Menemukan Passion Saat #UsiaCantik

Menemukan Passion Saat #UsiaCantik - Dulu, waktu kecil saya pernah bercita-cita menjadi model atau pramugari. Seneng aja gitu lihat model cantik-cantik berjalan lemah gemulai di atas catwalk. Lihat model-model di majalah itu kog ya rasanya ga pernah bosan. Saya ngebayangin enaknya jadi model majalah atau model catwalk. Wajahnya nampang di majalah, dikagumi banyak orang, diidolakan banyak orang.




Fashion Show on Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Fashion Show on Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Philips Hue, Saat Kendali di Ujung Jari

Philips Hue, Saat Kendali di Ujung Jari. Sudah 3 hari ini saya tumbang tak berdaya dan mau ngapa-ngapain rasanya tersiksa. Sementara suami pun sibuk. Kami tak punya asisten rumah tangga. Nah nah, bisa kebayang kan jika ibu sakit? Hancur dunia persilatan *ehhh. Rumah tak terurus! Cucian piring dan baju menumpuk! Masak? Oh yeah, untung punya cadangan yang bisa dihangatkan.

Saat tumbang seperti itu anak-anak lumayan perhatian, jadi masih untung ga terlantar banget. Beberapa pekerjaan bisa didelegasikan walau tak sempurna. Kadang lebih baik tak meminta mereka mengerjakan apa-apa, hahaha. Yaa, itu kalau berharap kesempurnaan yaa. Namanya juga anak-anak. So, kalau nyuci piring masih ada kotor-kotornya, harap panjang maklum. Diminta ngerjain ini yang dibawa itu, bla blabla.




Puncaknya, dua malam lalu, saya benar-benar tak mampu menahan kantuk, lepas makan langsung tidur. Lupa minta anak-anak memadamkan lampu-lampu, hal yang biasa saya lakukan setelah anak-anak terlelap.

Saat tiba-tiba terbangun tengah malam, baru sadar "ahhh lampu dapur masih menyala, lampu kamar lupa dimatikan, lampu kamar mandi menyala semalaman". Huaa, rasanya mau garuk-garuk tembok membiarkan sekian kwh terbuang percuma. Semalaman! Pengen nangis. Kan lumayan, lampu yang seharusnya mati bisa menyambung daya listrik beberapa hari yang akan datang *emaksuperirit.

Okeh, urusan listrik ini saya memang berusaha super irit. Kalau malam, saya berupaya agar 1-2 lampu saja yang menyala. Tapi ya itu, ada effort dan rutinitas untuk mematihidupkannya. Tiap malam saya akan mematikan lampu dapur, lampu belakang, lampu kamar mandi. Lampu-lampu kamar biasanya diganti lampu tidur.

Saya sempat berkhayal, andai ya lampu itu bisa dikendalikan dan ada remote kontrolnya, enak kali ya. Saya ga perlu lagi jalan-jalan keliling rumah saat mata ngantuk. Ga perlu lagi ngantuk-ngantuk menyeret langkah kaki ke dapur cuma untuk mematikan lampu-lampu itu. Cukup pencet-pencet remote, lampu-lampu yang saya inginkan bisa dimatikan. Ngayal banget.

Eh, khayalan saya itu dan mungkin juga khayalan banyak orang, terkabul lho.

Pada tanggal 19 November 2016 lalu, saya diundang menghadiri pre-launching Phillips Hue di Atrium Senayan City.

Talkshow bersama Philips Lighting dan Techno Vlogger, Ari
Talkshow bersama Philips Lighting dan Techno Vlogger, Ario


Philips Hue?

Yap, Philips Hue, varian terbaru dari Philips Lighting.

Mba Susan dari Philips Lighting menjelaskan, selama ini Philips terus berinovasi menciptakan lampu-lampu yang ramah lingkungan dan hemat energi. Salah satunya dengan hadirnya Philips LED yang sudah terbukti super irit.

Tak berhenti sampai di situ, kini Philips kembali menghadirkan inovasi baru yang tak hanya hemat tapi juga memudahkan hidup. Rangkaian lampu yang bisa dikontrol!

Haah?


Yap, rangkaian lampu yang bisa dikendalikan dari ujung jari!

