Pages

SOCIAL MEDIA

Jumat, 31 Juli 2015

Lebaran dan Silaturahim

Ramadhan telah berlalu, semoga kembali dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya, Aamiin. Saatnya merayakan suka cita lebaran setelah sebulan menahan diri, melawan godaan.

Lebaran, selalu identik dengan silaturahim. Dimanapun, di belahan dunia mana pun, umumnya keluarga yang merayakan lebaran akan melakukan kunjungan ke rumah saudara dan para kerabatnya.

Tiap tahun selalu saja ada agenda silaturahim yang sudah menjadi tradisi. Memang tidak sama sih tradisi tiap orang. Tapi tiap keluarga biasanya sudah punya agenda tertentu tiap tahun. Tak heran, urusan menyiapkan menu pun mengikuti tradisi ini.

Hari pertama biasanya digunakan untuk berkumpul bersama orang tua dan mertua, atau kakek nenek atau siapapun yang dituakan. bertemu keluarga besar dari kedua belah pihak. Hari-hari berikutnya berlanjut menemui saudara-saudara lainnya, umumnya adik atau kakak dari orang tua.

Suasana akrab, hangat, dan penuh suka cita ini yang selalu menyenangkan.

Tak jarang, saking suka citanya, banyak pula yang mengidentikkan moment lebaran sebagai moment untuk tampil dengan pakaian terbaik, kalau perlu buat dress code keluarga besar. Kompakan memakai baju dengan warna dan tema tertentu.


Keluarga-keluarga kecil mungkin akan sibuk membuat sarimbit antara ayah dan anak laki-lakinya dan ibu bisa membuat gamis sarimbit ibu-anak yang senada. Entah dengan menjahitkan ke penjahit langganan, atau membeli yang sudah jadi. Sudah banyak banget pengusaha yang melirik market yang satu ini.

Jadi ga perlu khawatir, mau seragaman keluarga besar atau cuma keluarga inti aja, sekarang menjadi lebih mudah terakomodir.

Pada saat lebaran pula lah semua keluarga besar berkumpul saling bersilaturahim, lalu foto bersama. Mumpung sedang berkumpul secara lengkap. Ini yang tampaknya mendorong untuk membuat seragam dengan keluarga besar, biar fotonya "cantik" hahaha.

Tapiii, lebaran tak harus tampil wah atau memakai baju baru kan? Saya sendiri tak membiasakan anak-anak untuk mengenakan baju baru. Baju lama selagi masih layak pun tetap oke kog untuk digunakan saat bersilaturahim. Toh yang penting kunjungannya kan? Dikunjungi saja rasanya sudah luar biasa kog. Ga harus tampil berbaju Baru. Toh tuan rumah belum tentu "ngeh" dengan baju yang kita kenakan kan? *winkwink*

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com