Sabtu, 07 Maret 2015

Inovasi Produk

Dalam salah satu seminar wirausaha yang pernah saya ikuti, disebutkan bahwa salah satu cara untuk memenangkan kompetisi adalah INOVASI!

Inovasi? Yap. Inovasi!

Mengapa inovasi? Karena inovasi yang akan membedakan kita dengan pesaing atau pelaku usaha sejenis.

Kog bisa?

Nanti kita akan bahas yaa. Sekarang pertanyaannya, apa sih inovasi?

Inovasi berarti menciptakan sesuatu yang baru, dilakukan dengan cara/metode/strategi baru, atau memberikan nilai tambah atau kreasi yang berbeda dari yang sudah pernah ada sebelumnya.

Be kreatif!

Bisa jadi produk yang sama akan mempunyai nilai lebih ketika dipasarkan dengan cara baru, dikemas dengan gaya baru, atau dipajang dengan metode baru.

Contoh paling mudah yang bisa kita temui adalah keripik Mak Icih. Masih ingat bagaimana keripik ini begitu booming dan meledak di pasaran? Apa yang membedakan keripik ini dengan keripik biasa yang sudah pernah ada sebelumnya?

1. Cara promosi melalui social media. Moment ini dimanfaatkan dengan baik sehingga menimbulkan efek viral yang luar biasa. Efek viral inilah yang mendorong tingginya penjualan. Ini salah satu inovasi dalam dunia marketing *cmiiw.

2. Penjualan hanya melalui online atau titik-titik tertentu (pada awalnya) *cmiiw. Keterbatasan ini menyebabkan supply dan demand tidak seimbang. Hal ini turut menaikkan popularitas. Banyak yang tidak berhasil mendapatkan produk ini, akhirnya penasaran, lalu menceritakan kegelisahan tsb via online. Mulailah rasa penasaran itu menular pada yang lain! Pamor pun terdongkrak dengan cepat. Efek viral berhasil diciptakan!

3. Dikemas cantik. Packaging atau kemasan yang cantik cukup menentukan nilai jual suatu produk. Produk biasa yang dikemas cantik, dipajang di dalam counter sebuah mall mewah misalnya, hanya memajang beberapa produk, akan muncul kesan eksklusif, harga pun dapat terdongkrak naik. Bagi pangsa pasar tertentu, harga tidak akan menjadi masalah selagi kemasannya menarik dan pantas dihargai tinggi *cmiiw.

4. Memberikan nilai tambah pembeda. Hayooo, apa yang membedakan keripik ini dari keripik sebelumnya yang pernah ada? Yaaapp level rasa pedas!! Inilah inovasi produk dari keripik tersebut, terobosan yang dilakukan untuk memenangkan persaingan usaha. Dengan inovasi ini, keripik tsb menjadi berbeda. Pembeda ini yang membuat orang menjadi punya lebih banyak pilihan. Mau keripik biasa, atau...?

Empat hal tersebut yang menurut analisa saya yang membedakan keripik mak Icih dengan keripik-keripik lainnya yang ada saat itu.

Keripik tersebut berhasil memenangkan persaingan usaha dan menjadi produk yang paling dicari dan paling ramai diperbincangkan di dunia 'Maya'. Berhasil menyihir begitu banyak orang untuk mencoba. Keren ya.

Contoh inovasi lain adalah brownies singkong. Produk yang satu ini berhasil diluncurkan oleh salah satu teman saya sesama finalis wirausaha Femina 2009. Brownies biasa sudah umum - mainstream kata anak muda sekarang, tapi brownies yang terbuat dari singkong? Belum ada saat itu.

Saya pikir brownies singkong berarti brownies yang ada singkongnya. Ternyata bukan! Sama sekali tak ada taburan singkong atau potongan singkong, layaknya brownies keju. Singkongnya justru menyatu di dalam adonan brownies, karena terbuat dari tepung singkong! Waahh inovasi yang hebat kan? Kog ya terpikir mengganti bahan utama tepung terigu dengan tepung yang terbuat dari singkong. Inovatif!

Sudah punya gambaran kan seperti apa yang dimaksud inovasi? Di dalam perusahaan, inovasi bisa juga berarti cara pengerjaan yang baru,  strategi baru dalam bekerja, strategi baru dalam memasarkan, atau bisa juga strategi baru dalam memimpin.

Inovasi selalu dibutuhkan dalam berbagai kehidupan agar tidak terjebak dengan hal yang sama atau terjebak kebosanan *cmiiw. Tak jarang, inovasi lahir sebagai jawaban atau jalan keluar dari sebuah permasalahan. Problem solving!

Saat ini, makin banyaakk yang berlomba-lomba menciptakan berbagai inovasi produk untuk memenangkan persaingan di dunia kuliner. Daan mereka rata-rata anak-anak muda yang penuh gairah dan full imajinasi. Sangat kreatif!

Coba intip Instagram, atau datang ke acara Culinary Escape yang sedang berlangsung di Grand Indonesia, 5-8 Maret 2015. Berbagai inovasi produk dengan mudah ditemui. Mulai olahan puding, kentang, burger, pasta, dsb. Berbagai produk yang inovatif. Anti mainstream. Mereka berlomba dan bersaing untuk tampil beda. Selalu segar dengan ide dan inovasi baru.

Begitu banyak inovasi produk yang terus hadir, termasuk di bidang coklat. Bagi penggemar coklat, berbagai inovasi ini tentu sangat menggembirakan. Mulai dari munculnya coklat pedas, coklat rendang, hingga Coklat durian!

