Selasa, 08 Agustus 2017

#FWDHackaton2017, Wadah Kreatifitas Digital

Punya banyak ide? Suka utak atik aplikasi? Suka berinovasi? Kamu kayaknya cocok ikutan FWD Hackaton 2017. Wadah bagi siapa aja, terutama kaum muda, untuk menyalurkan kreatifitas.

Launching FWD Hackaton 2017

Pada Jum'at, 4 Agustus 2017 lalu, bertempat di Kasablanka Hall, FWD Life, pelopor asuransi digital pertama, meluncurkan sebuah event bertajuk "FWD Hackaton 2017".

Ibu Poppy Sofia yang mewakili Bekraf, Badan Ekonomi dan Kreatif menyebutkan

"Saya senang sekali FWD mau menyiapkan wadah bagi anak muda. Setidaknya mereka punya kegiatan positif dan bisa menyalurkan kreatifitasnya"

Terus terang, saya masih ga nyambung dengan acara ini. Ini acara apa sih Hackaton ini kog pakai bawa-bawa anak muda? Sempat kepikiran kalau ini acara Maraton. Hahaha *toyorpalasendiri.

Ridwan Kamdani, CEO FWD Life Indonesia

Sampai pak Ridwan Kamdani, CEO FWD Life Indonesia, berbicara tentang Hackaton pun saya sebenarnya masih agak ga nyambung

"Saya berharap anak-anak muda banyak yang tertarik ikut dan menyumbangkan ide-ide segarnya. Anak-anak muda kan dunianya sudah digital nih, beda dengan angkatan saya yang membedakan blogger sama vlogger aja ga bisa" ujar pak Ridwan sambil tertawa geli.

"Sebagai pelopor asuransi berbasis digital, kami berharap banyak inovasi digital yang lahir di ajang ini" lanjut pak Ridwan dengan dandanan fungkynya, sepatu keds, celana jeans bertuliskan FWD dan batik FWD.

Okeh pak, anak muda, digital? Hmmm, saya mulai meraba-raba, FWD Hackaton 2017 ini event apa kah?

Kolaborasi Dengan Founder Institute Jakarta

Demi suksesnya event pertama ini, FWD Life menggandeng Founder Institute Jakarta. Andy Zain sang direktor menyebutkan

"Pemenang Hackaton nantinya akan kami godok habis-habisan dan menerima pelatihan intensif"

Andy Zain, Director of Founder Institute Jakarta

Beruntung banget nih yang jadi pemenang Hackaton ini, dapat bimbingan intensif sampai bisa membangun bisnis startup dan dapat modal 100juta untuk usaha plus diajak jalan-jalan ke Sillicon Valley untuk melihat ekosistem bisnis startup di sana. Bagaimana dulu facebook, google memulai bisnis startup mereka.
Hadiah FWD Hackaton 2017

Duh, kalau lihat hadiahnya bikin mupeng ya.

FWD Hackaton 2017

So, jadi apa sebenarnya FWD Hackaton 2017 ini?

FWD Hackaton 2017 merupakan ajang unjuk kebolehan dalam kreasi digital. FWD hendak mendorong generasi muda untuk menciptakan kreasi digital berbasis asuransi. So, diharapkan para anak muda makin melek asuransi dengan adanya aplikasi berbasis asuransi.

Kapan pelaksanaannya?

FWD Hackaton 2017  akan dilaksanakan pada 22-24 September 2014 secara maraton. Tapi untuk pendaftaran, sudah dimulai sejak 4 Agustus 2017.

Untuk sosialisasi, FWD life akan mengadakan roadshow di beberapa kota, mulai dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Yuuk yang ngaku anak muda, yang ngaku suka utak atik aplikasi, yang suka bikin aplikasi, yang pengen jadi milyarder startup, daftar yuuk di fwd.co.id/hackaton

Kamis, 03 Agustus 2017

Mom, Let's Celebrate Your Extraordinary Journey #PekanAsiDunia

Bicara Asi, membuat saya terharu biru. Mendengarkan pengalaman seseorang dalam memberi Asi, selalu sukses bikin saya mewek mengenang kembali masa-masa saat hamil dan menyusui.

