Minggu, 31 Januari 2016

Mengasuh 3 Balita Tanpa Bantuan Asisten

Mengasuh 3 Balita Tanpa Bantuan Asisten

Gara-gara iseng utak atik fanpage facebook yang udah 2 tahun lebih dibiarkan menganggur, saya jadi menemukan sebuah pesan lama. Pesan singkat yang menanyakan tips mengasuh 3 balita tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART).

Saya jadi ingat punya janji untuk menuliskan tips dan berbagi info padanya. Berhutang 1 postingan. Janji yang mustinya sudah dilunasi pada tahun 2013 lalu. Huhuhu, maafkan saya ya bu. Kebetulan ga terlalu kenal juga. Entah ibu itu ingat saya atau nggak yaa? Mudah-mudahan dia ga kesal karena kelamaan menunggu :(.

Saya cuma akan berbagi kisah ketika 3F masih balita. Sekarang sih mereka udah ga balita lagi. Faldi malah udah remaja :).

Faldi dan Ferdi itu usianya terpaut 1,5 tahun. Jadi, saat Faldi usia 2 tahun, adiknya usia 6 bulan. Udah kebayang donk yaa riweuhnya punya 2 anak cowok dengan jarak usia yang berdekatan. Saya sendiri ga menyangka akan secepat itu diberikan amanah lagi.  Rencana awal sih mau berjarak 3 tahun. Cuma yaah gitu deh. Sempat kesal sama diri sendiri. Kog ga bisa atur jarak kelahiran siiihh. Yahhh, tapi manusia berencana, Allah yang menentukan, ya ga sih?

Belakangan baru saya menyadari, kehadiran dua anak laki-laki dalam waktu yang berdekatan itu bukan untuk membuat saya repot, tapi justru untuk membuat hidup saya menjadi begitu "meriah", "seru", sekaligus penuh warna. Hahahaha. Tanda kutip semua. Tahu donk, bagaimana super aktifnya anak laki-laki? Lari sana, lari sini, panjat sana-panjat sini. Gelar sana, gelar sini, bongkar sana bongkar sini. Ohoo, benar-benar penuh warna!

Ajaibnya, kehadiran dua balita ini malah membuat saya menjadi lebih mudah melakukan aktivitas. Loh kog?

"Kakak, bunda mau cuci piring bentaar aja, adiknya lagi bobok tuh, nanti kalau adik bangun, kasih tahu bunda yaa"
"iya bunda"
"anak pintar, makasih ya kak"

Bayangkan saya minta tolong pada anak balita usia 2 tahun!

Kehadiran sang adik justru menjadi teman bagi si kakak. Kehadiran sang adik secara tak sengaja bisa membuatnya berkesempatan menjadi "hero" :).

Itu pula sebabnya saya tak ragu menambah 1 calon balita lagi ketika sang kakak belum lagi berusia 3 tahun. Nyatanya saya malah ga repot dibanding saat hanya punya 1 balita yang selalu menguntit ke mana saja.

Yaa, boro-boro lah mau pakai peeling gel, mau mandi aja kadang harus nunggu suami dulu :).

Setelah Falda lahir, saya jadi punya 3 balita dalam jarak yang cukup dekat. Jarak kelahiran Ferdi ke Falda 3,5 tahun. Saat Falda lahir, Faldi baru berusia 5 tahun.

Terbayang donk serunya mengasuh balita 5 tahun, 3,5 tahun, dan 1 bulan. Tanpa asisten rumah tangga pula.
3F kompak main bersama

Sssttt, percaya gak, saya justru bisa santai setelah punya 3 balita.

Haahh, santai?

Yakin loe broo?

Hihihi, iyaa, saya bisa lho santai mandi, santai masak, santai nyuci, hingga santai bersih-bersih.

Kog bisa?

Ya bisa doonk, kan "asistennya" banyaak!!

"Kakak, tolong ambilin popok adik Falda donk"

"Kakak-kakak, tolong temenin adiknya sebentar yaa, bunda mau masak dulu"

"Kakak, bunda lagi isi air cucian, tolong kabari kalo udah penuh yaa, bunda mau nyusuin adek dulu yaa anak pintar"

Daaann, balita-balita ini sangat kooperatif dan helpfull. Yaahh, mumpung seusia itu mereka sedang antusias membantu, tak ada salahnya diberdayakan kan? *emak macam apa ini

Yang penting, ajak mereka bersenang-senang dengan apa yang dikerjakan bersama. Ajak mereka main bersama. Ucapkan terima kasih beserta pelukan hangat dan kecupan sayang sebagai tanda bangga.

"Aiihh, anak-anak bunda ini hebat-hebat deh"

Percayalah, anak usia balita akan melambung saat dipuji dan diapresiasi sedemikian rupa. Mereka akan berlomba-lomba untuk meraih pujian :).

Rumah berantakan sih sudah pasti yaa, tapi jangan berharap berlebih dan terobsesi rapi. Yang penting mereka cukup perhatian dan makan.

Soal mandi dan makan, apa ga repot?

Oh nooo, Faldi dan Ferdi udah terbiasa saya ajarkan mandi sampai pakai baju sendiri. Makan pun tinggal kasih piring dan makan masing-masing. Ga repot kan?

