Pages

SOCIAL MEDIA

Minggu, 30 Agustus 2015

Meriahnya acara Tujuh Belasan

Bulan Agustus memang bulan kemerdekaan. Bulan dimana ada hari kemerdekaan di dalamnya. Bulan dimana orang bersuka cita menyambutnya dengan berbagai perayaan. Berhias menyambut kemerdekaan ini. Dimana-mana terlihat kibaran bendera merah putih. Walaupun, ternyata ada juga yang enggan mengibarkan bendera ini di rumahnya. Nah lhooo??



Yap, saya membaca status di timeline beberapa teman. Ada yang menggerutu karena tetangganya sama sekali tak mau memasang bendera merah putih di rumahnya. Entah karena tak suka? Atau memang tak punya? Entahlah. Toh kalau tak punya, kan bisa beli. Begitu banyak penjualnya di sepanjang jalan. Mulai dari yang mini sampai yang maksi. Bahkan yang menjual bendera secara online pun ada. Ga repot kan?

Ya sudahlah yaaaa, saya tak hendak mempertanyakan maupun memperdebatkan orang-orang yang entah lupa atau secara sengaja memilih untuk tidak mengibarkan bendera merah putih ini.

Saya cuma mau cerita anak-anak yang selalu antusias menyambut tujuh belasan.

Wahh, hebat donk yaaa, anak-anak sudah punya rasa nasionalis yang tinggi.

Wahahaha, bukaaan, ga sampai sehebat itulah anak-anak.

Anak-anak selalu bersuka cita menyambut tujuh belasan karena menanti datangnya berbagai lomba, atraksi, hingga malam perayaan. Bagi anak-anak, inilah saatnya mereka menunjukkan eksistensinya. Hahaha.

Ferdi yang pernah beberapa kali menang di beberapa lomba tujuh belasan, akhirnya ketagihan untuk selalu ikut memeriahkan acara. Entah ketagihan situasi berkompetisinya, atau ketagihan hadiahnya?

Tapiiii, sayangnya, acara tujuh belasan kali ini diadakan berbarengan dengan upacara pengibaran bendera yang diwajibkan oleh pihak sekolah. Sempat agak kecewa karena tak bisa ikut beberapa lomba. Tapi akhirnya kekecewaan anak-anak sempat terobati ketika lomba masih digelar lagi di sore harinya.


Pada malam perayaan, suami akhirnya "turun gunung", mau juga dirayu untuk menyumbangkan acara. Ikut mengiri dengan bas dan gitar akustiknya. Udah sempat ga mau "direpotkan", tapi berhubung acara digelar tepat di depan rumah, suami akhirnya merasa "terpanggil" juga untuk berperan aktif.


Acara pun semakin ramai dan meriah dengan munculnya beberapa "pemain" gitar dadakan. Seru memang kalau acara berlangsung spontan. Ada yang tiba-tiba menyumbangkan lagu, ada yang tiba-tiba bikin fashion show, atau ada yang tiba-tiba main organ.

Semoga acara tahun depan semeriah tahun ini. Asal halaman depan ga dijadikan base camp lagi aja. Hahaha

1 komentar :

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com