Bukan, bukan mewek karena pengalaman tidak menyenangkan, justru mewek mengenang indahnya momen menyusui. Inget waktu baru belajar menyusui Faldi saat belum punya pengalaman menyusui. Sukses bikin saya baby bluess dan sering merasa ragu dengan ASI sendiri, sering merasa ga cakap sebagai ibu.

Tapi, di sisi lain, saya juga selalu merasa bahagia luar biasa bisa menyusui, memberikan setiap tetes cairan berharga dari tubuh saya kepada anak-anak. Menyusui sambil berurai air mata? Itu lah saya.

Bersyukur menjadi perempuan yang bisa menyusui. Kalau laki-laki, kan ga bisa menyusui..hehhe.

Setiap momen menyusui, selalu ada kisah suka duka, diikuti jatuh bangunnya ibu memperjuangkan Asinya. Ada yang berurai air mata, begadang malam-malam, berperih-perih, lecet-lecet, dsb.

Apapun kisahnya, seorang ibu yang berjuang demi bayinya, patut diberikan apresiasi. Mereka patut merayakan perjuangannya. Let's celebrate your extra ordinary journey.

Sharing Cynthia Lamusu

Sore itu, 1 Agustus 2017, saya dan beberapa teman blogger dibuat terharu mendengar pengalaman Cynthia Lamusu saat menyusui bayi kembarnya, Tatiana dan Bima. Acara talkshow ringan yang diadakan di Raffless Hotel, Lotte Shopping avenue ini sukses membuat saya berkaca-kaca.

Cynthia Lamusu saat sharing pengalaman menyusui (foto by Nurul Noe)

Sesaat setelah melahirkan, salah satu bayi Cynthia harus berada di NICU karena beratnya yang rendah. Cynthia tetap suply Asi untuknya dalam bentuk Asi perah.

"Suatu kali, saya nekad pesan ojek dan mengantar sendiri Asip untuk anak saya, saat hujan deras!"

Surya Saputra sang suami yang saat itu sedang syuting sempat shock mengetahui hal itu "kamu harus mikirin diri kamu juga. Kalau kamu sakit bagaimana? Nanti produksi Asinya menurun". 

Surya adalah ayah asi sejati, selalu berusaha membuat nyaman istrinya agar produksi asi berlimpah. Entah dengan memijat, bergantian menghandle anak-anak, membuatkan minuman, dsb.

"Penting bagi suami menjaga mood istri, jika hatinya bahagia, produksi Asinya akan berlimpah"
Huaaa, so sweet banget ga siiik.

Hal ini persis seperti presentasi Dr. dr Ali Sungkar SpoG, ketua Perinesia, sebelumnya, tentang pentingnya support system dari lingkungan, entah dari suami, ibu, mertua, dsb demi menjaga kondisi psikologis ibu agar produksi Asi terjaga.

Ga cuma Cynthia saja yang berbagi pengalaman menyusui sore itu, ada Maria Leony yang menginspirasi dengan Asi donornya. Produksi Asip Maria yang melimpah, memungkinkannya bisa mendonorkan Asi. Kulkas dan Freezer Maria selalu penuh dan berlimpah. Keren ya.

Talkshow Celebrate The Extra ordinary

Pentingnya Menjaga Asupan di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Produksi Asi Cynthia dan Maria memang cukup berlimpah, salah satunya karena sejak hamil mereka selalu menjaga asupan makanan, baik selama hamil, maupun di masa-masa menyusui.

Menurut dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, dimulai sejak hamil, merupakan masa-masa kritis perkembangan seorang anak yang menentukan tumbuh kembangnya kelak. Apakah anak akan tumbuh menjadi anak cerdas, bertumbuh, dsb, ditentukan oleh asupan yang cukup pada 1000 hari pertamanya. Kekurangan gizi pada masa ini, akan menyebabkan beberapa kegagalan perkembangan, terutama perkembangan otak.

