Sabtu, 23 September 2017

Atur Uangmu! Sebelum Jadi Korban Bullying!

Pernah ga sih, semasa sekolah, atau jaman kecil dulu menjadi korban bullying? Pernah merasa tertekan dan sakit hati karena terus menerus diejek atau diolok-olok? Pernah diperlakukan kasar dan semena-mena? Atau pernah diabaikan, tidak diajak bergabung atau diacuhkan saat teman-teman lain berkumpul? Jika ya, mungkin kamu salah satu korban bullying!

Bullying akhir-akhir ini memang marak kembali dibicarakan karena mencuatnya kasus beberapa anak sekolah yang menganiaya teman-temannya. Padahal, bicara bullying, sebenarnya bukan masalah baru. Bicara bullying sebenarnya sudah ada sejak jaman purba. Hanya saja, istilah bullying memang baru marak beberapa tahun terakhir.

Lantas apa hubungannya mengatur keuangan dengan bullying? Hahaha, ada banget. Nanti akan saya ceritakan lebih detail yaa.

Jadi, pagi hingga siang itu, 9 September 2017, di JSC Hive Co-working Space, saya dan beberapa teman-teman dari kumpulan emak-emak blogger (KEB) berkesempatan mendapatkan 2 ilmu yang luar biasa. Ilmu Literasi Keuangan dari Jouska Financial, dan Ilmu Menyikapi Bullying pada Anak dari Psikolog Vera Itabiliana, M.Psi.

Acara dibuka dengan kata pengantar singkat dari Bapak Suandi Sitorus, Section Head of Training Quality Assurance Sinarmas MSIG Life. Pak Suandi menyebutkan, dalam 3 tahun terakhir giat melakukan edukasi keuangan, untuk membantu OJK dalam meningkatkan Literasi Keuangan masyarakat. Baru 30% saja edukasi keuangan menjangkau masyarakat. Masih panjang perjalanan euuyy.

Sambutan selanjutnya disampaikan emaknya para emak-emak KEB, Mira Sahid. Menurut mak Mira, baru kali ini berhasil mengumpulkan sekian banyak emak-emak (sekitar 50an) untuk mendapatkan sharing yang bermanfaat.

Terjebak Middle Income Trap?

Sharing session pertama dimulai oleh Aakar Abyasa Fidzuno, financial advisor pendiri Jouska Financial.

Sharing dari mas Aakar ini terus terang menyentil-nyentil saya bolak balik dan bikin mikir, udah bener belum ya pengaturan keuangan saya?

Mas Aakar menyebutkan, sekarang ini, banyak sekali kaum muda, atau bahkan usia matang sekali pun, terjebak pada middle income trap.

http://www.hidayatinur.com/2017/09/rencanakan-keuangan-yang-sehat-dan-raih.html
Mas Aakar menjelaskan middle income trap dengan penuh semangat

Middle Income Trap terjadi ketika selama bertahun-tahun, kalangan middle income gagal meningkatkan kemampuan keuangannya ke taraf high income. Mereka terjebak di gaya hidup middle class dan sulit mencapai high class income.

Penyebab utamanya?
Tidak mampu mengatur keuangan!

Menurut mas Aakar, kalangan middle class ini, baru naik income dikit, berubah juga gaya hidupnya. Biasa ngopi di warung seharga ribuan, ganti nongkrong di cafe Dan ngopi seharga 50 ribuan, seminggu sekali. Naik income lagi, nongkrongnya jadi lebih sering, bisa 2-3x seminggu atau ganti kelas hotel.

Kalau dulunya cuma berani beli keju merk Pro****, begitu income naik, beli kejunya naik kelas juga, kr***. Nah! Belum terhitung tas, sepatu, dsb. Dulunya cuma berani beli baju di pasar, sekarang di department store. Naik pendapatan dikit, naik lagi ke kelas butik.

Kalau dijabarkan, mas Aakar sampai hapal pendapatan seseorang dari atribut-atribut yang dipakainya. Hahaha.

Nah, banyaknya kalangan yang terjebak gaya hidup seperti ini, akan bisa membuat mereka terjebak pada middle income trap, jika tak pandai-pandai mengatur keuangan. Bukannya income naik, tapi lama-lama bisa jatuh jika suatu saat colapse, tiba-tiba di PHK, bangkrut atau kena musibah.

Naiknya income diiringi naiknya kebutuhan dan gaya hidup, bukan naiknya investasi. Serasa punya duit banyak, serasa mampu secara finansial, tapi ternyata minus, tidak kokoh secara finansial. Ga punya aset, ga punya investasi.

Kredit menumpuk, ga sanggup bayar cicilan, ga punya tabungan, dana cadangan habis, ga punya investasi, sampai ga punya asuransi kesehatan dan ngos-ngosan mencari dana saat sakit. Atau yang lebih memalukan, punya barang branded, tapi giliran bayar sekolah anak, memelas-melas ke orang, karena ga punya dana pendidikan! "Ini memalukan!" kata mas Aakar.

Duh, nyentil banget ga sik?

Fenomena seperti itu bukan isapan jempol, banyak terjadi di masyarakat kita. Rela menjebol kartu kredit demi gaya hidup dan dipandang OK.

Kebutuhan lebih besar dari penghasilan dan kemampuan membeli. Tak perduli pada akhirnya "megek-megek" dan dibully "ah payah loe". Yap, kalau kemampuan finansial merosot drastis, bukan tidak mungkin akan mengalami bullying. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah jatuh dan malah dibully.


Agar Tak Terjebak Middle Income Trap

Ngeri ya kalau mendengar pemaparan mas Aakar. Lantas bagaimana agar tidak terjebak middle income trap ini?

1. Current Financial Check

Pertama yang harus dilakukan adalah cek semua surat-surat dan aset berharga. Hendaknya semua tercatat jelas dan ada surat tertulis. Suami istri harus terbuka dalam hal ini, agar jika terjadi apa-apa, menjadi jelas hak masing-masing.

Perhatikan sertifikat rumah, apa statusnya? Masih banyak yang ga memperhatikan hal ini. Ada yang surat tanahnya baru girik aja atau malah cuma ppjb.

Sebagai istri, biasakan untuk menyimpan semua surat-surat financial, sertifikat rumah, polis, dsb.

Asuransi kesehatan merupakan fondasi dalam keuangan keluarga. Masalah satu ini justru hal utama yang harus didahulukan. Miliki asuransi kesehatan agar tidak pontang panting ketika ada yang sakit.

