Pages

SOCIAL MEDIA

Kamis, 01 Maret 2012

Cek Yuukk Kesiapan Anak Sekolah

Banyaaaak banget pertanyaan yg mampir ke saya, baik lewat PM, YM, email, sms, telp, dsb, cuma ATM aja yg belum *senyum*, menanyakan kira-kira anaknya umur sekian-sekian udah bisa masuk sekolah belum ya *sekolah yg dimaksud TK atau SD, gara-gara tulisan saya "Sudah siapkah anak sekolah", dan yg ini "Pikirkan matang-matang usia anak ketika masuk PG/TK", tulisan yg ini "Masuk PG sebelum TK perlu ga ya".


Naahh, menjelang ajaran baru dan saat orang tua mulai sibuk hunting sekolah untuk anak-anaknya, lagi-lagi saya tulis, daripada jawab japri hanya untuk satu dua orang, mending saya bagi dimari kan? Mudah-mudahan bermanfaat buat semua.

Sebelum memutuskan anak masuk sekolah formal (utamanya TK/SD), yuk kita cek dulu

Apakah anak ingin sekolah karena sekedar ingin bertemu banyak teman & bermain di sekolah?

ataukah 

memang ingin sekolah dan sudah tahu konsekwensi bahwa sekolah itu artinya duduk diam, tidak mondar mandir di dalam kelas selama beberapa waktu agar tidak mengganggu teman-teman yg lain?

perhatikan juga apakah anak :

sanggupkah anak bangun pagi?

sudah bisa fokus dan duduk diam lebih dari 5-10 menit?

sudah sanggup mengkomunikasikan keinginannya kepada orang lain selain orang tuanya?

sudah mengerti perintah dari orang selain ortu?

sanggupkah anak beradaptasi dg situasi baru tanpa ortu, hanya dg guru/asistennya?

sanggupkah anak berada di lingkungan baru selama beberapa jam?

sanggupkah anak menerima instruksi guru?

sanggupkah anak mengerti apa yg diinstruksikan oleh guru?

sanggupkah anak melakukan apa yg diinstruksikan oleh guru?

sanggupkah anak melakukan "tugas" dari guru secara mandiri? seperti jika guru memberi instruksi untuk memberi warna, menggunting, menempel, menulis, meronce, dsb? perhatikan kemampuan motorik halusnya ini

sanggupkah anak maju ke depan kelas, bercerita, bertanya pada guru, dsb?

sanggupkah anak melakukan beberapa hal secara mandiri, seperti makan sendiri, pergi ke kamar mandi sendiri, menyimpan mainan atau peralatan ke tempatnya, dsb?

sanggupkah anak menyimpan dan memasukkan peralatannya sendiri ke dalam tas tanpa bantuan?

sanggupkah anak melakukan aktifitas-aktifitas fisik yg menuntut kemampuan motorik kasar seperti berlari, menaiki tangga, menendang /melempar bola, dsb?

sanggupkah anak menghadapi teman-temannya?

sanggupkah anak berkenalan?

sanggupkah anak mendekati teman dan mengajaknya main bersama?

sanggupkah anak berbagi mainan bersama temannya?

sanggupkah anak bermain bersama teman-temannya secara baik dan fair?

sanggupkah anak menghadapi persaingan?

sanggupkah anak menghadapi pertengkaran antar teman?

sanggupkah anak menghadapi teman yg kasar? agresif? suka merebut mainan? suka mengejek teman? dsb

Kalau sebagian besar dari pertanyaan-pertanyaan itu sudah bisa kita *sebagai orang tuanya yang bertugas mengobservasi* jawab bisa, maka Insya Allah anak sudah siap sekolah. Tinggal tugas selanjutnya deh, cocok ga sekolahnya, cukup ga budgetnya, jauh ga sekolahnya, sesuai ga kurikulumnya dengan kebutuhan anak dan orang tua.

Mau pilih sekolah yang bagaimana? Sekolah negeri, sekolah beragama, beragama internasional, nasional, nasional plus, bertaraf internasional, internasional, dsb. Tinggal orang tua yang menentukan berdasarkan hasil berbagai pertimbangan, termasuk anak.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com