Nutrisionis dari Fonterra Brand Anmum, Ines Yumahana, menyebutkan, pada masa awal kehamilan, masa-masa terbentuknya tabung syaraf pada janin. Pada saat ini lah seorang ibu memerlukan nutrisi semacam asam folat, dsb. Itu sebabnya Anmum memasukkan Ganglioside dan DHA ke dalam susunya agar asupan ini mampu menopang pertumbuhan syaraf pada calon bayi.

Untuk itu, selama 1000 hari pertama itu wajib deh menjaga asupan nutrisi, baik saat hamil hingga masa menyusui.

Mencoba Rasa Anmum Baru

Nah, yang seru, pada acara ini ada sesi mencoba rasa susu Anmum terbaru, coklat. Beberapa survey menyebutkan, 8 dari 10 ibu menyukai rasanya.

Tapi, saat 10 ibu mendapat kesempatan rasa Anmum coklat yang baru di panggung, semuanya suka! Ada yang bilang enak banget, ada yang bilang doyan, sampai ada yang bilang "seperti es krim"

Semuanya suka Anmum coklat yang baru (foto by MOM)

Saya pun merasa seperti itu, rasa Anmum coklat ini kayak es krim coklat, ga kayak susu hamil. Biasanya susu hamil ada rasa langu atau rasa apa gitu yang bikin mual kadang-kadang, tapi yang saya coba ini beda. Jadi pengen minum terus. Tapi pan ga sedang hamil, hahaha. Dijadiin es krim enyak kali ya.

Anmum Coklat baru

Ibu Baru Vs Ibu Berpengalaman

Oh ya, ada beberapa penelitian yang menyebutkan, ibu baru cenderung lebih perduli terhadap asupan nutrisinya, sementara ibu-ibu berpengalaman (maksudnya yang sudah pernah punya anak, lebih dari 1), cenderung lebih cuek dan memperhatikan bentuk tubuhnya.

Hiyaaa, nyentil banget. Haahaha, saya banget ini mah. Waktu anak pertama segala nutrisi diperhatikan. Begitu hamil ketiga udah mulai cuek, xixxi.

Kalau teman-teman bagaimana?
Gitu juga ga sih?

Para ibu yang mendapat apresiasi dari Anmum

Bagaimana pun, perjuangan ibu harus tetap dirayakan, walau anaknya sudah tiga, empat, bahkan lima, setuju? Siapa lagi yang bisa mengapresiasi kalau bukan diri sendiri?

Ibu layak bahagia, dan layak dibahagiakan. Kadang sebagai ibu, sering merasa kurang-kurang dan kurang. Tapi, tak pernah ada kata cukup, right? Yuk mom, rayakan momen sebagai ibu yang luar biasa, apa pun itu.

Jumat, 28 Juli 2017

Kaos Coklat #JurnalFaldi

Beberapa waktu lalu, saat saya sedang mengunjungi Faldi di pondoknya, dia bercerita dengan antusias,

"Bund, kakak terpilih masuk paskibra"
"Hwaaa, asyik banget donk kak"
"Iya, tapi kakak jadi banyak latihan nih"
"Sibuk banget donk kak"
"Iya bund, tiap hari latihan"

Sejak kecil, Faldi memang anak yang ga bisa diam. Selalu ingin bergerak dan mobile. Lari sana sini, lompat, jalan, segalanya deh. Jatuh? Luka? Udah biasa!

Baca : Menaklukkan anak yang Super aktif 

Dulu waktu masih TK menjelang SD, saya pernah memasukkannya ke sekolah futsal. Saat SD, Faldi pernah hampir masuk sekolah bola. Berhubung jam latihannya bentrok dengan jam sekolah, akhirnya batal ikut. Tapi hal itu tak menurunkan hasratnya untuk selalu bergerak. Hampir tiap minggu Faldi minta latihan futsal atau berenang.
Kalau orang Jawa bilang "pethakilan". Kalau saya bilang "anak aktif". Kalau bahasa Psikologi masa kini menyebutnya "anak Kinestetik".