Mas Aakar menyebutkan, Asuransi Kesehatan yang ada di Sinarmas MSIG Life (www.sinarmasmsiglife.co.id) salah satu askes terjangkau dengan coverage lengkap yang pernah ia tahu yang sering direferensikan kepada klien-kliennya.

Sisihkan uang khusus untuk membayar dana, jangan menunggu ada sisa!

Ketika mengurus askes, sebaiknya pemilik polis bukan pencari nafkah utama, misalnya istri. Karena begitu suami meninggal, maka manfaatnya masih tetap bisa dirasakan.

2. Risk Profile

Kenali resiko keuangan keluarga. Masing-masing keluarga punya resiko keuangan yang berbeda. Entah suami yang boros istri yang irit, atau istri yang boros dan suami super irit, atau malah dua-duanya boros? Kenali ini dan antisipasi. Pahami bahwa dalam hidup selalu ada resiko-resiko, sakit, kena musibah, dsb.

Belajar lah mengatur keuangan dan lakukan investasi, tidak terlalu percaya diri bahwa keuangan akan baik-baik saja selamanya.

Bagaimana kalau sakit? Bagaimana kalau tiba-tiba rumah kena gempa? Bagaimana jika suami dipecat atau bangkrut? Bagaimana jika pencari nafkah utama tiada? Bagaimana jika pencari nafkah utama kecelakaan?

3. Goals

Hidup itu harus punya tujuan kan? Nah sama dengan keuangan. Harus tahu tujuan keuangannya. Apa yang mau dicapai? Pendidikan anak-anak terjamin? Kesehatan keluarga aman? Kesejahteraan keluarga tercapai? Keuangan meningkat? Masa pensiun aman?

Pada prinsipnya, jika ingin keuangan aman, utamakan asuransi kesehatan keluarga, tabungan pendidikan ditambah sehingga pada saatnya, pendidikan anak sudah aman. Siapkan dana cadangan.

Ketika menerima pendapatan, langsung sisihkan untuk membayar dan masukkan ke dalam post-postnya. Jangan ditunda atau dibalik "ntar aja ah, nunggu ada sisa". Yakin deh, kalau menunggu ada sisa untuk gaya hidup, ga akan ada sisanya! So, lebih baik sisihkan di awal, sebelum digunakan untuk keperluan lain!


Menyikapi Bullying Pada Anak

Sharing dilanjutkan oleh mba Vera Itabiliana, M.Psi, psikolog yang banyak berkecimpung di dunia anak dan remaja.

Bullying memang cukup meresahkan, data KPAI menunjukkan bahwa sejak 2011-2014, kasus bullying masuk urutan teratas dari laporan yang diterima KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Yang memprihatinkan, pelaku bullying juga meningkat pada 2015 (sumber : KPAI.go.id). Hal ini tentu menyedihkan. Mengingat dampak buruk bullying dapat menyebabkan rendahnya harga diri, putus sekolah, hingga bunuh diri.

Mba Vera menjelaskan definisi Bullying dan menyebutkan indikatornya ada 3: menyakiti, disengaja, dilakukan berulang kali, dan kekuatannya tidak seimbang. So, kalau tidak dilakukan berulangkali dan bukan dengan tujuan disengaja, maka hal itu tidak bisa dikategorikan bullying.



Bentuk bullying ada beberapa :

Fisik
Tindakan intimidasi atau mengancam yang dilakukan secara fisik, misal memukul, dsb.

Verbal
Bentuk bullying yang berupa kata-kata, ejekan, atau olok-olok

Relasional
Bentuk bullying yang tampak dalam berhubungan sosial. Ketika anak datang, teman-teman bubar. Atau segerombolan anak-anak sengaja mengabaikan.

Waktu kelas 3 SD, Falda pernah mengalami ini, bullying relasional karena cenderung pemalu dan kurang mampu mengungkapkan pendapat sehingga kadang dikucilkan teman-temannya, jarang dapat teman sebangku, dsb.

Cyber bullying
Bullying yang dilakukan di dunia online

Siang itu mba Vera membahas Bullying dari 3 sisi; Korban, Pelaku, dan Saksi.

Korban


Pada saat kapan orang tua harus waspada terhadap anaknya yang jadi korban bullying? Ketika anak menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa seperti mengurung diri, pemurung, menarik diri, mengalami gangguan tidur, sering melamun, enggan sekolah, ada barang-barang yang hilang atau rusak, dsb.

Orang tua hendaknya peka terhadap perubahan anak dan menanyakan masalah ini dengan hati-hati. Dalam beberapa hal, anak enggan bercerita karena takut disalahkan, atau takut disuruh menyelesaikan sendiri masalahnya.

Sebagai orang tua, harus cukup peka dan berempati terhadap permasalahan anak. Jangan terbawa emosi dan mampu menempatkan diri dengan baik. Jangan sampai orang tua terlibat terlalu jauh, ikut emosi dan masalah jadi runyam.

Ketika terdeteksi anak mengalami masalah di sekolah, coba lah berbicara dengan guru, ajak guru bekerja sama membantu menyelesaikan masalah ini. Berikan pihak sekolah dan guru kesempatan untuk membantu menyelesaikan, jangan langsung berurusan dengan pelaku.

Ini yang saya lakukan ketika Ferdi mengalami ini.

Baca : Dari cakar-cakaran sampai sakit perut

Pelaku




Bukan tidak mungkin anak justru terjebak menjadi pelaku bullying. Biasanya anak-anak yang seperti ini memperlihatkan sikap manipulatif, bertindak manis di rumah, tapi di luar berbeda, mudah menyalahkan orang lain, tidak bertanggung jawab, emosinya kurang terkendali.

Bagaimana menyikapi pelaku bullying?

Terima anak apa adanya, berikan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Tak jarang, pelaku bullying adalah anak-anak yang butuh disalurkan kemampuannya. Ketika ia diberikan ruang untuk berkreasi dan tanggung jawab, perilaku bullying akan berkurang.

Saksi



Bagaimana kalau anak justru ada di posisi saksi? Beberapa anak mungkin bisa saja menjadi saksi perilaku bullying oleh temannya.

Apa yang harus dilakukan?
Bantu anak untuk menyadari bahwa temannya perlu dibantu agar tidak menjadi korban, bantu anak merasakan empati sebagai korban.


