Jumat, 02 September 2016

Mengembangkan Kemampuan Adaptasi pada Anak

Mengembangkan Kemampuan Adaptasi pada Anak - Mengembangkan kemampuan adaptasi? Maksudnya gimana?

Hm, gini. Ada kan ya orang yang mudah banget beradaptasi terhadap sesuatu, keadaan, perubahan dsb. Tapi ada juga yang mengalami kesulitan sehingga sulit berkompromi ketika keadaan berubah, tak sesuai skenario atau perkiraan.

Tak jarang, karena ketidakmampuan beradaptasi, bisa menimbulkan stress atau masalah-masalah Psikologis. Ada masalah sedikit, stress, ada perubahan lingkungan, stress. Pindah divisi, pindah rumah, pindah kantor, pindah sekolah, dsb, bisa berujung stress. Kalau cuma sampai stress dan masih mampu mengelolanya, ya ga masalah. Nah, bagaimana kalau stressnya berlanjut dan jadi depresi?



Banyak masalah-masalah psikologis yang berawal dari kesulitan beradaptasi ini. Bahkan tak jarang, berbagai penyakit fisik pun bisa berawal dari masalah adaptasi. Banyak contohnya, misalnya maag, eksim, asma, dsb.

Itu sebabnya, orang tua perlu mengembangkan kemampuan adaptasi pada anak.

Tujuannya apa?
Agar anak mampu beradaptasi dengan berbagai situasi
Agar anak mampu menghadapi masalah ketika tiba-tiba keadaan berubah
Agar anak mampu mencari cara ketika keadaan tak sesuai skenario
Agar anak mampu berpikir ketika keadaan berbeda dari perkiraan

Misalnya nih, di rumah biasa tidur pakai AC, giliran mudik ke rumah nenek atau saudara ga ada AC sama sekali. Apakah perlu membeli AC agar anak tidak cranky? Rumah si nenek nun di pelosok gunung, jauh dari pusat elektronik. Apakah batal menginap di rumah nenek dan memilih menginap di hotel? Apakah memilih bertahan dan berusaha tidur dengan membuka jendela? Apakah bertahan dan menyalakan kipas angin?

Apa yang dilakukan orang tua? Apa reaksi anak menghadapi situasi ini?

Tak selamanya apa yang dihadapi seindah yang dibayangkan. Seringnya sih keadaan bisa melenceng dari perkiraan. Nah, di sinilah perlunya orang tua mengembangkan kemampuan adaptasi pada anak.

Masing-masing orang tua tentu punya cara sendiri. Cara yang nyaman menurutnya. Tidak ada satu cara pun yang lebih baik dibanding yang lain. Tiap orang bereaksi, bersikap, dan memilih jalan keluar dengan pertimbangan masing-masing. Sesuai dengan pola adaptasi yang pas untuk dirinya.

Tapi pada intinya, anak perlu dikenalkan pada berbagai situasi yang membuatnya mampu mengembangkan pola-pola adaptasi. Hal ini akan berguna saat ia dewasa kelak.

"Pengalaman-pengalaman yang didapat anak pada masa kecil akan memudahkan proses adaptasinya saat dewasa"- Efni Indrianie, M.Psi
Talkshow bersama Ibu Efnie, Ibu Merliana, dan Bapak Kerry Riza
Talkshow bersama Ibu Efnie, Ibu Merliana, dan Bapak Kerry Riza


Demikian yang disampaikan Psikolog Efnie Indrianie, M.Psi saat relaunching Establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak Kemasan dan Logo Baru di Kidzania, Jakarta, pada 25 Agustus 2016.


Kegiatan Kreatif Untuk Anak

Menurut bu Efnie, anak-anak yang diperkaya berbagai pengalaman akan mampu mengembangkan pola adaptasi yang baik karena ia memiliki pengalaman sebelumnya. Semakin banyak pengalaman yang di dapat, semakin luas wawasannya, semakin berkembang kemampuan berpikirnya.
 "Latih anak untuk berpikir kreatif sejak kecil agar terbiasa melihat dari sudut pandang berbeda. Hal ini akan menjadi dasar dalam proses berpikirnya ketika dewasa"
Dengan banyak latihan berpikir kreatif, anak akan terlatih untuk berpikir dengan banyak alternatif. Ketika menemui masalah, orang yang biasa berpikir kreatif akan menemukan banyak jalan untuk keluar dari masalah tersebut. Misalnya ketika bertemu masalah AC yang saya ceritakan di atas, jika terbiasa dilatih berpikir dengan banyak alternatif, anak akan menemukan banyak solusi yang bisa ia pilih, sesuai kesanggupan anak menghadapinya.