Mba Susan menunjukkan cara mengendalikan Philips Hue
Mba Susan menunjukkan cara mengendalikan Philips Hue

Dengan bantuan telepon pintar, lampu yang sudah terkoneksi ke aplikasi, akan mudah dikendalikan dari mana pun!

Catat ya, dari mana pun! Selagi ada sambungan Wi-Fi.

So, jika suatu saat pernah kelupaan mematikan lampu saat sedang ke luar kota, kendali memati hidupkan itu ada di tanganmu!

Mau pulang ke rumah udah malam, lampu belum menyala satu pun? Tenang, sekarang si lampu-lampu ini ada di genggaman. Tinggal mati hidupkan via hp!

Sebelum sampai, beberapa ratus meter menjelang masuk rumah, lampu bisa dinyalakan dulu via smartphone. So, begitu sampai rumah, lampunya sudah terang, ga lagi ketemu rumah dalam keadaan gelap-gelapan karena ga ada yang bantu hidupin *nyengir. Hihihi, sering banget saya ngalamin kejadian gini. Pergi pagi, pulang-pulang gelap. Hahahaha.

Tak hanya lampunya aja yang bisa dikendalikan, cahayanya pun, bisa. Mau dibuat redup kala tidur atau terang khusus baca. Mau dibuat berubah-ubah warna mengikuti alur film atau beat musik pun bisa. Ada 16 juta warna yang dihasilkan. Life starts with Hue. Inilah Keunggulan Philips Hue.



Untuk bisa menggunakan Phillips hue, harus menggunakan bridges yang menjadi penghubung antara lampu dan smartphone. 1 bridge bisa terkoneksi dengan 10 device dan 50 lampu *cmiiw. Bridges inilah otak utamanya. Dengan bantuan bridges inilah lampu bisa terkoneksi dengan smartphone atau tablet.

Bridges dari Philips Hue (meethue.com)






Ario, seorang techno vlogger, telah mencoba Philips Hue stater pack di kamar kerjanya. Lampu ini digunakan untuk berbagai kegiatan di kamar kerjanya. Mulai edit video, baca, dan sebagainya. Warna-warnanya menyesuaikan suasana yang diinginkan Ario, misalnya pas baca, warnanya putih.

Saksikan bagaimana Ario bekerja dengan Philips Hue melalui videonya berikut ini yaa.



Philips hue ini sebenarnya ga baru-baru banget. Sudah banyak digunakan di beberapa fasilitas publik seperti taman dan dunia industri. Kini, teknologi yang satu ini diperkenalkan juga untuk penggunaan di rumah-rumah.

Produk-produk turunan dari Philips Hue ini ada banyak sekali variasinya. Tinggal dipilih sesuai kebutuhan. Untuk instal pertama kali, bisa pilih Philips Hue Staterkit yang terdiri dari 3 lampu (bulbs), 1 staterkit dan kabel usb (lihat di video Ario ya). Ada juga yang namanya Philips Hue Lightstrips atau ada pula Philips Hue Go yang bisa dibawa-bawa.

Contoh penggunaan Philips Hue Lightstrips
Contoh penggunaan Philips Hue Lightstrips


Oh ya, soal daya tahan, 1 lampu (bulb) bisa tahan hingga 20 jam dan garansi higga 2 tahun. Jika terjadi kerusakan pada perangkat PhilipsHue, maka produknya akan diganti, bukan hanya diperbaiki.

Rasanya sih sudah tak sabar ingin menggunakan rangkaian Philips Hue ini di rumah. Tapi, Philips Hue di Indonesia baru akan resmi ada dan hadir pada Januari 2017. Huaaaa, masih lama yaa?

Tenang, sebelum resmi hadir, bisa pre-order dulu via Lazada dengan harga khusus.

Tiap pembelian 1 Philips Hue staterkit, gratis 1 single Philips Hue Bulbs senilai 800 ribu atau gratis 1 Philips Hue Bridges senilai 800 ribu setiap pembelian 1 Philips Hue Lightstrips atau Philips Hue Go.

Mayan yaaa?

So, sekarang, kalau mau nyaman, mau mudah, Philips Hue bisa jadi solusi urusan lampu. Lampu pun bisa dikendalikan dari ujung jari!