Upaya Proteksi Terhadap Bullying

Agar anak tidak menjadi korban, pelaku, atau saksi bullying, beberapa hal ini bisa diterapkan orang tua, dimulai dari pendidikan di rumah, untuk mengantisipasinya

1. Ajarkan anak menyelesaikan konflik
Bantu anak belajar menyelesaikan konflik. Belajar menyelesaikan masalah. Orang tua hendaknya bisa menahan diri untuk tidak cepat-cepat ikut campur. Biarkan anak belajar menyelesaikan konfliknya sendiri. Orang tua cukup jadi fasilitator.

2. Ajarkan anak bersikap asertif
Bantu anak untuk belajar bersikap tegas tapi tetap santun. Berani menolak tapi tidak membuat yang ditolak sakit hati

3. Ajarkan anak membangun pertemanan
Anak-anak yang pemalu dan introvert cenderung agak susah bergaul. Bantu mereka agar mampu bersosialisasi dan membangun pertemanan yang baik dan sehat, agar tidak mudah dibully.

4. Ajarkan anak pola asuh demokratis
Bantu anak untuk belajar bagaimana menjadi pribadi yang demokratis dengan menerapkan pola asuh demokratis

5. Ajarkan anak manajemen emosi
Bantu anak belajar mengenali emosinya dan cara mengendalikannya. Misalnya anak perlu tahu tentang amarah, sedih, takut, dsb. Bantu ia menemukan cara yang aman dan nyaman untuk melaluinya.

6. Ajarkan anak berempati
Bantu anak belajar bagaimana memahami kondisi dan emosi seseorang, bagaimana menempatkan emosi yang tepat pada sebuah situasi.


Yang Berisiko Jadi Korban Bullying

Ada beberapa anak yang biasanya mudah menjadi korban bullying

1. Anak Baru
Anak baru di suatu lingkungan akan cenderung lebih mudah menerima bully karena mereka belum memahami dan menguasai situasi. Belum memahami rules, norma-norma, atau budaya yang berlaku di suatu wilayah.

2. Paling Kecil
Anak yang berbadan kecil atau berusia paling muda, bisa jadi menjadi korban bullying karena mereka cenderung kurang punya kekuatan atau kepercayaan diri yang untuk melawan.

3. Terlihat Sangat Berbeda
Nah, anak-anak yang kondisinya berbeda di banding teman-temannya, bisa jadi korban bullying karena perbedaan kondisi ini. Entah terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu gemuk, terlalu kurus, berkacamata tebal, dsb.

4. Pemalu
Anak-anak yang pemalu, kurang percaya diri, atau introvert biasanya akan cenderung mudah menjadi korban bullying karena mereka biasanya tidak berani melawan ketidakadilan atau diam saja ketika diperlakukan kasar.

5. Pengikut
Anak yang mudah menjadi pengikut atau mudah dibuat jadi pengikut pun cenderung menjadi korban bullying.

6. Berada pada tempat dan waktu yang salah
Nah, kondisi begini nih yang ga enak. Kadang pas ada kejadian, misalnya anak jadi saksi korban, bukan tidak mungkin bakal bisa jadi korban juga.

7. Dianggap pengganggu
Kadang-kadang dalam pertemanan, ada orang-orang yang dianggap pengganggu dan membuat yang lain merasa ga nyaman. Kalau begini, bukan ga mungkin akan jadi korban bullying.

8. Kurang mampu
Nah, masalah kurang mampu ini yang mau saya kaitkan dengan masalah finansial di atas.
Biasanya, ketika orang tua mengalami masalah financial atau lemah secara ekonomi, sang anak bisa saja menjadi korban bullying.

Bullying mungkin terjadi tidak secara langsung, tapi melalui atribut yang dikenakan anak, misal dalam bentuk olok-olok terhadap sepatu yang robek, baju yang lusuh, atau tas yang compang camping. Atau bisa juga bullying berupa pengabaian atau pengucilan terhadap anak karena dianggap tidak mampu "bergaul" di kalangan yang lebih tinggi. Hm, terus terang, saya pernah berada di posisi ini. Ga diajak bergaul di kalangan tertentu karena dianggap "kurang asyik", penampilan kurang meyakinkan. Ahhhh, menyedihkan ya?

Memang sih, bullying sebaiknya tidak terjadi. Harusnya, semua orang, semua anak diperlakukan sama, right? Tapi jika kita bisa mengantisipasinya, why not?

Sebagai orang tua, kudu waspada terhadap bullying sekaligus mampu mengatur keuangan dengan baik. Ga mau kan sampai terjebak dalam middle income trap dan anak-anak menjadi korban kecerobohan orang tuanya? *Ehhhkk *Self reminder nih.

Mumpung masih muda, yuk atur uang dengan bijak.

Kamis, 14 September 2017

Mari Diskusi Tentang Bermacam-macam Susu

Bicara tentang susu, pasti ga ada habis-habisnya. Rasanya ini adalah topik yang paling populer dan disukai banyak orang *ehh. Termasuk saya yang penggemar segala macam susu.

Ada banyak sekali ragam susu yang beredar di Indonesia. Mulai susu UHT, susu steril, susu kedelai, evaporated, susu kental manis (SKM), sampai susu formula.

Jangan ditanya deh soal macam-macam susu formula. Ada yang untuk anak umur sekian-sekian, ada susu formula untuk anak alergi, ada susu formula (sufor) untuk ibu hamil, penderita diabetes, pertumbuhan, dan sebagainya. Produsen susu formula memang jeli melihat berbagai kebutuhan calon konsumennya *oops

Serba Serbi Susu

Siang itu, saya dan beberapa teman blogger terlibat perbincangan dan diskusi seru. Diskusi yang membahas serba serbi susu di Sleepyhead coffee, 12 September 2017 lalu. Dr. Martin Leman, Sp. A yang praktek di RS. Harapan Bunda, menjadi narasumber diskusi asyik ini.

Dr. Martin Leman, Sp.A
Dr. Martin Leman, Sp.A

Sebelum memulai tanya jawab, Dr. Martin menjelaskan dulu tentang salah kaprah penggunaan istilah ASI eksklusif.

ASI Eksklusif

Menurut Dr. Martin
"Istilah ASI eksklusif, hanya sampai usia bayi maksimal 6 bulan. Setelah 6 bulan, ASI sudah tidak memadai lagi bagi bayi, tidak cukup hanya ASI Eksklusif saja. Harus ditunjang dengan makanan pendamping atau MPASI, dengan tetap memberikan ASI. Setelah usia 1 tahun, bisa mengkonsumsi makanan keluarga, sambil tetap melanjutkan pemberian ASi hingga 2 tahun"

Nah, terkait MPASI, Dr Martin menjelaskan kaitannya dengan GTM (gerakan tutup mulut)

"Salah satu penyebab bayi malas makan, alias GTM, karena sudah keburu kenyang. Selain karena suasana, rasa, dsb. Jadi, kalau mau bayi lahap makan, jangan disusui dulu menjelang jam makan. Kalau keburu bolak balik disusui, pada saat jam makan ya udah pasti kenyang, perutnya penuh, akhirnya malas makan"

Hiahahaha, pantesaaaan. Ya sama deh kayak kita. Kalau udah keburu kenyang, atau perutnya full, jadi ga nafsu makan lagi kan? Seenak apa pun makanannya.