Salah satu cara agar anak terbiasa berpikir kreatif ya dengan  memberinya berbagai kegiatan yang mengasah kreatifitas. Misalnya, berikan kertas, gunting, lem, manik-manik, atau crayon, biarkan anak berkreasi dengan benda-benda tersebut. Temani anak bermain, contohkan satu atau dua kali agar ia punya gambaran kreasi yang bisa dihasilkan dari benda-benda tersebut, sisanya, biarkan ia berkreasi dengan caranya sendiri.

Contoh lain? Menurut Ibu Efnie, sarana edutainment semacam Kidzania yang merupakan miniatur kota khusus anak, bisa jadi alternatif. Di kota Kidzania tersedia rumah sakit, apotik, pabrik roti, pabrik mie, toko elektronik, dsb. Anak bisa bekerja dan mencoba profesi apa saja dan mendapat upah berupa mata uang Kidzoz. Anak akan mendapat pengalaman sebagai tukang post, presenter, jurnalis, pembuat roti, pemadam kebakaran, polisi, pilot, dokter, farmasis, dsb.

Falda sedang mencoba profesi farmasis
Falda sedang mencoba profesi farmasis

Melalui kegiatan bermain peran inilah, anak belajar mengembangkan proses berpikirnya. Berbagai pengalaman akan memperkaya wawasan dan cara berpikirnya. Anak dikenalkan pada berbagai sudut pandang dan alternatif penyelesaian masalah. Kelak akan memudahkan proses adaptasinya ketika menemui kasus yang hampir serupa.  
"Oh, aku pernah tuh ngalamin yang seperti itu, sepertinya bisa pakai cara ini".
"Oh ternyata bisa ya pakai cara ini"
"oh ternyata ada ya yang seperti ini, hm, bisa dicoba nih"



Emotional Attachment (Kelekatan Emosi)


Ibu Efnie juga mengatakan bahwa emotional attachment atau kelekatan emosi yang terbentuk antara orang tua dan anak akan membuat anak lebih bahagia dan percaya diri. Melalui kegiatan bersama dan proses pendampingan saat melakukan kegiatan yang dapat mengasah kreatifitas, kecerdasannya akan tumbuh lebih optimal.

Baca : Mengoptimalkan Kecerdasan Pada 12 Tahun Pertama

Saya mungkin kurang banyak menyediakan waktu untuk memberikan pengalaman-pengalaman baru pada Falda. Ini terlihat ketika menerima check Kidzoz untuk ditukarkan sejumlah uang, Falda bolak balik minta ditemani ke bank Kidzania. Saya yang berharap terlalu berlebihan, menganggapnya manja dan menuntutnya pergi menukar sendiri, "memaksa"nya berani. Belakangan baru sadar dan ingat ucapan bu Efnie, anak tetap perlu didampingi agar lebih percaya diri. Akhirnya saya pun mengalah.

Falda sedang mencoba menjadi presenter berita TV di Kidzania
Falda sedang mencoba menjadi presenter berita TV di Kidzania


Untuk mendorongnya lebih percaya diri, saya temani Falda mendatangi beberapa wahana. Falda pun menjadi lebih berani mencoba berbagai profesi. Mulai dari pembuat donat, pembuat nugget, peneliti, sampai panjat gedung. Emaknya aja yang lihat deg-degan, hahaha. Hari itu pun jadi hari saya bersama Falda.

Falda sedang uji nyali dengan memanjat gedung
Falda sedang uji nyali dengan memanjat gedung

Awalnya Falda masih minta ditemani dari satu wahana ke wahana lain. Lama-lama makin berani berbaur dan antri bersama anak-anak lain yang belum dikenalnya. Falda memang bukan tipe yang mudah bergaul dan membaur seperti kakak-kakaknya. Itu sebabnya ia perlu didampingi dulu sampai merasa nyaman. Ketika sudah merasa nyaman dan yakin dengan apa yang akan dihadapinya, baru Falda mau melakukan sendiri. Malah marah kalau diintervensi. Hahaha.

Falda sedang belajar menjadi pembuat coklat di Kidzania
Falda sedang belajar menjadi pembuat coklat di Kidzania
So, emotional attachment antara anak dan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan percaya diri. Hal ini akan membuatnya lebih mudah dalam beradaptasi.