Saat masuk pondok, Faldi menemukan passionnya ketika terpilih menjadi salah satu team Pramuka. Rupanya, menjadi team khusus Pramuka ini jadi batu loncatan untuk mewujudkan impiannya sejak awal, masuk team paskibra.

Salah satu penampilan Faldi bersama team Pramuka saat Apel Tahunan
Salah satu penampilan Faldi bersama team Pramuka saat Apel Tahunan


Sejak terpilih jadi team paskibra, hampir tiap hari mereka berlatih, walau hujan! Saya pernah datang berkunjung saat sedang hujan deras, tapi team paskibra ini terus berlatih di tengah guyuran hujan. Bahkan mereka tetap diminta push up atau merayap di lumpur.

Baca : Temukan dan Dukung Potensi Anak

Padatnya jadwal latihan membuat Faldi kadang tak sempat mencuci bajunya sendiri. Sesekali Faldi meminta bantuan saya untuk mencuci.

"Bund, tolong cuciin baju kakak donk"
"Baju yang mana?"
"Itu, baju kaos kerah yang putih"
"Kenapa ga nyuci sendiri aja sih kak, bunda juga belum tentu sempat nganternya ke sini"
"Ga sempat bund, jadwal kakak padat"
"Ya atur waktu donk kak"
"Susah bund, abis latihan ke masjid, sholat, ngaji, belajar, sholat"

Dasar ya emak-emak suka ga tega ama anaknya. Denger Faldi curhat gitu, saya pun akhirnya mau membantu. Saya bawa pulang beberapa baju untuk dicuci di rumah.

"Kak, baju mana yang kakak maksud?'
"Itu lho bund, kaos putih berkerah"
"Perasaan ga ada kaos putih berkerah"
"Ada bund, coba lihat lagi"

Sampai stres mengubek-ubek tumpukan baju yang mau saya cuci, ga berhasil menemukan baju yang dimaksud Faldi

"Kak, bunda ga nemu bajunya, yakin Faldi udah masukin ke tas?"
"Iya bund, Faldi masukin kog"
"Tapi ini ga nemu, cuma ada kaos biasa, baju koko dan kaos coklat"
"Ada kog bund, kaos coklat"
"Kaos coklat?"
"Iya itu kaos cokkatnya berkerah kan?
"Iya"
"Nah ya itu dia"
"Lah tadi Faldi bilang kaos putih"
"Iya bund, itu kaos putih yang jadi coklat"

Ooomaigad...

Sabtu, 22 Juli 2017

Click To Meet, Temukan Agen Yang Klik

Pernah punya pengalaman buruk bertemu agen asuransi yang tidak menyenangkan? Ga mau ngurusin atau ga bertanggung jawab? Atau agen asuransi yang selalu meneror dan menawarkan produk tanpa bosan?

Ya ga bisa disalahin juga sih, agen asuransi itu kan memang kerjanya mencari nasabah baru. Apalagi tingkat kesadaran berasuransi di Indonesia masih rendah banget. Baru 2,8% saja orang Indonesia yang terdaftar sebagai pemegang polis asuransi. Kecil banget kan?

So, memang masih besar peluang asuransi. Tapi juga masih panjang jalannya untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan asuransi.

Ada beberapa hal yang biasanya membuat orang ragu memilih ikut asuransi. Ada beberapa hal yang kerap menjadi tanda tanyaPertama, perusahaan asuransinya terpercaya ga? Kedua, apakah agentnya bisa dipercaya? Ketiga, apakah si agent bisa diajak diskusi? Keempat, bertanggung jawab ga orangnya?

Berangkat dari keraguan semacam itu, FWD Life melahirkan inovasi baru, Click To Meet.

FWD Life


Tahu FWD Life kan? Perusahaan asuransi yang sudah 4 tahun hadir di Indonesia. Walau tergolong "pemain baru", FWD ini ga main-main lho. Ada banyak terobosan-terobosan baru yang diluncurkan, termasuk menjadi pelopor asuransi berbasis digital.