Noted ya guys!

Prinsip penundaan pemberian ASI menjelang jam makan ini, sama dengan prinsip pemberian susu formula. Menjelang jam makan, stop pemberian susu atau cemilan yang akan bikin anak kenyang sebelum waktu makan utama.

Jelas ya guys?

Susu Kental Manis

Kenapa Dr. Martin mau bahas SKM, alias susu kental manis?

Karena banyak masyarakat yang terjebak menjadikan SKM sebagai susu biasa yang dikonsumsi tiap hari, layaknya susu cair atau formula biasa!

Duh, memprihatin kan, bukan?
"Susu kental manis itu, rasanya manis dan kadar gulanya tinggi. Anak-anak tentu suka rasanya yang manis. Tapi ga bisa dijadikan susu biasa yang rutin dikonsumsi, bahaya diabetes atau terganggunya fungsi ginjal"

SKM cuma cocok dijadikan toping, campuran minuman, pelengkap dessert, atau bahan campuran cake atau puding

Sayangnya, banyak yang salah kaprah, atau mungkin kepepet ingin memberikan susu pada anaknya, lantas memberikan SKM yang dicairkan karena harganya yang murah.

"SKM itu tinggi gula, rendah gizi, kalau diencerkan, akan makin berkurang gizinya"

Susu Kedelai

Hal menarik lain yang dibahas Dr. Martin adalah tentang susu kedelai. Susu kedelai biasa sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan oleh anak laki-laki. Kenapa? Susu kedelai mengandung fitoestrogen yang bisa menyebabkan risiko kemandulan dan anak laki-laki jadi kewanita-wanitaan.

Waduh!

Saya jadi ingat pernah membahas ini, benarkah makanan anak alergi terbatas?

Lantas, kalau anak alergi susu sapi bagaimana? Berikan susu formula (sapi) terhidrolisat atau susu formula soya, susu khusus soya yang kandungan fitoestrogennya sudah dieliminir.

So, mom, kalau anak alergi, jangan asal kasih susu kedelai aja ya, lihat-lihat dulu.

Susu UHT & Pasteurisasi

Dr. Martin juga membahas susu uht. Menurutnya, susu in hanya cocok untuk anak di atas usia 1 tahun, tidak cocok untuk bayi. Itu pun,
"Setelah 1 tahun, jika kebutuhan gizinya sudah terpenuhi melalui makanan, susu tidak wajib dikonsumsi.

Susu UHT adalah susu yang dipanaskan dengan suhu tinggi dalam hitungan waktu singkat, dikemas dalam kemasan yang kedap udara sehingga lebih tahan lama.

Ada pula istilah susu pasteurisasi, susu yang dipanaskan di suhu 70 derajat hanya untuk mematikan kuman dan sebisa mungkin tidak merusak kandungan gizinya. Sayangnya, susu pasteurisasi ini daya tahannya tidak selama UHT. Itu sebabnya, susu pasteurisasi ini diletakkan di rak berbeda jika di supermarket. Biasanya di jejeran lemari pendingin.

Susu Formula

Khusus susu yang satu ini, Dr Martin tidak banyak memberikan penekanan, maklum, susu ini sudah banyak dibahas dan peruntukannya beda-beda, sesuai target susunya. Sila dibaca saja petunjuk pemakaian pada tiap susu ya guys. Cuma yang perlu diingat, ketika menyeduh, gunakan air hangat bersuhu 70 derajat saja. Kalau diseduh di air mendidih, kandungan gizinya jadi rusak.

So, itu ya beberapa hal yang jadi bahasan menarik siang itu.


Beberapa teman blogger yang hadir, dapat hadiah keren nih dari @kompenisehat yang mengelola acara. Selamat ya semua, mau doonk dijajanin *ehhh.

Susu memang banyak ragamnya, tapi yang penting, kita tahu peruntukannya plus kelebihan kekurangannya. Jangan sampai salah konsumsi ya guys.


Selasa, 12 September 2017

Menabung Pahala Dengan Wakaf Asuransi

Salah satu tujuan dalam hidup ketika melakukan sesuatu adalah ibadah. Ya ga sih? Pencapaian tertinggi umat manusia adalah ibadah. Melakukan sesuatu karena ibadah dan untuk ibadah.

Pahala menjadi bonus yang timbul dari pelaksanaan ibadah. Ya memang sih, ga semua ibadah lantas berujung Pahala. Tapi, ketika seseorang melakukan ibadah, niscaya Pahala menjadi bagian bonus yang bisa diraihnya.

Duh, dari tadi ngomongin apa sih, muter-muter ra puguh.

Jadi gini lho, saya cuma mau cerita kalau sekarang bisa mendapatkan manfaat pahala yang mengalir dengan wakaf asuransi.

Wakaf Asuransi?

Apa pula ini?

Ceritanya gini, siang itu, 9 September 2017, saya berkesempatan menghadiri peluncuran manfaat wakaf asuransi syariah yang dikelola PT Sunlife Financial Indonesia di The Hook cafe, Jakarta.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar, masyarakat Indonesia mempunyai ghiroh beribadah yang tinggi *cmiiw. Contohnya sedekah. Sebagai perusahaan asuransi, Sunlife berusaha memfasilitasi hasrat kaum muslimin ini dengan menghadirkan salah satu manfaat sedekah, wakaf.

Mengapa wakaf?

Menurut bu Srikandi Utami (Aan), Head of Syariah Unit SunLife Financial Indonesia,

"manfaat wakaf sifatnya jangka panjang, pahalanya tak hanya sekali, tapi akan terus mengalir, selama terus bermanfaat bagi umat"



Duh, kog ya saya jadi merasa terharu dan diperlakukan istimewa ya. Kog ya sampai sebegitunya Sunlife memikirkan manfaat bagi nasabahnya.

Yap, dengan memberikan opsi manfaat wakaf, nasabah mempunyai pilihan untuk tetap mendapatkan manfaat asuransi, tapi juga punya keleluasaan pilihan untuk mewakafkan manfaat asuransinya tersebut sejumlah maksimal 45%.