Gaya Hidup yang Membunuhmu #IndonesiaLawanDiabetes

Gaya Hidup yang Membunuhmu #IndonesiaLawanDiabetes - 2 dari 3 orang tidak menyadari jika dirinya menderita diabetes (1). Dan yang lebih bahayanya lagi, mereka tidak menyadari hingga mengalami komplikasi dan resiko kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, atau amputasi kaki.

Penderita diabetes tipe 2 (dialami setelah dewasa) yang tidak terdeteksi, bisa saja hidup beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala apapun hingga mengalami komplikasi. Kadar gula darah yang tinggi diam-diam bisa merusak beberapa organ tubuh. Data klaim BPJS tahun 2014 menunjukkan bahwa Diabetes dan komplikasinya menjadi penyumbang terbesar.



Press Conference Ayo Indonesia Lawa Diabetes
Press Conference Ayo Indonesia Lawa Diabetes


Hal ini pula yang menyebabkan Kementerian Kesehatan RI memilih fokus utama pada Diabetes. Demikian disampaikan dr. Lily, direktur Pencegahan Penyakit Tak Menular Kementerian Kesehatan RI. PT. Kalbe Farma yang punya misi hampir serupa, turut melakukan dukungan. Salah satunya dengan memberikan bantuan dana hingga 500 juta rupiah untuk pengobatan di daerah-daerah terpencil. Tak hanya itu, PT. Kalbe Farma juga melakukan seminar edukasi kepada lebih dari 1500 tenaga medis di 5 kota besar di Indonesia. Hal ini terungkap saat press conference Ayo Indonesia Lawan Diabetes yang diadakan pada 20 November 2016 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Semua Pembicara bersemangat menunjukkan komitmen melawan diabetes
Semua Pembicara bersemangat menunjukkan komitmen melawan diabetes

Menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan yang ahli endrokrinologi ini, gaya hidup menjadi penyebab masyarakat Indonesia makin banyak yang menderita diabetes. Dengan kocak, prof Sidarta meyebutkan  

"masyarakat sekarang itu geraknya makin kurang, yang gerak cuma jari"  

Eaaaaa, ngakuuu, bener ga yang olahraga cuma jari? Hahaha, sekarang apa-apa pesan online. Mau pesan nasi goreng aja, males jalan, lebih milih pencet-pencet. Iyaa apa iyaa?

Masak sendiri? Boro-boro. Itulah bedanya masyarakat sekarang dan dulu. Kalau dulu, untuk mendapat sumber makanan aja harus usaha, nanam dulu atau nyari ke hutan, apalagi untuk memasaknya. Sekarang? Apa-apa cuma gerakin jari. Nonton tv, pindah channel pakai remote. Beli baju? Seragam sekolah? Ada yang online, ga perlu capek-capek keliling mall, tara, barang sampai dengan selamat. Malas masak? Gampang, hampir semua resto ada layanan pesan antar.  Dengan berbagai kemudahan, aktifitas fisik pun makin berkurang.

Salah ga?

Ya, ga salah-salah juga sih. Boleh-boleh aja mengikuti segala kemudahan itu, asal diimbangi dengan gaya hidup sehat. Tubuh yang jarang aktif bergerak akan berpotensi meningkatkan resiko diabetes.

Sarah Sechan, Campaign ambassador Indonesia Lawan Diabetes bercerita, dulu sih segala makanan ia embat, yang penting kenyang. Selagi belum kenyang, belum berhenti makan. Sekarang prioritasnya berubah, bukan kenyang lagi, tapi Jenis, Jumlah, dan Jadwal ia perhatikan. Perhatiin jumlah kalori makanan yang dikonsumsi, trus pilih jenis asupan nutrisi, pilih-pilih jenis makanannya, mana yang kaya serat, trus jangan lupa jadwal makannya.

Dr. Lily menambahkan, inget, atur jadwal makan. Sebaiknya sih ga skip makan. Kalau skip, biasanya jadi ekstra lapar dan malah makan berlebihan di jam makan berikutnya. Tetep makan, tapi sesuai jadwal. 3x makan utama (sarapan, makan siang, makan malam), selebihnya 3x jadwal makan cemilan (nah ini biasanya jam-jam coffee break nih).

Prof. Dr. Agung Pranoto menyebutkan, penting melakukan test screening diabetes pada kelompok resiko tinggi untuk mengurangi dampak komplikasi pada mata. Semakin awal terdeteksi kasus diabetes, semakin cepat pengobatan dapat diiniasi untuk menghindari komplikasi.

