Sabtu, 14 Februari 2009

Mengadu

"Bun, kakak tuh ngorek-ngorek celengan"

begitulah Ferdi mengadukan kakaknya

Di lain waktu

"Bun, Ferdi tuh mukul-mukulin kakak"

Faldi datang mengadu sambil menangis ke bunda

Hm.....anak-anak ini...

Beginilah kalo anak-anak sudah mulai bisa bicara dan mahir ngomong

Tiada hari tanpa keributan mereka

tiada hari tanpa "aduan" mereka

"Bun, kakak mukul dada adek"

"Adek yg mulai duluan bun, adek tadi colek-colek kakak, mukul-mukul kakak"

Di sesi lain

"Bun, tuh liat kakak mainin air minum"

"Bun, adek tuh nuang-nuangin air ke makanan"

siggghhhh

Kalo sedang begitu apa sih yg dilakukan?

Hehehehe...

berhubung bundanya adalah si ratu cuek..

Jadi ya sudah..dicuekin saja...

mo perang dunia ketujuh ya sebodo teiuuiiinggg

Hanya jika terjadi hal-hal berbahaya baru bundanya turun tangan

Adakah yg perlu dibela ato perlukah membela salah satu?

Tidak, semua harus dilihat proporsinya

Kalo memang adik yg salah, tidak ada istilah adik dapat keringanan karena lebih kecil.

Tidak ada istilah kakak harus mengalah sama adik!

Kakak dan adik sama kedudukannya.

Jadi kalo memang adik yg salah, ya adik yang diomelin...lebih tepatnya diberitahu

Sementara kakak juga diberitahu untuk tidak bereaksi berlebihan menanggapi adiknya.

Kadang ada hal-hal tertentu dalam aduan mereka yang tidak aku tanggapi

hanya aku dengarkan sambil lalu dan kudiamkan saja

semakin ditanggapi, semakin sering pula mereka nanti mengadu yang tidak-tidak

karena dengan cara mengadu,

sedikit banyak salah satu diantara mereka sebenarnya sedang berebut perhatian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com