Dengan adanya pilihan manfaat wakaf, nasabah yang memilih asuransi syariah, punya pilihan untuk mewakafkan manfaat asuransi yang kelak diterima ahli warisnya.

Beda Wakaf dengan Sedekah Lain

Sebenarnya apa sih manfaat wakaf? Apa bedanya wakaf dengan sedekah-sedekah lain?

Bapak H.M Nadratuzzaman Hosen, Vice Chairman Badan Wakaf Indonesia menjelaskan

"Prinsip wakaf itu, pokok wakafnya tidak boleh hilang. Kalau yang diwakafkan adalah tanah atau bangunan, maka tanah atau bangunan tersebut tidak boleh hilang, harus tetap ada, tidak boleh dijual. Itu sebabnya pahala wakaf akan terus mengalir selama terus bermanfaat bagi umat. Ini yang membedakan wakaf dengan sedekah lainnya yang hanya sekali"


"Jika wakafnya dalam bentuk dana, maka dana wakaf itu pokoknya tidak boleh hilang, apalagi habis. Pokok dana harus terus ada. Oleh sebab itu, dana wakaf harus dikelola oleh lembaga wakaf yang profesional yang mampu mengelola dana tersebut untuk kesejahteraan umat"

Langkah Sunlife yang memberikan nasabah opsi untuk memberikan manfaat asuransi dalam bentuk wakaf ini didukung penuh oleh DSN MUI.

Penduduk Indonesia hampir sebagian besar adalah muslim. Jika kesadaran berwakaf sebagian masyarakat Indonesia cukup tinggi, maka dana wakaf yang dikelola akan sangat besar. Otomatis, potensi untuk memajukan umat pun lebih tinggi.

Sayangnya, dana wakaf yang terkumpul masih jauh dari harapan. Baru sekitar 3 M saja. Masih jauh dari potensi umat yang mustinya bisa mencapai 330 M. Woow, luar biasa kalau banyak umat yang sadar akan manfaat wakaf ya.

Pengelola Wakaf

Agar dana yang diwakafkan dari manfaat asuransi syariah Sunlife ini benar-benar bisa bermanfaat, harus dikelola dengan baik. Untuk itu, Sunlife Indonesia sengaja bekerja sama dengan lembaga Wakaf profesional yang memang khusus mengelola dana wakaf (Nadzir).

Dana wakaf ini biasanya dikelola oleh lembaga wakaf dengan menggunakan dana tersebut bagi kepentingan umat, dengan tidak menghilangkan dana pokok wakafnya. Dana wakaf ini bisa dikelola untuk membantu mendukung UMKM, simpan pinjam, operasionalisasi masjid, pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan, dan sebagainya.

Kebayang ya manfaatnya bagi umat? Kebayang juga pahala yang mengalir bagi pemberi wakaf. Selama amal tersebut bermanfaat, maka amalan tersebut akan mengalirkan pahala bagi pemberinya yang sudah tidak ada lagi. Subhanallah.

Menurut hadits riwayat (H.R Muslim), ada 3 hal yang tidak akan terputus amalannya walau si pemilik telah meninggal dunia ; ilmu yang bermanfaat, do'a anak yang sholeh, dan sedekah jariyah.

Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala bagi pemberinya. Ketika seseorang mengajarkan sesuatu dan sesuatu itu terus diajarkan lagi kepada orang lainnya, maka manfaat ilmu itu akan terus mengalir.

Demikian juga do'a anak yang sholeh. Ketika orang tua sudah meninggal, selagi anak terus mendo'akan orang tuanya, maka amalan itu akan terus mengalir.

Begitu pun dengan sedekah jariyah. Selagi sedekah jariyah itu masih terus bermanfaat bagi umat, maka amalannya akan terus mengalir, walaupun sang pemberi amal sudah lama meninggal dunia. Salah satu bentuk sedekah jariyah yang dimaksud adalah wakaf.

Sunlife menggandeng Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, dan Rumah Wakaf sebagai Nadzir yang menjadi pengelola dana-dana wakaf dari nasabah asuransi Sunlife.

So, dengan adanya tambahan manfaat wakaf ini, nasabah mendapatkan manfaat lebih. Tidak hanya manfaat asuransi, tapi juga manfaat wakaf yang bisa dipilihnya. So, ahli waris tetap mendapat manfaat asuransi, sementara si pemberi wakaf akan tetap mendapat manfaat wakaf yang terus mengalir sepanjang dana wakafnya terus bermanfaat bagi umat. MasyaAllah.

Sabtu, 02 September 2017

Benarkah Makanan Anak Alergi Terbatas?

Dulu, waktu kecil, saya pernah mengalami biduran. Sekujur tubuh bengkak-bengkak. Mulai dari wajah, kaki, tangan, hampir semua. Rasanya pun gatal. Pengen garuk aja bawaannya. Tapi sama mama di marahi, nanti kulit saja jelek kalau menggaruk bengkak yang gatal itu. Seumur-umur, baru sekali itu saja mengalami biduran.

Selidik punya selidik, hal ini karena paginya saya makan telur. Sempat heran sih. Rasanya ga pernah menderita alergi telur. Ga pernah mengalami biduran. Setelah ingat-ingat lagi, rupanya pagi itu saya "kemaruk" menghabiskan jatah telur setengah matang yang disediakan hotel. Kebetulan kami sedang liburan dan mendapat sarapan berupa roti dan telur setengah matang. Saya yang penggemar telur setengah matang langsung khilaf. Jatah adik, papa-mama, saya habiskan sebagian. Ada sekitar 4 butir saya habiskan sendiri! Parah ya, haahaha.

Reaksi alerginya memang ga muncul seketika, tapi beberapa jam kemudian. Sejak itu saya ga berani mengkonsumsi telur banyak-banyak. Ya untungnya sih saya ga sampai trauma.

Nah, pengalaman terpaksa membatasi makanan ini juga saya lakukan pada makanan lain yang juga menyebabkan alergi, udang.

Kebetulan kog Ferdi ya alergi juga. Alergi dingin dan udang. Cuma, saya ga mau membatasi asupan makanannya. Biar pun Ferdi alergi udang, sesekali tetap saya selipkan udang dalam menu makanan yang saya buat. Cuek ya emaknya?