Saat Anak Jenuh

Orang tua pun harus peka, ada saatnya anak jenuh ketika melakukan kegiatan yang sama dan berulang. Rutinitas yang sama akan membuat anak bosan dan malas mengikuti kegiatan tersebut. Misalnya, malas sekolah, malas ikut les, atau malas belajar. Ini pula yang membuat saya begitu bersemangat ketika Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) mengundang saya mengikuti acara ini.

Penekanan tombol tanda peresmian ulang establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak
Penekanan tombol tanda peresmian ulang establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak

Akhir-akhir ini Falda mulai ogah-ogahan berangkat sekolah. Pernah ia menangis dan cemberut ketika saya bangunkan pagi-pagi. Saya pernah cerita tentang ini di facebook. Akhirnya hari itu Falda saya liburkan. Saya ajak Falda melakukan kegiatan-kegiatan yang berbeda supaya kembali ceria, mulai dari ikut ke pasar, sampai bantu memasak.

Ketika akan diajak ke Kidzania minggu berikutnya, Falda langsung bersemangat. Ga ada lagi drama bangun pagi. Hahahaha. Anak-anak pun butuh hiburan.

Establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak, Kidzania


Jadi orang tua pun harus peka. Saat Falda bilang "yah bund, belum sempet nyobain jadi polisi", itu sebuah tanda. Falda minta diajak lagi ke Kidzania. Hahaha. Okeh, mari nabung *ehh


Anak-anak yang bermain jadi polisi di Police Station Cap Kaki Tiga Anak
Anak-anak yang bermain jadi polisi di Police Station Cap Kaki Tiga Anak

Keasyikan bermain di lantai atas membuat saya dan Falda malah tak sempat mencoba bermain polisi-polisian di establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak. Kebetulan wahana yang baru diluncurkan ulang karena memiliki kemasan dan logo baru ini jadi favorit anak-anak. Antriannya luar biasa. Hampir selalu penuh hingga menjelang jam tutup.
  
Antri yang tertib ya kalau mau main di Police Station
Antri yang tertib ya kalau mau main di Police Station

Untungnya saya dan Falda sempat mencicipi larutan cap kaki tiga anak yang disediakan. Larutan dengan kemasan dan logo baru berkarakter Disney (Micky, Mini, dan Donal) ini memiliki rasa buah (Leci, Strawbery, dan Jeruk). Manisnya pas dan menyegarkan. So, walau energinya banyak terkuras mengikuti berbagai kegiatan, Falda tetap segar.

Ruang analisa kasus di Police Station Kidzania Jakarta
Ruang analisa kasus di Police Station Kidzania Jakarta

 "Permainan ini berperan mengembangkan logika berpikir. Anak perlu mengumpulkan clue, menganalisa, dan menyimpulkan lokasi penjahat yang mencuri formula rahasia untuk kemudian menangkapnya. Setelah lelah berlari mengejar penjahat, anak perlu dipulihkan kesegarannya. Oleh sebab itu, di akhir sesi kami berikan upah plus minuman cap Kaki Tiga Anak yang sekarang punya kemasan baru, agar kembali bugar dan ceria", ungkap Bapak Kerry Riza, City Mayor Kidzania Jakarta.

Penjahat yang dipenjarakan di Kidzania Police Department
Penjahat yang dipenjarakan di Kidzania Police Department

Udah niat banget nih, establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak harus dicoba. Seru banget lihat anak-anak berlari-lari mengejar penjahat dan memenjarakannya.


Masa Kecil Hanya Sekali


"Masa kecil cuma sekali, semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan dan tak terlupakan bagi anak" papar Ibu Merliana, General Marketing PT. Kino Indonesia, Tbk
Yap, masa kecil tak akan terulang lagi. Kapan lagi bisa puas mendampingi dan menemani anak? Kapan lagi menanamkan nilai-nilai kebaikan untuk anak? Saat anak beranjak besar dan asyik main sendiri bersama teman-teman sebayanya, pasti sudah beda lagi ceritanya.

Baca : Begini Rasanya Punya Anak Remaja

Ketika ada hal yang luput dan belum sempat diberikan orang tua, tinggal penyesalan saja yang tersisa. Mau berkata apa lagi? Waktu tak mungkin ditarik mundur.

Alhamdulillah, pengalaman-pengalaman yang Falda dapat hari itu bisa menjadi modalnya dalam beradaptasi. Meningkatkan kemampuan adaptasi yang dimilikinya, dari yang awalnya kurang pede, jadi lebih pede. Semoga pengalaman-pengalaman ini berguna ketika ia dewasa kelak.

Ada yang punya cerita hampir sama? Share yuuukk.