Tak perlu lagi bosan dengan coklat yang itu-itu saja. Semakin banyak inovasi coklat yang hadir. Justru berbagai varian coklat lah yang kini mengantri untuk dicicipi :).

Bagi saya, pecinta coklat sekaligus penggemar durian, jangan ditanya yaaa. Coklatnya aja udah enak, apalagi kombinasi coklat + durian? Wuuaahhh luar biasa!

Sekarang yang jadi tanda tanya teman-teman, apakah coklat durian merupakan durian dengan rasa coklat, atau coklat dengan rasa durian?

Durian bertabur coklat, atau coklat dengan campuran durian? Coklat berselimut durian atau durian berselimut coklat?

Nah lhooo, yang mana yaaa? Hihihi..

Mana yang lebih tepat?

Yang mana sajalah, namanya kreasi, bisa tanpa batas, kan?

Silahkan dibayangkan sendiri. Atau supaya ga penasaran, ya langsung saja diburu tuh si durian coklat. Seperti apa sih penampakannya?

Berbicara tentang inovasi produk, memang bisa jadi luas sekali  imajinasi dan persepsi kita. Dan itu bisa berarti ada bermacam inovasi dari coklat durian saja. Belum termasuk dari coklat lainnya.

Banyak yaa? Ada yang mau kirim inovasi coklatnya untuk saya cicipi? moduuuss *kedip-kedip*

20 komentar:

  1. cokalt durian, sepertinya yummii yaaa....

    BalasHapus
  2. Coklat aja udah enak, ditambah durian pasti lebih enak yaa dew

    BalasHapus
  3. Iya mbak, inovasi itu perlu banget. dan butuh imajinasi tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu mb, supaya ga terjebak dengan hal yang sama. Bagi dunia usaha penting, supaya produk tsb punya nilai tambah

      Hapus
  4. Inovasi produk juga bisa mak.. Misalnya ganti bahan utama mak, kalo biasanya bikin roti pake tepung terigu, bisa diganti pake tepung dari bekatul. Jadi aneh, jadi orang pingin tau rasanya.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, itu salah satu contoh yg saya sebut inovasi produk. Kayak Brownies singkong, itu kan inovasi produk. Brownies yg terbuat dari tepung singkong

      Hapus
  5. Wuihhh inovasi kemasan yang makin menarik jadi sorotan banget nih mak. Karena katanya manusia tertarik dengan ada yang mereka lihat ya mak. Bahkan ada gaya belanja orang yang awalnya tertarik hanya dari kemasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaahh iyaaa, kemasan ikut menentukan. Ada orang yg tertarik produknya, tapi begitu lihat pengemasannya, langsung ilfeel, ga jadi beli. Waahh sayang kan ya

      Hapus
  6. Menurutku...dalam dunia usaha itu sangat perlu menciptakan inovasi2... apalagi dalam bisnis kuliner atau makanan... Dengan bahan dan jenis yang sama kalau dilakukan inovasi baik dari segi cita rasa dan cara pengolahannya yang berbeda tentu akan menghasilkan sesuatu yang baru... Biasanya sih konsumen itu kan rasa ingin tahunya thd barang baru itu kan sangat dominan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeeessss, bener mb rita. You've got the point! Rasa ingin tahu konsumen thd produk dg inovasi baru memang sangat tinggi.

      Hapus
    2. Yeeessss, bener mb rita. You've got the point! Rasa ingin tahu konsumen thd produk dg inovasi baru memang sangat tinggi.

      Hapus
  7. setuju mbak, bisnis tanpa inovasi itu nihil
    tentu, selain mampu menjaga kepercayaan pelanggan...

    saya salut juga sama ma icih, produk yang awalnya ga dikenal jadi laris gara2 promosi dari mulut ke mulut n nyebar ke medsos
    sudah begitu, yang punya ma icih rajin berinovasi dengan rasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pinter yg menimbulkan efek viralnya. Salut bisa menimbulkan kehebohan spt itu yaa dan mendongkrak penjualannya

      Hapus
  8. Wah sangat menarik saya dan kakak juga berwira usaha kuliner dengan hal yang anti mainstream yakni brownies dogleg (umbi talas) namun bila ada yang pesan yang seperti biasanya ya musti tetap dilayani. Karena tujuan kita bertumpu pada yang laku dipasaran. Setidaknya ada cerita bahwa kita pernah berinovasi syukur2 terus dikembangkan dan banyak yang minat. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahh keren. Knapa ga fokus dan konsisten dg produk ini? Kalau terus konsisten ditunjang pemasaran yg tepat, pasti bisa juga kog. Saya mau lhoo endorse brownies dogleg-nya...hahaha ;)

      Hapus
  9. waah sekarang banyak inovasi produk macem-macem... kreatif...

    BalasHapus
  10. Mbak Maya, yang jadi pikiranku sekarang adalah, bagaimana menciptakan inovasi yang anti mainstream. Pasti harus sering2 lihat trend dan membaca selera pasar, ya, biar dapat inovasi produk yang out of the box :)

    BalasHapus
  11. berani berinovasi biar semakin banyak yang tertarik :)

    BalasHapus
  12. Bisnis kuliner memang gak ada matinya apalagi kalo dengan inovasi baru.

    Ituuu bagian, "Banyak yaa? Ada yang mau kirim inovasi coklatnya untuk saya cicipi? moduuuss *kedip-kedip* "
    Bikin ketawa, hahaha. .






    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com