Terakhir, Prof. Sidarta kembali menyebutkan pentingnya "bergerak", pentingnya gaya hidup sehat. Makan secukupnya sesuai jadwal, perhatikan jenis asupan makanan, perbanyak serat, pilihlah karbohidrat kompleks ketimbang karbohidrat sederhana semacam cake, dkk. Ketimbang ngemil kue, pilihlah buah.





Acara press Conference yang diadakan bersamaan dengan gerakan "Ayo Indonesia Lawan Diabetes" dengan dukungan Diabetasol ini dihadiri ribuan orang yang memenuhi pintu Barat GBK. Foto-foto kegiatan bisa dilihat di www.indonesialawandiabetes.com. Lebih dari 50.000 dukungan telah diberikan untuk aksi #IndonesiaLawanDiabetes ini. Mau memberikan dukungan? Yuk, #IndonesiaLawanDiabetes.






sumber :
1. Boedisantoso, et all. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia.

Hati-hati, Abaikan K3 Berujung Penjara


Hati-hati, Abaikan K3 Berujung Penjara - Apa sih K3 itu? Kog ya menyeramkan amat kalau diabaikan? Bisa sampai masuk penjara?


Bisa saudara-saudara. Kalau terbukti pekerja atau perusahaan melakukan kelalaian dalam pekerjaan dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, bisa saja berujung pada penjara. 
Pasal 359 KUHP mengatur "Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun"

Anak-anak dan Madu Favoritnya

Anak-anak dan Madu Favoritnya - Anak-anak saya memang sudah besar, sebagian malah sudah remaja :). Tapi urusan madu, tetap aja mereka suka.

Madu Pertumbuhan
Madu Pertumbuhan

Saya memang baru mulai memberikan anak-anak madu setelah mereka berusia lebih dari 1 tahun. Kenapa? Karena madu sebenarnya mengandung bakteri botulism yang tidak baik jika dikonsumsi anak-anak yang berusia kurang dari 1 tahun. Jika sudah melalui usia 1 tahun. Tubuh anak-anak sudah cukup kuat antibodinya sehingga sudah siap melawan si bakteri ini.

Kenapa anak-anak saya berikan madu? Hmm, susah-susah gampang jawabnya. Saya percaya madu berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Dan ini biasanya saya berikan ketika anak-anak sedang sakit.

Saat batuk, minum air madu hangat lumayan banget melegakan tenggorokan. Kalau sedang ga enak badan atau abis kehujanan. Anak-anak pun saya suguhkan air minum madu hangat. Air putih hangat segelas yang dicampur 1-2 sendok makan madu.

Terbiasa disuguhi madu, anak-anak jadi suka sama madu. Kadang madu diminum begitu saja tanpa tambahan air. Terutama ketika mereka sedang sariawan.

So, ketika dapat tawaran untuk mencoba madu Grow n Health dari CV. Gilang Persada Nusantara, saya langsung buru-buru mengajukan diri. Ahaaa, madu gitu loh.

"Bunda, ini apa?"
"Madu"
"Kog botolnya bagus? Kog kotaknya bagus gini? Ini beneran madu?'
"Iya, madu beneran. Coba aja"
"Boleh"
"Asyiiikkk"

Falda dan Ferdi langsung sibuk mengambil sendok dan tak sabar mencoba madunya.

"Wah kak, enak"
"Iya Fal, enak ya"

Anak-anak suka banget madunya. Ga encer dan ga manis gula. Walau saya biarkan di suhu ruang berhari-hari, ga ada semut yang merubung. Padahal, rumah saya itu biangnya semut, lha handuk dan baju aja disemutin, apalagi makanan. Info yang pernah saya tahu menyebutkan kalau madu dirubung semut, berarti mengandung gula. Artinya bukan madu murni lagi *cmiiw.

Pas saya baca-baca kemasannya, madu Grow n Health ini bukan madu biasa. Kenapa dinamai Grow n Health ya karena madu ini juga sekaligus madu yang bagus untuk pertumbuhan.
Makanya ada batasan usia yang disebutkan dalam kemasan. 1-12 tahun.