65 komentar:

  1. Wah, sampe sekarang saya malah belum pernah nih ke Kidzania. Seru banget kayaknya di sana. Makasih ilmunya ya Mbak Maya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dan ke sini, seru. Sayangnya ini cuma cocok buat anak2 6-16 tahun

      Hapus
  2. Gokil banget tahanannya *gagal fokus
    Pingin ah kesana. Anakku demen main polisi2an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah tuh mumpung ada nih police station, seru nih mak

      Hapus
  3. Setuju mak jadi orang tua harus peka, peka terhadap interaksi si anak yang ingin mencoba banyak kegiatan lainnya :)

    Dan overall kegiatan event kemaren seruu dan bikin anak bahagia ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak butuh variasi, di sini banyak banget variasi permainan yang mengasah pengetahuan

      Hapus
  4. Masa kecil tak terulang lagi
    bekali anak dengan beragam pengetahuan
    kenalkan dengan aneka profesi

    ah jadi pengen ke kidzania deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah pernah belum? seru lho ke sini

      Hapus
  5. Seru ya pengalaman bermain profesi di Kidzania :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, seru banget, nambah wawasan anak

      Hapus
  6. Seru bnget sih, Falda bermain profesinya. Pantas jika mupeng buat balik lagi utk main di arena police station Kidzania. Edukatif sih. hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada banyak permainan profesi yang bisa dicoba. Dan sehari paling banyak cuma bisa mencoba 6-8 aja

      Hapus
  7. Seru main di sana ya, itu Falda bikin coklat beneran nggak sih, hihii penasaran deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran mak coklatnyaa, bisa dibawa pulang juga. Itu makanya wahana ini antriannya panjang juga :)

      Hapus
  8. Betul Mbak, masa kecil gak akan terulang kembali. Karena itu, saya juga lebih memilih memberi anak-anak kebebasan untuk bermain sambil belajar.
    Waktu main ke Kidzania, anak saya juga belum mencoba peran polisi. Padahal kayaknya seru, pake kejar-kejaran hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, seru ya ain polisi-polisian, musti dicoba nih next time

      Hapus
  9. Membaca artikel ini, seperti menyinggung diriku sendiri. Aku paling susah untuk beradaptasi. Bahkan berpikir untuk dari sudut lainpun tidak berani. Takut dikira melawan harus. Pasti akan terjadi pro dan kontra engah dari luar maupun dari dalam diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal berpikir dari sudut lain itu perlu, supaya ga gampang baper juga *ehh. Dan yang pasti sih supaya gampang adaptasi

      Hapus
  10. Kidzania seru bangeeett ☆_☆

    BalasHapus
  11. wah jadi pengen ngajak arfa ke kidzania nih mba..tapi umurnya masih 2 tahun, ada gak ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada sih wahana khusus anak-anak under 5 tahun. Tapi ya itu, terbatas :). Ga papa sih kalau buat nambah wawasan

      Hapus
  12. Talshownya bagus ya temanya.
    Alhamdulillah anak2 sih kubiasain beradaptasi ma segala suasana, moga saat besar kelak mereka jg lbh mudah adaptasinya TFS mbk MAy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bagus pril. Anak-anak perlu dikenalkan pada berbagai situasi agar lebih mudah beradaptasi

      Hapus
  13. Jangankan anak-anak, saya yang dewasa kalo mencoba beradaptasi biasanya diselingi pusing-pusing hahaha, duh.
    Dan larutan penyegar cap kaki tiga anak ini kemasannya lucu banget, cocok dengan naluri mereka yang kalo ngeliat barang lucu pasti dicomot hihihi.

    Btw Kidzania ini nggak ada planning buka cabang kah? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai dewasa pasti lah kita akan selalu ketemu masalah adaptasi ya, itu sebabnya sejak kecil anak juga perlu belajar cara menghadapinya.

      Iyaa, kemasannya cap kaki tiga anak ini lucuuu, pastel2 gitu.

      Kidzania buka cabang? hmm ga tahu deh

      Hapus
  14. KIdzania ini memang ya memfasilitasi kebutuhan anak2 untuk berkembang dan kreatif.
    Seruuu ke Kidzania, tapi sekarang ga punya anak keciil lagi hhihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajak ponakan maaakk. Atau cucu? *ehhhh

      Hapus
  15. saya sepakat bgt ama bu Merliana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa kecil memang cuma sekali ya maaak

      Hapus
  16. Wah.. Falda main banyak yah..
    iya memang kadang anak susah beradaptasi, makasih sharingnya ya Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaa, anakku apalagi, agak susah adaptasinya, kudu ditemenin dulu baru bisa cair :)

      Hapus
  17. Ayoooo...falda kita ke kidzania lagi...#eh

    BalasHapus
  18. Asikkk fadla sudah keliling kidzaniaaa

    BalasHapus
  19. Wah ini sih bukan cuma anaknya yg suka. Saya juga suka hihihi
    Walau cuma liatin aja.

