Pages

SOCIAL MEDIA

Senin, 28 September 2015

Memberikan Kesempatan Mandiri

Memberikan Kesempatan Mandiri. Memberi kesempatan mandiri kesannya mudah. Padahal sebagai orang tua, sering kali ga sadar mengeluarkan naluri perlindungannya sehingga akhirnyaaa bersikap sangat hati-hati.

Bener apa beneeerr?

Sering kan orang tua mau memberikan kesempatan untuk mandiri, tapi juga dilanda rasa khawatir, akhirnyaaa malah jadi protektif.

Anak mau belajar naik tangga, belom-belom orang tuanya sudah mengagetkan dengan teriakan "jangaaann, nanti jatuuh!" dengan nada panik.

Akhirnyaaa, besok-besok pas mau coba lagi, nalurinya sudah mulai ciut dikit-dikit. Yang gawat kalau akhirnyaaa ga mau nyoba lagi. Giliran orang tuanya pengen anaknya belajar, anaknya udah ga minat nyoba :).

Atau, anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mau makan sendiri di usia 9-12 bulan dengan cara mau menyuap sendiri, tapi orang tua khawatir makanannya tumpah-tumpah dan yang dimakan hanya sedikit lalu biar gampang disuapin aja. 1-2 kali kejadian begitu lama-lama anak menganggap, ga ada gunanya nyoba makan sendiri, biar aja deh disuapin. Apa yang terjadi ketika orang tua akhirnya mau anaknya harus sudah bisa makan sendiri?? ;)

Memang susah-susah gampang urusan "pelajaran" yang satu ini.

Ga boleh terlalu kebablasan, tapi juga jangan terlalu dikekepin saking takutnya.

Seperti saya pernah tulis dalam "ajarkan anak mandiri", bahwa

Sejak kecil anak-anak sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda mandiri dalam melakukan beberapa hal. 
Tugas orang tua hanya memfasilitasi, agar anak-anak benar-benar mandiri.

Ini yang ga mudah, karena yang dibutuhkan anak ketika hal ini mulai muncul hanyalah memberikan mereka "kesempatan".

Hindari kritik, jangan diintervensi dan " tahan diri" untuk membantu!!

Susah nih kalo urusannya menahan diri. Karena naluri orang tua pada dasarnya adalah nurture.
Kalau udah keluar naluri nurture, bawaannya pengen melindungi, pengen memberikan yang terbaik, pengen melayani.

Padahal ini bisa jadi bumerang kalau tidak ditempatkan dengan tepat. Bisa saja menyebabkan munculnya konsep diri negatif pada anak seperti yang saya tulis dalam tips membentuk konsep diri yang positif.

Peer orang tua ketika keinginan mandiri muncul hanyalah memberikan kesempatan dan menahan diri untuk membantu, meskipun anak terlihat kesulitan sekalipun!

Susah kan?

Soo, kalau anak usia 1-2 tahunan sudah terlihat mau pakai sepatu sendiri. Biarkan aja yaa. Itu adalah bagian awal dari keinginannya untuk mandiri. Kalau anak mau taruh dan ambil sendiri sepatunya di rak sepatu susun biarin aja deh ga rapi-rapi amat. Tahan diri untuk berkomentar kecuali memberikan apresiasi atas apa yang dilakukannya.



Step by step saat Falda secara tak sengaja saya lihat sedang sibuk memakai celana sendiri, usianya sekitar 1,5 tahun kalau ga salah. Foto ini saya ambil secara candid


Sssttt walau orang tua diharapkan lebih banyak membuka peluang dan memberikan kesempatan. Tak semua hal boleh diberikan lebih awal, misalnya belajar motor atau mobil di jalan raya. Tahan diri untuk memberikan kesempatan walau terlihat mampu. Karena menyetir bukan hanya perkara skill, tapi lebih ke kontrol emosi dan kematangan emotional. Bisa saja mereka mampu, tapi apakah mereka juga mampu mengontrol emosi ketika di jalan raya? Berhadapan dg kendaraan lain?


6 komentar :

  1. Betul, naluri keibuan kadang-kadang susah dikendalikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg mengganjal ini biasanya yaaa :)

      Hapus
  2. Anak-anak paling senang kalo dipercaya bisa melakukan semua sendiri, makan sendiri, pakai baju sendiri. Enggak sempurna pun nggak masalah, namanya juga baru belajar :)

    BalasHapus
  3. kalau memberikan ponsel lebih dini kepada anak itu gmna ya mbak?? ada batas usia minimal nggak ya ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm, pertanyaan yg ga bisa dijawab dg singkat nih. Nanti akan saya bahas tersendiri dalam sebuah postingan yaaa

      Hapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com