Sebenarnya, anak alergi itu makanannya perlu dibatasi ga sih? Pertanyaan ini terjawab ketika saya menyaksikan live streaming acara Royal Cooking dan Expert Talkshow di facebook Nutriclub Indonesia http://www.facebook.com/nutriclubindonesia pada tanggal 27 Agustus 2017 lalu, jam 9.15-10.15 pagi


Royal Cooking Demo

Acara live streaming pagi itu dibuka oleh MC, Jessica Williams. Tak lama, acara pertama, Royal Cooking pun dimulai. Chef Deny Gumilang, pemenang Masterchef Indonesia 2015, mendemokan beberapa resep yang cocok dikonsumsi anak-anak, termasuk si kecil yang alergi susu sapi.


Menu pertama yang dipresentasikan oleh Chef Deny adalah Creamy Omega Pasta. Ssstt, resep pasta yang satu ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa lho sama chef Deny. Susu cair atau krim yang merupakan salah satu bahan dalam resep pembuatan creamy pasta, diganti menjadi susu nutrilon soya.

Tentu hal ini sangat meringankan beban ibu-ibu yang anaknya alergi susu sapi, ya ga sih? Ga perlu pusing lagi deh memasak makanan yang pas bagi anak yang alergi susu sapi, tinggal ikuti resep dari chef Deny. Asyik kan?

Oh ya, creamy omega pasta ini menggunakan ikan lho sebagai salah satu bahan utamanya. Ikannya juga bukan ikan yang mahal. Justru ikan yang murah meriah, yang mudah sekali di dapatkan, bahkan di tukang sayur yang lewat depan rumah. Ikan Kembung!

Nah lho, apa istimewanya sih si ikan kembung ini? Ini kan ikan murah meriah yang bisa didapat dengan harga ga sampai 10 ribu?

Eits, jangan salah ya moms, ikan kembung ini, walau murah meriah, tapi kandungan omeganya paling tinggi lho. Bahkan lebih tinggi dibanding ikan Salmon!

Omega adalah lemak baik yang dibutuhkan tubuh, tak hanya bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa. Namanya lemak baik, tentu tidak akan membahayakan bagi tubuh kan?

Nah tuh moms, kalau mau sehat ga harus mahal kan ya. Buktinya chef Deny cukup pilih ikan Kembung aja buat dipadukan dengan Creamy pastanya.

Royal Cooking Competition

Setelah selesai Royal Cooking by chef Deny, giliran royal mom yang akan memasak. Ada 10 royal mom yang diundang Nutriclub ke acara ini. Mereka dibagi menjadi 5 grup, masing-masing harus bahu membahu menyajikan menu terbaik.


Para royal mom ini tidak diminta memasak menu baru kog. Mereka hanya wajib bekerja sama mempraktekkan kembali masakan yang sudah diperagakan oleh chef Deny dan menghiasnya dengan tampilan yang istimewa.

Masakan para mom dari Kelima grup ini akan dinilai oleh tiga orang juri, dr. Zaki, mba Dyah Bassorie dari Nutriclub, dan chef Deny.


.

Expert Talkshow

Selesai acara Royal Cooking, acara berlanjut dengan Expert Talkshow bersama dokter ahli imunologi, dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(k). Sudah beberapa kali saya mengikuti talkshow bersama dr. Zaki, demikian beliau biasa dipanggiil. Ramah dan bisa memberikan penjelasan alergi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam seperti saya.
Dr. Zaki mengungkapkan, alergi sebenarnya adalah reaksi tubuh akibat salah mengenali bahan yang menyerang system pertahanan.

Reaksi alergi pada tiap orang bisa beda-beda. Ada yang sesak nafas, muntah-muntah, gatal-gatal, bentol, bengkak, diare. Pun sumber penyebab alerginya, atau alergen, bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang alergi debu, dingin, makanan, atau alergi susu sapi.



Cara mudah untuk mencegah alergi sebenarnya cuma dengan pemberian ASI yang tepat. Asi eksklusif di masa 6 bulan pertama, lanjut Asi + mpasi hingga usia 1 tahun, Asi + makanan pokok hingga 2 tahun lebih.

Kenapa Asi baik untuk mencegah alergi? Karena di dalam Asi sudah dilengkapi dengan zat yang dapat mencegah munculnya reaksi alergi. Subhanallah, luar biasa ya Allah menciptakan segala sesuatunya. Pantes saya kog ya alergian, mulai alergi debu, alergi dingin, sampai alergi makanan tertentu.

Kata mama, saya dulunya ga mengkonsumsi Asi. Mama saya bilang, karena saya anak pertama, beliau belum lihai menyusui. Ya maklum, jaman dulu belum ada klinik laktasi dan ilmu pemberian Asi belum seluas sekarang.

Tapi, kenapa Ferdi yang Full Asi juga bisa kena dampak alergi ya? Hmm, mungkin karena menurun dari saya. Menurut dr. Zaki, jika orang tua menderita alergi, maka 50% resiko alergi akan menurun pada anaknya. Duh duh, panjang ya dampak alergi ini.

Makanan Anak Alergi

Nah, lantas, apakah anak alergi perlu dibatasi asupan makanannnya?

Oh tentu tidak. Menurut dr. Zaki, anak alergi ga perlu dibatasi asupannya. Kalau orang tuanya terlalu parno, anaknya dipantang makan ini dan itu, nanti bisa gagal tumbuh. Mungkin makanan yang menjadi sumber penyebab alerginya bisa diminimalisir, tapi ga perlu juga dipantang sama sekali.

Masih bisa diakalin kan, misalnya mengganti beberapa komponen dengan komponen lain. Atau bisa juga dengan memberikan makanan tersebut di lain waktu dengan jumlah yang lebih sedikit. Semakin bertambah besar, daya tahan anak semakin baik, biasanya dampak alergi akan semakin berkurang.

Bagi anak yang alergi susu sapi, ga perlu distop donk susunya. Tapi berikan susu pengganti. Susu pengganti ini juga bukan sembarang susu. Bukan juga susu kedelai biasa.

Susu Kedelai VS Susu soya fortifikasi

Susu kedelai biasa sebenarnya mengandung zat yang tidak cocok dikonsumsi anak yang butuh asupan susu. Ada kandungan fitoestrogen yang merupakan zat yang bagus bagi wanita karena dapat merangsang hormon estrogen dan menghaluskan kulit.

Jika anak laki-laki mengkonsumsi susu kedelai biasa secara berlebihan, hormon testosteron yang merangsang kejantanannya menurun, sebaliknya hormon estrogen yang biasa ada pada wanita malah meningkat. Bahaya kan kalau anak laki-laki jadi kewanita-wanitaaan.

