Senin, 23 April 2012

Orang tua bukan pelayan anak

Tugas orang tua tidak hanya memberikan kebahagiaan dan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya, tapi juga menjadi fasilitas belajar bagi anak-anaknya. Menjadi orang tua bukan berarti menjadi pelayan bagi anak, tapi lebih sebagai pendidik.

Secara kata-kata keknya simpel ya, secara udah klise diucapkan banyak orang. Tapi secara praktek, sudah seberapa banyak-kah diantara kita yang sudah menerapkannya dengan baik?

Naaahh, coba diingat-ingat, apakah kita sudah menjadi agen pembelajar bagi anak2 atau lebih suka menjadi pelayan mereka?

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka memakaikan kaos kaki, sepatu, baju ketika akan berangkat agar urusan cepat selesai dan cepat berangkat?

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka menyuapi anak agar makannya cepat selesai, tidak diemut, tidak belepotan dan berantakan dimana-mana?

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka membantu menyiapkan tugas dan buku-buku untuk di bawa ke sekolah esok hari?

Daan banyaaaak sekali contoh-contoh lainnya

Memang sih keliatannya sepele, apa salahnya sih "melayani" anak, secara naluri orang tua memang selalu ingin "melayani" anak dengan sebaik-baiknya, memberikan sebanyak mungkin pada mereka, ya kan?

Tapi ingat, anak juga perlu life skill, ketrampilan hidup. Ketrampilan yang mereka butuhkan ketika kita sebagai orang tuanya tidak selalu ada di sampingnya ketika dibutuhkan.

Bagaimana mereka bisa belajar kalau "kesempatannya" tidak pernah diberikan?

Banyak yang merasa sudah menjadi orang tua yang baik ketika "melayani" anaknya, sebaliknya kalau tak dilayani, dianggap "tak mengurusi" anak.

Padahal, justru dengan memberikan anak terlalu banyak "pelayanan", malah memberikan mereka sedikit sekali kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, sebaliknya, dengan memberikan banyak kesempatan untuk "tak dilayani", memberikan mereka banyak kesempatan untuk belajar

"bun, pakein sepatu donk"
"ga ah, pake aja sendiri" *emak males*
"tapi Ferdi ga bisa nih yg pake tali gini"
"nih, caranya gini" *emak menunjukkan caranya*
"aaahh tapi susah bun, bunda aja deh"
"gapapa, Ferdi coba aja terus" "emaknya asli malas, milih balik ke dapur"
"susah buun"
"yg ini ke sini, yg itu kesana" *menunjukkan lagi caranya*
"bunda aja deh" *anak hampir nyerah*
"kalo bunda yg pasangin, Ferdi kapan bisanya? bunda doank donk yang bisa"
"iya, tapi kan lama, udah mo masuk"
"ya gapapa, bunda tungguin sampe Ferdi bisa!"'
*emak duduk dan menonton anaknya yg ribet dg sepatunya)

Maaf ya jika ada yang tidak berkenan dengan postingan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com