Shandi Prajudi dan mc Tyas Putri
Shandi Prajudi dan mc Tyas Putri

"Semua system FWD sudah digital. Integrated system. Ga ada lagi cerita berlembar-lembar ilustrasi. Semua proses dilakukan secara digital dan paperless. Segala surat dan polis dikirim by email", jelas Shandi Prajudi, Head Centre of Excellent FWD Life pada acara Blogger Gathering yang diadakan
di Resto Gastromaquia, Jakarta Selatan pada hari Jum'at, 21 Juli 2017.

Walau  baru berusia 4 tahun, FWD sudah mendapat beberapa penghargaan lho. Salah satu penghargaannya adalah Good Governance Award 2016. Keren ya?

Click To Meet


Sejak April 2017, FWD Life mengenalkan sebuah inovasi bertajuk Click To Meet.

Inovasi baru ini membuat nasabah punya kebebasan untuk memilih agen asuransi yang "klik", sesuai di hati. Sering kali orang gagal bekerja sama bukan karena ga cocok dengan produknya, tapi karena ga "klik" dengan "penjual"nya. Ayooo, iya apa iyaa? Saya ngacung deh. Ngaku kalau emang suka ga sreg kalau ketemu agen yang "agak menyebalkan", hahaha. Nelpon-nelpon, minta ketemu, dsb.

Melalui fitur Click To Meet, nasabah bisa memilah milih agen asuransi berdasar preferensinya, minatnya, passionnya, profilnya, dsb. Profil si agen beserta foto dan biografi singkatnya akan dimunculkan. Ngobrol sama agen yang sama-sama suka musik itu asyik kan? Atau agen yang suka travelling. Dengan kesamaan minat dan passion, obrolan tentu akan lebih mudah nyambung dan agen bisa kenal lebih jauh apa yang dibutuhkan nasabah.

Tak cuma itu, nasabah juga bebas memilih tempat bertemu dan waktu yang tepat, sesuai kebutuhannya. Mau ketemu agen yang penuh perhatian dan memberi informasi, agen yang berjiwa muda, atau agen yang berpengalaman?

Begitu menemukan agen yang "klik", tinggal atur waktu dan tempat deh untuk bertemu. Setelah ok, akan muncul notifikasi untuk si agen "you have an appointment". Tempat pertemuan biasanya di cafe Excelso mana saja yang menjalin kerjasama dengan FWD. Kenapa cafe Excelso? Untuk menjamin keamanan agen dan nasabah. Tempat umum yang sudah tertentu akan lebih mudah dilacak,jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Oh ya, agen-agen yang bisa masuk program Click To Meet ini juga bukan agen sembarangan. Mereka adalah agen-agen pilihan FWD yang sudah melalui berbagai tahapan screening.  So, sudah teruji dong kehandalannya.

Sharing Agen FWD


Ester Waty Oktaviani dan Kwan Yoe Sen
Ester Waty Oktaviani dan Kwan Yoe Sen

Dua agen asuransi ini, Ester Waty Oktaviani dan Kwan Yoe Sen, berbagi pengalaman dan suka dukanya menjadi agen asuransi FWD.

"Sejak ada Click To Meet, kami jadi ga perlu lagi sibuk mengejar-ngejar nasabah. Tinggal menyiapkan waktu bertemu. Ngobrol dengan nasabah pun jauh lebih enak" aku mba Ester

"Sekarang justru sering kewalahan menerima permintaan bertemu. Kalau ada dua janji di tanggal yang sama, terpaksa diatur ulang. Jika tempatnya dekat, bisa diatur di tempat dan tanggal yang sama. Tapi jika jaraknya berjauhan, harus diatur lagi" cerita koko Yoe Sen penuh semangat.

Sebagai agen, mereka wajib dan kudu menjaga hubungan baik dengan nasabah. Kemudahan digital ini benar-benar membuat mereka terbantu.

Ah, di jaman era digital ini memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika memang bisa serba digital dan memudahkan, kenapa harus takut, ya kan?


