Pages

SOCIAL MEDIA

Minggu, 16 Juni 2013

Tips Mengajarkan Anak Packing Sendiri

Tips Mengajarkan Anak Packing Sendiri

Emak emaaakkk, kalau pergi ke luar kota atau area mana pun, yang packing segala perlengkapan siapa siihhh? Biasanya emak-emak ngacung nih. Secara yaa, biasanya yang selalu kebagian seksi repot urusan perlengkapan ini pasti emak-emak. Bener gaaa? Rempoong yaaa:)

Nah, kali ini saya mau kasih tips bagaimana mengajarkan anak packing sendiri. Ini bukan tips instan ya, yang dengan sekali diterapkan akan berhasil, tapi perlu secara konsisten diterapkan kepada anak sehingga mereka sewaktu-waktu bisa packing sendiri.

Mulai umur berapa biasanya anak bisa diajarkan hal ini? Cek kesiapan masing-masing anak, biasanya di usia dini pun anak sudah menunjukkan tanda-tanda ini, bisa jadi usia 1-2 tahun sudah lho. Jika hingga usia 6 tahun "sepertinya" belum terlihat, kemungkinan besar emak sudah melewatkan fase ini. Percaya?

Yuuk cek, pada usia 1,5 tahunan, ketika anak-anak mulai berjalan dan sibuk kesana kemari, perhatikan, apakah si kecil ikut rempong ketika akan pergi? Sibuk memasukkan benda-benda apapun ke dalam tas yang akan ibu/ayahnya bawa?

Jika ya, itulah salah satu indikator bahwa anak sudah mulai ingin menunjukkan, "saya mau bawa ini".

Terlihat sepele ya, kadang mainan atau benda-benda tak jelas yang ingin dimasukkannya ke dalam tas, tapi kita perlu hargai keinginan untuk ikut packing-packing itu
"aiihh adek mau bawa ini, boleeeh, untuk pa dek?"
*salah satu latihan juga agar anak mampu mengemukakan argumen, walau mungkin masih belum jelas apa yang diinginkan dan diucapkan, yang penting bantu mereka mengenali kebutuhannya, disesuaikan dengan kesepakatan antara ayah-bunda.

Nah, pada anak-anak yang lebih besar misalnya usia 2-3 tahun atau lebih besar, ketika akan bepergian, katakan dengan jelas "run down" acara bepergian tersebut, akan kemana, mau ngapain aja, dan rambu-rambu tertentu yang perlu diketahui anak. Semakin jelas mereka mendapatkan gambaran acara, akan semakin mudah mereka menentukan apa yang harus mereka lakukan hingga apa yang harus mereka bawa.

Mungkin pada anak-anak usia 2-3 tahun belum begitu paham betul apa-apa aja yang perlu dibawa, tapi kita bisa melatih mereka dengan cara memberikan kepercayaan penuh untuk membawa apapun yang mereka rasa perlu dan ingin mereka bawa. Kalau mereka bertanya
"bunda, adek bawa apa aja ya?"
"adek maunya bawa apa?"
"bawa ini, ini, ini"
"ok, apalagi yang mau dibawa?"


Pada anak dengan usia lebih besar dari 3 tahun, kita sudah mulai bisa berdiskusi tentang apa aja yang mereka akan bawa
"bunda, aku bawa ini, ini, ini ya"
"ok,kira-kira apalagi yang mau dibawa? udah cukup semua?"


**************

"bunda, baju yang mau dibawa apa aja sih"
"kita 3 hari acaranya mau ke pantai, ke resepsi, dan nginep di rumah om ..., nah kira-kira berapa banyak baju & celana yang musti disiapin? baju apa aja yang kamu mau bawa? perlengkapan apa yang kamu mau pakai?"

*************

So, apapun yang mau dibawa oleh anak, selalu hargai keinginannya. Jika pun orang tua merasa tidak sreg dengan apa yang dibawa oleh anak, jangan berikan kritik, akan lebih baik mereka diajak logika berpikir
"bunda, kalau aku bawa ini boleh ga?"
"menurut kamu, perlu ga?"
"perlu bunda, buat ini, ini, ini"
"ok, kira-kira bakal berat ga bawanya? bakal repot ga pakainya? bakal  repot ga rapihinnya? bakal cukup ga tasnya?"

Dengan kalimat tanya seperti itu, anak diajak memikirkan konsekwensi, apa resiko yang perlu ditanggung jika membawa atau tidak membawa sesuatu. Hal ini juga melatih anak bertanggung jawab terhadap keputusan yang mereka buat sendiri.

Kalau anak ragu-ragu
"bunda, aku bawa ini, ini, ini, udah bener belum?"
"hihihi, emangnya ini tugas sekolah, coba kamu pikirkan, kira-kira yang mau dibawa itu udah sesuai yang kamu butuhin bukan?"

Kalau anak-anak menyerah
"bunda aja deh yang siapin"
"aiihh, emangnya bunda yang mau pakai bajunya? emangnya bunda yang mau pakai sepatunya?coba kamu pikirin lagi, kalau kamu mau nginep, kira-kira apa aja yang kamu perluin  selama nginep sampai pulang lagi"

Biarkan anak mengalami sendiri sensasi packing dan merasakan kepuasan ketika bisa packing sendiri. Segala kekurangan yang dibawa, tak harus jadi kritik pedas! Hal ini hanya akan "menumpulkan" otonomi dan rasa percaya diri anak. Lebih baik mereka merasakan sendiri kurang lebihnya packing sendiri seperti apa, tak harus kita awasi dan supervisi terlalu ketat, beri kepercayaan penuh pada anak.

Jika pun ada yang masih kurang, biarkan itu jadi ajang anak untuk belajar "oh harusnya saya tadi bawa ini, ini, ini ya". Dengan begitu kan mereka jadi inget banget tuh, nempel betul di otaknya, kalau pergi kesini dan kesini itu mestinya bawa apa, berdasar pengalaman yang mereka alami sendiri.

Toh sebagai orang tua pun kita tak luput dari kekurangan kan? udah packing sedemikian rupa pun kadang tetap aja ada yang kurang, ayooo, betul apa betul?

by : Maya Siswadi

Notes : Mau co-pas? ijin dulu yaaa

5 komentar :

  1. kalo anak saya yang laki-laki, turun-naik, Mbak. Kalo lagi pengen dia nyiapin sendiri, tapi kalo gak mau minta disiapin. Harus pelan-pelan juga kasih taunya, ya :)

    BalasHapus
  2. mak @myraaa, hihihi, beda2 ya anak2, kalau anak2 emang packing sendiri, soalnya ga ada yg mau ngerjain, akibatnya kan barang2nya ga akan terbawa :) kalau ga mau packing sendiri

    @fitri, makasiiih

    BalasHapus
  3. bahan saya nanti kalo sudah punya anak

    BalasHapus
  4. BENULLL....
    Mantab, Bun... *kasihjempol*

    BalasHapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com