Berantakan? Ya wajarlah, namanya juga anak-anak, tinggal ajarkan tanggung jawab untuk membereskan, gampang kan?

Orang tua hadir bukan sebagai pelayan anak-anak kog, tapi menjadi juru, menjadi fasilitas belajar. Menggantarkan mereka untuk mandiri.

Falda Belajar Pakai Celana Sendiri, usia 1,5 tahun
Baca : Memberikan Kesempatan Mandiri

Demi menghemat waktu, saya biasanya mengerjakan beberapa kerjaan sekaligus.

Misalnya gini. Sembari menunggu nasi matang di rice cooker, menunggu lauk yang sedang direbus, saya manfaatkan untuk mencuci piring sekaligus mencuci baju dengan mesin. Saya usahakan semuanya berada di area yang berdekatan sehingga mudah mengontrolnya. Dengan cara begini, dalam 1-1,5 jam saya sudah berhasil melakukan 4 kerjaan sekaligus. Kadang jika sempat, bisa juga sekaligus membersihkan kamar mandi atau mengepel jika anak-anak tidak sedang menggelar mainan.

Selagi tidak mengerjakan hal itu, saya manfaatkan untuk menemani dan mendampingi anak-anak bermain. Bagi saya ini lebih penting ketimbang beberes :). Kadang ketika selesai makan, piring tak langsung saya cuci, baju pun tak saya cuci tiap hari. Menyetrika baju saya skip, cukup lipat rapi. Hanya kemeja saja yang disetrika ketika akan pergi.

Saya akan memilih waktu khusus untuk mengerjakannya sekaligus. Bisa tiap hari atau 2 hari sekali :).

Urusan memasak pun biasanya tidak tiap hari. Saya menyiapkan beberapa menu sekaligus untuk persiapan 2-3 hari ke depan.

Dengan cara begini, saya punya cukup banyak sisa waktu yang bisa digunakan untuk bersantai-santai dan menemani anak-anak bermain dan ikut tidur ketika mereka istirahat :).

Baca juga : Rumah Rapi Tanpa ART Walau Punya Balita

Selamat mencoba

15 komentar:

  1. hehe...yang ada malah terasa jadi punya asisten banyak nih... :D

    BalasHapus
  2. Kalau anakny lbh dari 1 sekalian udah mulai enak ya kayaknya..saya anak 1 mintanya ditemenin melulu.

    BalasHapus
  3. selamat mba, keren mengasuh 3 balita dengan happy tanpa ART..semoga lancar selalu yaaaaa
    aku ibu 4 anak (3 alm) belum pnh pny ART juga, tapi tetep..kadang stres akut hahahah
    mungkin saya kurang sabar
    salam ya buat 3 krucilsnya :*

    BalasHapus
  4. Usia anak-anak Mba Maya jeda usianya tak jauh-jauh ya?

    BalasHapus
  5. anak-anak balita memang senang banget kalo di puji Mbak, anak saya juga begitu soalnya, hehe :D

    BalasHapus
  6. Ah hebat beud mbak May... salut dah... bisa ngasuh 3 anak tanpa asisten

    BalasHapus
  7. ah keren ibu memang multitasking gak ada deh yg bs nandingin...bener bgt mbak biarin piring kotor ga tersentuh kalau memang waktunya lbh tepat utk dampingi anak...setujuuuuu..asal gak numpuk kelamaan aja ya he he he

    BalasHapus
  8. toss mak tanpa asisten ya, dan udah biasa

    BalasHapus
  9. Hebat, tepi benar kata pepatah. Lebih baik repot sekarang tapi tuanya nanti enak karena gantian anak-anaknya yang mengurusin orang tuanya. Coba seandainya cuma satu. Dan itupun merantau ke luar negeri. Serem kan ?
    Itu sudah termasuk batas ideal. jaraknya tidak terlalu jauh dan dekat.
    Enak punya asisten, anak yang gede bisa kena omelan jika gagal atau salah menjaga adiknya :)

    BalasHapus
  10. ibu sekarang musti multi tasking ya jeng
    ntar kalo anak sudah besar, baru bisa santai
    salam sehat dan sukses Jenggg

    BalasHapus
  11. Hahahah, keren banget nih mah ilmunya. Bisa ditiru :D

    BalasHapus
  12. Dari anak pertama lahir saya ga pakai ART sampai saat ini ,beda umur anak2 juga 3th.Riweuhhh sih tapi nikmatin aja enaknya sekarang mereka udah bisa bantu2 mamanya hehe.

    BalasHapus
  13. ini persis kondisi saya saat ini mba, 3 anak usia 5,5 th, 3,5 th dan 1bulan.
    orang liatnya repot, tapi saya dan suami dibikin nyante aja. malah anak jd mandiri karena sering diberdayakan emaknya :D

    BalasHapus
  14. wow keren bunda..
    ak jg pny 3 anak tnpa art..3th9bln, 2,5th, 2bln..
    yg bngung klo sang kakak pi2s atw pup sdangkan si bontotny nangis2 d tinggal sndirian..huhuhu

    BalasHapus
  15. hebat,,,
    gimana caranya bisa sabarr,,, hehe,, si adek juga ga pernah mau ditinggal tanpa mama,, padahal pp jauh terpisah jarak > 123 km

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com