Penasaran pengen mencoba fitur Click To Meet, sila coba ya www.fwd.co.id/clicktomeet

Jumat, 21 Juli 2017

Tes Kesegaran Kulkas LG Linear Inverter

Ibu-ibu, biasa nyimpen sayur di kulkas berapa lama? Pernah nyimpen sayur atau buah di kulkas selama seminggu? Bagaimana akhirnya? Sukses dimasak dan masuk perut, atau lolos ke tong sampah?

Hayoo, yang sukses di masak ada berapa orang?

Nah, yang lolos ke tong sampah siapa aja?

Saya? Sayuran atau buah yang saya simpan di kulkas selama seminggu lebih, sukses berakhir di tong sampah. Hiks. Layu, kisut, dan busuk. Huhuhu.

Padahal rasanya saya udah nyimpen dengan benar lho. Beberapa sayur dan buah yang basah, saya bungkus plastik atau kertas untuk menyerap kelembabannya.

Tapi ya itu, buah dan sayur itu tetap aja ada batas masa simpannya, walau di dalam kulkas sekalipun.

Padahal mah, niat awal saya punya kulkas kan supaya bisa simpan bahan-bahan makanan lebih lama. So, ga perlu lagi belanja dan berakrab-akrab dengan mamang sayur tiap hari. Cukup lah 1-2 minggu sekali aja belanjanya.

Ngomong-ngomong soal kulkas, Jum'at, 21 Juli 2017 lalu, saya dapat kesempatan nih, hadir ke acara showing dan challenge kulkasnya LG di Atrium Mall Senayan City.

Pada kesempatan itu ditampilkan sebuah grup musik asal Korea, P Brosound, yang memainkan musik menggunakan media sayur dan buah segar.  Alat itu dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dimainkan menjadi alat musik tiup dan pukul. Mulai dari wortel, labu parang, lobak, paprika, dsb.

Grup Musik P Brosound asal Korea Memainkan instrumen dari buah dan sayur

Agar bisa dimainkan sebagai alat musik, si buah dan sayur ini harus lah segar. Jika layu, suara yang keluar tidak akan maksimal. Malah bisa jadi ga keluar suaranya. Teman-teman blogger dan media yang hadir, diperkenankan untuk mencoba buah dan sayur tersebut, beneran ga bisa bunyi.

Teman-teman blogger mencoba alat musik dari sayur dan buah

Ternyata beneran bisa sodara-sodara. Hahaha. Kece! Kuncinya ya itu, buah dan sayurnya harus segar!

Bagaimana mendapatkan sayuran segar? Ya beli di tukang sayur, pasar, atau toko yang menjual sayuran dan buah segar. Namun, apa iya tiap kali mau tampil atau latihan, mereka harus beli dulu?

Ga bisa gitu ya disimpen di kulkas aja?

Coba dijawab sendiri, berapa lama biasanya buah dan sayur bertahan di kulkas? Apa iya buah dan sayur tersebut tetap segar?

Nah, para pemain musik sayur dan buah asal Eropa, sudah membuktikan kesegaran sayur dan buat yang disimpan selama seminggu di kulkas LG Linier Nature Fresh. Simak deh video youtube yang ini https://youtu.be/rTsGZSWxv2A.


Bagaimana bisa kulkas LG Linier Nature Fresh inverter bisa tetap menjaga kesegaran sayur dan buah?



Kulkas LG punya teknologi linear inverter compressor. Berkat teknologi ini, kerja kulkas jauh lebih ringan dan ga boros listrik.

Baca : Hemat Listrik dengan teknologi LG inverter 

Oh ya, suhu di dalam kulkas pun bisa terjaga plus minus 0,5 derajat secara merata, entah itu dekat pintu, atau rak bagian dalam. Dinginnya merata.

Teknologi door cooling menyebabkan rak di dekat pintu kulkas menjadi lebih cepat dingin, walau bolak balik dibuka tutup sehingga ga boros listrik.

