Kamis, 30 Juli 2015

Menyusui di Tempat Umum

Salah satu keuntungan menyusui yang paling menyenangkan buat saya adalah, tak perlu repot menenteng bawaan segambreng. Botol susu, termos, atau container, ketika sedang bepergian. Sumber susu saya siap sedia kapan pun *nyengir.

Kalau mau pergi, tinggal bawa diri deh, bisa menyusui kapan pun, di mana pun, dalam situasi apa pun. Di tempat umum sekalipun

Bicara menyusui di tempat umum, ingatan saya melayang ke saat-saat masih aktif berbagi cerita dan jadi moderator milis Asiforbaby, cikal bakal AIMI, sekitar 8-10 tahun lalu. Banyak hal yang saya ceritakan dan akhirnya saya tulis ulang di blog. Salah satunya Menyusui Langsung atau Bawa Botol ASIP .

Menyusui di tempat umum sudah bukan jadi masalah lagi beberapa tahun terakhir. Di beberapa tempat sudah menyediakan ruang menyusui. Hampir semua mall menyediakan ruang menyusui. Bahkan beberapa stasiun kereta api pun mulai menyediakan ruangan ini.

Dimudahkan banget deh menyusui di tempat umum. Kalaupun tak ada ruang menyusui, masih tetap kog bisa menyusui dengan elegan, tanpa mengumbar bagian dada secara terbuka. 

Banyak ibu-ibu muda yang kebingungan membawa bayinya ke tempat umum. Malu kalau menyusui di tempat umum. Ada yang mengatakan "musti diajarin pakai botol, jadi nanti kalau dibawa-bawa gampang"

Heeyy, sekarang mah dengan banyak inovasi gampaaangg. Udah banyak yang memproduksi baju menyusui dengan beragam model. Saya pun dulu sempat memproduksi ini.  Ga suka pakai baju menyusui? Bisa juga dengan memakai apron menyusui.

Kalau bayinya masih kecil (0-6 bulan), masih mungkin pakai apron. Tapi seiring usia yang bertambah dan keinginan untuk melihat-lihat makin besar, bayi umumnya akan menolak dipakaikan apron. Kalau ga ditarik-tarik, ya akan bolak balik disingkap. Kalau sudah begini, mungkin saatnya beralih ke baju menyusui.

Apakah harus memakai baju atau apron menyusui? Lhaaa yaa itu mah pilihan pribadi. Kalau ga merasa nyaman dan ga mau sengaja menyisihkan dana untuk membelinya, ya silahkan aja, ga ada keharusan. Itu pilihan kenyamanan aja kog. Mau pakai baju biasa juga ya monggo aja. Tapi nyaman ga ketika menyusui di tempat umum? Rela ga kalau ada bagian dada atau perut terlihat?

Kalau emak-emak berhijab, bisa ditutup dengan jilbab atau khimar yang lebar. Atau bisa juga pakai kain gendongan yang difungsikan sebagai apron dadakan. Gampang kan?

5 komentar:

  1. Tutup pakai jilbab mbak. Tapi biasanya tunggu bayinya bener2 nangis (maafken ya dek), kalau masih bisa menghindari nyusui di tempat umum hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuhh. Kasian atuuuh. Bagusnya malah sodorin sebelum rewel :)

      Hapus
  2. Aku ngga pernah berhasil mompa, tiap mompa dapetnya dikiit banget. Yawis kalo pas di luar ya kasih langsung dr sumbernya paling ditutupin jilbab.

    BalasHapus
  3. sekarang ada tuhh kain khusus untuk melindungi tubuh ibu ketika menyusui di tempat umum. Bentuknya mirip kipas yang melengkung jadi jika sudah selesai bisa dilipat rapi jika ingin dipakai bisa dibentang lebar. bentuknya yang melengkung malah bikin bayi tidak kepanasan pula karena udara bisa leluasa keluar masuk. murah sih.. di bawah 100.000 harganya

    BalasHapus
  4. Saya biasanya bawa apron kalau pergi-pergi ^_^

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com