Kamis, 04 Juni 2015

Waspadai gejala Lethargy Syndrome pada Anak

Setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya kan ya? Selalu ingin anaknya sehat, ceria, dan berprestasi baik, right? Bener apa beneerr?

Apa jadinya jika kita mendapati anak yang lemah, lesu, tidak bertenaga?

Khawatir kan ya?

Lethargy syndrome

Merujuk kata Lethargy yang artinya lemas, lemah tak bertenaga, anak-anak yang mengalami gejala ini umumnya akan terlihat seperti orang lunglai, macam daun nan layu. Sekilas terlihat seperti malas-malasan.

Tak heran jika anak-anak yang mengalami ini dianggap pemalas, pelajaran pun sulit diserap dengan baik.

Bagaimana mau konsentrasi? Bagaimana mau belajar dan rajin baca buku sekolah kalau lemah lesu gitu kan? Gampang ngantuk pula, akibatnya tertinggal pelajaran, prestasi belajar pun jadi kurang baik.

Konsentrasi belajarnya jadi rendah, lamban dalam berpikir dan bergerak, bahkan bisa muncul mood swing.

Menurut Victorya, Nutricionist, pada acara "Pagi yang Sehat, Hari yang Hebat", 20 Mei 2015 lalu, resiko Lethargy Syndrome bisa dikurangi dengan mengkonsumsi sarapan yang sehat bernutrisi.

Naaahh tuuuhh, udah nyiapin sarapan bernutrisi belooomm mamak mamak?

Sarapan Bernutrisi?

Menurut Victorya, sarapan bernutrisi itu setidaknya mengandung karbohidrat macam nasi atau roti, serat seperti buah dan sayur, dan protein yang bisa didapat dari susu atau keju. Kombinasi ketiganya akan menghasilkan makanan rendah glikemik indeks dan tinggi protein.

Naahh, pada acara ini chef Norman mengajarkan cara membuat kreasi sarapan bernutrisi.



Chef ganteng *ehm* beranak 5 ini mendemokan kreasi sarapan menggunakan keju, mulai roti gulung keju, sandwich keju, sampai mashed potato with cheese.


Duuhh itu ya kalo udah berhubungan dengan keju, apalagi Kraft, Falda doyan bangeetttt. Ga boleh meleng! Bisa abis dicemilin sendirian!! Huhuhu

Padahal emaknya juga doyan! Halah. Hahaha.

Iya, emaknya juga doyaaann. Sebenarnya, kalo ga gara-gara migrain, emaknya Falda juga akan ngabisin keju sendirian! Tapi karena takut pusing pala barbie, jadilah diem-diem nggadoin dikit-dikit *tak patut dicontoh*

Yang lucu, emak ama anak ini saling berebut ngabisin keju..hahaha

Sooo, begitu mendengar tantangan Breakfast of the Day (BOTD) with Kraft dengan iming-iming voucher belanja untuk pemenang mingguan, iisshh cincailah kalau cuma keju-keju doank maahh *minta dilempar keju*.

Cuma "pamer" photo kreasi sarapan dengan keju kraft kan? Trus upload di socmed dengan mention @kejumoo dan tulis hash tag #BOTDwithKraft? Ahhh cincaiii *Minta dibantai Keju*

Yang susah ituuuuu, bagaimana foto-foto sebelum sarapan dihidangkan? Huhuhu. Liat emaknya di dapur nyiapin sarapan dengan keju aja udah sukses bikin anaknya nongkrong di depan kompor sambil ngencesss!! Huuh!

Ah ya sudah lah, yang penting anak-anak bisa sarapan bergizi dan ga sampai mengalami Lethargy Syndrome, right?

3 komentar:

  1. harus kreatif bikin menu sarapan anak ya mbak

    BalasHapus
  2. Ini sindrom yg sering dialami anak namun tak dipahami guru ya. Jd anak dicap pemalas.

    BalasHapus
  3. ehehe, keju kraft emang enak ya, mak :D apalagi dikreasikan dengan banyak menu yang unik.

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com