Pages

SOCIAL MEDIA

Selasa, 18 Januari 2011

Serunya Berburu Bahan

Berburu bahan adalah pekerjaan yang paling mengasyikkan buatku. Knapa? Karena pada saat itu, aku bisa sambil melihat-lihat, membanding-bandingkan kualitas, harga, model, dsb. Tapi kadang berburu bahan juga jadi pekerjaan yang paling memusingkan ketika tidak dengan mudah menemukan apa yang dicari.

Seringkali ketika sedang ingin berburu bahan tertentu, yang ada malah menemukan bahan lain yang lebih menarik hati. Kalau sudah begini, tinggal disiplin diri aja, sanggup gak tahan godaan? Sanggup gak tahan diri untuk tetap "lurus" sesuai yang sudah dianggarkan, sesuai yang sudah ditargetkan, sesuai yang sudah dicatatkan?

Yaa, siapa sih yang tidak suka berburu barang-barang yang diinginkan?

Awalnya berburu bahan karena permintaan customer yang menginginkan bahan tertentu, warna tertentu, dan motif tertentu. Di otak sih sudah ada bayangan mau mencari bahan, warna, dan motif seperti apa.

"mba buatkan aku baju menyusui yang bahannya katun, warnanya jangan pink, biru, coklat atau merah ya. Motifnya jangan bunga-bunga, garis-garis aja, kecil-kecil aja garisnya."

Oh, oke, kalau spesifik seperti itu, lumayan mudah mencarinya. Tinggal datangi toko-toko yang aku tahu spesifik menjual bahan-bahan seperti itu.

Ada bahan yang bisa aku cari di Tanah abang, ada yang bisa aku cari di Cipadu, tapi ada yang lebih bagus jika di Mayestik. Dan favoritku adalah Mayestik, karena bahannya bagus-bagus, motifnya lebih update. Bahkan ada beberapa bahan yang justru lebih murah di Mayestik dibanding Tanah Abang, ga perlu capek-capek nawar, karena harga udah pas. Kalo belanja di Tanah Abang, kita harus sudah tahu pasaran harga bahan supaya gak dikasih harga mahal, hiks.

Di tangan sudah ada contoh bahan, motif, warna kain yang akan dicari. Di buku sudah ada catatan spesifikasi bahan, warna, dan motif. Tinggal meluncur ke tempat-tempat tersebut, dan aku akan menemukan apa yang aku cari.

Tapi ketika customer meminta seperti ini
"mba, aku mau donk baju menyusui, tapi motif bunganya yang anak muda ya, jangan yang motif orang tua"


Ketika diminta mendefinisikan yang motif anak muda itu seperti apa, malah dijawab
"Pokoknya motif anak muda deh, jangan motif yang kek orang tua-tua gitu, aku kan masih muda mba, ibu-ibu muda yang masih pengen gaya"

Uhuk uhuk, aku juga masih muda lho

Ya, ya,ya, namanya menyenangkan customer, aku iyain aja deh, sambil mikir, mencari yang seperti ini biasanya akan memakan waktu ketika berburu.

Ketika berkeliling dari satu toko bahan ke toko bahan yang lain, melihat-lihat, mencari-cari bahan sesuai perkiraan, mencari-cari motif yang dimaksud customer, yang ada aku yang ngiler pengen beli bahan ini dan itu buat dijadiin baju menyusui dan kemudian dijual.

Kalau orang-orang ngiler liat tas, baju, sepatu, atau aksesoris, aku justru jarang belanja barang-barang semacam itu. Aku justru tidak tahan kalau lihat bahan-bahan yang ada di toko kain dengan beragam corak dan ragamnya. Ugghh bikin ngiler. Mata udah gatal bawaannya.

Otak langsung bekerja, "aihh yang itu cantik kalo dibuat gamis menyusui dengan aksen pita, bukaan depan", "ah yang ini pasti cantik banget kalo jadi sackdress menyusui dengan kerah kemeja", "oooh yang ini cantiknya dibuat longdress menyusui dengan lengan semi lonceng", "hm, yang itu lucu juga kalo dibuat kebaya menyusui model 2 pieces" haiyaaaahhhh *otak dagang*. Godaan iman!!

Kalau tidak berusaha menahan-nahan diri, beneran bisa bablas aku malah bel
anja buat diri sendiri dan berakhir pada stok bahan. Uggghhh.

sumber gambar dari sini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com