sempurna. Enzim Lactase yang berfungsi memecah Lactosa dan enzim enterokinase yang berfungsi memecah protein, belum diproduksi dengan seutuhnya. Itu sebabnya, bayi-bayi di usia ini sering mengalami masalah pencernaan.

So, dr. Ariani kembali menerangkan, masalah pencernaan pada bayi, tak selalu berkaitan dengan alergi. Pada beberapa hal, masalah pencernaan bayi justru akibat pencernaannya yang belum sempurna.

Ikuti Tes Alergi Susu Sapi

Lantas bagaimana mengenali ciri alergi susu sapi?

Gampang, ikuti aja tes alergi susu sapi yang ada di http://www.enfaclub.com/tesalergi-sususapi/ . Ada beberapa gejala yang bisa dicheck list untuk memastikan apakah bayi kita mengalami alergi susu sapi atau tidak. Misalnya dilihat dari konsistensi feses, gangguan perut, dsb.

Gangguan akibat Masalah Pencernaan

Gangguan pada system pencernaan ini, jika tidak ditangani dengan baik akan bisa menyebabkan seorang anak mengalami masalah kesehatan mental lho. Bisa jadi agresif, hiperaktif, cemas, sulit tidur, migrain dsb. Kasihan kan.

So, penting nih mendeteksi masalah pencernaan pada bayi. Cari penyebabnya, catat makanan yang diberikan dalam 3x24 jam, dan konsultasikan pada dokter spesialis anak.

Hal yang bisa dilakukan Orang Tua

Orang tua juga bisa melakukan hal-hal sederhana untuk mengurangi terjadinya colic.

Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk mengatasi colic
Mandi air hangat,
Kompres perut dengan air hangat,
Pijat (I Love you misalnya),
Menepuk-nepuk punggung bayi tiap selesai menyusu untuk mengeluarkan gas,
Menggerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda untuk merangsang keluarnya gas dari perut.

Menurut Pak M. Nuh Nasution dari Enfaclub, ada susu khusus yang dibuat untuk membantu anak-anak yang mengalami masalah pencernaan yang disebutkan dr. Ariani, akibat ketidakmampuan pencernaan mengolah protein atau lactosa. Bisa menggunakan susu enfagrow A+ Gentle Care yang sudah terhidrolisa. Rantai proteinnya sudah dipecah sedemikian rupa sehingga lebih mudah dicerna bayi. Ini untuk bayi yang mengkonsumsi susu formula ya.


Acara Talkshow "Tidak Semua Masalah Pencernaan Selalu Berkaitan dengan Alergi" yang diadakan di Tanamera Coffe, pada 17 Juni 2017 ini agak unik nih, di sesi akhir ada materi tentang SEO juga oleh seorang pakar IT, Parjono. Cuma, materi SEO ini sepertinya akan saya tulis terpisah saja, biar lebih enak dibacanya, ya kan?

Pengaruh Pencernaan Terhadap Tumbuh Kembang

Balik lagi ke masalah pencernaan bayi. Walau bagaimana pun, masalah pencernaan ini ga bisa dianggap enteng sih. Proses penyerapan makanan oleh usus, bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak. So, jika ingin anak mempunyai tumbuh kembang yang baik dan cerdas, selain stimulasi, ya perhatikan pencernaannya. Jangan sampai si usus ini mengalami gangguan penyerapan sehingga distribusi gizi oleh pembuluh darah menjadi terhambat.

So, jika anak terdeteksi mengalami masalah pencernaan atau alergi susu sapi, segera lah berkonsultasi ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ok mom, have a nice parenting
Semoga berguna ya sharing dari saya

Best Regards
Maya Siswadi

2 komentar:

  1. penting ya jd ibu untuk tetap tenang. kalo panik, jd semua serba salah ya bu. makasi infonya bu. keren

    BalasHapus
  2. wah, terimakasih sharingnya ya. berguna sekali untuk persiapan bayi berikutnya :)

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com