Acara hari itu pun diisi dengan talkshow bersama chef Marinka yang berbagi tips menjaga kesegaran makanan dan menyimpan makanan di kulkas.

"Agar lebih segar, simpan lah di wadah yang tertutup rapat, entah ditutup dengan plastik wrap, atau ditutup di wadah kedap udara"


Ssstt, saya mupeng banget dengan kulkas LG insta view door ini. Teknologi insta view memungkinkan kita ngintip isi kulkas tanpa perlu membuka pintunya. Lebih irit listrik kan?



Acara LG Linier Challenge ini masih berlangsung lho di Atrium Mall Senayan City sampai hari minggu, 23 Juli 2017. Buat teman-teman yang penasaran dengan kulkas LG Linier inverter ini, seberapa canggih fitur-fiturnya? Dateng aja yuuk. Ada challenge berhadiah voucher MAP dan kulkas loh.

Kamis, 20 Juli 2017

Bebas Macet Menyeberang ke Lampung dengan 4 Tips Ini



Bebas Macet Menyeberang ke Lampung dengan 4 Tips Ini





Sumber foto : republika.co.id
Sumber foto : republika.co.id




Siapa sih yang tidak ingin pergi melancong ke Lampung? Provinsi paling selatan dari Pulau Sumatra ini memang memiliki sejuta daya tarik yang siap membawa kita ke petualangan seru tak terlupakan. Khususnya, kawasan wisata ini memiliki banyak pantai dan pulau kecil eksotis yang menawarkan panorama cantik. Tidak hanya itu, di salah satu pantai bahkan bisa melihat atraksi lumba-lumba di laut secara alami. Bikin pengen, kan?

Dari segi keterjangkauan, tidak sulit menghampiri Lampung, bahkan dari Pulau Jawa sekalipun. Berada di ujung Selatan Pulau Sumatera, provinsi ini memiliki beragam moda transportasi yang dapat menjadi alternatif jika hendak menyambanginya. Hanya saja, saking populernya Lampung belakangan ini, teman-teman harus bersiap-siap menghadapi macet jika hendak berkunjung ke provinsi yang satu ini ketika mau berlibur.

Kemacetan tersebutlah yang mungkin membuat seseorang ragu untuk berlibur ke Lampung. Padahal di lain pihak, ingin segera melihat pantai-pantai cantik yang berada di provinsi tersebut. Tenang dulu, sebenarnya bisa kok menghindarkan diri dari macet jika hendak ke Lampung. Caranya? Simak tips-tips di bawah ini, ya.


1. Tanpa Pusing, Naik Pesawat Langsung Sampai Lampung

Cara termudah sampai di Lampung tanpa merasakan macet adalah dengan memilih pesawat sebagai moda transportasi. Hahaha, ya iya lah yaa, naik pesawat emang paling gampang dan tercepat untuk mencapai propinsi yang satu ini. Tak sampai satu jam euy. 


Bagaimanapun, Lampung memiliki sebuah bandara yang bisa dijangkau dari banyak kota di Indonesia. Bandara yang diberi nama Raden Inten II ini berada di kawasan Lampung Selatan. Dari Bandara, tidak terlalu sulit untuk menjangkau berbagai pantai cantik yang menjadi sajian utama daerah yang satu ini.

Harga tiket pesawat ke Lampung pun tidak terlalu mahal, jika dibandingkan harga rata-rata tiket ke kota Medan maupun ke kota Padang yang masih berada di satu pulau. Cukup menyediakan sedikit waktu untuk memesan tiketnya di Traveloka atau agen travel online lainnya. Setelah itu, tinggal siap-siap mengemas barang guna berlibur seru ke Lampung yang kerap menjadi pembicaraan banyak orang akhir-akhir ini. Provinsi yang mulai banyak diulas para travel blogger.


