Pages

SOCIAL MEDIA

Kamis, 26 Februari 2015

Saling Melengkapi

Banyak yang bilang, berbeda itu indah. Tapi banyak juga yang merasakan kalau berbeda itu bisa jadi musibah.

Mau jadi indah ataupun terasa bagaikan musibah, akan kembali pada persepsi masing-masing individu. Bagaimana seseorang memaknai hal yang dialaminya. Penghayatannya terhadap peristiwa itu bisa turut mempengaruhi perbedaan persepsi.

Saya dan suami adalah orang yang berbeda dalam banyak hal. Bahkan bisa dibilang kami justru sangat bertolak belakang.

Saya orangnya sangat pendiam, tak terlalu banyak omong, lebih senang jadi pendengar dan pengamat. Sering mati gaya memulai percakapan saat bertemu sesama pendiam.

Suami justru kebalikan. Doyan ngobrol (cenderung sulit dihentikan), senang bercerita, dan gampang berbaur dengan orang baru.

Kami memang berbeda bagai bumi dan langit. Suami termasuk orang yang popular dan punya banyak temen karena sifatnya yang supel. Saya kebalikannya.

Kalau dipikir-pikir, knapa kami cocok yaa? Ternyata justru kami sangat berbeda itu yang bisa membuat kami "klop". Macam ombo ketemu tutup kalau kata orang Jawa. Ember bertemu tutupnya.

Suami yang cenderung banyak bicara ini sepertinya memang justru butuh orang seperti saya yang pendiam dan lebih senang jadi pendengar. Ga kebayang kalau kami berdua adalah orang yang sama-sama suka bicara. Mungkin kami akan saling berebut bercerita?

Saya pun sebagai orang yang pendiam dan mati gaya saat bicara, akan sangat terbantu dengan orang yang lebih banyak bicara.

Yaahhh begitulah. Perbedaan bisa jadi indah kalau bisa disikapi.

Belum termasuk perbedaan selera macam saya tak begitu suka pedas, sementara suami sangat suka pedas. Suami penggemar pete dan jengkol, saya kebalikannya.

Suami pemain musik dan tentu penggemar musik sejati, belajar melalui indra pendengar. Saya justru tak begitu suka musik. Kadang justru merasa terganggu dengan suara-suara. Lebih mudah belajar melalui media visual.

Suami sangat sukaaa kerupuk, saya kebalikannya. Buat saya makan ga harus ada kerupuk, tapi buat suami, sambal dan kerupuk wajib ada

Eitts, walau berbeda, kami tetap punya beberapa kesamaan kog. Kami sama-sama suka makan roti, doyan ngemil, suka kastengel, doyan jalan dan makan-makan. Sama-sama ga betah diam berlama-lama di rumah :).

Hahaha, ga banyak yaa kesamaannya? Toh walau kami sangat berbeda, kami sebenarnya saling melengkapi.

Bagaimana dengan teman-teman?

5 komentar :

  1. Kalo sama justru ngebosenin mbak, karena berbeda itu indah dan pasti menakjubkan nemu hal baru di luar diri kita ^^

    BalasHapus
  2. Sama itu biasa mak... Berbeda akan indah karena bisa saling melengkapi

    BalasHapus
  3. Wah kalo aku kebalikam mak aku kl udah ngobrol ga bisa di stop la suamiku lempeng.com .. flat all de way... tp mang bnr mak.. saling melengkapi dan mengisi ;)

    BalasHapus
  4. maaakk...aq juga penggemar kastengel level akuuuutt... ngekepin kastengel sekilo bisa habis sendirian :D

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com