Rabu, 18 November 2015

Batuk, Muntah dan Diare, Perlukah Antibiotik?

Batuk, Muntah dan Diare, Perlukah Antibiotik?


Hayooo, perlu ga antibiotik untuk ketiga masalah ini?

Mungkin akan banyak yang menjawab, perlu. Secara, sudah berlaku umum di masyarakat, kalau sakit, ya wajib bawa pulang “oleh-oleh”. Ga afdol kalau ke dokter ga ngantongin “oleh-oleh”. Ya kaann?

Nah sekarang masalahnya, apa dulu diagnosisnya?

Menurut Dr. Purnamawati, Sp.A (K), atau yang akrab disapa dr. Wati, pada acara GEMA CERMAT, Sabtu, 14 November 2015 lalu, ada beberapa penyakit yang akan sembuh sendiri tanpa perlu campur tangan antibiotik. Pendiri milis Sehat, pengasuh Yayasan Orang Tua Peduli (Yop) dan penggagas PESAT (Pusat Edukasi Kesehatan Anak dan Orang tua) ini mengatakan

“Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak memerlukan antibiotik. Karena virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Tidak perlu obat, akan sembuh sendiri. Contohnya flu, pilek, cacar, campak. Termasuk AIDS”

Nah tuh, catet yaa teman-teman, cuma perlu istirahat, makan yang cukup, plus perbanyak cairan. Supaya orang lain tidak tertular, pakai deh masker, kalau perlu pakai masker 3D  biar ga terlalu nyeremin *ehhh. Maklum lah, si virus ini hobi banget pindah-pindah rumah :)

Sementara itu, batuk, muntah dan diare juga tidak perlu dihadang dengan obat penangkal lhooo.

Kenapa?

Karena batuk merupakan mekanisme atau cara tubuh melindungi paru-paru dari menumpuknya lendir. Nah lhooo, kalau si batuk ini berfungsi untuk melindungi tubuh, ga lucu donk kalau kerjanya malah dihambat? Apa kabar tuh paru-paru kalau dihambat kerjanya?

Hayoooo, siapa yang masih suka minum obat batuk? :)

Yakiiinnn masih mau minum obat batuk lagiiii?

Lantas, kenapa muntah dan diare juga ga perlu minum obat penghambat atau pemampat diare? Nah yaaa, diare juga sama seperti batuk saudara-saudara. Merupakan mekanisme atau cara tubuh untuk membuang zat-zat beracun dari perut.

Ealaahh, ternyata dengan muntah dan diare, racun-racun di perut malah jadi terbuang thooo. Lah apa kabar kalau mekanisme alami tubuh ini dihambat?

Hayooo, silahkan yaa pikirkan sendiri jawabannya *tring


Yang perlu dilakukan ketika muntah atau diare hanya memperbanyak asupan cairan dan minum oralit agar tidak terjadi dehidrasi. Dah itu aja. Kecuali diare berdarah, baru deh cek lebih lanjut. Mungkin perlu antibiotik karena ada kemungkinan kesusupan bakteri jahat.


Duuhh, kenapa sih harus anti banget sama antibiotik?

Begini yaa ibu-ibu dan bapak-bapak yang budiman, antibiotik itu diciptakan untuk memberantas segala jenis bakteri. Semua! Catat itu! Tanpa tedeng aling-aling.


Sementara, di dalam tubuh kita itu terdapat banyaaakk sekali bakteri, baik bakteri jahat, maupun bakteri baik. Justru sebagian besar bakteri adalah bakteri baik. Salah satu tugasnya mengolah makanan dalam usus. 

Nah, sekarang coba bayangkan, apa jadinya jika si bakteri baik ini ikut diberantas juga?


Sudah dapat poinnya?

Apa jadinya jika si bakteri baik ini terus menerus ikut diberantas?

Bakteri ini pintar lhoo, mereka punya resistensi. Jika sekali diberantas, mereka akan membangun kekebalan untuk melawan. Otomatis, setiap kali mendapat gempuran dari antibiotik, mereka akan selalu meningkatkan kekebalan.

Bisa dibayangkan, jika sering menengggak antibiotik, lama-lama dosis tersebut tidak mempan lagi. Begitu seterusnya yang terjadi jika sering mengkonsumsi antibiotik. Sampai akhirnya terjadi superbug, kondisi di mana sudah tidak ada lagi antibiotik yang mampu melawan si bakteri ini. Di sinilah titik paling membahayakan yang bisa saja berakibat pada kematian. Hiiyyy.

Sudah paham kan kenapa Dr. Wati gigih dan kekeuh mengkampanyekan penggunaan antibiotik seperlunya?

“Pakai antibiotik itu perlu “dieman-eman”. Pakai lah jika memang benar-benar dibutuhkan!”

Sooo, sebagai pasien, kita juga perlu mencari info yang jelas. Pergunakan  deh gadget untuk mengakses info kesehatan yang benar. Misalnya buka deh www.mayoclinic.org. Atau bisa buka web yang diasuh dr. Wati, www.milissehat.web.id, atau join milisnya, milissehat@yahoogroups.com.

Kementerian Kesehatan juga sudah menyediakan sarana belajar lhooo melalui GEMA CERMAT, Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Bisa buka di twitter @gemacermat atau facebook gema cermat.

Pasien berhak mendapatkan info yang benar tentang sebuah penyakit. Tanyakan pada dokter apa diagnosis medisnya, apa penyebabnya, bagaimana penanganannya, dsb. Kita berhak menyampaikan keberatan jika pengobatan yang diberikan tidak sesuai.

Yuukk, cerdas gunakan obat.



#CerdasGunakanObat #GerakanMasyarakatCerdasGunakanObat 

4 komentar:

  1. Kebanyakan sih karena panik ya, Mak. Apalagi kalau yang kena diare itu anak kita yang masih balita.

    Nice inpoh, Mak.
    Baca ini bisa bikin kita lebih bersabar.jika terserang penyakit

    BalasHapus
  2. Duh klo udah superbug ceritanya bs serem ya Mbak

    BalasHapus
  3. bagus banget infonya mbak, terima kasih

    BalasHapus
  4. bener juga ya, bakteri punya resistensi. aku seringnya minum obat dokter, mak. jadi kalau ganti doker kadang ga mempan obatnya. hiks

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com