Pages

SOCIAL MEDIA

Kamis, 30 Juli 2015

Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Banyak persoalan di negara ini yang tak mungkin bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah.

Bisa saja kita berharap semua bisa ditangani dalam waktu cepat. Tapiii, apa mungkin?

Ketimbang cuma menunggu dan berharap, kenapa tidak kita sendiri yang turun tangan dan bergerak?

Negara ini akan lebih cepat maju andai semua masyarakat bergerak, tak hanya menunggu.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu sedikit dari beribu persoalan di negeri ini.

Setidaknya itulah yang telah dilakukan salah satu sosiolog, Imam Prasodjo yang bergerak langsung memberikan edukasi ke masyarakat.

Menurut pak Imam, masalah sosial di negeri ini umumnya saling berkaitan, sehingga perlu penanganan yang terintegrasi, tak mungkin ditangani secara terpisah. Perlu sinergi sosial antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah. Dengan sinergi yang baik, akan membuat beberapa masalah sosial bisa ditangani dengan lebih baik.


Hal ini pulalah yang mendorong Sari Husada untuk turut serta terjun langsung ke masyarakat. Demikian menurut pak Arif Mujahidin, Head of Corporate Affair Sari Husada. Ada divisi khusus yang bertugas mengedukasi masyarakat. Entah edukasi gizi maupun mendukung berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan dan stimulasi bagi anak-anak usia dini.

Hal ini terungkap saat acara Sinergi Sosial untuk Anak Indonesia yang diselenggarakan Nutrisi untuk Bangsa pada awal Juli lalu.

Acara yang juga merupakan peluncuran aplikasi Nutrisi untuk Bangsa ini syarat manfaat. Saya jadi sadar, banyak hal bisa dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Aplikasi Nutrisi untuk Bangsa juga dibuat dalam rangka edukasi gizi, agar masyarakat bisa belajar kapan aja dimana aja.


Pulangnya kami semua dapat oleh-oleh cake in jar. Duuhh berkah banget deh. Enak bangeeet :)

Oh yaaa di acara ini juga dihadirkan beberapa komunitas sosial yang bergerak secara mandiri di masyarakat.

Ada gerakan coin a change yang bergerak dengan mengumpulkan uang koin untuk membantu biaya pendidikan anak kurang mampu yang berprestasi.

Ada juga komunitas 1001 buku yang bergerak mengumpulkan buku-buku untuk disalurkan ke daerah terpencil.

Kedua komunitas ini bergerak dengan memanfaatkan kekuatan sosial media. Menggalang dana dan kekuatan dan menyebarkan semangat berbagi melalui sosial media. Keren yaaa. Sangat menginspirasi.

Bicara gerakan sosial selalu menimbulkan rasa haru. Semoga negeri ini semakin baik dengan ikut bergeraknya masyarakat dan pelaku usaha.

Yuukk mulai dari hal-hal kecil. Misalnya memberikan edukasi dengan memberi contoh antri dan membuang sampah pada tempatnya. Jangan memberi beban banyak pada petugas kebersihan. Ringankan tugasnya agar tugas negara makin ringan dan bisa fokus pada urusan lain. Semangaattt!!

Kini saatnya tak hanya menunggu nasib, menunggu perubahan. Saatnya kita memilih merubah nasib -Imam Prasodjo

2 komentar :

  1. Think big, act small, start nownya mba...
    Wah cookies in jar kayaknya enak niih...mana poto na mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini posting pake hengpong, susah bener masukin fotooo

      Hapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com