So, moms, kalau si kecil menderita alergi susu sapi, berikan susu formula khusus yang sudah difortifikasi, seperti Nutrilon Royal Soya. Bukan susu kedelai biasa yang belum dipilah-pilah kandungannya.

Duh, serem juga ya kalau asal kasih asupan soya. Lebih serem lagi kalau asupan anak sampai dibatasi cuma gara-gara alergi yang dideritanya. Bisa-bisa sang anak mengalami anemia dan gagal tumbuh, bantet, stunting.

Chef Deny sudah menunjukkan cara mengakali resep untuk anak alergi, dr. Zaki sudah memberikan pemaparan tentang asupan makanan bagi si kecil yang alergi, so moms, yuuk berikan yang terbaik bagi si kecil. #KenaliAlergiLebihAhli.

Oh ya, kalau mau simak kembali video tayangan acaranya, sila langsung ke fanpage nutriclub aja ya moms. http://www.facebook.com/nutriclubindonesia

Suka ada lho expert talkshow atau tips menarik di fanpage ini. Ilmunya menarik dan membuka wawasan banget. Seperti info yang saya temukan di fanpage nutriclub ini.


Jumat, 01 September 2017

Dua Desainer Indonesia Akan Tampil di NYCFW 2017

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa desainer Indonesia silih berganti tampil di panggung Fashion Week kelas dunia sekelas New York Fashion Week atau New York Couture Fashion Week (NYCFW). Mulai Dian Pelangi sampai Zaskia Sungkar.

Karya-karya desainer Indonesia mulai diperhitungkan dan mendapat tempat di dunia fashion Internasional. Terus terang sebagai warga Indonesia, saya ikut bangga atas prestasi ini. Adalah jasa Brama International yang digawangi Dwitra Zaky, berhasil memperjuangkan hal ini sejak akhir 2014.

Brama International yang berbasis di Virginia, USA, ini terus melaju membawa desainer-desainer Indonesia ke panggung Internasional sekelas NYCFW bersama Let's Travel yang membantu mengkoordinir perjalanan para desainer dan team.

Sore itu, 29 Agustus 2017, saya bersama teman-teman Blogger Tangsel Plus, Kania, Tuty, Muthia, beruntung bisa menghadiri press conference akan berangkatnya dua desainer Indonesia ke NYCFW 2017.

Fashion Show Pembuka Acara

Acara press conference yang digelar di Ethnic Gallery, Urbana Place, Ciputat, ini dibuka dengan tarian betawi dan fashion show yang membawakan rancangan 2 desainer.

6 model membawakan rancangan Desy & Gita
6 model membawakan rancangan Desy dan Gita

Agak unik juga sih fashion show ini diadakan di sebuah butik di kawasan Tangerang Selatan yang tempatnya tak terlalu luas.

Busana Rancangan Desy Ramona
Busana Rancangan Desy Ramona

Sang model membawakan busana sang desainer di pelataran parkir, sehingga dengan mudah disaksikan oleh masyarakat umum.




Acara fashion show yang memperagakan 6 rancangan, ditutup kembali dengan tarian daerah oleh 3 anak.

Press Conference Goes To New York Couture Fashion Week (NYCFW)

Tahun 2017, NYCFW akan menghadirkan dua desainer Indonesia, Desy Ramona dari Tyramona dan Gitawidya Nubidayah dari Let's Travel Design. Mereka berdua akan mendapat giliran tampil pada tanggal 9 September 2017 di Crowne Plaza Hotel, Manhattan, New York

Bukan tanpa alasan kedua desainer Indonesia ini bisa tampil di panggung NYCFW. Menurut mba Peny, perwakilan Brama Internasional yang ada di Indonesia, mereka berdua punya ciri khas Indonesia dalam rancangannya dan lolos kurasi situs Couture Fashion Week.

Pada acara konferensi pers yang diadakan di lantai 1 Ethnic Gallery itu, Desy Ramona menjelaskan tema rancangan yang akan dibawakannya.

"The Rise of BaroAllo itu maknanya matahari terbit. Sebuah filosofi dari tanah Toraja yang menggambarkan semangat dan kekuatan"

Mba Peny, tengah, sedang memberi keterangan
Mba Peny, tengah, sedang memberi keterangan 

Sementara mba Gitawidya Nubidayah dari Let's Travel Design akan membawakan tema Gaya Means Style dengan motif printing bertema nusantara. Khusus acara NYCFW ini, mba Gita akan banyak bermain di tema-tema Jawa seperti motif Pesisir, Tasik dan Gedog.

Seperti apakah rancangan kedua desainer Indonesia tersebut? Apakah seperti busana fashion show yang dibawakan di awal acara? Ohoo..tentu tidak. Mba Peny bilang

"rancangan tidak akan diperlihatkan saat ini, supaya jadi kejutan nanti pada saat tampil di Crowne Plaza Hotel, 9 September 2017"

Wuihiii, bisaan aja nih bikin penasaran, hahaha. Tadinya saya sempet mikir, kira-kira bakal bawain desain apa ya mereka? Apa akan memasukkan kain Indonesia? Memadukan motif tradisional? Atau kah memasukkan sentuhan kebaya modern? Kan sekarang banyak tuh desainer yang bermain-main dengan kebaya modern, sampai kelas festival dan miss Universe pulak.



Tapi, kalau mendengar penjelasan mba Desy dan Gita selama acara, sepertinya mereka akan menyajikan desain unik. Entah lah, agak sulit ditebak, mengingat mereka akan tampil di panggung Couture yang berbeda dari Fashion Week biasa.

Mari kita tunggu aja ya kejutan dari dua desainer Indonesia ini.

Pemotongan Tumpeng

Usai konferensi pers, acara pun ditutup dengan do'a bersama dan prosesi pemotongan tumpeng. Para tamu undangan pun mingle bersama dengan para model dan desainer untuk menikmati hidangan yang disuguhkan.

Pemotongan tumpeng
Pemotongan Tumpeng oleh mba Gita & Desy

Semoga desainer Indonesia makin maju dan berjaya di panggung-panggung Internasional. Tak hanya sampai New York, tapi juga bisa masuk panggung-panggung fashion kelas dunia lainnya, Tokyo, Milan, dst.

Jumat, 25 Agustus 2017

Ngidam saat hamil, Wajar atau Lebay?

Kalau ngomongin soal ngidam selama hamil, terus terang saya beneran ga punya pengalaman. Lho kog?