Rupanya pembatasan usia ini bertujuan agar hanya anak-anak yang memang sedang dalam masa pertumbuhan saja yang mengkonsumsi. Maklum, anak-anak di usia itu kadang agak susah makan dan pemilih ya. Dengan mengkonsumsi madu GNH, anak-anak bisa lebih nafsu makan karena ada kandungan temulawaknya.

Kalau orang dewasa konsumsi madu ini gimana? Gak papa sih kalau sesekali, tapi kalau keseringan kayak saya, sepertinya akan tumbuh juga *ehh. Hahaha. Saya nih ceritanya suka banget madunya, jadi hampir tiap hari lah saya konsumsi madu ini. Efeknya? Saya jadi gampang lapar dan maunya makaan terus. Belakangan saya perhatikan, lengan saya jadi berisi. Hadeuuhh, saya salah nih. Harusnya madu buat anak-anak kenapa saya yang konsumsi? Huhuhu.

Oh, ya, madu ini juga bagus kog buat pereda gatal tenggorokan seperti yang saya sebut tadi. Kemarin anak-anak batuk, langsung saya cekoki madu ini + air hangat. Lumayan, tenggorokan agak enak.

Buat mom n dad mau mencoba madu ini, untuk sementara hanya bisa dipesan secara melalui bbm dan whatsapp yang ada di foto berikut.

Madu Grow n Health
Madu Grow n Health

Melayani kog pengiriman ke seluruh Indonesia. Jangan khawatir ya.

Oh ya, harga madunya 75rb/botol. Tapi, madunya ini ga cair, jadi 1 sendok aja udah lebih dari cukup.

Kalau mau dapat diskon 10%. Gunakan kode diskon KBGNH55 ya saat order ke distributornya di
0878 344 64 222

Serempak, Bantu 3Ends KPPPA dengan Konten

Serempak, Bantu 3Ends KPPPA dengan Konten- Kementrian Perlindungan Pada Perempuan dan Anak (KPPPA) bersama tim pokja Serempak pada 27 Oktober 2016 lalu mengadakan sebuah talkshow bertema "The Power of Content". Acara diadakan di kampus Binus FX Senayan.

Ibu Ratna, mewakili deputi bidang kesetaraan gender KPPA menyebutkan bahwa acara ini diharapkan dapat membantu kppa dalam program 3 ends.


Apa sih 3Ends?

3 Ends adalah program KPPA dalam mengurangi 3 hal
1. Kurangi kekerasan pada perempuan dan anak

2. Kurangi perdagangan pada perempuan dan anak

3. Kurangi Kesenjangan Kesempatan Ekonomi



Menurut kang Maman Suryaman, notulen di ILK dan penulis, kekerasan seksual bukan hanya urusan rok mini, tapi otak mini pelakunya. 

Kog bisa mini? Ya gimana ga mini, kalau otaknya besar, ga akan mudah terjebak urusan rok mini. Masa kalah sama rok mini. 

Huaa, saya setuju banget nih sama kang Maman. Jadi ingat status seorang teman kuliah saya, laki-laki. Menurut dia, kalau ada pernyataan yg menyebutkan "ya salah sendiri, kenapa pakai pakaian yang mengundang", justru harusnya laki-laki perlu merasa dilecehkan dengan pernuataan itu. Kesannya laki-laki dianggap ga mampu menahan diri. Kesannya laki-laki ga menggunakan otaknya dengan baik. Nah lho!


Narasumber ketiga, bu Ina Murwani dari Binus University memberikan materi bagaimana membuat konten yang menarik dan cara branding bagi seorang blogger.

Ada 6 hal yang dishare bu Ina

1. Pilih dan tentukan, ke mana arah blog kita, konsisten deh di situ


2. Pilih thema blognya apa. Pilih deh kamu lebih suka menulis apa. Ini akan memudahkan branding.


3. Pilih Nama blog. Pemilihan nama blog ini juga sebaiknya disesuaikan dengan garis besar isi blog. Pilih juga nama yang mudah diingat. Jangan pilih nama yang mencerminkan hal negatif ya. Ga mau dikenal sebagai blogger negatif kan?