2. Naik Feri dari Merak? Naik Kereta api Terlebih Dahulu

Bagi beberapa orang yang tinggal di Pulau Jawa, Lampung menjadi salah satu tujuan favorit terdekat untuk berlibur, di luar pulau Jawa. Alasannya, bisa digapai dengan transportasi laut dengan harga terjangkau. Ya, bisa menyambangi Lampung dengan naik feri dari Pelabuhan Merak yang ada di ujung provinsi Banten. Hanya saja, kerap perjalanan ke Merak menghadirkan macet yang luar bisa akibat antrian panjang untuk menaiki kapal Feri, baik itu menggunakan kendaraan pribadi, travel, atau bis. Tapi, jika memilih moda transportasi yang memilih jalur sendiri seperti kereta api, aman donk? Bebas macet euy.

Kereta api menuju Merak yang paling terkenal adalah KA Krakatau. Kereta api yang satu ini melewati banyak kota di Jawa, mulai dari Kediri, Madiun, Blitar, hingga Cirebon. Jadi, bagi yang berada di kawasan tersebut sangat tepat memilih kereta ekspres ini guna menghindari macet di kawasan-kawasan sebelum mencapai Merak. Untuk memperoleh tiket kereta api Krakatau pun tidak sulit. Salah satu caranya, bisa memesan tiket kereta Krakatau di Traveloka. Mudah kan memesan tiket di agen travel online yang satu ini?

Anak-anak paling suka diajak naik kereta, apalagi kereta jarak jauh. Pemandangan seru selama perjalanan membuat mereka betah dan selalu menarik. Walau sempat punya pengalaman tak mengenakkan saat naik kereta, tapi itu tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap menikmati moda transportasi yang satu ini.

Baca : Pengalaman tak terlupakan naik kereta listrik


3. Katakan Tidak pada Musim Liburan

Jalan menuju Lampung memang sulit untuk tidak padat. Namun, suasananya akan semakin padat ketika mendekati hari-hari libur panjang, seperti ketika musim libur Lebaran, akhir tahun, ataupun saat libur anak sekolah. Jika sudah pada waktu tersebut, siap-siap saja melihat antrean panjang ketika memasuki Pelabuhan Merak ataupun ketika telah tiba di Provinsi Lampungnya.

Kalau teman-teman termasuk orang yang sudah gerah dan tidak mau berhadapan dengan kemacetan panjang, lebih baik katakan tidak ketika ada kerabat maupun sahabat yang mengajak jalan-jalan ke Lampung ketika musim liburan. Soalnya, macetnya pasti luar biasa! Bisa berkilo-kilo meter euyy. Lebih baik tunggu waktu liburan usai, baru merencanakan membeli tiket kereta api ke Merak ataupun pesawat ke Raden Inten II guna bisa melihat barisan pantai cantik yang ada di kawasan ini.


Baca : Libur Usai, Kesibukan Dimulai


4. Hindari Akhir Pekan Panjang

Memang seru rasanya jika menghabiskan long weekend alias akhir pekan yang panjang untuk singgah berlibur ke pantai-pantai indah yang ada di Lampung. Namun, harus realistis bahwa ada banyak orang yang juga berpikiran serupa, kan? Dengan demikian, ancaman kemacetan siap menyambut ketika memutuskan berlibur ke kota tersebut pada akhir pekan panjang.

Jadi selain waktu musim libur, akhir pekan panjang menjadi momen yang mesti dihindari jika ingin berwisata ke Lampung. Akan lebih menyenangkan jika mengambil cuti di hari kerja, karena suasana menuju Lampung pasti relatif lebih sepi. Serius, deh! 



Saya udah beberapa kali mengunjungi provinsi yang satu ini, tapi udah lama. Pengen ajak anak-anak ke sana lagi. Jalan-jalan, menikmati pantai, bersilaturahmi dengan teman-teman di sana, dan membeli oleh-oleh khas Lampung, kopi. Hahaha

Baca : kopi bubuk

Jalan-jalan memang menyenangkan. Akan tetapi, jangan memaksakan diri jika memang kondisi jalan menuju ke sana sedang tidak memadai. Termasuk ketika hendak berlibur ke Lampung, moda transportasi dan waktu perjalanan akan sangat menentukan nyaman tidaknya wisatamu ke provinsi yang satu ini.