Jumat, 10 Maret 2017

Hakubi Q10 Cream, Anti Aging yang Melembabkan

Hakubi Q10 Cream, Anti Aging yang Melembabkan. Seperti ulasan sebelumnya, saya janji akan mengulas khusus tentang Hakubi Q10 Cream. Masih inget kan?

Baca : Mengunjungi Dan+Dan Bersama SATO-Hakubi

Kemasan Box Hakubi Q10 Cream
Kemasan Box Hakubi Q10 Cream

Jumat, 03 Maret 2017

Mengunjungi Dan+Dan bersama SATO Hakubi

Mengunjungi Dan+Dan bersama SATO Hakubi. Sore itu, 24 Februari 2017, saya menghadiri Hakubi-Dan+Dan Gathering bersama Tya, Putri, Cynda, Yenny, Sara, Jesslyn, Lisna, Fia, dan MaYo (Yonna Kairupan). Kami mendapat kesempatan mengunjungi Dan+Dan Store bersama SATO Pharmaceutical yang memproduksi Hakubi.

Senin, 27 Februari 2017

Waspadai Tanda Kanker Pada Anak

Waspadai Tanda Kanker Pada Anak. Pada kunjungan saya ke rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) bulan Desember 2016 lalu, saya menemukan fakta bahwa jumlah anak-anak yang menderita kanker itu tidak sedikit.

Ragu Label? Telpon Call Centre BPOM!

Ragu Label? Telp Call Centre BPOM! Pernah ga sih meriksain label-label makanan atau obat-obat bebas? Saya? Sering! Hahaha.

Entah sejak kapan persisnya saya kebiasaan selalu baca label makanan, minuman, obat, atau apapun. Kemasan non konsumsi aja biasa saya teliti, cek spek-speknya, apalagi kemasan untuk konsumsi.

Minggu, 19 Februari 2017

Medi-Call, Panggil Petugas Kesehatan dengan Cepat

Medi-Call, Panggil Petugas Kesehatan dengan Cepat. Sekitar tahun 2010, papi mertua bolak balik masuk rumah sakit, bergantian dengan mami mertua. Kami benar-benar diuji. Papi adalah penderita kanker paru, dan mami penderita jantung. Walau suami mempunyai 9 saudara kandung, tetap saja kami semua kewalahan bergantian mengurus papi yang butuh dirawat intensif. Masalahnya, papi bosan di rumah sakit dan kekeuh mau dirawat di rumah.

Selasa, 07 Februari 2017

#LaunchingBukuAHY, Ungkap Pergolakan Batin

Siang itu, saya, mba Katerina dan Windah, berangkat sama-sama ke acara Launching Buku AHY, Agus Harimurti Yudhoyono.

Kebetulan kami bertiga sama-sama pemegang KTP Tangsel. Eh kog ya Agung Han dan Atanasia Rian juga bukan pemilik KTP Jakarta. Kebetulan banget. Kami memang ga ada kepentingannya dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, hahaha. Bener-bener datang mewakili blogger untuk menyaksikan launching buku.

AHY menjelaskan tentang bukunya

Saya sempat agak deg-degan juga sih. Benar kah kami akan menghadiri acara launching buku AHY dan bakal bertemu langsung dengan ybs?


Poster acara 


Keraguan saya terjawab. Bukan cuma mendengarkan langsung penuturan AHY tentang bukunya. Tapi kami semua, tamu yang hadir, mendapat kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan.


Salah satu pengunjung sedang memberi petunjuk apa yg mau dituliskan di bukunya

Antrian tanda tangan pun mengular. Tak kurang, puluhan media dan beberapa pendukungnya ikut antri. Hahaha.

Antrian untuk mendapatkan tanda tangan di buku

Apa aja sih yang dibahas AHY dalam buku setebal 281 halaman dengan 24 chapter ini?

Buku "Telah Kupilih Jalan Hidupku yang Baru Untuk Jakarta" menggunakan gaya bertutur yang mengalir, agar lebih mudah dicerna. Saya langsung jatuh cinta begitu membaca prolognya.

AHY bertutur dengan lugas tentang pergolakan batinnya saat diambang kebimbangan. Memilih meneruskan karir militer atau berubah haluan memenuhi panggilan membangun Jakarta.

Bagaimana pergolakan batin yang dialami AHY? Tergambar jelas dalam buku ini.

Wawancara awak media TV

Pada chapter 1, Menjadi Jenderal adalah Mimpi Setiap Taruna. Tergambar konflik batin AHY. Antara tetap menekuni karir militer yang telah 16 tahun dijalani dan selangkah lagi menggapai impian menjadi jendral, atau berubah haluan?

Anak tangga menuju tempat acara yang memuat motto AHY

Keluar dari zona nyaman tidak lah pernah mudah. Apalagi ketika zona berikutnya yang dihadapi bukan lah zona yang sepenuhnya mudah dihadapi.

"Kalau di militer itu musuhnya jelas, ada di mana, tinggal diarahkan. Kalau politik? Lawan itu bisa di mana saja, bisa di depan, belakang, atau bahkan bisa persis di samping kita" ungkap AHY saat press conference.

Antrian masih mengular

Banyak hal yang musti dipelajari AHY. Hampir keseluruhan buku menceritakan bagaimana AHY menjalani semua itu dalam waktu 3,5 bulan sejak ia mencalonkan diri.

Penasaran dengan bukunya? Temukan di toko buku terdekat ya teman. Buku terbitan Expose ini sudah bisa ditemui. Atau mungkin bisa mendatangi posko pemenangannya di jl. Wijaya I.