Rabu, 03 Desember 2008

[EVENT SHARING ASI] Berbagi ASI perah, mengharukan dan tak terlupakan

Ini dia tulisan pemenang [EVENT SHARING ASI] yg lalu, Ira Indiana

Tulisan ini saya persembahkan untuk Siti Nurbani, teman kantor saya yang dengan gigih memperjuangkan hak bayinya untuk mendapatkan ASI dan yang telah membantu saya ketika mengalami defisit ASIP.

Saya termasuk ibu yang memiliki ASI yang CUKUP (saya tulis cukup karena saya nggak mau bilang ASI saya kurang, meskipun pada kenyataannya saya sering mengalami defisit ASI perah/ASIP). Kalau dibanding-bandingkan dengan yang lainnya, ASIP saya memang jumlahnya lebih sedikit, sekali memerah paling pol hanya dapat 120 ml ada lebih dikit itu pun kadang-kadang. Percaya nggak, saya pernah ditertawakan oleh seorang teman karena dia melihat hasil ASIP saya yang hanya 30 ml & 60ml. Namun, setiap tetes ASI yang saya dapatkan selalu saya syukuri dan saya harus mengsugestikan diri saya bahwa ASI SAYA CUKUP UNTUK BAYI SAYA. Alhamdulillah memang CUKUP, buktinya sampai usia 13 bulan Raditya anak ke-2 saya masih bisa full ASI. Dan saya sampai saat ini masih menyusui serta masih melakukan aktifitas memerah ASI di kantor sehari 3x plus memerah di hari libur.

Ceritanya saya punya temen yang sama-sama jadi staff kantor, namanya Siti, dia adalah teman seperjuangan saya. Rumah Siti jauhhhh sekali (rumahnya di Lembang)dan waktu itu bayinya masih campur antara ASI dan sufor. Setelah saya bujuk rayu, akhirnya perlahan tapi pasti Siti pun mau berjuang memberikan HANYA ASI untuk bayinya.

Saya dukung Siti dengan menyumbangkan ASIP segar saya setiap hari 2 botol. Harus ASIP segar karena bayinya gak mau minum ASIP yang sudah beku or terlalu lama dalam kulkas. Sambil terus berupaya membantu Siti mencari solusi agar kebutuhan bayinya terpenuhi.

Saat itu saya masih punya tabungan yang cukup banyak, ASIP beku saya masih lebih dari cukup, karena Radit minum nya nggak terlalu banyak. Hari libur pun saya memerah, jadi cukup lah. Tapi lama kelamaan stok ASIP saya menipis, entah kenapa setelah 1 th, setelah saya dapat haid kuantitas ASIP saya terus menerus berkurang. Padahal saat itu saya masih harus mendonor untuk bayinya Siti. Akhirnya saya mengalami defisit ASIP. Untuk mengatasinya saya harus extra memerah ASIP, malam hari, pagi hari sebelum berangkat dan tambahan di hari libur.

Jujur, ketika mau mendonorkan ASIP segar untuk Siti, saya suka khawatir takutttt kebutuhan untuk bayi saya gak cukup. Tapi saya nggak bilang sama Siti, karena dibandingkan dengan Siti, kondisi saya masih jauh lebih baik, dan bayi saya alhamdulillah bisa full ASI sejak kecil, nggak seperti bayinya Siti, lagi pula saya ingat, dulu saya pernah kekurangan stok ASIP dan bertapa bahagia serta leganya hati saya ketika ada sepupu saya yang dengan ikhlas mau mendonorkan ASIP nya untuk bayi saya. Saya hanya membayangkan.....bayi nya Siti masih membutuhkan ASIP segar saya...jadi saya harus berusaha keras memerah ASIP lebih sering lagi supaya cukup untuk 2 bayi dan berusaha lebih ikhlas lagi.

ALhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu, dan kegigihan Siti, akhirnya volume ASIP nya meningkat dengan sangat baguss sekali. Setiap kali memerah ASI, hasilnya pasti 1 botol penuh. Lama-lama Siti bilang ke saya bahwa sekarang ASIP nya sudah cukup untuk bayinya, jadi nggak perlu lagi ASIP donor dari saya. Saya legaaa sekali mendengarnya.

Tapi, sebaliknya volume ASIP saya semakin hari semakin berkurang. Apalagi kalau saya mau haid, wahh...pasti deh dikiittt sekali. Suatu waktu saya sedang sakit dan hasil ASIP saya selama 3 hari berturut-turut sedikittt sekali. Siti rupanya memperhatikan saya, dia tanya, "Mbak, ASIP nya cukup gak untuk si ade?", saya jawab jujur, "Akhir-akhir ini ASIP saya hasilnya segini, ya untuk si ade mah dicukup-cukup aja." Lalu tanpa banyak bicara Siti menyerahkan 1 botol penuh ASIP nya untuk saya. "Ini Mbak, Siti mau donor, tapi nggak bisa banyak-banyak, soanya Siti gak punya banyak stok." Saya terharu sekali....meskipun saya tolak, Siti tetap memaksa saya untuk menerima donornya. Demikian seterusnya sampai dia tau volume ASIP saya mulai ada peningkatan. Saya bilang ke Siti bahwa ASIP saya sudah mencukupi sekarang, jadi Siti gak usah donor lagi buat saya. Siti pun menghentikan donornya (karena stok dia juga terbatas)

Subhanalloh.....pengalaman ini tak terlupakan untuk saya. Saya tau, ketika Siti mendonorkan ASIP nya untuk saya, dia pasti melakukan extra perah ASI. Padahal rumah dia juauhhhh sekali, harus datang lebih pagi dan pulang lebih malam. Dalam lelah dan ngantuknya Siti harus memerah ASI supaya cukup untuk bayinya dan bayi saya juga. Donor ASIP dari Siti benar-benar sangat membantu saya mencukupi kebutuhan Raditya.

Terima kasih ya Siti tetap SEMANGAT!!

(dalam rangka mengikuti Event Sharing ASI...semoga tulisan ini bisa ikut menginspirasi siapa saja yang sedang berjuang untuk ASI)

2 komentar:

  1. Assalamualaikum Mba Maya....ini tulisan nostalgia saya, saya masih inget waktu itu dapat kiriman baju menyusui berwarna merah hadiah dari Mba Maya, terima kasih yaa :) salam kangen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iraaaa, terima kasih yaaa sudah mampir lagi, rasanya bagai mimpi tiba-tiba bertemu lagi walau di dunia Maya :). Apa kabar baju yang dulu saya berikan yaa? ;) MAu doonk fotonya kalau masih ada :)

      Hapus

Komentar anda merupakan apresiasi bagi tulisan saya. Terima kasih sudah berkunjung. Maaf jika komen saya moderasi untuk mencegah pemasangan link hidup dan spam.

Tertarik bekerja sama? Silahkan kirim email ke m4y4mf@yahoo.com