    Masih banyak membaca sana sini supaya anak jd kreatif. TRIms sarannya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nambah wawasan orang tuanya juga ya. Dulu waktu kecil kan kita ga ketemu yang seperti ini :)

      Hapus
  20. Proses adaptasi setiap anak memang beda-beda ya..anak saya juga sulit beradaptasi,lewat permainan memang bisa membuat nyaman beradaptasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, dengan permainan juga bisa lebih nyaman beradaptasi

      Hapus
  21. Waaa kak falda kerenn berani manjat gedung. Ckckckckcj eh tapi jadi presenter kayaknya juga cocok. Di farmasi juga cocok. Jadi kak falda mau jadi apa? :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tahuuu tante, yang penting semua dicobain dulu dehh

      Hapus
  22. seru banget yah bermain peran nya.. memang anak kecil yang haus akan eksplorasi akan sangat senang dikenalkan pada hal baru. apalagi kalau diminta untuk sekalian bereksperimen.. beuh.. bisa gak mau pulang nanti. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuull, senang dengan hal baru,segala dicoba, bisa ga tuntas-tuntas mainnya

      Hapus
  23. Sekarang si kakak pasti sudah terbayang ingin jadi apa ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum semua dicobain sih, jadi belum tahu juga. Semuanya terlihat mengasyikkan :)

      Hapus
  24. Wah Falda banyak mencoba segala macam profesi. Puas pasti main seharian xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, memang sengaja, nyari yang sepi biar bisa nyobain macam-macam

      Hapus
  25. Kemampuan untuk adaptasi memang penting, setuju sekali mba.

    BalasHapus
  26. Supaya anak tidak jenuh, ajak bermain di Kidzania pasti senang lagi ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya, paling gampang diajak ke tempat hiburan. supaya lebih bermanfaat, ya ajak ke tempat hiburan yang syarat edukasi :)

      Hapus
  27. mba maya, itu cerita diatas mirip bgt kaya kisah aku. Biasa pake AC pas mudik ke jogja anak-anak minta pulang karena ga ada AC. Perlu bgt nih adaptasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. trus jadinya gimana mba? anak-anak tetep minta pulang atau akhirnya mau menginap?

      Hapus
  28. proses adaptasi ke anak mnurutku harus dilakukan secara pelahan ya mba. Pinter-pinternya ortu deh ;)

    BalasHapus
  29. Anakku alhamdulillah pada mudah adaptasi sm lingkungan baru. Btw pingin juga ke kidzania. Hiks

    BalasHapus
  30. Kereen. Kalo udah ga anak-anak ga bisa ya ikutan nyobain? hihihi

    BalasHapus
  31. Falda main apa aja di kidzania mak? Psti seru yaaa

    BalasHapus
  32. seru yah di Kidzania lengkapp banget

    BalasHapus
  33. Bener ni, kita dah membiasakan u mudah beradaptasi dgn perubahan, melalui permainan anak dididik u mudah beradaptasi ya mak.. wah, jadi pengen main ke kidzania lg ni, kmrin belum semua permainan dimainkan hehehe...

    BalasHapus
  34. Wah anak sulung saya pasti suka nih karena dia kadang pengin jadi polisi. Wahana baru pasti seru. Saya setuju banget bahwa orangtua harus mengenalkan anak pada berbagai situasi yang berbeda bahkan menantang agar anak bisa beradaptasi sesuai kemampuan dan nalurinya. Makasih infonya, Mbak.

    BalasHapus
  35. Hi Mbak Maya, terimakasih sharingnya....penting banget ini buat anakku

    BalasHapus
  36. Anak saya juga kalau adaptasi lama, tp klo udh betah ga mau pulang dan cenderung kangen sama tempat yg dituju

    BalasHapus
  37. Uda kaya kejadian beneran ya ada penjahatnya dan ada penjaranya.. kalo yg mau jd polisi pasti demen dah mainan gitu yak

    BalasHapus
  38. Semakin penasaran dengan kidzania. Beberapa teman merekomendasikannya sebgai tempar mendidik sekaligua menghibur dan sarana wisara tamasya bagi buah hati.

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com