Yap, pernah melalui masa empat kali hamil, ke empat-empatnya tanpa mengalami mual-mual maupun ngidam pengen sesuatu. Lempeng aja ga kepengenan, hahaha. Bahkan di kehamilan pertama yang cukup singkat, saya ga mengalami masa ngidam.

Yang mual-mual dan ngidam pengen ini itu justru suami. Mulai saat hamil Faldi, sampai hamil Falda. Yang sering mual-mual tiap pagi justru suami. Dia pula yang ngidam kepengen ini itu. Sekali waktu pernah suami pengen makan durian. Padahal posisi kami sedang ada di US. Gawat ga tuh? Ke mana nyari durian di negara orang? Pernah juga ngidam makan bubur ayam malam-malam, atau tiba-tiba pengen burjo, bubur kacang ijo. Duuh, ini sebenarnya yang hamil siapa sih.
Saat hamil Faldi, usia kehamilan 8 bulan

Bahkan mertua juga sempat ikut ngidam, mendadak pengen rujak tanpa alasan. "Mami kog jadi pengen rujak ya. Dari kemaren pengen yang asem-asem. Apa ada yang lagi hamil?" Deg, saya yang kebetulan saat itu memang baru tahu kalau sedang hamil Ferdi, diem-diem aja ga ngomong apa-apa. Hahaha. Ternyata, almh. mami mertua memang biasa mengalami sensasi ngidam ini tiap anak dan menantunya hamil. Unik ya?

Entah harus bersyukur atau justru perlu merasa rugi ya kalau begini? *Eh.

Nah, sebenarnya, wajar kah ibu hamil mengalami masa ngidam? Berlebihan ga sih?

Sstt, menurut Dr. Med dr. Damar prasmusinto, SpOG(k) pada acara media dan blogger gathering  festival ngidam bunda SGM pada 24 Agustus 2017 di Suasana Restaurant at Aston Suite ini, ngidam itu wajar dialami ibu hamil. Ngidam terjadi karena meningkatnya POE (Peptide Opioid Endogen). Hal ini menyebabkan ibu hamil jadi ngidam, pengen makan ini itu sesuai moodnya.

Media & Blogger Gathering Festival Ngidam Bunda SGM 2017
Media & Blogger Gathering Festival Ngidam Bunda SGM 2017

Ngidam ternyata berkaitan juga dengan kultur. Dr. Damar memaparkan hasil penelitian di US, para bumil  di sana lebih banyak menginginkan makanan yang manis-manis, sementara di Indonesia justru yang asem-asem ya, hahaha. Beda budaya.

Walau mengalami masa mual muntah dan cuma pengen makanan tertentu, sebaiknya sih ibu hamil ga boleh juga cuma nurutin keinginan saja. Semalas-malasnya makan, tetap usahakan konsumsi makanan yang seimbang gizinya, karena pada masa kehamilan ini pola pembentukan janin terbentuk. Mau "dicetak" seperti apa si calon bayi nantinya, 80% ditentukan oleh nutrisi yang diasup oleh sang ibu. Faktor genetik hanya berpengaruh sebesar 20% saja.

Makanan bergizi seimbang, baik untuk asupan ibu hamil
Makanan bergizi seimbang, baik untuk asupan ibu hamil

So, bumil, walau cuma pengen makan yang asem-asem, usahain tetep makan yang bergizi seimbang ya, agar sang bayi tumbuh sempurna sesuai yang diharapkan.

Dr. Damar menyebutkan "minum susu khusus, bagus buat ibu hamil. Asupan tambahannya merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu selama hamil. Asupan ini biasa  ada dalam suplemen. Kebaikannya jadi bertambah, kebaikan susu"

Nah tuh bumil, monggo minum susu yang rajin ya. Susu hamil biasanya sudah lengkap kandungan gizinya.

Bicara perubahan selama kehamilan, tak hanya perubahan fisik saja yang terjadi, perubahan psikologis juga terjadi secara signifikan.
Perubahan Psikologis ibu selama hamil
Perubahan Psikologis ibu selama hamil

Ibu hamil biasanya cenderung sensitif dan "moody", gampang ngambek, gampang marah, gampang tersinggung, dsb. Jangan terlalu diambil hati. Menurut Tara de Thouars, BA, M.Psi, ibu hamil memang cenderung lebih sensitif berkaitan dengan segala perubahan yang  terjadi pada dirinya. Orang-orang di sekelilingnya sebaiknya memahami ini dan membantu calon ibu untuk melewati masa-masa ini dengan nyaman, jangan ikutan sensi juga.

Bagi ibu hamil, biasakan untuk mengkomunikasikan hal-hal yang membuat galau. Kalau perlu, cari teman curhat, jangan memendam masalah sendiri, jangan galau sendiri. Suami diharapkan bisa jadi teman curhat yang menyenangkan. Perempuan kadang cuma butuh didengar. Mereka curhat bukan dalam rangka ingin dicarikan solusi, tapi cuma ingin menumpahkan unek-unek dan mengeluarkan emosi. Setelah moodnya membaik ya emosinya stabil lagi.

Nah, dalam rangka menyenangkan para ibu hamil nih, SGM Bunda mengadakan Festival Ngidam SGM Bunda.

Festival Ngidam SGM Bunda di Summarecon Mall Bekasi
Festival Ngidam SGM Bunda di Summarecon Mall Bekasi

Pada festival ngidam ini ada bermacam kegiatan yang bisa memanjakan para bunda. Ada area ngidam jajanan, ada area ngidam dimanja yang bisa memanjakan para bunda dengan segala manicure pedicure, sampai pijat relaksasi. Duuh, kog ya saya yang jadi kepengen ngerasain yaa. Hahaha.

Christina Natalia, marketing manager SGM bunda menjelaskan, tak  hanya bisa bersenang-senang, akan ada juga edukasi dan talkshow buat para ibu hamil dan menyusui. Ada edukasi laktasi selain edukasi nutrisi dan psikologi. Ada arena games dan terapi musik untuk relaksasi, plus senam hamil dan yoga. Lengkap kan?

Sst, festival Ngidam ini sudah diadakan lebih dulu di Surabaya dan sambutannya meriah banget, banyak ibu hamil yang hadir. SGM bunda bahkan sampai dapat rekor Muri internasional untuk jumlah ibu yang mendapat edukasi hamil dan USG terbanyak.

Yuuk, para ibu hamil dan menyusui, catat waktunya untuk wilayah Jabodetabek ya, 2-3 September 2017 di Summarecon Mall Bekasi.

So, gimana? Udah dapat jawabannya? Ngidam saat hamil itu, Lebay atau wajar mom?