4. Pilih dengan teliti, warna blog, jenis hurufnya, logo yang mau dipakai, dan tagline yang mau digunakan. Warna blog yang digunakan bisa jadi menggambarkan kepribadian si empunya blog. Tagline juga perlu ditentukan dengan tepat. Ini akan memudahkan branding lho. Blogger yang punya taglinr khas akan mudah dikenal.


5. Jangan lupa untuk selalu menggunakan foto sebagai pendukung ya guys. Foto yang memadai akan mendukung apa yang ditulis. Jangan gunakan foto yang ga nyambung ya.

6. Investasi! Apa maksudnya?
Bu Ina menyarankan, jika ingin dikenal sebagai blogger tertentu, jangan ragu lah menginvestasikan sejimlah uang untuk pasang iklan misalnya, beli domain, bayar host yang terpercaya, dsb.


Terakhir, bu Ina memberikan tips cara memasarkan brand kita
1. Tulis, tulis, tulis. Menulislah konten yang baik dan beda dari yang lain.
2. Jadikan sosial media sebagai sahabat untuk memperkenalkan siapa kita, dan blog apa yang kita punya :).
3. Komen, komen, komen. Maksudnya? Jangan malas kasih komen dan blogwalking ya. BW ini akan membantu branding lebih baik.
4. Iklankan dan gunakan analitik untuk melihat grafik perkembangannya.
Ini berkaitan dengan investasi yang saya sebut diatas.
5. Jangan lupakan SEO. Pesan bu ini, walau nulisnya udah bagus, silaturahmi ok, tapi ya jangan lupa juga dengan kaidah-kaidah SEO. Poinnya sih, kalau mau makin dikenal sebagai blogger tertentu, tetap perlu memperhatikan kaidah SEO ya guys.


Selesai bu Ani memberi materi, lanjut deh materi diberikan oleh teh Ani Berta. Blogger yang sudah lama malang melintang di dunia blog.

Teh Ani menyebutkan, ada 2 jenis tulisan yang bisa dibuat blogger. Pertama hard news yang memang dibuat untuk tulisan reportase. Prinsipnya, ikuti kaidah 5W+1. Penulisan hard news ini, sebaiknya segera, agar bisa langsung dibaca dan diketahui khalayak.

Selain artikel bertipe hard news, ada lagi artikel bertipe feature news. Pada artikel ini blogger biasanya menulis lebih banyak dan panjang. Bisa memasukkan opini dan pendapat pribadinya. Masukkan juga sumber-sumber tambahan untuk memperkaya tulisan.


Menurut teh Ani, jadilah maestro dengan membuat tulisan yang baik. Perkaya dwngan onvestigasi mendalam. Jika ada acara, coba deh buru sang nara sumber dan tanyakan hal-hal menarik. Jika ada hal-hal yang perlu investigasi, lakukan  lah agar tulisan lebih kaya.


Pembicara terakhir, Irwin Day, praktisi IT yang membuat program Nawala, program proteksi agar internet tak mudah diakses anak-anak. Bang Irwin ini ternyata blogger juga lho. Cuma beliau mengaku jarang ngeblog. Walau begitu, tetap lho trafiknya tinggi. Kog bisa? Bisa donk. Perkuat konten guys!

Bang Irwin kasih masukan, sebagai blogger, hendaknya bisa memberikan manfaat dan membagikan berita yang baik pada masyarakat, termasuk uang menyangkut isu-isu perempuan dan anak.

Terakhir, kang Maman menambahkan hal menarik. Isu perempuan tak lagi hanya soal kekerasan, tapi bagaimana membuat perempuan berdaya. Perempuan hendaknya tak hanya terjebak pada dapur, kasur, dan semacamnya. Tapi mulailah berdaya guna dan mencapai posisi yang lebih strategis.

Kang Maman menghimbau blogger agar lebih mampu membuat konten yang mengangkat isu-isu perempuan dan anak. Membuat konten yang mengedukasi perempuan. Bagaimana mereka bisa mencapai kesetaraan dalam hal kesempatan ekonomi dan mempunyai kedudukan lebih baik.

Secara tidak langsung, kang Maman mengatakan, blogger bisa lho memberikan kontribusi lebih dengan menulis konten-konten yang dapat membantu mensukseskan program 3 Ends KPPA.

Gimana buk? Bisa? Yuukk mak, buk, bund, tulis yuk. Perempuan bisa berdaya dan harus berdaya.