Jumat, 20 Maret 2015

Kopi Bubuk

Punya suami yang sangat suka minum kopi, sebagai istri yang baik *hoekkk*, saya harus selalu siap membuatkan kopi, right? Hahahaha, ya iyalaahh...masak nyiapin susu...*uppsss*

Tapii, pada kenyataannya, saya ini istri pemalas, xixixi, Boro-boro menyiapkan temen ngopi  yang pas, menyiapkan kopi secara rutin saja kadang suka lupa..hahaha *toyor pala sendiri*. Seringkali suami lah yang menyiapkan kopi untuk dirinya sendiri ;).

Bagi suami, minum kopi itu seperti kewajiban. Paling tidak sehari 2 kali. Kalau sedang ada tamu yang datang ke rumah, maka porsi minum kopi pun bertambah. Suami ikut ngopi bersama tamunya.

Tak heran, kopi bubuk selalu masuk daftar belanja bulanan, harus selalu tersedia di dapur!

Kenapa harus kopi bubuk? Kenapa bukan kopi sachet saja yang lebih gampang?

Pertama, kopi bubuk murni umumnya murni tanpa campuran. Tanpa gula, apalagi susu bubuk/skim. Berbeda dengan kopi kemasan yang sudah punya standar takaran campuran.

Kedua, bisa mengatur takaran kopi sesuai selera. Enaknya kopi bubuk, kita bisa menyiapkan kopi sesuai selera. Bagi penyuka manis, tinggal menambahkan gula lebih banyak. Bagi penyuka kopi kental biasanya akan menambahkan takaran kopi lebih banyak. Atau bagi suami yang suka kopi kental plus pahit, maka takaran bubuk kopi harus lebih banyak ketimbang gula. Gula 1 sendok teh munjung saja sudah kemanisan, apalagi takaran kopi kemasan, dianggap kolak oleh suami :).

Ketiga, jenis kopi bubuk lebih beragam. Menjamurnya kedai kopi belakangan ini, turut meningkatkan peluang penjualan kopi bubuk. Semakin banyak varian kopi yang tersedia di pasaran. Mulai kopi Aceh, Lampung, Bengkulu, dsb. Semakin banyak pengusaha yang melirik kopi lokal dan mengangkatnya sebagai komoditas unggulan. Ssstt, kualitas kopi lokal kita tak kalah keren lhooo.

Suami sukaaa mencoba berbagai macam kopi. Tak jarang, saudara atau kenalan yang tahu suami penyuka kopi, akan mengoleh-olehi kami dengan kopi bubuk khas daerahnya. Oleh-oleh kopi bubuk dari Lampung, sukses habis dalam waktu singkat.. hahaha. Kopi khas Lampung ini memang yang paling disukai suami, mungkin karena teksturnya yang halus seperti kopi bubuk kemasan pabrik.

Tapiii, suami juga ga nolak kog kalau dikirimi kopi bubuk dari daerah lain...*ehhh* Hahahah

Mungkin ada pengusaha kopi yang mau kami endorse?
Kami mau kog review produk kopinya *uhuk*

Baiklah, bersiap menerima dikirimi kopi...ehh..segepok duit dink...ahahaha .
Tepatnya nunggu dikirimi kopi plus segepok duit. uhuuuyyyy... :)
Siapa mau ngiriimmm?

*siapin tameng, takut ditimpukk*

25 komentar:

  1. karena aku gak ngopi jadi gak tau kalau bikin takaran kopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa lid, aku juga awalnya ga paham cara meracik kopi. Tapi sekarang udah mulai paham dikit2 :)

      Hapus
  2. siang siang gini memang enak nya ngopi pakai kopi bubuk, lebih enak, lebih enak lagi kalau gratis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuuu...nunggu dikirimi kopi gratis yaaa ;)

      Hapus
  3. Kopi bali suka ndak mak..enak jg loohhh..mampir dah ke rumahku..entar kita ngopi ngopi cakep..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mauuu makk inda. Rumahmu dimana ? Hihihi

      Hapus
  4. selain takaran bubuk kopi dan gula, kalau saya air sangat berpengaruh.. untuk kopi sachet bisa pake air dispenser. kalau kopi bubuk, wajib air mendidih agar rasanya lebih mantab.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap mak, kalau kopi bubuk memang wajib air mendidih ya maakk, biar rasa + aromanya makin mantaabb

      Hapus
  5. Saya penggemar kopi, tanpa ngopi, kepala pusing hehehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama paakk, suamiku jugaa gituuu

      Hapus
  6. waktu kecil saya suka minum kopi, tapi setelah kena sakit maag udah ga boleh minum kopi lagi padahal kopi enak ya mak.. salam kenal mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya ga brani minum kopi karena migrain maakk. Tapi sekarang udah cuek loohh. Udah mulai bisa menikmati kopi walau ga brani banyak :)

      Hapus
  7. "ada pengusaha kopi yang mau kami endorse?"

    mau juga dong mbak :)
    he he he

    pengen kopi toraja yang rasanya gimana gitu (paiiiit)
    tapi bikin ketagihan...

    BalasHapus
  8. Daku sukanya kopi instan :)
    Terlalu keras buatku kalau kopi bubuk, karena aku minum kopi seperlunya kalau ingin saja :D

    BalasHapus
  9. Kopi bubuk lebih sering dibuat mandi daripada diminum, soalnya di rumah ngga ada yang hobi ngopi, hobinya nyusu. Hehehe :D

    BalasHapus
  10. Bapak aku juga suka ngopi, malah ngopi sama makan bisa banyakan ngopinya hihi
    Dan sama banget, kalau ada tamu pasti ikutan ngopi sama tamunya -__-

    BalasHapus
  11. duluuu bgt aq suka ngopi dr berbagai daerah mak, skrg sdh gak lagi krn udah gak suka begadang lagi :)

    BalasHapus
  12. Aku juga pecinta kopi mak. Tapi kopi sachet

    BalasHapus
  13. katanya lebih nikmat kopi bubuk yang digiling sendiri ketimbang dengan yang sudah disasetkan.. ada juga yang sebaliknya ada yang bilang lebih enak yang saset ada juga yang bilang sama saja rasanya ...
    selera orang berbeda beda ya bu hihih

    BalasHapus
  14. kayaknya kudu nyoba kopi arab ya ?

    BalasHapus
  15. Wah, suamiku malah ga bisa minum kopi mba... lgs pusing kepalanya... aku sih ga suka2 amat, tp okelah sesekali..itu jg hrs yg manis :D

    BalasHapus
  16. Walaah aku gak kuat minum kopi. Kalo abis minum kopi suka demam, atau sakit kepala :D

    BalasHapus
  17. rasanya, saya baru beberapa bulan terakhir ini aja bikinin kopi buat suami. Sebelumnya dia selalu bikin sendiri :D

    BalasHapus
  18. Temen saya suka banget bun minum kopi bubuk, kadang bubuknya juga di gado. Dia terlalu kecanduan sama kopi. Tapi memang benar sih ya bun kopi itu enak, apalagi kalau buatnya pakai mesin pembuat kopi duh, rasanya itu lho bun :D

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com