Minggu, 30 Agustus 2015

Asi, pencegah Alergi

Rasanya semua sudah tahu yaa, kalau Asi punya segudang manfaat, terutama bagi kesehatan bayi dan anak-anak di masa depannya. Sudah banyak penelitian yang mengemukakan manfaat ini. Tak perlu saya tulis detail kan yaaa? Coba cari sendiri via Google ;).

Salah satu penemuan terbaru yang meneliti fungsi saluran cerna menyebutkan, salah satu benteng pertahanan alergi adalah dengan menguatkan fungsi saluran cerna. Salah satu cara menguatkan saluran cerna adalah dengan mencegah bayi dan anak-anak terkena alergi susu sapi (lactose intolerance).

Bagaimana caranya??

Mudah saja. Cukup berikan Asi!!

Asi?? Wakkkss? Ga salah??

Yap!

Cara mudah mencegah alergi memang dengan memberikan Asi. Ini yang bolak balik disebut-sebut Prof. Rivan. "Asi dapat mencegah alergi", begitu bolak balik ia sebutkan.

Haiyaahhh, ternyata cuma ngasih ASI aja thooo :). Gampang dan murah meriah yaaa. *Ehhh

Yaaa, memang sih, ga menjamin juga anak yang diberikan Asi tidak akan bisa terkena alergi. Tapi kemungkinannya akan lebih kecil dibanding yang tidak diberikan Asi.

Hal ini sudah saya rasakan sendiri. Kejadian di saya yang dulu ga dapat Asi dan sejak kecil alergian :). Mulai alergi udang, alergi debu, alergi seafood, sampai alergi obat. Ampe capek ngadepin berbagai macam alergi ini. Walaupun alergi bisa distimulasi agar berkurang, misalnya alergi udang saya yang berkurang perlahan sejak saya memberanikan diri mengkonsumsi udang secara bertahap, tapiiii tetap saja saya tak pernah lepas dari alergi. Tiap pagi masih sering bersin-bersin :).

Sebaliknya, anak-anak saya yang mendapatkan Asi, hampir tidak mempunyai riwayat alergi. Jadi kalau Falda sekarang doyan banget ngemil susu terutama susu berwarna coklat ;), saya ga khawatir.

Yaaaa, kalaupun ada yang terpaksa harus memberikan susu sapi, jangan berkecil hati yaaaa teman-teman. Jangan sampai nih saya diributin gara-gara nulis ini *nyengir.

Menurut Prof. Rivan pada acara yang digelar Nutrisi Untuk Bangsa dari Sari Husada di Hotel Borobudur awal Agustus lalu, jika terpaksa memberikan susu sapi, berikanlah susu sapi yang memang sudah diproses khusus. Susu tersebut umumnya sudah terhidrolisa atau dipecah komponen proteinnya agar lebih mudah dicerna.

Jika memungkinkan, pilih lah susu khusus alergen yang mengandung asam amino jika anak menderita alergi yang cukup berat.

Sayangnya, susu jenis ini cukup mahal harganya. Tapi, jika untuk anak, harga tak lagi jadi ukuran, ya kan?

Yaaa, itu kalau memang terpaksa banget yaaa. Tentu akan lebih baik jika bisa mencegah ketimbang mengobati kaaann? *cmiiw

5 komentar:

  1. baru tahu mba asi dapat mencegah alergi :) terimakasih infonya mba ...

    BalasHapus
  2. Susu yang terbaik memang ASI ya bu..

    BalasHapus
  3. Anak bungsuku asi eksklusif tapi tetap sih alergi..keturunan kayaknya

    BalasHapus
  4. Anak bungsuku asi eksklusif dulu tapi tetap gedenya dia punya alergi...keturunan kali ya

    BalasHapus
  5. Ah iya temenku ada yg alergi susu juga, trs kalau mau minum susu dia hrs pakai merk khusus

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com